Jumat, 16 Desember 2016

#FITRI PURBASARI_NHW9

 πŸ‘° BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN πŸ‘°

Setelah digiring menemukan passion di Matrikulasi Ibu Profesional ini, sekarang kami dituntun untuk melangkah mencicipi ranah Bunda Shaleha melalui materi Bunda Sebagai Agen Perubahan (mau baca? klik disini!). Kami diminta melihat isu sosial di lingkungan sekitar dan belajar membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Panduannya adalah sebagai berikut.
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE
Social Venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga seorang ibu bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa empati, membuat sebuah usaha berkelanjutan diawali dengan sebuah passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang dimiliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yang sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yang kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yang dihadapi orang lain. 

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yang ada di sekitar kita.

hemmh.. bismillahirrohmanirrohiim. Passion yang saya ambil dari kuadran SUKA-BISA adalah mengedukasi masyarakat dalam hal PARENTING. Hal ini membuat mata saya paling berbinar karena kefakiran ilmu mengasuh kedua balita saya membuat saya antusias melahap ilmu parenting. Saya ingin mengasuh dan mendidik anak-anak saya dengan tepat. Isu ini juga yang saya amati di masyarakat. Fenomena menjadi ibu tanpa ilmu membuat hati saya tergerak untuk ikut berkontribusi mengokohkan sosok ibu dalam rangka mencetak generasi yang lebih baik, generasi yang "Tak Salah Asuhan".

Well, inilah bagan projek sosial saya.


Semoga Allah swt memudahkan misi saya ini. aamiin..

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

RESUME MATERI DAN DISKUSI
_Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9_

*BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN*

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena
*“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”*
Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.
Darimanakah mulainya?
Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi
*“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”*
Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.
Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.
Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.
Maka gunakan pola _kaizen_( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.
*START FROM THE EMPHATY*
Inilah kuncinya.
_Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga_.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
_Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION  , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat_
KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.
Inilah indikator bunda shalehah, yaitu _bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya_.
Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.
Salam
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
_Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012_
_Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty,  2010_
_Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016_
*Fasil:*
Link Video Matrikulasi IIP Sesi 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan
https://www.youtube.com/watch?v=tDKZAKpH-GI&t=68s
*Fasil:*
Silakan dinikmati hidangan terakhir kita, jika ada pertanyaan silakan wapri mb Tria Novita
_________________________________________________________
*Host:*
Alhamdulillah sampai juga kita di pekan terakhir matrikulasi, sbg penutup kita akan membahas ttg ibu sebagai agen perubahan (tahapan bunda shalehah)
Silakan jika ada pertanyaan
1⃣ Wita
Mbak, saya mohon penjelasan untuk pernyataan yang ini
"Bila suami protes berarti warning lampu kuning dan bila anak2 yang protes berarti warning lampu merah"
Logika saya, 'kepemilikkan' yang paling tinggi utk seorang wanita menikah kan di suaminya, kenapa warning nya suami dikalahkan oleh warning nya anak anak ?
πŸ”‰1⃣ Mb Wita, dalam usaha kita belajar menjadi seorang IBU profesional tentu ijin tertinggi ada pada suami tapi saat menjalani proses tersebut customer utama kita adalah anak2, jadi saat customer kita protes atas proses yg kita jalani maka itulah lampu merah bagi kita ✅
2⃣ Tria
Bagaimanakah kita sebagai ortu membimbing anak2 menjadi orang yang memiliki 'keinginan utk bermanfaat' bagi umat/masyarakat?
πŸ”‰2⃣ "Children see children do" mb Tria, jadi aktiflah di berbagai kegiatan sosial supaya mereka melihat contoh nyata yg dilakukan ortu mereka, lalu ajaklah mereka terlibat dalam aktivitas tersebut.
Saat anak ada di usia pra baligh buatlah project2 sosial keluarga dengan mereka sbg motornya, in syaa allah bisa mengasah kepekaan sosial mereka ✅
3⃣ Ardiani Putri
Anak saya masih 19m, pernah suatu ketika saya ikut sebuah kelas sertifikasi untuk menambah jam terbang saya sehingga harus meninggalkan anak saya dgn keluarga lebih dari 8 jam. Ternyata sesampainya dirumah anak saya sedang menangis sambil memeluk jilbab dan baju saya, tidak mau dipegang oleh siapapun. Apakah ini termasuk lampu merah bagi saya untuk berhenti menambah jam terbang di luar rumah? Adakah tipsnya untuk melatih anak mandiri ketikan saya sedang beraktifitas diluar? Atau baiknya saya selesaikan tahapan bunda sayang dan bunda cekatan terlebih dahulu?
πŸ”‰3⃣ Melatih kemandirian anak ada dalam materi bunda sayang mb putri. Itulah kenapa bunda produktif/bunda shalehah harus melewati tahapan bunda sayang dan bunda cekatan dulu, supaya tidak terjadi hal2 yg mengusik ketentraman hati πŸ˜Š
4⃣ Poppy
Saya pernah berbincang dengan salah satu ibu, yg saya lihat punya potensi untuk aktif di lingkungan. Tapi keluar pernyataan dari beliau bahwa: "beberapa orang meragukan saya krn terlihat tidak pandai mengurus rumah tangga".
Pertanyaan saya, apa standarnya/indikatornya seorang ibu BOLEH aktif di luar rumah, selain restu suami dan anak2nya?
Misalnya, apakah usia anak bungsu harus minimal 14 tahun? dsb.
πŸ”‰4⃣ Menanggapi pernyataan teman mb poppy di atas: The only reality is OUR PERCEPTION, maka buatlah persepsi positif terlebih dahulu dengan diri kita, setelah yakin, masukkan persepsi positif dengan orang-orang di sekitar kita.
Di IIP Indikator seorang ibu dipersilahkan aktif di luar rumah selain restu suami dan anak adalah sudah punya pijakan yg kuat di tahapan bunsay dan buncek. ✅
5⃣ Nira
Bagaimana nasib kuadran suka tpi tidak bisa,  ketidakbisaan karena manajemen waktu misalnya, bagaimana proporsi waktunya,
πŸ”‰5⃣ BISA itu berkaitan dengan kemampuan.
SUKA berkaitan dengan rasa.
Jika MAU sedikit berdisiplin di manajemen waktu in syaa allah mb Nira pasti BISA produktif di bidang tersebut, semangat yaaaa... ✊🏼✅
6⃣ Dinda
Ada peribahasa bilang perempuan itu tidak akan bisa fokus kerja di ranah publik jika pekerjaan di ranah domestik belum tuntas. Dan lelaki itu tidak akan bisa fokus di urusan keluarga jika pekerjaan nya di kantor belum tuntas.
Bagaimana ya menyeimbangkan keduanya agar bisa sukses dirumah dan bisa menambah jam terbang jg di ranah publik.
Adalah tips n triks berbagi tugas dgn suami d agar bisa sukses di keduanya juga.
Karena kesuksesan keluarga akan terjadi jika suami istri bisa berkolaborasi dgn tepat.
πŸ”‰6⃣ Tips dari pak Dodik saat kopdar 2 minggu lalu adalah banyak2lah ngobrol dan melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga (suami dan anak2). Sehingga komunikasi bisa cair dan kolaborasi antar anggota keluarga lebih mudah dilakukan. ✅
7⃣ Marie
Bagaimana menyikapi keadaan dimana kita berada di lingkungan yang bisa dibilang individualistis dan sulit untuk bekerja sama? Bagaimana menumbuhkan empati di lingk spt itu? Mengingat sudah bbrp kali dicoba untuk menggerakkan lingkungan tsb namun hasilnya tidak signifikan. Apakah mencari lingkungan lain atau bagaimana? Terima kasih.😊
πŸ”‰7⃣ Menurut saya poin utama dalam menjadi agen perubahan adalah kontribusi apa yg bisa kita bagikan untuk lingkungan sekitar mb Marie, shg kita fokus ke dalam bukan terpengaruh dg kondisi lingkungan luar.
Emphaty ditumbuhkan dari perubahan2 yang sudah kita buat dalam lingkup keluarga kita.
Misal kita sudah sukses menjalankan 3R di rumah kita, semua anggota keluarga fasih melakukan 3R. Kemudian kita lihat lingkungan sekitar belum aware dg program tsb. Kita ingin meluaskan kegiatan tsb ke lingkungan RT kita, maka kita akan dg senang hati merintis usaha tsb, bisa juga dg melibatkan anggota keluarga shg keluarga tdk ditinggalkan.
Banyak sedikitnya tetangga yg ikut kegiatan ini bukan tujuan utama kita.
Apalagi jika ditambah passion maka akan bermunculan ide2 kreatif untuk menemukan solusi dari setiap tantangan yg muncul. ✅
8⃣ Wiwit :
Ibu sebagai Agen Perubahan! Saya sepakat sekali dg statement tsb. Ingin sekali berbagi kebaikan dg ibu2 di lingkungan sekeliling saya. Hanya sy ingin mendapat ilmu  lebih bgmn cara berkomunikasi yg lebih baik dlm menyampaikan pesan.Mohon pencerahan,apakah IIP mempunyai materi/pelatihan/saran media utk ilmu komunikasi yg efektif utk masuk di lingkungan yg heterogen (latar belakang & sosial yg berbeda2)?. Krn menurut sy hal ini sgt membantu peran kita Ibu sbg agen perubahan.
Jazakillah Khairan Katsira πŸ˜ŠπŸ™πŸΌ
‬ πŸ”‰8⃣ Saya baru 10 bulan bergabung dg IIP, dalam waktu yg singkat ini saya belum sepenuhnya mengikuti semua materi yg ada di IIP. Yang saya tahu beberapa kota memiliki rumah belajar public speaking disana member bisa menggali ilmu ttg cara berkomunikasi yg baik.
Usulan mb wiwit sangat bagus, bisa menjadi masukan bagi iip depok untuk membuka kelas minat dg materi komunikasi efektif untuk tahapan bunda sholehah πŸ™πŸΌ✅
9⃣ Asti
Bu Septi,, mohon maaf sebelumnya,, terus terang hingga saat ini saya sangat "berbinar-binar" mengikuti tahap demi tahap matrikulasi ini. Dari sejak materi pertama (Adab sebelum ilmu) ibu sudah mengajak saya (dan kami, peserta matrikulasi) untuk menuntut ilmu dengan cara mulia supaya meningkatkan kemuliaan hidup.. membuat saya juga semakin bersemangat mempelajari Islam.
Banyak sekali ilmu tentang manajemen waktu yang "nyantol" di saya, misalnya di sesi 6: Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu.
Kali ini saya "tergelitik" untuk bertanya, kenapa di sesi ke sembilan ini ibu malah menggunakan prinsip dan pola Kaizen? Di materi ke 9 ibu menyatakan bahwa Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Apakah di Islam tidak ada filosofinya? Misalnya di Surat Al Ashr yang tersirat pada sesi 6, atau di surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengajak orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,, atau mungkin manajemen waktu bila ditilik dari filosofi dalam sholat: tepat waktu, bersih, rapi dan rapat dalam barisan shaf?
Mohon penjelasannya ya bu. Terimakasih sebelumnya
πŸ”‰9⃣ Pertanyaan ini ditujukan untuk bu Septi jadi saya forwardkan langsung ke beliau. Jika sudah dijawab akan saya sampaikan di grup ini ya mb Asti πŸ˜Š
πŸ”Ÿ Tantia
Terkadang ketika kita aktif d masyarakat kadang ada kalanya anak protes, apakah ini termasuk lampu merah (warning keras), apa yg harus d kuatkan akan berjalan dengan selaras?
πŸ”‰ πŸ”Ÿ Mohon lihat jawaban no.4 ya mb Tantia ✅
*Host:*
Alhamdulillah sdh 9 pertanyaan yg terjawab teman temans...
Ada yg mau sharing atau menanggapi kah??
Msh ada waktu 15 menit lagiπŸ˜‹πŸ˜‹
Tantia:
Berarti kl sesuai point 4⃣, bunsay n buncek ya? Apakah itu harga mati? Ketika itu belum kuat qt tdk bisa keluar, berperan d masyarakat?
πŸ”‰Bukan harga mati mbak, itu idealnya
Jika memang kita harus ada di ranah publik maka konsekuensinya harus mengejar tahapan bunsay dan buncek supaya hati tentram
Tantia: Baik mba
Berbicara tentang tentram, apakah indikator tentram itu?
πŸ”‰Imho, Tentram itu jika semua berjalan selaras dan harmoni sesuai yg kita kehendaki
Bisa juga kita berperan keluar dg tetap melibatkan anak2 sehingga waktu kita membersamai mereka tdk berkurang
Saya cuplikan tanya jawab pada matrikulasi batch 1 ttg ketentraman sbb:
_Kenapa Ibu menekankan kata tenteram?_ -_Adakah berkontribusi kebermanfaatan seseorang tapi ia tidak tenteram? Dalam konteks kasus positif maksud saya._
Jawaban:
Ketika dasar mulainya kebermanfaatan ini bukan didasari sebuah niat kuat untuk memperbaiki keluarga kita. Contoh saya merasa sudah bermanfaat untuk banyak orang dengan membuka kelas untuk ibu-ibu. Namun selama menjalankan kebermanfaatan ini, anak-anak saya merasa terlantar, karena ibunya asyik sendiri dengan “kelas  yang rasanya sebagai program kebermanfaatan”.  Lama-lama hati kecil kita pasti akan terusik, karena melihat kondisi anak-anak kita. Hal ini membuat kita TIDAK TENTRAM. Karena sebuah ketidakseimbangan.
Saya tambahkan sedikit, biasanya program kebermanfaatan yang membuat kita TIDAK TENTRAM itu bermula dari sebuah PELARIAN. Lari dari kenyataan hebohnya menjadi ibu, lari dari kenyataan kondisi penindasan di dalam rumah sendiri, lari dari kenyataan “tidak sukanya kita terhadap anak-anak. Lari dari kenyataan “Status seorang ibu rumah tangga dan lain-lain.
Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut:
Berorientasi pada proses dan hasil.
Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.
Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.
[Materi ini ada di Bunda Cekatan secara lengkapnya, saya ambil beberapa point penting]
Beberapa point penting dalam proses penerapan KAIZEN yaitu :
❤Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.
❤Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin
❤Konsep PDCA dalam KAIZEN. Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.
❤Konsep 5W + 1H. Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).
___________
*Host:*
Alhamdulillah,, mksh jawaban nya mba diah...
Sudah  pukul 21:01
Kita tutup dengan ucapan hamdalah dan doa kafaratul majelis
Ψ³ُΨ¨ْΨ­َΨ§Ω†َΩƒَ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ُΩ…َّ وَΨ¨ِΨ­َΩ…ْΨ―ِΩƒَ Ψ£َΨ΄ْΩ‡َΨ―ُ Ψ£َΩ†ْ Ω„Ψ§َ Ψ₯ِΩ„Ω‡َ Ψ₯ِΩ„Ψ§َّ Ψ£َΩ†ْΨͺَ Ψ£َΨ³ْΨͺَΨΊْفِΨ±ُΩƒَ وَΨ£َΨͺُوْΨ¨ُ Ψ₯ِΩ„َيْΩƒَ
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik” Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
Kami yang bertugas mohon maaf atas segala salah dan khilap..
Terimakasih atas perhatiannya dan terimakasih atas sharing ilmunya...
Kami undur pamit yaa...
Wassalamu'alaikum Wr. Wb...

Sabtu, 10 Desember 2016

#FITRI PURBASARI_NHW8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

YA, SAYA SUKA SEKALI PARENTING!

Tengah malam kemarin, ketika membaca materi MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS (mau tahu? klik disini!) dan tugas NHW#8, saya cukup bingung untuk memilih aktivitas mana yang akan saya ambil dari kuadran kegiatan SUKA-BISA. Pikiran saya menerawang membandingkan antara kegiatan mengajar bahasa Inggris dan kegiatan parenting. Pendidikan bahasa Inggris adalah background pendidikan saya, tetapi parenting adalah ilmu yang akhir-akhir ini membuat saya selalu haus. Saya membayangkan masa depan les privat yang ingin saya bangun, tapi saya juga memetakan rencana besar tentang project hidup saya di dunia parenting. Saya dengan mudah bisa mendapatkan ilmu dan komunitas parenting di kota ini, tapi tidak dengan saudara dan teman-teman saya di daerah. Tiba-tiba ada BBM masuk. Seorang sahabat lama dari daerah menyapa dan bilang ingin curhat, tentang parenting katanya. Wooooow!! THIS IS IT!! Sambil melayani curhatnya, saya merasakan hati saya berbunga-bunga dan mata saya berbinar-binar! 😍 Ya, saya mantap memilih bidang ini untuk dieksekusi! PARENTING, I DO LOVE THIS!! 😊


Berikut ini adalah 3 dimensi waktu berkenaan dengan misi hidup dan produktivitas saya dalam dunia parenting.
  1. Lifetime Purpose
    Dalam kurun waktu kehidupan saya, saya ingin menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang memberi manfaat luas kepada masyarakat dengan menjadi agent of change demi terbentuknya keluarga muslim yang kokoh. Saya merasakan manfaat yang hebat dari ilmu parenting yang saya peroleh dari berbagai sumber. Saya ingin keluarga-keluarga lain pun merasakan hal yang sama, bisa membersamai dan mendidik anak-anak dengan ilmu pengasuhan yang baik dan benar. Dengan menjadi Konselor Parenting dalam Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan komunitas lain, insyaAlloh saya dapat membagikan ilmu ini dengan lebih terorganisir. Saya sangat berharap dengan produktivitas ini, saya bisa mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal jariyah untuk saya, keluarga, guru dan leluhur yang kemudian berbuah surga. Aamiin. 😊
  2. Strategic Plan
    Dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan, saya ingin meraih Master Ketahanan Keluarga melalui pendidikan formal di salah satu universitas negeri, menjadi konselor parenting yang sudah menerbitkan buku best-seller, memiliki komunitas parenting dan Rumah Belajar Keluarga yang well-organized, serta melakukan parenting road show ke berbagai daerah. 
  3. New-Year Resolution
    Dalam setahun ini, saya ingin menjadi konselor parenting yang aktif dalam kegiatan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) khususnya di wilayah Beji, Depok. Selain itu, saya juga ingin aktif menulis tentang parenting baik dalam bentuk artikel maupun cerita di blog pribadi dan media sosial lain.
Demikian catatan saya mengenai salah satu kegiatan yang ada di kuadran SUKA-BISA. Ya, Saya Suka Sekali Parenting! Do'akan ya agar bisa mencapai misi ini dengan baik! πŸ˜‰


Jumat, 09 Desember 2016

MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Matrikulasi Ibu Profesional batch #2 sesi #8_

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
*_Be Professional, Rejeki will Follow_*
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
*_Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang_*
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis). 
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”. 
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_
###########=======########
*Sesi Tanya jawab*
*Host* :
Bismillahirrahmaanirrahim...
Assalamu'alaikum bunda-bunda sekalian
Salam Ibu profesional...
Selamat bergabung kembali di kulwap Matrikulasi Ibu Profesional Depok Batch #2 ini.Kali ini kita memasuki materi ke delapan yang bertema "Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas".Perkenalkan rekan-rekan yang akan bertugas malam hari ini :
Host : Poppy
Co-host : Hestya
Notulis : Dinda
Narasumber : Zy
Stop presensi ya bundaa...
Mbk Zy...ready?
*Narsum* :
Insya Allah πŸ˜Š
*Host* :
Oke...saya mulai share pertanyaannya ya...
*Narsum* :
Assalamu'alaikum..
Pekan ini kita sudah memasuki Materi ke #8 tentang *Misi Spesifik Hidup dan produktivitas*
Sepekan lagi kita akan menyelesaikan kelas Matrikulasi Ibu Profesional ini..
Semoga semakin jelas, terarah, dan yakin atas apa yang menjadi kemampuan diri dan bisa mensiasati kelemahan kita sendiri.
Kita mulai diskusinya yuuk..
Silahkan mba Hestya.. πŸ˜Š
1⃣. Wiwit
Mhn perkenan pencerahan dr pengalaman para tim fasil agar tidak "gagal fokus"  ? karena saya tipe yg membuat target agak banyak utk lebih memacu semangat saya dlm hidup. Dari pengalaman tim fasil yg idealnya sebaiknya berapa target dlm setahun. apakah terkait dg km.0 yg sdh kita tentukan misal 1 target 1 tahun (km1-km5).
Jazakillah khairan katsiraa πŸ˜ŠπŸ™πŸΌ
➡1⃣ Wiwit
Tentukan mana yang lebih prioritas. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang..
kalau menurut saya pribadi.. 1-3 kegiatan dalam kuadran Suka dan Bisa itu yang menjadi fokus kita..
Nantinya dari kegiatan dalam kuadran 1 yang kita lakukan, bisa kita uraikan dalam seminggu, bahkan kita bisa evaluasinya dalam setahun.
Buat indikator pencapaiannya..
Kalau sudah berhasil dalam setahun, beri tanda ceklis. Lalu lanjutkan tahapan berikutnya yang mau kita capai. ✅
2⃣. Arssy
Materi diatas tertulis "lakukan apa yg u bisa dan suka"
Bagaimana klo saya ingin bisa produktif (dlm artian menghasilkan uang,untuk skrg hanya bisa berdagang) dan saya bisa tapi saya tidak begitu suka?Yg ada malah kdang jenuh dan merasa terbebani.
Bagaimana saya harus menyiasati ini?
➡2⃣Arssy
Segera ubah.. "change it"..
Kalau kita tidak menyukai suatu kegiatan.. bagaimana kita bisa menghasilkan uang dari sana? Yang ada hanya rasa jenuh dan terbebani, itu pasti.
Yang pertama kita pilih adalah hal yang kita sukai dulu. Coba mba Arssy perhatikan sejak dulu, hal apa yang mba Arssy sukai.
Misalnya membuat kue, lakukan itu dengan sungguh-sungguh.
Kalau ada yang tau ternyata kue mba Arssy enak, pasti ada orang yang pesan dan akhirnya menghasilkan.
"Uang akan mengikuti Kesungguhan.. Bukan bersungguh-sungguh mencari uang"✅
3⃣. Tantia
Dalam materi di sebutkan buatlah prioritas dan pilihlah hal2 yg kita perlukan, hindari daftar yg terlalu panjang idealnya berapa aktivitas yg bisa d lakukan agar tdk gagal fokus.
➡3⃣. Tantia
Sama dengan jawaban no.1
1-3 aktivitas saja cukup membuat kita fokus dalam mencapai tujuan.
Misal:
-mendidik dan membersamai anak-anak
-melayani dan membangun komunikasi produktif bersama suami
-bekerja diranah publik.
Tentunya sesuaikan dengan passion, kuadran 1 & 2 aktivitas masing-masing, dan hasil strenght typology dari www.temubakat.com ✅
4⃣. Feby
Selain "menarik benang merah" mulai dari nhw 1 s/d 7, dalam memulai mencari misi hidup dengan melihat tabel aktivitas kita, tepatkah jika kita memulainya bukan hanya dari aktivitas di kuadran "suka-bisa" melainkan juga "suka-tidak bisa" karena bisa saja sesuatu yg kita tidak bisa itu (tapi kita sukai) karena blm ada kesempatan utk mempelajarinya secara khusus/mendalam?
➡4⃣ Feby
Bisa saja.. asal kita punya komitmen untuk mempelajari apa yang kita sukai, itu lebih mudah daripada memaksakan hal yang tidak kita sukai.
Tinggal eksekusinya saja, kapan mau memulai hal itu (Manajemen waktu). ✅
*Host*
Bunda, empat pertanyaan yg masuk sudah disampaikan. .. silahkan menanggapi jawabannya atau diskusi bebas saja untuk sekarang..
*Marie*:
Mba, kl di kuadran suka dan bisa kita bukan ahli misalnya tp hanya sekedar suka dan bisa, gimana ya? Tetap hrs berubah ke kuadran itu ya?
*Narsum*:
Kalau suka dan bisa berarti mampu mba marie..
BISA itu berkaitan dengan kemampuan
SUKA berkaitan dengan rasa
PENTING berkaitan dengan prioritas, waktu dan jam terbang
GENTING berkaitan dengan kondisi dan manajemen waktu
Yang harus dirubah jika kita tidak suka tapi bisa.
*Marie*: Oo gitu...walaupun belum di taraf "expert", kl kita suka dan bisa InsyaAllah dpt menjadi hal yg produktif asalkan sungguh2, begitu kan mba Zy?
*Narsum*:
Iya mba Marie.. πŸ‘πŸ»πŸ˜Š
*Marie*: Sipp, jelas mba Zy, terima kasih banyak mba...πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ»
*Narsum*: Sama sama πŸ˜ŠπŸ˜˜
*Marie* : Materi kali ini emg membuat lebih banyak berpikir dan bertanya ke diri sendiri mba, jd sebenrnya saya juga bingung mau bertanya apa mbaaa....😁😁
*Narsum*: O gitu ya πŸ˜Š
*Marie*:
Sepertinya pertanyaan2 itu sudah saling menjawab dr rangkaian materi 1 - 7
Yg jadi PR besar ya pelaksanaannya mbaaa...😁😁✌🏻
*Narsum*:
Betul siih hehe..
*Marie*:
#maafjdcurcolpanjang
*Narsum*:
Seneng malah ada yang nemenin πŸ˜…
*Tantia*:
Lg cek n ricek mb zy
Terimakasih td penjelasannya
*Narsum* :
Malam ini akan ada NHW#8.. siap siap ya
*Tantia*:
Bongkar pasang lg NHW nya
*Poppy*:
jadi saya sebenernya salah satu yg mau kasih pertanyaan, tapi saat lagi ketik pertanyaan dalam hati saya udah jawab pertanyaan saya sendiri mba zy πŸ˜‚
*Marie* :
Bener banget alias setujuhhh!!
*Nikha*:
Mbak, kalo kita suka dan bisa tapi saat ini gak bisa rutin latihan2 krn terganjal belum ada waktu luang utk latihan plus kondisi rumah yg bikin kita gak bisa konsen itu gimana ya mbak? Apakah masih bisa masuk ke kuadran suka dan bisa? Atau pindah ke suka dan tidak bisa (krn ada ganjalan2 tsb)?
Bingung gak sama curcol saya haha πŸ˜‚πŸ˜‚✌🏻
*Narsum*:
Waah keren tuh.. berarti mba poppy sudah tau apa yang harus dilakukan πŸ˜Š
Biasanya yang kita suka dan bisa itu dapat kita lakukan sehari-hari mba Nikha..
Kalau belum ada waktu luang.. berarti manajemen waktunya yang harus di prioritaskan..
*Tantia*:
Mb zy, yg jd ganjalan sy, he sy isi www.temubakat antara nov n des kok hasilnya beda ya?
Apa berkaitan dgn suasana hati n jawaban pas mengerjakan?
*Arssy*:
Alhamdulillah,sudah terwakilkan sama pertanyaan mba marie
Mksh banyak mba zy
*Nikha*:
Hehe.. gpp mb Zy πŸ˜„ makasih jawabannya. Iya nih hrs benerin manajemen waktu ya.. masih ntar besok ntar besok, tertundanya bisa lama bangeeett..
+62 819-3419-1632‬:
Mba zy bagaimana mengerahkan kekuatan untuk fokus dan runut mengerjakan sesuatu ya? Seringkali ide2 berlompatan...suka dicatet list/coret2 di notes, tapi muncul lagi yg lain..jadinya malah ga produktif...no action ideas only.. πŸ˜¬ Belum lagi masih harus mengejar bunsay & buncek yg keteter... πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ˜
+62 812-8459-5731‬: Iyaa.. Idem mbak marie.. ✋🏻#toss
Nikha: Sy juga begini nih πŸ™ˆ
Marie Matrik #2: Toss mba...✋🏻😸
Narsum: Mungkin saja mba πŸ˜…
Jadi.. sebenarnya.. temubakat.com itu pun hanya sebagai alat tes yang 90% akurat.
Tapi tetap saja itu hanyalah sebagai alat tes..
Justru yang mengetahui kekuatan dan kelemahan diri adalah kita sendiri..
#imho
Tantia: Mksh mb😊
Narsum: Capai yang targetnya mudah dicapai terlebih dahulu..
Baru tingkatkan lagi sesuai apa yang mau dicapai selanjutnya yang sudah ditulis sebelumnya..
Targetnya pun harus kongkrit..
Misal:
-tahun ini saya ingin mengajarkan toilet training pada si bungsu.. dan itu masuk dalam aktifitas harian..
Atau..
Tahun ini saya harus bisa bikin kue tart..
(Yang suka dan bisa didahulukan.. baru yang suka dan tdk bisa)
*Host*:
alhamdulillah masih 8 menit lagi, bunda2.. jika masih ada yg ingin ditanyakan, monggo masih bisa
*narsum* :
Atau misalnya buat yang bekerja diranah publik..
Tahun ini saya harus expert dibidang saya dengan mengikuti training yang berkaitan dengan profesi dan sebagainya..
Intinya.. setiap orang punya misi hidup yang berbeda yang sudah digariskan olehNya..
Tentunya yang sukses biasanya yang menyukai bidangnya..
*Host*:
Masih adakah yg mau ditanyakan?
Jika tidak mungkin mbk zy bisa menyampaikan kesimpulannya?Silakan...
*Narsum*:
Satu lagi contoh yang saya lihat dari kehidupan disekitar saya..
Biasanya.. pedagang yang sukses itu adalah dia yang memegang dan mengatur langsung penjualannya sendiri, kalau hanya sebagai pemberi modal, dan diserahkan ke orang lain (karyawan) agak lambat suksesnya.
#cmiiw
*Tantia*: Sepakat itu
*Narsum*:
Belajarlah membaca kehendakNya. Kita ditakdirkan dalam keluarga kita saat ini untuk apa?
Hati kita yang bisa menjawabnya sendiri.
Be profesional, rejeki will follow..
Mohon maaf apabila jawaban saya kurang pas..
Terimakasih mba hestya dan mba poppy..
Wassalam
*Host*:
Oke...terimakasih mbk Zy yang sudah menjadi narasumber,juga teman2 lain yg bertugas.Berhubung sudah jam 21.00 lewat,mari kita sudahi diskusi kita.Mohon maaf jika saya ada kekurangan dalam memandu diskusi ini.Sampai jumpa di sesi berikutnya^^
Kita tutup dengan ucapan hamdalah dan doa kafaratul majelis
Ψ³ُΨ¨ْΨ­َΨ§Ω†َΩƒَ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ُΩ…َّ وَΨ¨ِΨ­َΩ…ْΨ―ِΩƒَ Ψ£َΨ΄ْΩ‡َΨ―ُ Ψ£َΩ†ْ Ω„Ψ§َ Ψ₯ِΩ„Ω‡َ Ψ₯ِΩ„Ψ§َّ Ψ£َΩ†ْΨͺَ Ψ£َΨ³ْΨͺَΨΊْفِΨ±ُΩƒَ وَΨ£َΨͺُوْΨ¨ُ Ψ₯ِΩ„َيْΩƒَ
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik” Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
Wassalamu'alaikum.wr.wb...
===========///////==========

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...