Tampilkan postingan dengan label #familiproject. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #familiproject. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

T10 Day #5 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

Dedek Punya Bis Mainan, Kakak Jadi Packing Manager

Hari ini kami masih dalam pemulihan sakit mata. Kepala saya dan suami masih pening. Jadi menawarkan projek sederhana saja ke anak-anak, "Ka, bikin bolu kukusnya nanti saja ya, soalnya umi masih pusing dan harus  bungkus paket buku pula buat besok. Gimana kalau bikin dekorasi kamar dari kokoru aja?", "Atau bungkus buku aja?", Timpal sang abi. Akhirnya kakak mau bantu umi mengemas paket buku pesanan. Jadilah dia the packing manager. Kali ini suami yang jadi timnya. Saya seksi dokumentasi. Sementara si Dedek (1,5 th) seperti biasa, jadi pengawas. 😁


Dedek Fatimah (1,5 th) dia sangat suka bis. Dan hari ini dia antusias banget buka buku bis, gak mau diganti buku lain. Mau nonton video lagu Wheels on the bus sambil joget. Terus diputar-putar lagunya. Dia minta bacain cerita bis, padahal buku yang dia bawa buku mewarnai hehehe. Ahasil umi abinya mengarang cerita deh. Akhirnya saya punya ide bikinin dia bis dari kotak madu. Saya tawarkan ke Kakak. Dan dia senang sekali. Ini project buat Adek. Tapi Kakak juga yang ngelakuin. Hehehe..

 

Nilai kasih sayang kelurga yang kami tekankan pada projek hari ini. Saling membantu dan menjaga, terutama saat keluarga ada yang sakit. Tak lupa saya memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kakak yang sudah banyak membantu orang tua hari ini. Kakak berhak mendapat reward pancake duren. Yeay!! πŸ˜πŸ˜…

Minggu, 26 Maret 2017

T10 Level #3 Day #3 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

MAKING DONUTS!

Projek keluarga di hari ketiga ini sangat bersejarah. Hehee.. Kenapa? 1) tetap dilakukan dengan riang meski sedang terserang sakit mata, Kakak Sang Chef, Umi asisten chef, dan Dedek penyicip; 2) donat yang dibuat bisa dibilang sangat sukses menyerupai donat yang sesungguhnya. Hahaha karena biasanya donat yang saya bikin lebih tepat dibilang biskuit, kami menyebutnya donat crunchy. Hahaha..jangan dibilang gagal ya πŸ˜‚. Karena ternyata masalanya hanya pada jenis tepung saja. πŸ˜‹

Well, alat dan bahan terdiri dari baskom, sendok, 1/4 tepung segitiga, fermipan, gula pasir, garam, minyak sayur, setengah gelas air hangat, 1 btr telur ayam, margarin, meses, dan gula halus.

Kakak sangat antusias melakukan step by step pembuatan donat ini. Mulai memecah telur (meski masih ragu-ragu, gakpapa yah kak, makin sering makin mahir nanti, InsyaAllah 😘), mengaduk adonan, menguleninya, membantingnya, hingga mencetak adonannya. Yang paling saya garis bawahi adalah pada step menguleni adonan. Step itu sangat bermanfaat dalam hal AI nya dalam mengatasi rasa jijiknya terhadap yang lengket-lengket. πŸ˜‚πŸ˜‹ Alhamdulillah. Yah step seperti ini sangat penting bagi keterampilan hidupnya. Lalu karena setelah lama dia uleni dan si adonan masih lengket, dia dapat menyimpukan sendiri "ini kebanyakan air nih, mi." 😍 Yes, di mampu mencari asal masalah. Alhamdulillah. Lalu saya kasih tahu "kalau begitu, tambah lagi tepungnya, ka."
Alhamdulillah pula, proses pembuatan donat ini disponsori oleh Dedek yang tidur. πŸ˜‚ Dia bangun pas Umi mau menggoreng donatnya. Alhasil Sang Penyicip ikut menyicipi toping yang disiapkan Sang Chef.


Donat nya mengembang dengan memuaskan. Tak perlu lama-lama digorengnya. Waaah ini yang membuat saya amazed! 😍 Ini sejarah! Not only for Kakak, but also for her Umi! πŸ˜‹

Setelah selesai menghias, lalu menikmatinya bersama Sang Dedek, Kakak mengirim beberapa buah donutnya ke tetangga disertai semangkuk kecil Dragon Jelly Ice yang dibuat di hari #1 projek. This is for her SI nya. Selalu saya tanamkan bahwa dalam rezeki yang kami terima pasti ada hak orang lain. Apalagi mengupload fotonya di medsos, hehee, tetangga kudu kebagian. 😊

In the last session, saya bertanya bagian mana yang paling dia senangi. Dia menjawab bagian menghiasnya. Karena dia paling suka mesesnya. Hehee. Tapi saya yakin, perasaan dia terhadap yang lengket-lengket semakin berubah baik. Hehee.. Dia mengajak saya membuat slime besok-besok. Dia pernah bikin itu di sekolah, jadi udah tau dan pengen nyoba bikin di rumah. Baiklah.. you are the captain! 😘

Jumat, 24 Maret 2017

Family Project of a friend, Omah Project

Garage Share Omah Project
"Selamat Datang Para Guru"
Minggu, 12 Maret 2017

Alhamdulillah project kami Garage Share "Selamat Datang Para Guru" berjalan lancar barokah, terimakasih atas do'a & support seluruh keluarga besar Perak .πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Pagi hari kami mulai persiapan, semua bergerak. Menata tempat, memasang spanduk, menata barang2, menata minuman & snack. Hari ini di Pojok Cangkrukan
kami menyiapkan dua minuman spesial yaitu bajigur & teh manis panas ditemani rebusan singkong, ubi, talas + lemet dan gethuk.wiiih ....mantap kan 😁

Setelah siap semua waktunya kami sarapan & briefing. Mba Caca sempat meminta untuk membuka pagar jam 9 saja pas undangan dimulai karena dia merasa agak malu, sebenarnya dalam hati kecil kami pun ada rasa malu , ragu , nanti bagaimana ya ? ada tulisan gedhe di depan rumah , banyak barang di keluarkan, akan banyak yang melihat, dsb . Ini adalah yang pertama bagi kami mengadakan project seperti ini.
Kemudian kami mantapkan lagi & kami sampaikan kepada mba Caca & semuanya,  bahwa yang kita lakukan ini tidak keluar dari Qur'an dan Hadits,  sesuai juga dengan value keluarga kami yaitu Iman & kasih sayang dan juga sesuai dengan quote kita tahun ini yaitu Cerdas dan Meningkat, jadi yang kita lakukan ini adalah kebaikan , kenapa harus malu melakukan kebaikan ? kalimat ini yang kami dengung2kan dalam hati kami masing2...alhamdulillah akhirnya kami semua mantap.

Hari ini selain berbagi, project kami adalah "Menjadi Murid yang Baik, semua yang datang adalah guru kami . Bagaimana menjadi murid yang baik menjadi bahasan dalam briefing dan rapat2 kami sebelumnya. Briefing kami tutup dengan berdo'a dan toss : " Siap berbagiii ? Siaapp....Siap jadi murid yang baiiiik ? Siaap...Omah Project ...Yesss"πŸ™ŒπŸ»πŸ™ŒπŸ»

Undangan mulai hadir tepat pukul 09:00 wib. Kami sambut setiap guru dengan senyuman ramah, istilah Jawanya , "Gupuh, Lungguh, Suguh" ,bagi yang roaming akan kami jelaskan lain waktu hehehe

Subhanalloh..hari ini kami mendapat guru2 yang sangat luar biasa . Mulai dari  usaha kami menahan air mata yang menetes mendengar Mas Edi yang 2x seminggu rajin mengambil sampah , bercerita bahwa sejak usia 5 SD memutuskan keluar dari sekolah dan merantau  dari Karawang ke Bekasi menjadi pemulung,  karena saat itu kedua orang tuanya sakit keras dan masih ada 2 adiknya yang masih kecil.
Ketika dia pulang ke Karawang untuk pertama kali dengan membawa hasil kerjanya ternyata Bapaknya sudah meninggal dan dia tidak tahu karena saat itu belum ada HP 😒 dan ketika itu Mas Edi sampai ke rumahnya hari Kamis, hari Jum'atnya Ibunya pun meninggal 😭.
Mas Edipun sempat membawa adiknya ikut merantau ke Bekasi dan tinggal di bedeng. Dia mengatakan bahwa dia bisa kuat karena ingat adik2nya, mas Edi ingin adik2nya tetap bisa sekolah , alhamdulillah akhirnya dua adiknya bisa sekolah & sekarang dah menikah semua. Subhanalloh...

Kemudian bang Noe , asli Cakung, Jaktim, yang sering  kami sebut "Abang Roti" , selama ini kami mengenalnya sosok yang baik & humoris, selalu membuat pembeli tertawa dengan canda2annya, kami tak menyangka ternyata kurang lebih 9 tahun lalu dia adalah pemuda dengan rambut panjang , suka minum minuman keras  , narkoba , dll . Dia mengalami titik balik saat sang Nenek meninggal. Bang Noe sangat dekat dengan neneknya dan sesaat sebelum meninggal,  sang Nenek memanggilnya dan berpesan padanya untuk menjadi orang yang benar. Sejak itulah bang Noe langsung memotong gundul rambutnya &  bertekad meninggalkan semua kelakuan buruknya. MasyaAllah...

Ada juga bang Wahyu , asli Bekasi , security komplek yang pernah menjadi asisten artis Ali Zaenal selama 5th , kami tidak menyangka bahwa kalimat2 yang dia sampaikan begitu optimis dan bermakna , selama ini yang kami lakukan hanya saling menyapa saat keluar atau masuk gerbang komplek hehehe.

Kemudian bang Surono ,  asal Batang Pekalongan, abang sayur yang setiap hari harus berangkat jam 2 pagi ke pasar induk. Bu Painem asal Solo yang merantau jualan sayur mateng sejak kelas 4 SD.

Dan yang paling tidak kami sangka adalah bu Nani , ART asal Pacitan yang datang bersama suami & anak2nya ...pak Nendi, suami bu Nani ini 4 th yg lalu terkena struk karena diabetes dan sekarang seminggu 2x harus cuci darah. Beliau datang dengan memakai tongkat dan harus duduk di kursi .

 MasyaAllah...terharunya kami. Dan masih banyak cerita dari guru2 kami yang lain.
Kamipun memohon beliau2 untuk menuliskan pesan2 kepada kami pada selembar kain.

Bersyukurnya kami bertemu dengan mereka . Selama ini kami hanya tahu abang sayur, abang roti, pak security, dst ...πŸ˜….Sekarang kami mengenal nama2 beliau, asalnya, keluarganya, dll.

Terharunya kami melihat semua bersendau gurau sambil menikmati minuman & jajanan yang kami hidangkan. Indahnya saat semua saling mendengarkan cerita . Diantara mereka sendiripun ketika itu juga baru mengenal sedekat ini. Malunya kami saat terkadang merasa gampang menyerah , malas2an , dsb astaghfirullahaladzim😭.

Oiya...ada dua ide spontan yang kami tambahkan yaitu ada doorprise sembako untuk semua yang hadir dan ada hadiah kecil untuk putra putri mereka yang ikut. Alhamdulillah menambah meriah & kami merasa project ini sangat indah.

Keindahan tidak berhenti disitu. Ketika kami tea time malam harinya, air matapun kembali memenuhi mata kami saat bercerita tentang project tadi, terutama Anaf (5) , dia yang pertama tidak bisa menahan air mata. Kami kembali membaca tulisan2 para guru dan kami membacanya bergantian. Kemudian ternyata kami semua sama,  moment favorit kami adalah saat mendengarkan para guru bercerita.Kami merasa haru bahagia.
Dan ada lagi saat kami saling mengucapkan terimakasih....kami sempat berebut bahwa masing2 dari kami hanya bekerja sedikit dan yang lainlah yang banyak bekerja. Bapak merasa hanya membantu sedikit , Umi dan anak2lah yang bekerja banyak, begitu juga anak2 , anak2 merasa hanya membantu sedikit Bapak & Umilah yang bekerja banyak, sayapun merasa demikian. Indah ya.....😍 Mungkin beginilah hasil bekerja tim jadi merasa ringan semuanya, mungkin juga saat itu kami dibantu banyak malaikat hehehe.

Merasakan indahnya project ini membuat kami ingin membuat project lagi cangkrukan dengan beliau2 para guru. Sempat ada ide yang terinspirasi dari Padhang Mbulannya Padepokan Margosari, tapi karena di Bekasi tidak selalu terlihat bulan mungkin bisa dibuat project Padhang Mbekasi  , sepertinya seru ya...hihihi.

Mohon maaf kepanjangan dan belepotan , saya menulispun masih dengan mata berkaca2 😐
Mohon maaf juga foto2nya kurang maksimal karena kami semua terlena pada momentnya, termasuk sang seksi dokumentasi hehehe. Semoga membawa manfaat. Terimakasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...