Tampilkan postingan dengan label #gayabelajaranak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #gayabelajaranak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2017

T10 Day 10 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Audio-Visual

Anak-anak, terutama Kakak Rafifa (5y4m), sangat menyukai aktifitas storytelling dengan suara yang ekspresif, suka bernyanyi dan mengubah lagu sesuai dengan situasi. Suka mewarnai sambil cerita. Ini mungkin masuk kategori audio-visual​ ya. Jadi so far, Kakak memiliki gaya belajar kombinasi.


Fatimah (20m) juga masih cenderung memakai banyak gaya, karena masih balita juga kali ya. Saya sedang berusaha menjadi ibu kreatif agar kecerdasan anak-anak berkembang dengan maksimal.


Senin, 01 Mei 2017

T10 D9 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Eksplorasi, Selalu Menyenangkan

Pagi tadi kami masih berada di hotel. Kami berenang. Anak-anak sungguh senang. Kakak pemanasan dulu sendiri sebelum turun ke kolam. Kami sngaja tidak bawa pelampung, agar Kakak lebih berani belajar berenang. Dan alhamdulillah sukses! Saya memeganginya belajar mengambang dan  belajar gaya batu alias nyelem. Hehee.. dia  sangat senang!

Hari pulang liburan dari Bogor naik KRL. Perjalanan sering kali menyenangkan. Anak-anak antusias melihat banyak hal sepanjang jalan. Banyak pertanyaan terlontar dari mereka. Saya pun melemparkan pertanyaan tentang arti gambar notice yang ada di KRL kepada Kakak Rafifa (5y4m), yaitu tempat duduk prioritas dan motice larangan yang ada d pintu kereta.

Setelah sampai Depok, kami mampir ke ITC Depok untuk membeli sepeda sebagai reward Kakak bulan ini (penukaran 100 bintang aktivitas pribadi mandiri). Reward sepeda muncul karena pekan depan akan ada lomba menghias sepeda di sekolahny. Kakak diminta memilih sepeda yang ada, lalu membuat kesepakatan tanggung jawabnya. Kakak harus selalu bersikap baik dan merawat sepedanya. Deal!

Tiba di rumah, langsung sepedanya dieksekusi. Dedek Fatimah (20m) juga bersepedadengan sepeda tetangga.
Lalu hujan turun, kami pun beringsut masuk rumah dan mandi. StelH mandi, mereka tidur dan bangun bada maghrib. Kami langsung makan bersama. Setelah itu, Kakak mainin sepeda lagi. Dedek tak mau ketinggalan. Kakak belajar berbagi dan mengalah pada adik.
Alhamdulillah. Eksplorasi hari ini sangat bermakna. Dan sekarang menjelang tidur malam, Kakak mengeluh pegal-pegal. Hehee..


Minggu, 30 April 2017

T10 D8 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Fatimah's Day Out to Bogor

Hari ini Fatimah (20m) pergi liburan nyusul abi dan Kakak ke Bogor. Kakak Rafifa (5y4m) sudah berangkat duluan pagi tadi karena harus survey lokasi orojek pekerjaan abi.
Sementara Fatimah dan saya ikut acara Milad YTI dulu sampai dhuhur. Lalu jam 15.00 kami sudah berada di stasiun Depok Baru untuk menuju Stasiun Bogor. Ini kali pertama kami jalan hanya berdua. Hehe.. dan Fatimah sedang asik-asiknya kesana kemari, begitu pun di kereta. Lalu di pelataran stasiun Bogor saat kami menunggu dijemput abi dan Kakak, Fatimah sangat heboh. Ya mungkin karena ini pertama kalinya juga sejak dia "ngerti". Wow, dia seakan melihat semuanya menakjuban. Ya semuanya menarik bagi dia. 😍 Kulayani setiap ajakannya. Ya, dia sedang Belajar! Belajar mengalami hiruk pikuk diluar rumah.


Langit, burung, kupu-kupu, orang-orang, mobil, motor, kereta, jalan raya, jembatan penyeberangan yang tinggi, angin, panas, bunyi klakson, restaurant, hotel, lift, kasur, telepon, semuanya menyenangkan baginya. Semuanya membuat Fatimah berbinar-binar. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Anak giman orang tuanya. Orang tua harus jeli, kreatif, dan sabar memanfaatkan situasi, agar anak bisa mendapat ilmu dan pengalaman uang bermanfaat. Semoga emak ini semakin sabar dan bugar mendampingi anak-anak cerdas ini. Aamiin.


Sabtu, 29 April 2017

T10 Day7 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Learning By Doing

Hari ini hari Sabtu, Kakak Rafifa (5y4m) libur sekolah. Ada Mora, teman sekolahnya, main ke rumah. MasyaaAllah kegiatannya hari ini sungguh beragam hehee.. banyak yang bisa saya amati.

Bermain bersama kali ini sungguh pelajaran yang memuat banyak nilai keterampilan: menghormati tamu, berbagi, menyampaikan perasaan, menyampaikan pendapat/keinginan, bekerja sama, menyelaraskan selera, dan meminta maaf. Membersamai mereka adalah saat yang tepat menyisipkan nilai-nilai baik untuk menyempurnakan keterampilan tersebut tapi tanpa intervensi atas kreativitasnya, hanya sebagai wasit hehee.


Kreatif dan imajinatif, sifat itu yang diasah dalam kegiatan bermain. Seru sekali menyimak percakapan mereka, terutama dalam bermain peran. Hehe. Salah satu yang lucu yang adalah ketika ceritanya mereka sedang bermain mencari harta karun dan bingung mencarinya dimana, Mora bilang "Gini aja, Raf, kita tanya aja sama bapa-bapa. Pa, jalan ke harta karung (😂) kemana ya?" 😂😂😂. Selain itu, Kakak bercerita dengan semangat tentang iblis dan Mora menyimaknya dengan antusias dan takut. 😁 Lihat videonya disini.

Lalu mereka juga main lukis muka. Kakak agak kesel karena Mora mau main ini terus sementara Kakak udah bosen. Hehehe.. tapi dengan bujukan halus, Kakak pun mau menemani Mora bermain spidol wajah itu untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Kakak mengutek kuku saja, dan Mora merias muka kucing di wajahnya. Merasa puas dengan karya nail art nya, Kakak menawarkan jasa nail art ke Mora. Dan Mora bersedia. Hihiii.

Mereka juga meronce manik-manik membuat gelang. Karena gak sabar, Mora meminta 1 gelang yang sudah Kakak buat untuk dijual nanti ke teman-teman sekolahnya. Tapi Kakak baru bikin 2, buat Ghaziya dan Anisah. Buat Mora belum sempat dibikin. Mora minta salah satu dari gelang itu. "2 ribu ya Mor. Itu kan aku jual" "Aah besok aja yaa uangnya." "Yaah." Wasit bertindak, "Udah kasih aja ke Mora, kak, kan mora udan main kesini." "Emmh, ok deh, gratis aja itu buat kamu. Karena kamu udah main kesini." Top!! Hahaha. 😊

Oia, mereka juga bikin tenda dan pura-pura​ lagi kemping. Asik punya rumah tenda, mereka berjoget. Hahaha.. lihat nih. Mereka gelar karpet diluar tenda untuk melihat bintang. Sambil ngemil, mereka bercerita kesana-kemari. 😂

Di akhir episode, hehe, ada sedikit drama. Si Kakak karena sudah ngantuk mungkin, moodnya terganggu. Dia tak bisa menahan diri dan meluapkan kekesalannya saat Mora tak mengikuti apa yang dia mau. Saat itu, Kakak mau Mora jawab quiz flashcard Al Ikhlas yang kemarin-kemarin dia pakai. Tapi Mora karena belum tau, dia pengen lihat semua flashcardnya. Hehe. Dan si Kakak tak setuu itu. Saya dan abinya memberi Kakak pengertian bahwa Mora belum tahu, tapi Kakak gak nerima. Ini berimbas pada momen-momen selanjutnya, sampai Mora bilang, "Kamu kok gitu mulu sih!". Saya dan abinya memberi Kakak penjelasan tentang bagaimana sebaiknya ia bersikap. Ia menangis, Mora pun semakin terlihat tak nyaman. Saya membawa Kakak ke ruangan lain untuk bicara. Namun yaa karena mungkin sudah sangat ngantuk, nasihat memang tak bisa diterima. Dan ayah Mora pun datang menjemput. Pulang deh Moranya. Saya berlanjut menasehati Kakak dengan berbagai ilustrasi. Dia terlihat sudah liyep liyep mau tidur. Saya janjikan 5 bintang, untuk melengkapi perburuan Bintang sepedanya, jika Kakak meminta maaf ke Mora dengan baik via voice note. "Kan sahabat!" Dia pun mengangguk setuju, dan tertidur..... Setelah bangun dan fresh, saya mengingatkan janji tersebut, dan dia melakukannya. 🌟🌟🌟🌟🌟

Bermain melibatkan seluruh panca indera, maka jelas ini masuk ranah kinestetik. Learning by doing is really amazing! 😍

Pada petang hari Kakak bermain game shopping di hp abi. Saat itu saya sedang meralihkan kasur di dekatnya. Saya dengar dari game itu, "We don't need this!". Iseng saya tanya, "apa artinya, Ka?". "Kita gak membutuhkannya.", Katanya. Wow, MasyaAllah, amazing!! Saya belum mengajarkan sejauh itu loh! Hehe. It means this game gives her something! "Naah, gitu dong, Ka, meski main game, Kakak dapat ilmu!" "Iya, mi, ini kan game belajar." Alhamdulillah. Dan ini memang saya dan suami kondisikan. Kami tidak mengizinkan dia main game yang tidak ada unsur edukasinya. Game, audio-visual. Nah, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, saya pun melihat vocabulary game sungguh sangat efektif. Saat ini saya memakainya menjadi main tool dalam les privat bahasa Inggris yang saya kelola di rumah.


Di malam hari dia mengambil buku Komik Palestina. Sabtu lalu, saat kami ke Gramedia, saya sempat tunjukkan buku-buku Kecil Kecil Punya Karya agar ia termotivasi menjadi penulis. Nah, dia ingat momen itu dan bilang, "Mi, kakak mau bikin komik ya, umi yang ngetik!" "Ok!" Lalu dia pun mengamati buku komik yang di tangannya. Barusan sebelum tidur malam, dia meminta saya membacakan komik itu. Sang adik, selalu mengikuti. 😁 Buku, gaya visual, menjadi makanan mereka. Alhamdulillah.




Jumat, 28 April 2017

T10 D6 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Tampil... 

Anak-anak sangat suka dengan aktivitas ini, tampil di panggung. Jadi, InsyaAllah akan sangat bagus dijadikan sarana belajar bagi anak bergaya kinestetik. Selain itu juga, gaya manggung ini diharapkan bisa melatih public speking skill nya. Hehe..

Petang ini Kakak sedang semangat nyanyi lagu-lagu Islami, mungkin karena di sekolah sedang latihan untuk akhirussanah. Hehe.. manfaatin saja latihan tampilnya untuk murajaah hafalan juz amma. 😁


Kakak Rafifa (5y4m) memulai penampilannya dengan surat Al Fatihah, lanjut Al Fiil, lalu Al Falaq. Video terakhir bisa dilihat di wall facebook saya, klik saja disini.

Apapun gaya belajar anak kita, asalkan baik, lanjutkanlah. Hehe... 😉

Kamis, 27 April 2017

T10 D5 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Ya, Luaskan Makna Belajar!

Setelah membaca Cemilan Rabu dari gurunda Bu Septi kemarin, seakan tersadar lagi bahwa kita jangan pernah membatasi arti belajar hanya dengan duduk rapi depan meja mengahadap buku. Ya kita perluas makna belajar kita dan anak-anak, agar kecerdasan yang diperoleh pun semakin banyak.

Hari ini, saya mulai melakukannya dengan sadar, menanggapi setiap ucapan dan sikap anak-anak dengan gaya fasilitator. Saya harap mereka belajar sesuatu dari gerak gerik yang mereka lakukan.

Kedua anak saya tidak puas kalau muka saya tidak menatap mereka saat mereka bertanya atau memanggil. "Umi..." Maka saya harus setor muka dan badan ke arahnya. Hihihiii.. kalau tidak begitu, "Umii..Umii!" Si Bungsu Fatimah (20m) akan teriak-teriak dengan ekspresi kesal dan gigi gemeretak. Hahaha.. Si Kakak (5y4m) apalagi. Kalimatnya sudah kompleks, "Umi, lihat sini dong! Kaka mau tanya sebentar!" Ya..ya..yaa.. visual.

Di penghujung hari, Kakak minta diambilkan pompa untuk balonnya. Saya menyisipkan nilai bekerja sama dalam projek ini. Alhamdulillah, pelajaran tersampaikan dengan seru! Kakak mencoba memompa sendiri, ternyata dia rasa sulit. Dia pun meminta kami membantunya memegang balon sementara dia yang mompa. Sebelum kami bergerak, sang adik mengambil alih. Lihat deh videonya disini. 😂
Lalu saya membantunya sambil menyampaikan beberala pertanyaan tentang kenapa kita perlu bekerja sama. Alhamdulillah dari kegiatan mompa balon ini, dia mendapatkan pengalaman bahwa dengan bekerja sama pekerjaan lebih cepat selesai dan lebih mudah dikerjakan. Maka, mari bekerja sama! 😉 Kinestetik.



Rabu, 26 April 2017

T10 D4 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Visual-Kinestetik Mungkin Lebih Dominan

Malam ini alhamdulillah Dedek Fatimah (20m) mulai baikan. Sejak sore dia mulai mau melakukan aktivitas bermain. Diawali mainin pensil gambar, meski masih sambil manyun. Hehee.. barusan kira-kira sejak setelah isya, dia mulai ceria dan centil lagi. Ini pertama kalinya sejak sakit sepekan lebih. Fatimah, seperti kebanyakan anak batita, belum memiliki gaya belajar yang spesifik. Sedang masa-masanya eksplorasi segala hal. Tentu, paling asik kalau sudah menonton video lagu nursery rhymes. Cepat hafal gerakannya!


Petang ini, Kakak Rafifa (5y4m) belajar mengenal Al Ikhlas dengan flashcard potongan ayatnya. Flashcard nya saya tulis sendiri dengan pensil warna yang berbeda untuk tiap ayat. Diajakin game Baca Acak Ayat, Kakak cukup antusias.
Lalu, game berlanjut ke sambung ayat sambil kakak mewarnai gambar batik kombinasi segitiga yang dibuatnya. Ini,,,strategi baru yang tring di tengah jalan! 😂 Keseruan bertambah saat Kakak salah menyambung ayat, bedak dioleskan ke wajahnya. Hihihiii.
Alhamdulillah. So, so far gaya Kakak yang Visual-Kinestetik mendominasi. Nampaknya gaya itu membuatnya enjoy the learning.

Cemilan Rabu Gaya Belajar Anak

📑Fitrah Belajar📜
-------------------------------

"Anakku malas belajar"
Pernah dapat keluhan ini dari teman-teman sejawat?, atau dari tetangga?Saudara? atau kita sendirilah yang mengeluhkan hal ini.

Benarkah anak-anak kita malas belajar?. Atau jangan-jangan kitalah yang terlalu mengkotak-kotakkan pengertian belajar, sehingga menjadi "duduk diam di meja belajar sambil baca buku atau menulis/menyalin".

Fitrahnya setiap anak adalah pembelajar sejati, bagaimana tidak?.
Setiap bayi yang lahir adalah pembelajar tangguh, bayi tidak memutuskan merangkak seumur hidupnya, namun ia menuntaskan belajar berjalan dengan gigih, sampai bisa berlari dan melompat. Setiap bayi yang dilahirkan adalah penjelajah yang penuh rasa ingin tahu (discoverer, curiousity)setiap sudut rumah jadi targetnya. Setiap bayi yang lahir juga penuh dengan daya imajinasi kreatif. Lihat saja, di tangan kanak-kanak kita, sangkutan baju jadi pesawat, kursi jadi kuda pacu, awan dicat berwarna ungu, matahari berubah pink (merah muda) dan lain sebagainya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yang aman dan semangat.

 Lalu mengapa bisa berubah menjadi enggan atau malas belajar?. Jangan-jangan kitalah yang telah mengubur dan menyimpangkan fitrah belajarnya.

Apa saja yang bisa mencerabut fitrah belajar anak-anak kita?

1. pendidik (orangtua/guru) yang terlalu menyetir proses belajar anak, sehingga daya kreatif anak lumpuh.

2. pendidik yang terlalu banyak menyarikan materi, anak-anak tidak berkesempatan memaknai dan menemukan asosiasi antara ide-ide, sehingga daya pikirnya tidak terlatih

3. Buku teks yang digunakan tak mengandung ide-ide menggugah

4. Dipakainya kompetisi dan rasa takut sebagai pelecut belajar, sehingga anak-anak bukan belajar karena "rasa ingin tahunya".

*Kita tidak bisa memastikan buku mana yang akan menggetarkan jiwa seorang anak; lukisan atau komposisi mana yang akan memantik apresiasi seninya; kunjungan ke tempat historis mana yang akan membangkitkan kesadaran sejarahnya. Setiap anak akan memberi respon secara berbeda-beda sesuai keunikan minat dan kepribadian mereka. Yang bisa kita lakukan adalah membuka akses selebar-lebarnya untuk mereka pada seberagam mungkin ide yang berharga (Charlotte Mason)*

Banyak orang mengira, kemampuan manusia yang utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhanpun, Allah ciptakan mampu beradaptasi. Demikian juga, jika kita menganggap kemampuan utama manusia itu adalah kompetisi, karena sesungguhnya hewan dan jin pun berkompetisi.

*Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yang utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi dan mewariskan pengetahuan sebagai produk dari potensi fitrah belajarnya.* Seribu kera bisa dilatih memancing ikan, namun tidak satupun dari mereka mampu menciptakan kail dan mewariskan pada anak-anaknya.

Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki potensi fitrah belajar. Para orang tua/pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak-anaknya. Anak-anak hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtuanya yang terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatan untuk semakin menjadi dirinya.

sumber bacaan:
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
💾💾💾💾💾💾💾💾💾💾

Selasa, 25 April 2017

Game #4 Day #3 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Gaya Belajar Anak
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Gaya Visual Sederhana

Masih mengamati sang Kakak (5y4m) saja karena adik masih sakit. Semoga adik segera sehat dan aktif kembali yaaa.. 😘


Kegiatan harian kakak tergambar dalam foto diatas. Mengaji adalah kegiatan wajib tiap pagi dan petang. Yaa, kadang sangat semangat, kadang enggak. Hehe.. Makanya game acak halaman selalu menjadi andalan. Dia sangat seneng kalo diajak quiz acak tersebut, untuk menjeda kebosanan atau sebelum melangkah ke materi baru yang notabene lebih sulit. Fyi, materi barunya kali ini adalah ketika tanwin ketemu hamzah washal, artinya ada nun yang ghaib, hehee..lumayan kan?! 😁 Quiznya adalah, sayaminta Kakak membuka halaman tertentu dan membaca baris tertentu. Misal, "Buka halaman 97! Baca baris ke 3." Begitu. Ini sekaligus mengajarkan angka padanya. Pujian dan bintang adalah rewardnya.

Lalu tahfidz. Belajar dark pengalaman Al Falaq kemarin, saya punya ide bikin buku hafalan buat dia dengan menuliskan ayat yang akan dihafal dengan spidol/pinsil warna. Kali ini bertujuan untuk menguatkan surah Al Ikhlas.

Setelah mengaji, Kakak mengerjakan LKS. Banyak LKS yang saya dan suami sediakan untuknya, mulai dari LKS yang biasa dipakai di TK sampai LKS entertainment yang seperti tabloid disney. Setiap hari kami meminta dia mengerjakan LKS agar kelak terbiasa punya waktu belajar di meja.

Dan, aktivitas yang hampir tak pernah dia lewatkan adalah menggambar. Di umur segini, Kakak sepertinya sudah agak bosan mewarnai gambar yang sudah ada. Dia jadi lebih senang menggambar sendiri lalu mewarnainya.

Saya berusaha agar setiap hari bisa ada kegiatan DIY yang mengasah kecerdasan kinestetik nya. Tapi hari ini, saya melewatkannya karena harus mengurus adiknya yang sedang rewel. Semoga besok lebih baik semuanya. Aamiin.

Game #4 Day #2 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP
Level 4 Gaya Belajar Anak

Warna oh Warna

Hari kedua pengamatan resmi, hehe, Kakak Rafifa (5y4m) masih berkutat dengan krayon wajah yang kemarin dibeli. Setelah tak berhasil merayu ummi abinya, akhirnya dia disarankan melukis wajah si Lion. Karena dianya sendiri tak mau wajahnya dilukis. Iyeee! Eh, umi abi tak mau wajahnya dilukis karena si Dedek Fatimah (19m) nangis jejeritan karena takut liat wajah yang dilukis. Hahaha. Jadi bukan karena tak mensupport yaa..hehee piiis! 👍


So far, gaya belajar kakak lebih condong ke visual kinestetik. Dia tak pernah mau diem. Hehehe.. Kalau lagi asyik nonton video youtoube juga tangannya suka sambil ikut memperagakan. Dan dia dengan lancar selalu menceritakan kembali video yang ditontonnya. Kami membolehkan dia hanya menonton video yang edukatif dan inspiratif: origami, lego, upin ipin, adit sopo jarwo, lagu islami, diva, nursery rhymes, Kaycee and Rachel, dll.

Minggu, 23 April 2017

Game #4 Day #1 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level#4
Gaya Belajar Anak

Day #1 Menghafal Dengan Contekan Dinding

Hari ini, Minggu 23 April 2017, saya baru mulai menyalakan mesin game level #4, hehe.. Kenapa saya baru mulai? Karena qadarullah beberapa hari ini si bungsu Fatimah (19 m) sedang sakit, demam dan batuk. Dia sedang cukup rewel sampai hari ini. Jadi untuk Fatimah, saya belum bisa mengamati kegiatannya hari ini, karena maunya dipangku terus. Si Kakak Rafifa lah (5y4m) yang diobservasi lebih dulu.

Pagi ini saya murajaah hafalan Al Quran Kakak, berdasarkan buku pegangan sekolahnya. Dia harus sudah hafal beberapa surat pendek termasuk Al Falaq. Nah, di Al Falaq ini dia masih agak macet, ketuker-tuker. Saya talqin beberapa kali, masih aja ketuker pas disuruh baca sendiri. Lalu saya iseng tuliskan huruf-huruf awalan dari kata yang dia lupa di dinding. Alhamdulillah dia sudah mau tamat buku iqra, jadi tidak masalah jika saya menuliskan huruf arab..

Saya suruh dia hafalkan, lalu kalau mau nonton/main harus setor hafalan Al Falaq dulu dengan lancar. Dia langsung semangat menghafak menghadap contekan dindingnya. Tring!! Dia membaca beberapa kali dan bilang, "Mi, siap setoran!". Dalam hati saya sempat underestimate, yah belum juga 5 menit. Tapi MasyaaAllah ternyata dia bisa melantunkan Al Falaq dengan lancar! 🎉🎉🎉🎉😋😍😘  Saat petang tadi, ketika dia minta main face deco untuk melukis wajah pada abinya, dia masih mampu melantunkan Al Falaq dengan lancar. Alhamdulillah hari ini, saya sebagai ibu sekaligus guru utamanya telah mendapat titik terang dalam strategi pembelajaran untuk Kakak Rafifa. Semoga saya semakin kreatif!

Well, sekarang mari lihat tabel pengamatan gaya belajar Kakak secara umum.

Berdasarkan tabel itu, Kakak punya gaya visual-kinestetik. Ya memang kelihatannya kakak memiliki gaya visual, tapi saat disuguhkan family project dengan kemasan praktek seperti membuat prakarya, memasak atau drama dari buku ceritanya, dia sangat berbinar-binar. Ya, dia sangat ketagihan dengan kegiatan seperti itu. 😊

Materi #4 Gaya Belajar Anak

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang  Materi #4_

*MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR*

Dulu kita adalah anak/murid yang selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita pahami, lebih cenderung diam, tidak berani untuk menanyakan kembali. Karena paradigma yang muncul saat itu, banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran.

 Itu baru tingkat pemahaman, guru/orangtua kita sangat sedikit yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar.

 Sehingga  anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru/orangtuanya, akan masuk kategori “siswa dengan tingkat pemahaman rendah” dan kadang mendapat label “bodoh”.

Jaman berubah, dan terus akan berubah. Sudah saatnya kita harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan.

Dari sisi orangtua/pendidik:

*Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara/gaya kita mengajar, maka kita harus belajar mengajar dengan cara mereka BISA belajar*

Dari sisi anak/siswa:

*Setiap anak/siswa PASTI BISA belajar dengan baik, setiap anak akan belajar dengan CARA yang BERBEDA*

Sudah saatnya kita belajar memahami gaya belajar anak-anak ( Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik ( Teaching Styles ) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak ( Working Styles ).

Karena kalau tidak, kita dan anak-anak akan masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler sbb :

*Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu  yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar*

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang gaya belajar ada baiknya kita memahami terlebih dahulu untuk apa anak-anak ini harus belajar.


 Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :

a.Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)

b. Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya ( Creative Imagination)

c. Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu ( Art of Discovery and Invention)

d.Meningkatkan akhlak mulia anak-anak ( Noble Attitude)

Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar. Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah? Apakah kreasi dan imajinasinya berkembang dengan bagus selama bersama kita /selama di sekolah? Apakah anak-anak suka menemukan hal baru, dan keluar *Aha! Moment*( teriakan “Aha! Aku tahu sekarang” atau ekspresi lain yang menunjukkan kebinaran matanya) selama belajar?

 Apakah dengan semakin banyaknya ilmu yang anak-anak dapatkan di rumah/di sekolah semakin meningkatkan akhlak mulianya?



Setelah memahami tujuan anak-anak belajar baru kita memasuki tahapan-tahapan memahami berbagai gaya belajar anak-anak.Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.


Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak  melalui indra yang kita miliki.

Tiga macam modalitas belajar anak:

☘Auditory  : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Kinestetik: modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.
           

Mari kita pahami gaya belajar tersebut secara detil, kita pahami ciri-cirinya dan bagaimana strategi kita untuk mendampingi anak-anak dengan gaya belajarnya masing-masing.


📌GAYA BELAJAR VISUAL ( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.


📌 Ciri-ciri gaya belajar visual :

🌷Bicara agak cepat

🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi

🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan

🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar

🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan

🌷Pembaca cepat dan tekun

🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato

🌷Lebih suka musik

🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

📌Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

📝Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.

📝Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.

📝Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.

📝Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).

📝Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.


📌GAYA BELAJAR AUDITORI (belajar dengan cara mendengar)


Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandngkan dengan mendengarkannya.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

           
📌Ciri-ciri gaya belajar auditori :

🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri

🌷Penampilan rapi

🌷Mudah terganggu oleh keributan

🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

🌷Biasanya ia pembicara yang fasih

🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual

🌷Berbicara dalam irama yang terpola

🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara


📌 Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

📝Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.

📝Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

📝Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

📝Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

📝Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.


📌  GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)


Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan


📌  Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

🌷Berbicara perlahan

🌷Penampilan rapi

🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan

🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek

🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

🌷Menyukai permainan yang menyibukkan

🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu

🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.


📌Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

📝Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

📝Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

📝Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

📝Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.


📝 Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik


Ketika belajar memahami anak-anak, sejatinya kita sedang belajar memahami diri kita sendiri. Apabila bunda semuanya bisa melihat gaya belajar anak-anak karena sering mengamati perkembangan mereka, maka kitapun akan dengan mudah mengamati gaya belajar kita, gaya mengajar kita dan gaya bekerja kita.


 Hal ini akan lebih membuat kita bahagia menjalankan proses belajar. Dijamin proses belajar juga tidak akan pernah berhenti dari buaian sampai ke liang lahat.



Anak-anak sangat menyukai bermain, karena energi yang dimunculkan ketika bermain tidak akan pernah habis. Apabila kita bisa memaknai belajar dan bekerja selayaknya anak-anak bermain, sudah dapat dibayangkan betapa asyiknya belajar dan bekerja dalam kehidupan ini. Karena setiap saat anak-anak akan menemukan energi yang terbarukan dalam proses belajarnya dan kita akan mendapatkan energi yang terbarukan dalam proses bekerja.


*Don’t Teach me , I Love to Learn*

 Salam Ibu Profesional,



/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber Bacaan:

_Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009_

_Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016_

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...