Kamis, 08 Juni 2017

Tantangan 10H Level 5 Fitri Purbasari Depok

Game Level #5 Kuliah Bunda Sayang IIP
Menstimulasi Anak Suka Membaca

For Things To Change I Must Change First

Alhamdulillah pekan ini kuliah Bunda Sayang IIP mulai lagi masuk di level 5, Menstimulasi Anak Suka Membaca. Tema ini sungguh tema yang selalu membuat saya bersemangat. Saya suka membaca, suami juga dan kami bertekad membuat anak-anak juga suka membaca. Ikhtiar saya dan suami adalah dengan mengkoleksi banyak buku. Cita-cita saya pengen punya perpustakaan pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Selain itu, saya berusaha mengenalkan aktivitas membaca sejak anak pertama dalam kandungan. Alhamdulillah Sang Kakak (5,5 th) sudah terlihat minat bacanya. Dia selalu nagih minta dibacain buku setiap mau tidur malam. Dan alhamdulillah adiknya mengikuti. Namun sayang, ke anak yang kedua ini (21 bln) saya membacakan bukunya tidak serajin seperti saat Kakak seusianya. 

Dengan materi kelima ini, Menstimulasi Anak Suka Membaca, saya seperti diluruskan dalam hal membersamai anak dengan buku. Tidak boleh lagi hanya sekedar membaca. Tapi diskusi dan memperluas bahasan dari satu lembar cerita yang dibaca. Subhanallah, dalem ternyata efeknya.

Hari ini, aktivitas literasi kami diawali dengan membaca iqra at taisir bagi Kakak dan Al Quran bagi saya dan suami. Oh iya, saya yang paling duluan bangun juga telah selesai membaca materi level 5 yang diposting d wag iip. 

Fatimah, anak kedua kami, sudah semangat membaca buku favoritnya, Nabi Sayang Keluarga. Alhamdulillah, dia sudah berada pada tahap Self Concept. Dia sudah memandang dirinya sebagai pembaca dan bisa menyimak dengan antusias. Dia seringkali suka pura-pura membaca buku meski posisinya dekat banget ke mukanya dan bibirnya komat-kamit. Hehehe.. Di siang hari dia Membolak-balik buku Muhammad Teladanku (MuTe). Lalu dia mengajak saya membacakan buku lain favoritny juga, Ekspresiku dar! Mizan. Dia senang sekali dengan buku ini karena melihat ekspresi emosi anak-anak. Hari ini Fatimah dapat 2 daun.

Oia, sepulang​ Kakak sekolah kami menjadikan proses membuat pohon literasi sebagai projek keluarga. Kami akan menempelkan 1 daun untuk setiap buku yang dibaca. Sengaja, pohon literasinya ada 4, ini ajang fastabiqul khairat. 😉

Sang Kakak, menambah daunnya dengan membaca Mute malam ini. Dia tidur sejak ashar. Agak bad mood pas bangun jam 19:30 an. Dia nangis kelewat buka puasa magrib. Padahal dia sudah buka sejak dzuhur. 😁. Tapi setelah diingatkan untuk menambah daun di pohon literasi, dia jadi semangat melanjutkan cerita Rasulullah selepas Perang Badar. Kali ini kami membahas tentang tikar alas tidur Rasulullah yang ditangisi oleh Umar bin Khattab. Tikar ini salah satu poin yang menunjukkan betapa sederhananya kehidupan Rasulullah. Selain membahas tentang tikar, karena Kakak belum tau, saya pun memperluas bahasan tentang pentingnya kita bersyukur sesuai perintah Nabi, dan bagaimana manfaatnya berbuat baik dan berbagi agar menjadi manusia "kekal" dalam kebaikan. Saya memberikan contoh kehidupan almarhumah Mamah saya yang sudah dia kenal, yang begitu dikenang baik oleh banyak orang. Semoga Kakak mendapat pelajaran berharga dari cerita berkonsepnya kali ini.

Suami saya pun ditanya akan aktivitas membacanya. Dia lapor telah membaca berita di portal-portal online. Aktivitas membacanya yang tanpa buku, membuat si Kakak protes. "Iih abi qo gak baca buku sih?" 😂 Kami harus mengenalkannya tentang media baca yang lain nih.

So, hari ini daun kami imbang.. semua dapat 2 daun. Semoga besok lebih banyak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...