Tampilkan postingan dengan label #ilovesuami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ilovesuami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Komprod T10 Day#7 FITRI PURBASARI Depok/Jabar

Level 1: Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif
Kelas Bunda Sayang IIP

Kompro Ketika Anak Sakit

Well, setiap ibu mungkin akan merasakan kecemasan ketika anaknya sakit, apalagi anak yang baru berusia 1,5 tahun. Kenapa? Karena mereka belum bisa ngomong bagian mana yang sakit, atau apa yang dirasakannya. Bisanya cuma nangis. Ini terjadi dua hari ini pada si bungsu (1,5 th). Dia terserang demam batuk pilek. Baru kali ini dia sampe rewel, tidak mau makan, lemes banget, mata sayu, dan maunya tidur dipelukan saya. Jujur saya sangat cemas. Tapi, berbekal inspirasi dari ilmu komunikasi produktif, saya berusaha untuk tetap tenang. Saya lakukan kaidah 7-38-55. Saya berusaha menanamkan dalam benak saya, bahwa saya harus lebih sabar dan bugar meskipun lelah melanda, karena nyatanya si Dedek tentu lebih lelah dan tak nyaman dengan sakitnya daripada kami yang tidak sakit. Saya berusaha membuat dia senyaman mungkin dengan bisikan do'a, kata-kata penuh kasih, pijatan lembut dan belaian serta pelukan hangat baginya.

Selain itu, yang juga tak boleh luput dari perhatian adalah sikap saya terhadap suami dan si sulung yang tidak sedang sakit. Biasanya, karena perhatian dan energi saya tersita oleh yang sedang sakit, efek samping kelelahan berupa sikap emosional tertumpah kepada mereka yang bukan pasien. Naah, alhamdullillah saya sadar lebih awal kali ini sehingga saya pun berusaha adil dan menggunakan diksi positif, intonasi dan body language yang baik kepada suami dan si sulung (5 th). Terutama bagi si sulung, saya berusaha menjaga agar dia tak merasa kehilangan perhatian saat adiknya sedang sakit. Saya memberinya pengertian tentang kondisi yang sedang terjadi dan memintanya dengan tulus agar sama-sama menciptakan suasana yang nyaman buat adik yang masih kecil. Tapi sayang, saya masih belum bisa mengurangi sikap "memerintah & menasehati". Diksinya masih perlu diolah lebih cerdas nih.

Alhamdulillah momen anak sakit kali ini sungguh dirasa berbeda bagi kami. Suasana sabar tanpa panik, komunikasi yang baik terutama dari saya, dan ilmu tentang tritmen yang tepat bagi si pasien membuat everything run well, sepertinya. Alhamdulillah, si bungsu pun sekarang sudah mulai membaik dan sudah mulai mau makan dan bermain lagi. Hemmmh.. sungguh weekend yang tetep asik meski ada yang sakit. 😊


Kamis, 03 November 2016

Assalamu'alaikum, Sayang...

Dear Suami,
Aku sangat bersyukur Allah Sang Pemilik Rasa mengirimkanmu padaku, Cinta.
Kamu, lelaki yang sebelumnya sama sekali tak pernah kulihat, tak pernah kukenal.
Kamu, datang dalam sebuah proposal manis yang menawarkan sebuah harapan.
Harapan dalam ikatan indah yang akan dilimpahi berkah.

Sayangku,
Terima kasih atas setiap cinta dalam imanmu.
Cintamu yang membawa namaNya telah dan akan selalu membuatku jatuh cinta.
Cinta yang insyaAllah akan terus merekah indah mewarnai langkah.
Cinta Karena Allah, tak lagi sekedar kata mutiara bagiku.
Cinta Karena Allah ini sungguh benar kurasa denganmu.
Cinta yang memancar karena keimanan, kepasrahan, dan ketulusan ini kuharap kian menyemburkan amal baik yang melejitkan kedudukan kita di hadapan Sang Pemilik Semesta.

Cintaku,
Tak pula bosan aku meminta ridhomu atas kekuranganku yang menyesakkan dadamu.
Kamu yang sungguh melengkapiku, mungkin sering kecewa karena aku sering tak sempurna melengkapimu.
Maaf, ya Sayangku.
Aku malu begitu.
Kamu selalu melakukan titah Allah atasku dengan sempurna sesuai kemampuanmu.
Kamu kerahkan semua peluh tanpa keluh untuk membuatku tersenyum.
Tapi aku seringkali lupa akan itu.
Aku seringkali kamu ingatkan untuk sabar dan bersyukur.
Memanglah itu yang selalu kubutuhkan, sikap sabar dan syukur.

Lelakiku,
Kamu, yang penuh sifat sabar, penuh kasih, lembut, penuh pertimbangan, tenang, dan pengertian, tak suka menyusahkan orang lain terutama aku, istrimu.
Kamu begitu paham peranmu sebagai lelaki.
Kamu begitu mengerti bagaimana memperlakukan tulang rusuk yang Allah amanahkan.
Terima kasih, ya Sayang..
Mohon maaf seringkali sikapku tak memahaminya.
Maaf, sikapku seolah tak mengizinkan kau melepas lelah atas penat yang sebenarnya kau pikul.
Maaf, sikapku sering mengganggu istirahatmu karena rasaku yang inginkan perhatianmu.
Maaf dan terima kasih atas binar pengorbananmu.
Semoga Allah Yang Maha Segalanya senantiasa melimpahimu surga dunia akhirat atas setiap perjuanganmu untukku dan buah hati kita.

Imamku,
Membangun Rumah Taqwa adalah misi pernikahan kita.
Kamu menuliskannya dalam proposalmu dulu.
Taqwa adalah kunci menuju kesuksesan sejati yang selalu kita idamkan.
Semoga Yang Maha Kuasa memudahkan langkah kita mencapainya. Aamiin.

Sayangku, suamiku, Pak Yusup Setiadi, aku mencintaimu karena Allah.




Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...