Frekuensi suara seorang ayah dikatakan lebih rendah daripada
seorang ibu, maka dirasa lebih nyaman bagi anak. Percaya?
Kalimat lembut seorang ayah mampu membangkitkan jiwa. Pernah mengalaminya?
Ya, saya pernah mengalaminya.
Kalimat lembut seorang ayah mampu membangkitkan jiwa. Pernah mengalaminya?
Ya, saya pernah mengalaminya.
Waktu kecil, sekitar usia SD, kalau ada apa-apa atau ada
yang diinginkan, saya selalu curhat sama Bapak di rumah. Seringkali saya bicara
sama Bapak berdua saja saat Mamah tidur. Hehehe ini karena sifat Bapak yang
lebih sabar mendengarkan apa yang saya sampaikan. Suatu kali, saya curhat sama
Bapak tentang teman saya yang sangat pintar di kelas, dia juara kelas. Saat itu
saya baru pindah sekolah, saya naik kelas 4 kalau gak salah. Saya merasa takut
tidak bisa meraih peringkat pertama seperti di sekolah sebelumnya. Setelah
menyimak kegalauan saya, Bapak dengan lembut namun penuh penekanan bilang, “Dia
makan nasi, kita makan nasi, kalau dia bisa, kita juga bisa. Jangan takut!
Kalau teteh mau sesuatu, minta sama Allah. Tahajud! Bangun tengah malem, sholat
minta sama Allah. InsyaAllah Allah akan kabulkan. Mun keyeng tangtu pareng.”
Mun keyeng tangtu pareng adalah pribahasa Basa Sunda yang artinya there is a
will, there is a way. Sejak saat itu, kalau saya punya keinginan, sekalipun
itu sekedar ingin rambut panjang, jurus utama saya adalah bangun tengah malam
dan tahajud. Ketika saya takut mengambil wudhu atau malas untuk shalat, saya
akan tetap bangun tengah malam, berdo’a dan tidur lagi. Hehehe. Jurus keduanya
tentu berusaha dengan cara-cara yang lebih keras guna menggapai apa yang saya
inginkan itu.
Bisikan Bapak yang lembut yang merasuk kalbu kecil saya
waktu itu terbawa hingga kini. Jurus itu telah mengiringi saya menggapai
prestasi akademik hingga lulus S1 dengan hasil memuaskan. Selanjutnya
mengiringi setiap langkah saya dalam menjalani kehidupan yang penuh liku ini,
wess hehe tapi bener loh. Ketika saya ingin sesuatu, atau merasa down melihat
kehebatan orang lain, atau saat akan melakukan tugas spesial untuk pertama kalinya,
kalimat motivasi dari Bapak itu selalu terngiang dan menjadi motor penggerak
sekaligus penghilang rasa gugup. Meskipun kalimat motivasi itu sudah umum
dikenal orang, tapi karena Bapak sendiri yang membisikkannya menjadi terasa lebih
istimewa bagi jiwa.
Frekuensi suara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan
adalah karunia dari Allah yang pasti memiliki fungsi istimewa masing-masing.
Berbekal pengalaman ini, saya mengajak para ayah agar menyediakan waktu khusus untuk
ngobrol dengan anak-anak. Bisikkanlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna untuk
mengokohkan jiwa-jiwa mereka. InsyaAllah, anak-anak akan selalu melihatmu saat
jiwa mereka mencari kalimat kekuatan. Bisikanmu akan menjadi amal jariyah
buatmu.😍
These words are dedicated to my lovely father, Bapak Toto
Toyib.
Semoga Bapak selalu sehat wal ‘afiat, sejahtera lahir batin, dan sukses dunia akhirat.
I love you ❤
Semoga Bapak selalu sehat wal ‘afiat, sejahtera lahir batin, dan sukses dunia akhirat.
I love you ❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar