Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Learning By Doing
Hari ini hari Sabtu, Kakak Rafifa (5y4m) libur sekolah. Ada Mora, teman sekolahnya, main ke rumah. MasyaaAllah kegiatannya hari ini sungguh beragam hehee.. banyak yang bisa saya amati.
Bermain bersama kali ini sungguh pelajaran yang memuat banyak nilai keterampilan: menghormati tamu, berbagi, menyampaikan perasaan, menyampaikan pendapat/keinginan, bekerja sama, menyelaraskan selera, dan meminta maaf. Membersamai mereka adalah saat yang tepat menyisipkan nilai-nilai baik untuk menyempurnakan keterampilan tersebut tapi tanpa intervensi atas kreativitasnya, hanya sebagai wasit hehee.
Kreatif dan imajinatif, sifat itu yang diasah dalam kegiatan bermain. Seru sekali menyimak percakapan mereka, terutama dalam bermain peran. Hehe. Salah satu yang lucu yang adalah ketika ceritanya mereka sedang bermain mencari harta karun dan bingung mencarinya dimana, Mora bilang "Gini aja, Raf, kita tanya aja sama bapa-bapa. Pa, jalan ke harta karung (😂) kemana ya?" 😂😂😂. Selain itu, Kakak bercerita dengan semangat tentang iblis dan Mora menyimaknya dengan antusias dan takut. 😁 Lihat videonya disini.
Lalu mereka juga main lukis muka. Kakak agak kesel karena Mora mau main ini terus sementara Kakak udah bosen. Hehehe.. tapi dengan bujukan halus, Kakak pun mau menemani Mora bermain spidol wajah itu untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Kakak mengutek kuku saja, dan Mora merias muka kucing di wajahnya. Merasa puas dengan karya nail art nya, Kakak menawarkan jasa nail art ke Mora. Dan Mora bersedia. Hihiii.
Mereka juga meronce manik-manik membuat gelang. Karena gak sabar, Mora meminta 1 gelang yang sudah Kakak buat untuk dijual nanti ke teman-teman sekolahnya. Tapi Kakak baru bikin 2, buat Ghaziya dan Anisah. Buat Mora belum sempat dibikin. Mora minta salah satu dari gelang itu. "2 ribu ya Mor. Itu kan aku jual" "Aah besok aja yaa uangnya." "Yaah." Wasit bertindak, "Udah kasih aja ke Mora, kak, kan mora udan main kesini." "Emmh, ok deh, gratis aja itu buat kamu. Karena kamu udah main kesini." Top!! Hahaha. 😊
Oia, mereka juga bikin tenda dan pura-pura lagi kemping. Asik punya rumah tenda, mereka berjoget. Hahaha.. lihat nih. Mereka gelar karpet diluar tenda untuk melihat bintang. Sambil ngemil, mereka bercerita kesana-kemari. 😂
Di akhir episode, hehe, ada sedikit drama. Si Kakak karena sudah ngantuk mungkin, moodnya terganggu. Dia tak bisa menahan diri dan meluapkan kekesalannya saat Mora tak mengikuti apa yang dia mau. Saat itu, Kakak mau Mora jawab quiz flashcard Al Ikhlas yang kemarin-kemarin dia pakai. Tapi Mora karena belum tau, dia pengen lihat semua flashcardnya. Hehe. Dan si Kakak tak setuu itu. Saya dan abinya memberi Kakak pengertian bahwa Mora belum tahu, tapi Kakak gak nerima. Ini berimbas pada momen-momen selanjutnya, sampai Mora bilang, "Kamu kok gitu mulu sih!". Saya dan abinya memberi Kakak penjelasan tentang bagaimana sebaiknya ia bersikap. Ia menangis, Mora pun semakin terlihat tak nyaman. Saya membawa Kakak ke ruangan lain untuk bicara. Namun yaa karena mungkin sudah sangat ngantuk, nasihat memang tak bisa diterima. Dan ayah Mora pun datang menjemput. Pulang deh Moranya. Saya berlanjut menasehati Kakak dengan berbagai ilustrasi. Dia terlihat sudah liyep liyep mau tidur. Saya janjikan 5 bintang, untuk melengkapi perburuan Bintang sepedanya, jika Kakak meminta maaf ke Mora dengan baik via voice note. "Kan sahabat!" Dia pun mengangguk setuju, dan tertidur..... Setelah bangun dan fresh, saya mengingatkan janji tersebut, dan dia melakukannya. 🌟🌟🌟🌟🌟
Bermain melibatkan seluruh panca indera, maka jelas ini masuk ranah kinestetik. Learning by doing is really amazing! 😍
Pada petang hari Kakak bermain game shopping di hp abi. Saat itu saya sedang meralihkan kasur di dekatnya. Saya dengar dari game itu, "We don't need this!". Iseng saya tanya, "apa artinya, Ka?". "Kita gak membutuhkannya.", Katanya. Wow, MasyaAllah, amazing!! Saya belum mengajarkan sejauh itu loh! Hehe. It means this game gives her something! "Naah, gitu dong, Ka, meski main game, Kakak dapat ilmu!" "Iya, mi, ini kan game belajar." Alhamdulillah. Dan ini memang saya dan suami kondisikan. Kami tidak mengizinkan dia main game yang tidak ada unsur edukasinya. Game, audio-visual. Nah, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, saya pun melihat vocabulary game sungguh sangat efektif. Saat ini saya memakainya menjadi main tool dalam les privat bahasa Inggris yang saya kelola di rumah.
Di malam hari dia mengambil buku Komik Palestina. Sabtu lalu, saat kami ke Gramedia, saya sempat tunjukkan buku-buku Kecil Kecil Punya Karya agar ia termotivasi menjadi penulis. Nah, dia ingat momen itu dan bilang, "Mi, kakak mau bikin komik ya, umi yang ngetik!" "Ok!" Lalu dia pun mengamati buku komik yang di tangannya. Barusan sebelum tidur malam, dia meminta saya membacakan komik itu. Sang adik, selalu mengikuti. 😁 Buku, gaya visual, menjadi makanan mereka. Alhamdulillah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul
Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...
-
Tambah lagi aplikasi game bahasa Inggris untuk untuk bahan latihan anak-anak SMP-SMA yang ikut les di rumah. Namanya Ultimate English Spelli...
-
Keingetan saran bu guru agar saya mulai ngajarin kakak Rafifa (6 th) belajar berhitung, maka saya pun cari aplikasi yang bisa mempermudahny...
-
Tantangan 10 Hari Projek Keluarga Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3 Fatimah Learns Color Qadarullah, hari ini saya masih diuji sakit dan ...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar