Tampilkan postingan dengan label aplikasi bermanfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aplikasi bermanfaat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Berbagi Quote dengan Textgram

Aktif bersosial media harus meninggalkan jejak amal jariyah dong ya.. salah satunya dengan manfaatnya postingan kita. Siapa tahu postingan kita menjadi ilmu yang diamalkan orang lain yang sedang membutuhkan. Saya selama ini posting dalam bentuk tulisan biasa saja. Dan sekarang akan ditingkatkan dengan tambahan quote atau kata bijak dalam bentuk gambar yang bisa dengan mudah disimpan, dipakai DP, atau bahkan dicetak dan dan dibingkai untuk menjadi hiasan dinding. 😁

Saya pilih aplikasi textgram yang cukup mudah dipakai. Klik linknya disini.



Hasilnya seperti ini.. taraaa...


Tulisan yang bermakna jika disajikan dalam bentuk gambar seperti ini InsyaAllah akan lebih nempel di benak pembaca. Semoga bermanfaat. 😉


Rabu, 14 Februari 2018

Penulis Cilik, Aplikasi Sahabat Penulis Pemula

Saya dan Kakak Rafifa (6y) sedang merintis menjadi penulis hehee.. aplikasi Penulis Cilik yang tampilannya sederhana bisa mendampingi awal karir kepenulisan kami. Hehe..
Sahabat, bisa mendapatkannya di link ini.


Aplikasi ini berisi panduan berupa materi dan tips membuat tulisan, khususnya fiksi. Aplikasi ini bisa menjadi notebook saat kita tak tak dapat sinyal internet.








Kalo mau posting tulisan kita dari sini, kita tinggal on kan inetnya dan klik ikon share. Atau bisa juga copy to clip board untuk membawanya ke laman blog. 😄



🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠
Seri Ikan Mas

Judul: Ikan Mas Kehujanan
Tokoh: Ikan Mas, Ibu, Pak Mujair, dan Nenek
Seting: Rumah Ikan Mas, Jalanan, Warung, Rumah Nenek, sore hari, hujan
Alur: maju
Nilai: terima kasih

Cerita:

Suatu hari, Ikan Mas diminta ibu mengantarkan kue bolu ke rumah nenek.
"Ikan Mas, bolunya ada di keranjang di atas meja ya, jangan lupa bawa payung." kata ibu.
"iya, bu."
"Terima kasih yaa sudah mau bantu ibu. Sampaikan pada Nenek, maaf ibu  tidak bisa antar sendiri, karena masih banyak pesenan kue."
"Iya, bu, InsyaAllah. Aku pergi ya, bu. Assalamualaikum." kata ikan mas.
"Waalaikumsalam. Hati-hati, ya."

Setelah mencium tangan ibu, ikan mas pun segera berangkat ke rumah nenek jalan kaki.
"Wah, nampaknya akan segera turun hujan nih, aku harus cepat-cepat nih."pikir ikan mas.
Di tengah perjalanan, hujan turun langsung deras. Ikan mas menepi di sebuah warung yang sudah tutup. Lalu dia merogoh tasnya untuk mengambil payung. Tetapi.. "astaghfirulloh, aku lupa bawa payung!" 😱
"Gimana nih, rumah nenek masih agak jauh, hujan lagi lebat banget, hari sudah mulai gelap, kuenya ga dibungkus plastik nih. Kalo aku nerobos hujan, kuenya bisa ancur nih. Ya Allah, tolong aku..." kata ikan mas.
Kemudian, tiba-tiba...
tidiid.. tidiid..
ada suara klakson mobil.
"Eh, Pak Mujair!" seru ikan mas senang.
"Kamu lagi apa disitu, nak? mau kemana?" tanya pak Mujair.
"Mau ke rumah Nenek, Pak". jawab ikan mas.
"Wah kebetulan, saya juga mau pulang, Yuk masuk, saya antar."
"Alhamdulillah, terima kasih, Pak".
Pak Mujair adalah tetangga Nenek Ikan Mas. Ikan mas bersyukur Allah mengirimkan Pak Mujair untuk menolongnya.
Tak berapa lama, ikan mas pun sampai di rumah Nenek.
"Terima kasih, ya Pak, berkat bapak saya jadi tidak kehujanan." kata ikan mas. 😊
"Sama-sama." balas pak Mujair.
Ikan Mas sampai di pintu rumah Nenek. tok..tok.tok.. "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, eh ikan mas. Masuk masuk!" sambut Nenek.
"Ini kue dari ibu, nek." kata ikan mas
"Wah terima kasih, sayang. hmmh..yumm..enak sekali nampaknya."
Ikan mas menceritakan perjalanannya terjebak hujan karena lupa bawa payung. "alhamdulillah ada pak Mujair, nek. Jadi aku bisa sampai disini sebelum malam." kata ikan mas.
"Wah iya alhamdulillah ya.. Mungkin karena kamu anak baik, Allah segera mengirimkan pertolongan ya.." kata nenek.
"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu yaa dan kita akan shalat maghrib bersama. Nenek akan telpon ibumu biar kamu menginap disini yaa." sambung Nenek.
🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠

Senin, 05 Februari 2018

Let's Read, Aplikasi Pecinta Storytelling

Alhamdulillah kami sekarang masuk ke game level terakhir di kuliah Bunda Sayang IIP. Makin kesini, you know, makin awesome deh kuliahnya hihii. Di tema akhir ini, Keluarga Multimedia, kami para ibu didorong untuk menjadikan teknologi sebagai partner dalam menjalankan setiap peran dalam hidup ini. Materi dibawakan oleh sang founder, Ibu Septi Peni Wulandani, dengan webinar. Teknis dan dan hannya bikin mata dan hati berkaca-kaca.. Kuberbisik, Ya Allah begitu sedikiiit yang hamba tahu.

Well, tugasnya setiap hari kita harus cari 1 aplikasi baru untuk dipraktekkan. Kali ini saya akan mengenalkan aplikasi seru buat para pecinta storytelling alias bercerita. Namanya Let's Read! 

Aplikasi ini, buat saya, sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak dalam hal-hal menanamkan nilai-hidup melalui cerita, memperkaya bahasa anak, dan memotivasi si sulung Rafifa (6 th) agar lebih bersemangat menjadi story writer. Selain itu, bagi saya pribadi sebagai pecinta storytelling, aplikasi ini tentu menjadi sumber referensi dan inspirasi untuk mempertajam bakat agar siap berbagi cerita saat dibutuhkan. Karena storytelling akan saya saya jadikan jalan menebar manfaat untuk membangun generasi yang lebih ceria. Aamiin.

Sahabat bisa dapatkan aplikasinya free via playstore dengan link ini .


Aplikasi ini merupakan perpustakaan digital untuk kategori buku cerita anak. Buku ceritanya dihimpun dari berbagai penulis di Asia. Tujuan khususnya adalah untuk untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Asia. Selain itu, ceritanya bisa dibaca dalam beberapa bahasa. 😍 Seru banget, kita bisa memperkaya wawasan kita dengan ragam cerita dan buat anak-anak ini pengalaman lain membaca cerita via gadget. Buku disini semuanya dibaca online dalam artian harus connext ke jaringan internet. Tapi bisa juga bukunya didownload untuk bisa dibaca offline. Bisa jadi bekal perjalanan yaa hehe. Kalau anak sudah bosan dengan buku bekalnya. Hehe.





Ini recommended banget buat guru bahasa Inggris yang sering cari bahan ajar dalam bertuk cerita hehe. Buat anaknya yang masih belum lancar bahasa ibunya, ceritanya bisa langsung diterjemahkan kedalam bahasa ibu masing-masing. Kadang ada buku cerita yang tanpa teks, nah ibu/ayah bisa improve cerita berdasarkan gambar yang ada. Atau untuk anauntuk anak yang sudah besar, bisa dijadikan ajang latihan bercerita berdasarkan persepsi dia. Asyik kan?! Coba deh!

Nah kali ini, saya memberikan kesempatan kepada dedek Fatimah (2,5 th) untuk memilih ceritanya. Dia memilih cerita ini.
Tentu saya bercerita dengan bahasa Indonesia karena dedek masih belum mapan bahasa ibunya (Indonesia).















Itulah laporan saya kali ini. Selamat bercerita. 😊

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...