*Institut Ibu Profesional*
*Materi Bunda Sayang sesi #3*
❤ PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤
Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu *SUKSES* dan *BAHAGIA*
☘ Makna SUKSES
Menurut D. Paul Reily dalam bukunya _Success is Simple_ mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga
Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya _Success_mengemukakan pendapatnya bahwa *sukses adalah* _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri_
☘ Makna BAHAGIA
Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya _Authentic Happiness_ mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :
*A. Hidup yang penuh kesenangan* (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.
*B. Hidup nyaman* ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental
*C. Hidup Bermakna* ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, _pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual_
Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA *kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup*.
☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.
📚MACAM-MACAM KECERDASAN
*A. Kecerdasan Intelektual* (Intellectual Quotient)
Adalah kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)
*B. Kecerdasan Emosional* (Emotional Intelleigence)
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
*Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah* :
1. Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).
2. Kemampuan Mengelola Emosi.
3. Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5. Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).
*C. Kecerdasan Spiritual* ( Spiritual Intelligence)
Kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.
Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif. Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.
Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.
📌Ada Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan
*D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan* (Adversity Intelligence)
Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.
📌Ada tiga tipe menurut Stoltz yaitu :
1. Quitter , adalah orang-orang dengan Adversity Intelligence ( AI) yang rendah, bilamana bekerja dan ketemu masalah cenderung segera menghindar dan menyalahkan orang lain. Keluar (berhenti) dari apa yang sedang dikerjakannya dan membiarkan persoalannya berlarut2.
2. Campers itu orang dengan AI moderate, berusaha bekerja dengan baik. Meskipun demikian cenderung menghindari resiko, terutama berkaitan dengan resiko pribadi.
Jika bertemu halangan berusaha mengatasinya selama tidak beresiko. Jika tekanan terlalu besar, akan berhenti dan mencari aman. Kadang dengan mengulur2 menyelesaikannya.
3. Climbers , adalah orang2 dengan AI tinggi, yang berani menghadapi tantangan dan resiko, mengubah hambatan menjadi peluang, senantiasa fokus pada solusi.
Climbers percaya bahwa dirinya diciptakan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menaruh kepercayaan kepada orang lain bahwa mereka pada dasarnya baik dan dapat bekerja dengan baik
📌 Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.
📌 Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.
📌 Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).
📌 Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.
📚 LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN
Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek keluarga.
❤ *PROJEK KELUARGA* ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.
📌 APA ITU PROJEK KELUARGA
*Projek keluarga* adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.
📌 CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek
📌 KOMPONEN PROJEK KELUARGA
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.
📌 BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA
*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
📌 CONTOH PROJEK KELUARGA
*Nama Projek* : WARNAI DUNIA WARNAMU
*Gagasan* : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
*Pelaksanaan* : Tentukan durasi waktunya, misal hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
*Nama Projek* : SUNDAY LIBRARY
*Gagasan* : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?
*Pelaksanaan* : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan yang muncul selama projek berjalan
*AMATI, TERLIBAT, TULIS*
📌 AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?
*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?
*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily , “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta
Tampilkan postingan dengan label #keluargabahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #keluargabahagia. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Maret 2017
Sabtu, 03 Desember 2016
REZEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI
Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7
Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.
Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR".
Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.
Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.
Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.
Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”
Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar.
Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah
bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.
Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.
“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "
Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.
Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
Maka
*_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_*
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.
Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.
Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya.
Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.
2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.
Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya.
Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.
Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,
Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_
******************\*********** *\\*\\\****
*Resume Diskusi NHW #7*
Hari, tanggal : Selasa, 29-11-2016
Host : Bara
Co-host : Poppy
Narsum : Nia Nio
Notulis : Dinda
Host : Bara
Co-host : Poppy
Narsum : Nia Nio
Notulis : Dinda
*Host*
Bismillahirrahmanirrahim.. Salam Ibu professional
🏻 Selamat bergabung di kulwap materi ke7 "Matrikulasi IIP Depok #2
Bismillahirrahmanirrahim.. Salam Ibu professional
Stop presensi ya bundaa
Mba Nia... sudah monitor kah?
*Narsum*
Yuhuuu I am readyyy
🏻
🏻
🏻

Yuhuuu I am readyyy
1⃣ Wiwit :
Alhamdulillah senang nya dpt materi ini menambah tingkatan pengetahuan ke bunda produktif. Dr materi sesi ke-7 ini yg paling sy garis bawahi yaitu Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR. Yg masih mengganjal di hati & pikiran saya..ketika kita telah menemukan aktifitas yg membuat kita berbinar2 &berniat ingin menjadikan diri kita bermanfaat bg org banyak..tp justru terkadang msh merasa blm mantap krn msh ada rasa takut mengorbankan & lalai terhadap amanah Nya. Misal : saya senang sekali saat menjadi dosen,ketika berbagi ilmu,pengalaman dan tdk sekedar mengajar tetapi memotivasi mahasiswa..dan melihat respon positif mereka membuat sy bersemangat & berbinar2..tetapi terkadang sy msh ragu apakah sebaiknya waktu yg saya gunakan lebih baik digunakan bersama anak & keluarga. Mhn pencerahan dr pengalaman tim fasil tercinta
Jazakillah khairan katsiraa 
🏼
➡ Bunda Wiwit, keraguan dan ketakutan hanya akan menjadi mental block. Jika bisa mencapai keduanya yakni; mengajar dan membersamai anak maka lakukanlah keduanya. Tentunya dengan jadwal yang sudah kita atur sedemikian rupa sehingga tidak akan melalaikan salah satunya.
Alhamdulillah senang nya dpt materi ini menambah tingkatan pengetahuan ke bunda produktif. Dr materi sesi ke-7 ini yg paling sy garis bawahi yaitu Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR. Yg masih mengganjal di hati & pikiran saya..ketika kita telah menemukan aktifitas yg membuat kita berbinar2 &berniat ingin menjadikan diri kita bermanfaat bg org banyak..tp justru terkadang msh merasa blm mantap krn msh ada rasa takut mengorbankan & lalai terhadap amanah Nya. Misal : saya senang sekali saat menjadi dosen,ketika berbagi ilmu,pengalaman dan tdk sekedar mengajar tetapi memotivasi mahasiswa..dan melihat respon positif mereka membuat sy bersemangat & berbinar2..tetapi terkadang sy msh ragu apakah sebaiknya waktu yg saya gunakan lebih baik digunakan bersama anak & keluarga. Mhn pencerahan dr pengalaman tim fasil tercinta
➡ Bunda Wiwit, keraguan dan ketakutan hanya akan menjadi mental block. Jika bisa mencapai keduanya yakni; mengajar dan membersamai anak maka lakukanlah keduanya. Tentunya dengan jadwal yang sudah kita atur sedemikian rupa sehingga tidak akan melalaikan salah satunya.
Rasa takut akan kelalaian itu harus dihadapi dan dikelola. Catat apa poin Amanah Allah yang kita harus jalan kan bersamaan dengan misi produktif kita. Terapkan kuadran kegiatan. Evaluasi hasil apakah keduanya berjalan seirama.
Sematkan do'a padaNya dalam setiap langkah kita keluar agar bermanfa'at juga untuk keluarga yang kita tinggal sementara, karena itu adalah salah satu parameternya. ✅
2⃣ siti muslihah
Bgmna tanggapan Bu Septi & fasilitator tentang pendapat pikiran kalau uang hasil kerja sendiri (ibu bekerja di ranah publik ) bisa bebas peruntukan nya dan terkadang kalau ibu rumah tangga (ibu tidak bekerja) kesan nya banyak merepotkan suami dalam hal finansial karena seperti hanya mengandalkan uang dari pemberian suami...
➡ Bunda Siti Muslihah, sesuai dengan materi kali ini yang kita garisbawahi adalah bukan perkara rupiahnya maupun asal penghasil sumbernya, namun produktivitas Ibu professional adalah nilai manfa'atnya. Seberapa besar diri kita memiliki nilai kegunaan bagi pemberdayaan diri dan orang lain/ Keluarga kita.
Bgmna tanggapan Bu Septi & fasilitator tentang pendapat pikiran kalau uang hasil kerja sendiri (ibu bekerja di ranah publik ) bisa bebas peruntukan nya dan terkadang kalau ibu rumah tangga (ibu tidak bekerja) kesan nya banyak merepotkan suami dalam hal finansial karena seperti hanya mengandalkan uang dari pemberian suami...
➡ Bunda Siti Muslihah, sesuai dengan materi kali ini yang kita garisbawahi adalah bukan perkara rupiahnya maupun asal penghasil sumbernya, namun produktivitas Ibu professional adalah nilai manfa'atnya. Seberapa besar diri kita memiliki nilai kegunaan bagi pemberdayaan diri dan orang lain/ Keluarga kita.
Karena Rizki tidak selalu terletak pada uang yang kita hasilkan, maka pikiran yang disampaikan mbak Siti menjadi tidak relevan juga.
Bebas peruntukan maupun merepotkan suami hanyalah frame pikiran yang membatasi. Yang jauh lebih penting adalah akan dipergunakan bagaimana harta yang dihasilkan, karena yang halal akan dihisab yang haram akan diazab. ✅
3⃣ Tantia
Apa ciri2 bunda sayang dan bunda cekatan sdh berhasil dan bisa melangkah ke jenjang bunda produktif?
➡ Bunda Tantia, yuk kita inget lagi materi #2 tentang Ibu Profesional;
Apa ciri2 bunda sayang dan bunda cekatan sdh berhasil dan bisa melangkah ke jenjang bunda produktif?
➡ Bunda Tantia, yuk kita inget lagi materi #2 tentang Ibu Profesional;
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
Jika seluruh pertanyaan diatas telah dapat kita jawab secara positif mantap, dan seluruh indikator profesional yang sudah kita buat di NHW#2 terkait bunda sayang dan bunda cekatan maka kita sudah siap melangkah ke bunda produktif
Lalu persiapan berikutnya
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?✅
4⃣Maria susanti
Menjadi ibu produktif itu awalnya saya berpikiran seorang ibu yang bisa menambah pendapatan keluarga(materi) ternyata di IIP matrikulasi berbeda. Jadi mba seandainya saya sudah:
1.menambah syukur
2.menegakan taat
3.membagi mamfaat
Berarti saya termasuk seorang bunda produktif ya?tolong minta di ulas lagi mba tentang 3 hal diatas berkaitan dg bunda produktif.terimakasih
➡ Bund Maria, persis!, seperti itulah maksudnya, InsyaAllah Rizki mengikuti
Menjadi ibu produktif itu awalnya saya berpikiran seorang ibu yang bisa menambah pendapatan keluarga(materi) ternyata di IIP matrikulasi berbeda. Jadi mba seandainya saya sudah:
1.menambah syukur
2.menegakan taat
3.membagi mamfaat
Berarti saya termasuk seorang bunda produktif ya?tolong minta di ulas lagi mba tentang 3 hal diatas berkaitan dg bunda produktif.terimakasih
➡ Bund Maria, persis!, seperti itulah maksudnya, InsyaAllah Rizki mengikuti
Jadi begini. Produktif disini lebih kepada: jalankan misi utamanya, baik di dalam rumah maupun publik bergairahlah dalam melakukannya, efek sampingnya rizki datang dan mengalir menghampiri sendiri. Kalaulah bisa sambil membersamai anak, lalu membuat project yang menghasilkan rupiah maka Alhamdulillah, jika tidak maka jaga gairah manfa'at dan bertawakallah, barangkali Rizki dikirim melalui moda "kendaraan" lain.✅
5⃣ Febi
Manakala kita bekerja di ranah publik, misalnya pelayanan ke masyarakat, ada amanah yang kita emban. Di sisi lain, amanah keluarga juga jangan sampai diabaikan. Apakah bijak jika kita meminta keluarga utk mengerti bhw kita memiliki tanggungjawab dalam mengemban amanah pekerjaan di ranah publik sehingga tdk bisa selalu hadir secara fisik? Pantaskah kita beralasan bhw bekerja di ranah publik adl sbg bentuk mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab?
➡ Bunda Febi, lihat kembali. Apakah dengan bekerja di ranah publik menambah kemuliaan keluarga kita atau malah sebaliknya. Jika ranah publik yang kita emban memang bernilai misi hidup maka komunikasikan kepada keluarga, pada saat seperti apa kita harus full diluar. Beri alasan paling mulia pada peran kita di publik.
Manakala kita bekerja di ranah publik, misalnya pelayanan ke masyarakat, ada amanah yang kita emban. Di sisi lain, amanah keluarga juga jangan sampai diabaikan. Apakah bijak jika kita meminta keluarga utk mengerti bhw kita memiliki tanggungjawab dalam mengemban amanah pekerjaan di ranah publik sehingga tdk bisa selalu hadir secara fisik? Pantaskah kita beralasan bhw bekerja di ranah publik adl sbg bentuk mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab?
➡ Bunda Febi, lihat kembali. Apakah dengan bekerja di ranah publik menambah kemuliaan keluarga kita atau malah sebaliknya. Jika ranah publik yang kita emban memang bernilai misi hidup maka komunikasikan kepada keluarga, pada saat seperti apa kita harus full diluar. Beri alasan paling mulia pada peran kita di publik.
Karena jika menggunakan alasan mandiri dan tanggung jawab, maka sesungguhnya hal tersebut masih bisa ditularkan dan diteladani juga dari rumah.✅
6⃣ Hilma
Saya resign dari pekerjaan saya setahun lalu, karena ingin fokus mengasuh anak. Sy sadar akan resiko nett income kami menjadi berkurang utk memenuhi kebutuhan kami. Akhirnya sy memutuskan untuk jualan online. Namun, setiap kali sy nge-gadget utk promosi atw melayani customer, anak sy (2,5 thn) jd rewel krn dia jd ingin ikut main gadget dan akan menjd rewel jika berhenti. Krn tidak ingin dy menjadi gadget addict, akhirnya sy off sementara jualannya. Sy tdk tertarik utk ngantor lagi, usaha online sptnya lebih cocok utk sy. Sy ingin mulai berjualan online lg krn utk menutupi kekurngn pemskn keluarga kami. Mohon saran bgmn agar sy bisa tenang berjualan tnp membuat anak sy rewel utk tertarik ngegadget. Terimakasih.
➡ Bunda Hilma, menarik sekali. Bunda bisa menerapkan kandang waktu yang sudah dipelajari di NHW sebelumnya.
Saya resign dari pekerjaan saya setahun lalu, karena ingin fokus mengasuh anak. Sy sadar akan resiko nett income kami menjadi berkurang utk memenuhi kebutuhan kami. Akhirnya sy memutuskan untuk jualan online. Namun, setiap kali sy nge-gadget utk promosi atw melayani customer, anak sy (2,5 thn) jd rewel krn dia jd ingin ikut main gadget dan akan menjd rewel jika berhenti. Krn tidak ingin dy menjadi gadget addict, akhirnya sy off sementara jualannya. Sy tdk tertarik utk ngantor lagi, usaha online sptnya lebih cocok utk sy. Sy ingin mulai berjualan online lg krn utk menutupi kekurngn pemskn keluarga kami. Mohon saran bgmn agar sy bisa tenang berjualan tnp membuat anak sy rewel utk tertarik ngegadget. Terimakasih.
➡ Bunda Hilma, menarik sekali. Bunda bisa menerapkan kandang waktu yang sudah dipelajari di NHW sebelumnya.
✔Terapkan waktu khusus yang bunda butuhkan untuk melakukan aktivitas pemasaran online. Atur strategi marketing Bunda yang tidak mengganggu jadwal kegiatan fitrah anak-anak.
Misalnya:
Kerjakan upload foto Dan rekap pesanan saat anak sudah tidur/sebelum bangun
Kerjakan upload foto Dan rekap pesanan saat anak sudah tidur/sebelum bangun
✔Terapkan rules marketing yang sesuai dengan kondisi. Misal: tidak harus selalu menjawab setiap pertanyaan yang masuk setiap saat di gadget. Bisa saja kita komunikasikan ke blog/ig jalan bahwa Pertanyaan akan dijawab pada jam XX
✔Atau bikin list FAQ, sehingga pertanyaan dasar sudah terjawab.
✔Rekrut admin khusus
Dan masih banyak cara lainnya.
Yakinlah bahwa jika kita kreatif Dan sungguh sungguh rejeki yang menghampiri. Online selling hanyalah salah satu Dari sekian cara dan media memperoleh Rizki 
Khusus materi ini kapan kapan bisa ditambahkan mbak Zy dan mbak Diah juga. Kebetulan kami semua fasil online seller juga
✅
7⃣ Marie
Untuk meningkat menjadi bunda produktif, kita harus menguatkan diri di sisi bunda sayang dan bunda cekatan, karena sejatinya kita harus menjaga amanah utama yaitu anak2.
Idealnya, apakah sebaiknya kita tidak masuk ke ranah produktif dulu sebelum tahap bunda sayang dan bunda cekatan beres? Trus bagaimana jika hal yg membuat mata kita berbinar2 itu ada di ranah publik? Apakah hrs ditunda dulu? Mohon pencerahan. Terima kasih.
➡ Bunda Marie, idealnya iya. Beresnya dengan parameter seperti pertanyaan nomor 3 diatas. Bagi ibu bekerja di rumah tunda kita hingga kita bisa memenuhinya. Bagi ibu bekerja di ranah publik, kejar bunda sayang dan bunda cekatannya. Dengan begitu produktivitas kita optimal.✅
Untuk meningkat menjadi bunda produktif, kita harus menguatkan diri di sisi bunda sayang dan bunda cekatan, karena sejatinya kita harus menjaga amanah utama yaitu anak2.
Idealnya, apakah sebaiknya kita tidak masuk ke ranah produktif dulu sebelum tahap bunda sayang dan bunda cekatan beres? Trus bagaimana jika hal yg membuat mata kita berbinar2 itu ada di ranah publik? Apakah hrs ditunda dulu? Mohon pencerahan. Terima kasih.
➡ Bunda Marie, idealnya iya. Beresnya dengan parameter seperti pertanyaan nomor 3 diatas. Bagi ibu bekerja di rumah tunda kita hingga kita bisa memenuhinya. Bagi ibu bekerja di ranah publik, kejar bunda sayang dan bunda cekatannya. Dengan begitu produktivitas kita optimal.✅
8⃣ Azay
"Menjadi produktif adalah bagian dr ibadah, sedangkan rezeki adalah urusanNya". Berkaitan dgn kalimat
🏻, sy msh tetap saja bertanya2 pd diri sy sendiri. Sy bekerja di ranah publik, sampai saat ini sy msh berusaha untuk memperkuat pilar bunsay&buncek, tp kok ya tetap aja rasa bersalah karena tdk bisa selalu hadir 24jam untuk anak
.
Bertemu anak hanya 12 jam,dr jm18.00-06.00 (sebagian besar waktu adalah waktu istirahatnya anak).
Anak sy saat ini msh berumur 4thn. Apakah yg hrs sy lakukan? Mohon masukannya.
➡ Bunda Azay, rasa bersalah itu harus diidentifikasi, ukuran "salah" berdasarkan apa. Apakah karena Bunda tidak memenuhi indikator professional yang telah dibuat? Apakah porsi delegasi belum optimal atau apa.
"Menjadi produktif adalah bagian dr ibadah, sedangkan rezeki adalah urusanNya". Berkaitan dgn kalimat
Bertemu anak hanya 12 jam,dr jm18.00-06.00 (sebagian besar waktu adalah waktu istirahatnya anak).
Anak sy saat ini msh berumur 4thn. Apakah yg hrs sy lakukan? Mohon masukannya.
➡ Bunda Azay, rasa bersalah itu harus diidentifikasi, ukuran "salah" berdasarkan apa. Apakah karena Bunda tidak memenuhi indikator professional yang telah dibuat? Apakah porsi delegasi belum optimal atau apa.
Satu hal penting juga yang harus dipahami, bekerja di ranah publik apakah urgent? Dalam hal ini jika memang harus bekerja karena ada Amanah lebih besar di Keluarga, maka siapkan semuanya.
Bersama dengan anak juga bukan sekedar bersama. Maka hadirkan seluruh hati jiwa raga dan seluruh perhatian kita saat 12 jam itu dengan efektif dan hangat.✅
9⃣ Fitri Purbasari
Saat keinginan menjadi bunpro mendesak namun terganjal krn blm mapan d bunsay n buncek gmn y?
➡ Bunda Fitri Purbasari, Sabar saja dan syukur. Tingkatkan implementasi bunsay buncek. Menjadi bunda produktif berarti menambah tantangan. Untuk itu kita harus yakin bahwa kita firm dengan tahapan awal ✅
Saat keinginan menjadi bunpro mendesak namun terganjal krn blm mapan d bunsay n buncek gmn y?
➡ Bunda Fitri Purbasari, Sabar saja dan syukur. Tingkatkan implementasi bunsay buncek. Menjadi bunda produktif berarti menambah tantangan. Untuk itu kita harus yakin bahwa kita firm dengan tahapan awal ✅
Kalau suami sedang tidak bekerja di ranah publik (lebih banyak di ranah domestik), apakah peran manajer keluarga tetap tersemat pada ibu? Atau bagi2 peran manajerial, misal ibu manajer gizi, ayah manajer keuangan, dst?
➡ Bunda Febi, peran manager Keluarga tetap di Ibu, jika beberapa tugas bisa didelegasikan maka Ibu merupakan GMnya (General Manager) keluarga
Manager itu harus membekali diri dengan strategic planning Keluarga, sehingga pendelegasian tugasnya pun harus selaras.✅
*Host*
Alhamdulillah 10 pertanyaan yg masuk sudah terjawab.. untuk selanjutnya masih dibuka kesempatan teman2 jika masih ada yg bertanya. Atau teman-teman yg ingin menanggapi jawaban2 diatas..
Alhamdulillah 10 pertanyaan yg masuk sudah terjawab.. untuk selanjutnya masih dibuka kesempatan teman2 jika masih ada yg bertanya. Atau teman-teman yg ingin menanggapi jawaban2 diatas..
*Narsum*
Jika belum ada yang bertanya, saya mau sharing lagi. Saya juga dulu ketika menerima materi ini bertanya tanya dalam hati. Kemuliaan itu yang bagaimana ya, lalu kemudian mencoba pelan menggeser paradigma, Dari bekerja untuk mendapat penghasilan menjadi bekerja untuk menuju misi mulia.
Susah? Bangetttt!
Jika belum ada yang bertanya, saya mau sharing lagi. Saya juga dulu ketika menerima materi ini bertanya tanya dalam hati. Kemuliaan itu yang bagaimana ya, lalu kemudian mencoba pelan menggeser paradigma, Dari bekerja untuk mendapat penghasilan menjadi bekerja untuk menuju misi mulia.
Susah? Bangetttt!
Tapi teruuuus aja merenung, apa yang akan kukerjakan demi mendapat nilai atas peranku. Kalo kata bu Septi kita harus menjadi bukti, saya mau sampaikan saya adalah salah satu bukti.
*Host*
krn waktunya sudah habis dan tidak ada lagi pertanyaan tambahan, mari kita tutup saha diskusi ini dengan mengucap hamdalah.
Alhamdulillah..
krn waktunya sudah habis dan tidak ada lagi pertanyaan tambahan, mari kita tutup saha diskusi ini dengan mengucap hamdalah.
Alhamdulillah..
Terimakasih kepada teman-teman yg sudah bertanya dan menyimak. Dan terimakasih kepada mba Nia nio atas jawaban2 yg diberikan..
🏻
*Narsum*
Terima kasih Tim yang bertugas malam ini Dan teman teman matrikulasi semua yang sudah menyimak. Selamat beriatirahat....mbak Diah punya bekel buat mimpi malam ini
Terima kasih Tim yang bertugas malam ini Dan teman teman matrikulasi semua yang sudah menyimak. Selamat beriatirahat....mbak Diah punya bekel buat mimpi malam ini
Sabtu, 29 Oktober 2016
#Fitri Purbasari_NHW2
NICE HOME WORK #2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME
"Menjadi Kebanggaan Keluarga" adalah indikator utama keberhasilan seorang ibu profesional yang diajarkan dalam komunitas tercinta ini. Untuk mencapainya, saya harus melakukan evaluasi dan merumuskan misi serta langkah strategis berdasarkan pertanyaan yang saya ajukan kepada suami dan anak saya. Berikut adalah hasil wawancara yang saya lakukan kepada mereka.
- Anak (Anak ke-1, Rafifa, 4y 10m, TK A)
Anak saya bahagia kalau saya bisa sering mengajaknya bermain, belajar, menggambar, membacakan buku cerita, membuat kerajinan, mengantar jemput dia sekolah, selalu ada di rumah terutama saat dia pulang sekolah, ingin saya bekerja di rumah saja, sering masak, dan ajak dia jalan-jalan.
- Suami
Suami bahagia karena saya sudah memilih menjadi full-time mother. Namun menurutnya, saya perlu lebih baik lagi memenej emosi karena saya cenderung moody, lebih sering senyum, perbaiki manajemen waktunya agar rumah selalu bersih dan rapi meski banyak kesibukan, dan tidak mendramatisir masalah. Untuk urusan memasak, utamakan makanan anak-anak, suami mah asal ada sambel. :-)
- Saya bahagia jika melihat anak dan suami bahagia. Saya bahagia jika saya dapat melakukan tugas sebagai istri dan ibu dengan baik. Saya bahagia ketika saya bisa berbagi dan bermanfaat bagi keluarga dan orang sekitar saya, baik berupa tenaga, pikiran, ilmu, harta benda, fasilitas dan waktu yang saya miliki. Saya bahagia jika bisa menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat, yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.
Evaluasi hasil wawancaranya adalah sebagai berikut:
Sejak usia anak pertama saya belum genap 1 tahun saya sudah menjadi full-time mother. Saya resign sebagai guru Bahasa Inggris dari beberapa lembaga pendidikan. Sejak kepindahan kami ke Depok (hampir 3 tahun ini) saya memulai karir rumahan saya: berniaga online, mengajar Les Bhs Inggris, mengajar IQRA, dan membina ibu-ibu binaan Yayasan Tunas Ilmu. Jadi alhamdulillah saya selalu berada di rumah dan bisa menyambut kedatangan anak dan suami. Namun untuk kegiatan memasak, bermain, dan yang lainnya, saya rasa belum maksimal. Saya masih kesulitan memenej waktu sehingga rasanya masih keteteran melakukan semua harapan mereka. Saya juga masih belum cerdas memenej gadget. Cukup sering saya diprotes anak karena pegang HP terus. Selain itu, iya saya juga masih moody dan terkadang mendramatisir masalah kecil.
Sekarang saya lanjutkan dengan paparan Checklist yang akan saya upayakan.
- Sebagai Individu
* Mendisiplinkan diri melakukan amalan ibadah harian saya (shalat tepat waktu, dzikir pagi petang, sedekah, tilawah 1 juz, Qiyamullail, Shalat Dhuha, memperbanyak istighfar)--90 hari.
* Mengikuti time schedule harian pribadi yang lebih detail--90 hari.
* Membaca 1 buku/pekan: buku parenting, buku kegiatan dengan anak, shiroh, English for Young Learners (EYL).--90 hari.
* Melakukan waktu belajar setiap malam jam 21-22: EYL (Senin & Rabu), Parenting (Selasa & Menulis (Jum'at).
* On time dalam Me time dengan kelas tahsin dan halaqoh masing-masing 1x/pekan @2jam--30 hari.
* Menebar salam dan bersalaman dengan orang-orang yang ditemui di sekolah anak, min 5 orang per hari--90 hari.
* Membuat socmed time jam 8-10 wib dan jam 20-21 wib setiap hari kerja dan GFOS. Hanya memposting hal bermanfaat, menyapa keluarga dan sahabat, berjualan, dan blogging-90 hari.
* Menyapa orang tua setiap hari--90 hari.
* Melanjutkan program jariyah dengan baik: membina kelas Islamic Parenting ibu-ibu binaan Yayasan Tunas Ilmu (YTI) 2x/bln, Les bahasa inggris murah bagi anak & remaja sekitar rumah 4x/bln, mengajar IQRO 4x/bln, infaq Jum'at ke masjid, sedekah barang layak pakai 1x/bulan.--90 hari
* Menulis buku cerita anak dan remaja, 2 cerita/pekan--90 hari.
* Aktif belajar dengan sharing dan diskusi dengan para ahli di komunitas parenting dan komunitas menulis dan menuliskannya di blog pribadi --30 hari.
* Menyapa dan berbagi pengalaman serta ilmu yang bermanfaat khususnya tentang parenting dan budaya membaca kepada para sahabat lama melalui media sosial min 3x/pekan --90 hari. - Sebagai Istri
* Menempelkan hadist Nabi tentang manfaat tersenyum agar selalu termotivasi untuk selalu menebar senyum dan menghindari cemberut. Melakukan gerakan senyum pagi, siang, sore dan malam kepada suami saat bangun pagi, melepas dia pergi ngantor, video call siang dan sore, dan ketika menyambut suami pulang ngantor --90 hari.
* Menempelkan hadis tentang larangan marah dan beristighfar 100x tiap kali emosi melanda --90 hari.
* Bangun lebih pagi (02.30) agar rumah sudah bersih rapi dan makanan sudah siap jam 6.30 pagi --90 hari.
* Mengatur jadwal dan berbagi pekerjaan rumah tangga dengan suami. Suami urusan keuangan, memaketkan barang, kebersihan dan berbelanja. Saya memasak (max 2x/hari), mencuci (Senin, Rabu, Jumat), menyetrika (Selasa, Sabtu), berjualan online (max 2 jam/hari) --90 hari
* Menyiapkan makanan dan kebutuhan suami dan anak-anak sebelum pergi mengaji/rapat/kegiatan luar rumah lainnya --90 hari.
* Mentransfer ilmu tahsin dan saling setoran hafalan dengan suami setiap malam sebelum tidur (jam 21.30) --90 hari.
* Mengajak suami qiyamullail min 4x/pekan --90 hari.
* Bersama-sama berpuasa sunnah min 4x/bln --90 hari.
* Memfasilitasi suami menikmati His Time nya untuk sekedar futsal/menonton pertandingan bola tim favoritnya/menonton berita bola 1x/pekan (menyediakan cemilan dan mengkondisikan anak-anak bermain bersama saya) --30 hari.
* Memasak min 1x setiap hari dan menyiapkan bekal makanan sehat setiap hari kerja --90 hari.
* Melakukan evaluasi pekanan dari suami atas kinerja saya di rumah (setiap malam Ahad) --30 hari. - Sebagai Ibu
* Melatih kemampuan storytelling dengan membacakan dan/memperagakan cerita kepada anak-anak setiap hari menjelang mereka tidur siang dan tidur malam --90 hari.
* Melakukan jadwal bermain bersama anak min 1 jam/hari --90 hari.
Untuk bisa bermain bersama si Sulung (4y10m), saya perlu bantuan orang lain untuk memegang sementara adiknya yang masih berusia 13 bulan. Karena seringkali si kakak cemburu dan merasa tidak diperhatikan kalau kami terlalu fokus ngikutin adiknya yang memang sedang asyik-asyiknya berjalan kesana-kemari. Jadi jam bermain spesial saya dengan si sulung ini adalah ketika suami sudah berada di rumah atau saat adiknya sudah tidur, yaitu sekitar pkl 19.30-20.30 wib.
Adapun kegiatan bermain yang bisa kami lakukan: mewarnai, bermain peran, masak-masakan, lego, playdough, main musik, menari, bernyanyi, dan mengarang lagu.
* Mendampingi anak belajar 1 jam/hari --30 hari.
IQRO --> setiap hari setelah sholat subuh dan sholat maghrib 15 menit.
Buku aktifitas TK/Flashcards --> setiap sore atau malam setelah isya 15 menit.
Bahasa Inggris --> Kamis sore 20 menit.
Menonton video/vcd anak --> akhir pekan max 2 jam
Crafting/membuat kerajinan tangan dari barang bekas --> Sabtu/Ahad
* Menyiapkan daftar menu sehat anak per pekan sehingga tak ada lagi menu seadanya --90 hari.
* Memenej gadget dengan baik, patuh pada jadwal Gadget Time, dan meminta izin untuk membalas pesan yang urgen ketika sedang bersama anak --90 hari.
* Beristighfar 100x setiap kali merasa kesal terhadap perilaku anak dan mencari 1000 alasan untuk tidak marah kepada anak --30 hari.
* Bertanya tentang kegiatan hariannya di sekolah dan mengajarinya bersyukur atas apa yang dijalaninya hari itu --90 hari.
* Memfasilitasi anak untuk menyapa keluarga dan teman via HP setiap hari Sabtu/Ahad untuk mengajarkannya bersilaturahim --30 hari.
* Mengajak anak membuat makanan favoritnya/menu camilan baru setiap Sabtu/Ahad --90 hari.
* Mengkondisikan Anak untuk berkegiatan madiri atau menjaga adiknya saat saya harus memberi les privat di rumah dan tak ada orang lain yang bisa mengajak main mereka. Dengan memberinya tugas mewarnai atau menonton film kartun edukasi di ruangan terpisah --30 hari.
* Mengajaknya berenang atau jalan-jalan ke rumah kerabat/teman/tempat rekreasi 1x/2bln.
* Mematangkan potensi menulis buku cerita dan artikel, usaha les rumahan dan online shop agar bisa mapan menjadi ibu produktif yang profesional dengan cara mematangkan konsep dan mematuhi jadwal jam kerja dengan optimal (pkl 08-10 wib, 16-17.30 wib, dan 20-22 wib) -- 90 hari.
Demikianlah paparan mengenai Checklist misi yang akan saya lakukan dalam rangka menempuh perjalanan menjadi Ibu Profesional. Semoga Allah swt memudahkan setiap langkah saya. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul
Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...
-
Tambah lagi aplikasi game bahasa Inggris untuk untuk bahan latihan anak-anak SMP-SMA yang ikut les di rumah. Namanya Ultimate English Spelli...
-
Aliran Rasa #1 Komunikasi Produktif Kuliah Bunda Sayang IIP KOMUNIKASI PRODUKTIF, IT'S A WOW WAY! Astaghfirullah, Subhanallah, M...
-
Alhamdulillah dengan tab yang diberikan suamiku ini saya bisa leluasa menggunakannya menjadi media pembelajaran khususnya bagi para murid le...