Jumat, 24 November 2017

Bapak Yang Berbisik


Frekuensi suara seorang ayah dikatakan lebih rendah daripada seorang ibu, maka dirasa lebih nyaman bagi anak. Percaya?
Kalimat lembut seorang ayah mampu membangkitkan jiwa. Pernah mengalaminya?
Ya, saya pernah mengalaminya.

Waktu kecil, sekitar usia SD, kalau ada apa-apa atau ada yang diinginkan, saya selalu curhat sama Bapak di rumah. Seringkali saya bicara sama Bapak berdua saja saat Mamah tidur. Hehehe ini karena sifat Bapak yang lebih sabar mendengarkan apa yang saya sampaikan. Suatu kali, saya curhat sama Bapak tentang teman saya yang sangat pintar di kelas, dia juara kelas. Saat itu saya baru pindah sekolah, saya naik kelas 4 kalau gak salah. Saya merasa takut tidak bisa meraih peringkat pertama seperti di sekolah sebelumnya. Setelah menyimak kegalauan saya, Bapak dengan lembut namun penuh penekanan bilang, “Dia makan nasi, kita makan nasi, kalau dia bisa, kita juga bisa. Jangan takut! Kalau teteh mau sesuatu, minta sama Allah. Tahajud! Bangun tengah malem, sholat minta sama Allah. InsyaAllah Allah akan kabulkan. Mun keyeng tangtu pareng.” Mun keyeng tangtu pareng adalah pribahasa Basa Sunda yang artinya there is a will, there is a way. Sejak saat itu, kalau saya punya keinginan, sekalipun itu sekedar ingin rambut panjang, jurus utama saya adalah bangun tengah malam dan tahajud. Ketika saya takut mengambil wudhu atau malas untuk shalat, saya akan tetap bangun tengah malam, berdo’a dan tidur lagi. Hehehe. Jurus keduanya tentu berusaha dengan cara-cara yang lebih keras guna menggapai apa yang saya inginkan itu.

Bisikan Bapak yang lembut yang merasuk kalbu kecil saya waktu itu terbawa hingga kini. Jurus itu telah mengiringi saya menggapai prestasi akademik hingga lulus S1 dengan hasil memuaskan. Selanjutnya mengiringi setiap langkah saya dalam menjalani kehidupan yang penuh liku ini, wess hehe tapi bener loh. Ketika saya ingin sesuatu, atau merasa down melihat kehebatan orang lain, atau saat akan melakukan tugas spesial untuk pertama kalinya, kalimat motivasi dari Bapak itu selalu terngiang dan menjadi motor penggerak sekaligus penghilang rasa gugup. Meskipun kalimat motivasi itu sudah umum dikenal orang, tapi karena Bapak sendiri yang membisikkannya menjadi terasa lebih istimewa bagi jiwa.

Frekuensi suara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan adalah karunia dari Allah yang pasti memiliki fungsi istimewa masing-masing. Berbekal pengalaman ini, saya mengajak para ayah agar menyediakan waktu khusus untuk ngobrol dengan anak-anak. Bisikkanlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna untuk mengokohkan jiwa-jiwa mereka. InsyaAllah, anak-anak akan selalu melihatmu saat jiwa mereka mencari kalimat kekuatan. Bisikanmu akan menjadi amal jariyah buatmu.😍

These words are dedicated to my lovely father, Bapak Toto Toyib.
Semoga Bapak selalu sehat wal ‘afiat, sejahtera lahir batin, dan sukses dunia akhirat.
I love you ❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...