Resume Diskusi Materi 8
Selasa, 12 September 2017 pukul 20.00 - 21.00
Fasilitator : Septi Peni Wulandani
Korlan : Evi Kumala K
Materi
Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #8
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI
Apa itu Cerdas Finansial?
Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.
Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.
Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?
Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,
Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari
Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :
Kemuliaan Anak Meningkat
dengan cara :
a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.
b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.
c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.
d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.
f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.
Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak?"
1.Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki, sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.
Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.
Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita
Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu, mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia, meski itu orangtuanya.
2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda
Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.
Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.
3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat "mini budget", sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas
Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.
Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya
4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.
Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar, anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:
Hak Allah : 2,5 - 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan
5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.
Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.
Prinsipnya adalah : Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi.
Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional
for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.
Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
πSumber bacaan
Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016
Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015
Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015
Sesi Tanya Jawab
1⃣ Assalamualaikum,
Saya nurul dari kaltara
Yang ingin saya tanyakan di tantangan kali ini dari usia berapa kita memulai mengenalkan uang kepada anak dalam artian ini uang rp.1000, rp 2000 dan seterusnya.
Mengingat saya belum memperkenalkan uang kepada anak saya di usia nya yang 4tahun 10bulan.
Saya hanya selalu mengingatkan bahwa kita tidak harus selalu membeli apa yg kita inginkan.
Kita harus menabung.
1⃣ Wa'alaykumsalam mbak Nurul di Kaltara. Mengenalkan uang pada anak itu tidak ada patokan, bergantung pada lingkungan dimana anak-anak dibesarkan.
Misal di lingkungan pedagang, maka anak-anak pasti akan lebih cepat ingin mengenal uang karena mereka melihat hal tersebut setiap hari.
Anak yang lingkungannya hobi jajan, pasti juga ingin mengenal uang lebih cepat.
Anak yang berada di lingkungan pegawai, dan tidak suka jajan biasanya rasa ingin tahu tentang uangnya lebih lama dibandingkan dua lingkungan sebelumnya.
Maka aksi yang mbak Nurul ambil agar anak menabung dulu unt sesuatu yg akan dia beli, ini bagus, karena mrngajak anak berpikir, yang dia ingin beli itu masuk kebutuhan/keinginan. Akan lebih bagus lagi apabila anak diajarkan untuk berinventasi. ✅
2⃣Assalamualikum bu Septi..
Berkaitan dengan kecerdasan finansial anak, ada beberapa yang ingin saya tanyakan :
1. Mulai kapan kita bisa mengenalkan kecerdasan finansial pada anak?
2. Untuk usia 4 tahun, dimana anak belum mengerti ttg uang bagaimana menumbuhkan kecerdasan finansialnya?
Terimakasih bu..
Dian Kusumawardani- IIP SBY RAYA
2⃣ Wa'alaykumsalam wr.wb Mbak Dian di Surabaya.
Sebelum masuk ke kecerdasan finansial yang perlu kita fokuskan justru konsep rejeki dan uang terlebih dahulu yang perlu dipahamkan ke anak-anak.
Contoh : anak usia 3 th ingin mobil-mobilan warna biru. Merengek minta ke ortunya.
Respon ortu : "Kak, bukan bapak ibu yang bisa memenuhi permintaanmu, hanya Allah yang bisa memenuhinya, maka mintalah ke Allah, Dia Yang Maha Kaya"
Apabila kita sudah ada kelebihan rejeki dan tergerak membeli mobil warna biru sesuai spec yg diingankan anak kita, segera belilah, dan berikan kejutan ke anak-anak
Ortu : "Kak, alhamdulillah Allah mengabulkan doamu, bapak ibu diberikan rejeki, dan digerakkan untuk membeli mobil-mobilan kesukaanmu, ini dia, segera bersyukur ke Allah ya"
Konsep rejeki sudah bisa mulai dilatihkan sejak anak mulai bisa berbicara usia 1 th ke atas - 7 th (usia sekolah) anak sudah punya keinginan dan kebutuhan.
Dipahamkan berulang-ulang, mana yg menjadi keinginan dan mana kebutuhan. Penuhi yang masuk kategori kebutuhan terlebih dahulu.
Setelah anak-anak paham konsep rejeki dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, barulah dilatih unt merencanakan mini budget, sekitar usia -usia sekolah ( ingat, bukan uang jajan tetapi mini budget).
Tanyakan ke anak :
Usia 7-10 th:
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 hari - 1 minggu ini?"
Usia 11 -14 th: " Apa saja kebutuhan kakak selama 1 minggu - 1 bulan ini?"
Usia 14 th ke atas :
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 bulan - 1 tahun ini dan bagaimana cara mendapatkannya?"
Biarkan anak menyebutkan, menuliskan dan kita mempertimbangkan, menolak/menyetujui mini budget yg diajukan anak.
Biarkan mereka bertanggungjawab mengelolanya.
Ketika anak di bawah usia 14 th, sudah bisa berinisiatif untuk buka usaha sendiri unt memenuhi kebutuhannya, acungi jempol. Itu BONUS untuk anak.
Kalau uang jajan masih minta kita, berati BENAR, karena kebutuhan anak masih TANGGUNG JAWAB kita. Maka lanjutkan mini budget anak, dan latih terus sampai mahir mengelola pendapatan, tanpa harus mengungkit ungkit BONUS usaha yg dilakukan anak pre aqil baligh.
Ketika usianya masuk aqil baligh atau sudah 14 th ke atas, dan masih minta uang jajan kita itu artinya kita sedang ber SEDEKAH kepada fakir miskin, karena anak kita sdh aqil baligh, belum memiliki pekerjaan, atau sudah memiliki pekerjaan dan belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka jelaskan konsep ini ke anak aqil baligh dan IKHLASLAH ketika masih harus bersedekah ke mereka. Terima sebagai bentuk konsekuensi kesalahan pola pendidikan kita dulu. ✅
3⃣ Assalamualaikum bu septi. Si sulung sebulan lagi 4 tahun insyaa Allah. Saat saya sedang dalam trimester pertama, kami 'ngungsi' ke rumah mertua dan kebiasaan jajannya terbentuk. Saat ini kami sudah kembali ke rumah, saya berusaha membuatkan kudapan dan jarang membawanya ikut serta ke warung, tapi dia masih suka meminta jajan sampai menangis keras karena tidak diberi. Apa yang harus saya lakukakn? Anggi- Sulsel
3⃣ Wa'alaykumsalam mbak Anggi. Apa yang sudah mbak anggie lakukan benar, menyiapkan jajan yg diperlukan anak di dalam rumah, bukan di warung. Maka kalau anak menangis silakan buat kesepakatan bahwa tidak ada yg berhasil do rumah ini dengan teriak dan menangis-nangis.
Jangan berikan selama anak masih menangis.
Kalau sudah tenang, minta anak untuk berdoa ke Allah minta sesuatu. Lakukan tahapan seperti jawaban no sebelumnya✅
4⃣ Bagaimana mengajarkan anak usia 5thn dan 7thn untuk menabung?
Abang nya setiap membawa bekal uang selalu habis, awalnya saya memberikan 5rb /hari. Uang bekal sebanyak itu terkadang ada teman nya yang meminta di jajanin.
Setelah kami evaluasi ternyata kami mengajarkan kemudahan bagi nya, bekal yang banyak juga Catering. Mengingat anak saya Dzuhur di sekolah.
Akhirnya sekarang kami rubah dengan membawa bekal 3.000 dan membawa kue / Snack dari rumah.
Tapi sudah sepekan ini bekal uang nya selalu habis. Kadang kalau saya tanyakan digunakan untuk apa saja. Abang nya menjawab membeli Milkuat atau minuman dingin lainnya.
Lain hal nya dengan adeknya, yang belum mengerti banyak tentang nominal uang. Dan masih coba diajak main belanja belanja an.
Mohon pencerahannya.
Karina - IIP Babel
4⃣ Mbak Karina, jangan diartikan sempit kecerdasan finansial hanya sebatas bisa mengelola yang jajan
Ingat bukan "uang jajan" karena kebutuhan hidup anak kita itu tidak sekedar jajan.
Nanti kita akan terkaget-kaget ketika anak ternyata di mini budgetnya tidak mencantumkan "jajan".
Jujur saya dulu terheran-heran dg mini budget anak-anak saya, mengapa mereka tidak jajan, sampai saya harus mengajari jajan, berharap anak-anak normal, krn kebanyakan anak lain adalah tukang jajan. Tapi ternyata jajan tetap tidak menjadi item mini budget anak-anak.
Mereka baru jajan ketika emaknya pengin jajan, (karena dulu kecilnya saya tukang jajanπ¬, pak dodik tidak pernah jajan), ternyata efek pak dodik lebih besar ke anak-anak. Saya banyak belajar dari pola pendidikan pak dodik dulu. Dan ternyata saya yang harus banyak belajar ke anak-anak ttg konsep jajan ini. π
Ketika anak-anak mulai berjualan, dapat hadiah uang karena prestasinya, maka latih anak-anak untuk memahami pengelolaan uangnya sesuai ketentuan yg diyakini keluarga kita ( ini pentingnya punya standar pengelolaan keuangan keluarga).
Anak paham mana yg menjadi haknya dan mana yg menjadi kewajjban, sehingga mereka paham cara apa yg harus ditempuhnya berinvestasi atsu menabung. Kalau mrnabung pasti muncul kesadaran diri unt menabung tanpa diminta, demikian sebaliknya ✅
5⃣ Assalamualaikum bu..saya Esme dr Bogor..
Mw tanya, stimulasi cerdas finansial seperti apa ya yg cocok utk anak yg blm bs berhitung sama sekali? Utk menabung di celengan, membedakan kebutuhan dan keinginan sudah lama diterapkan...
5⃣ Mbak Esme, wa'alaykumsalam wr.wb.
Silakan lihat jawaban saya di no 2 π bahwa anak usia 1 th - 7 th disrimulus kecerdasan finansialnya dengan memahami konsep rejeki dan uang terlebih dahulu seperti tahapan di atas✅
6⃣ Dari Ingrid....
Assalaamu'alaikum Ibu Septi yg baik hati,
1. Saya msh blm begitu faham dgn poin2 dlm mini budget :
-Hak org lain
-Hak Masa depan
-Hak Diri sendiri
Boleh tlg diberi contohnya? π
2. Bagaimana pengelolaan yg benar utk :
-uang saku 10ribu/hari
-pemberian dr saudara (utk ditabung atau dibelikan keinginan)
Tks byk Bu π
6⃣ Mbak Inggrid, wa'alaykumsalam wr.wb.
1. Mini budget itu dibuat oleh anak berdasarkan kebutuhan mereka. Misal anak menuliskan mini budget sbb :
a. Uang jajan @Rp 10.000/hari x 5
b. Beli buku @ Rp 20.000 x 1
Maka total uang yg disetujui adalah Rp 70.000/minggu.
Maka anak akan bisa mengolahnya sbb :
a. Hak Allah
b. Hak untuk orang lain ( misal apakah anak-anak ada hutang ke temannya yg harus dibayar), atau hutang-hutang kecil lainnya.
c. Hak Masa Depan, misal anak sudah lihat apa yg diinginkan, maka iya berkomitmen untuk menyisihkan setiap minggunya sebesar berapa?
d. Hak diri sendiri, termasuk uang jajan, beli keperluan diri sendiri dll. Kalau di orang dewasa, unt makan sehari-hari, bayar listrik, PAM dll itu termasuk hak diri sendiri.
2. Pembelian dari saudara masukkan ke pos pendapatan lain, maka mau digunakan unt kebutuhan arau keinginan itu bebas. Kalau anak sdh paham ke utihan dan keinginan maka pasto akan memilih kebutuhan✅
Contoh uang saku Rp 10.000/hr maka
Pendapatan total : Rp 70.000
Anak-anak latihan mengelola uangnya
Hak Allah : 2,5-10% = Rp 7000
Hak orang lain (kalau ada) = max 30% = Rp 2100/minggu.
Hak masa depan : min 20% = Rp 1400/minggu untuk sebuah mimpi yg diinginkan.
Hak Diri Sendiri : baru sisanya untuk jajan selama 1 minggu/ sesuai kebutuhan anak.
Diskusi Bebas
π Maaf bu mau bertanya..
Berawal dari berkah id fitri kemarin. Alhamdulillah ananda 4,5th mulai mengenal uang. Bersamaan dg family project maka saya berikan opsi tuk bikin kolam ikan. Sesuai dg impiannya. Yg agak lebar dr yg sblumnya.. Berlanjut dg impiam jd penjual ikan dg modal sisanya tadi kita beli sama2..dan dijual. Uangnya berputar terus sampai bertahan di bulan ini uang itu masih ada meski sering digunakan tuk keperluan beli kebutuhannya ( karena kadang ada yg memberi lagi) dari sini sya mencoba membiasakan rajin berbagi misal pergi k masjid pasti bawa uang tuk dimasukan kotak, atau ketika ada pengemis. Tapi dg harapan ada yg memberi lagi lbih banyak sesuai dg yg dijanjikan allah yg ada dibukunya. π
Maaf, Pertanyaan saya bu septi.
1. Apa saya berlebihan mempercayakan pengelolahan uang tuk umur 4,5 th. Meski kadang ada diskusi jk dia ingin sesuatu?tp kadang merasa apa sya terlalu tega ya..
2. Bagaimna cara menanamkan ikhlas memberi tanpa harapan imbalan tuk usia ini?
Trimsππ
-Nifsah-
π Mbak Nisfah anak usia 4 th sebaiknya dikenalkan betapa Allah sayang kepada hambaNya lewat rejeki yg diberikan ke kita tiada terhingga.
Maka setiap hasil penjualan ikan biarkan anak paham bagaimana cara mengelolanya.
Dimasukkan 4 hak seperti contoh fi atas misalnya, maka anak akan paham, kalau dapat rejeki maka bagaimana caranya mengelola.
Setelah itu tunaikan apa yg sdh diposkan, kalau untuk ZIS ya biarkan anak mrlakukannya tanpa berharap apapun, lillahi ta'ala. Ananda mrlakukan itu karena kecintaannya pada Allah, bukan karena berharap akan dapat seauatu yg lebih banyak.
π Hak masa depan..ini bisa digunakan utk traveling keluarga atau acara2 keluarga ya Bu?? Jadi sudah ada posnya masing-masing gitu ya??
-Febrina-
π Ya betul mbak, itu untuk membiayai mimpi
π Tanya bu ☝...anak saya itu memang gak suka jajan bu tapi ttp aja minta cemilan.. Jadinya saya sediakan... Tapi jika datang abang ponakan suka bujukin buat jajan... Gimana bu biar gak ngikut abangnya.... Kadang saya kasian juga bu liat anak saya yang gak pernah jajan.. Kalo jajan cuma ngambil satuπππ
-+62 856 5230 6081-
π Sekali-kali merasakan jajan nggak papa
π Izin bertanya bu, untuk mengajarkan investasi pada anak usia 6-10 thn bagaimana ya baiknya bu?
-Lita-
π Kalau saya bergantung passion anak. Dulu Ara saat usia 10 th investasi satu sapi, kmd belajar jual sapi 1, dibelikan anak sapi 2.
Kalau Elan dg membuat robocycle dijual programnya
Enes dengan mengolah sampah jadi berkah, from trash become cash.
Seperti itu mb
π Oww..berarti yang bisa digunakan anak² 40%(jajan dll) nya ya Bu?. dari mini budget yang sudah direncanakan..
-+62 812 2558 3684-
π π
Tidak ada komentar:
Posting Komentar