Jumat, 09 Desember 2016

MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Matrikulasi Ibu Profesional batch #2 sesi #8_

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
*_Be Professional, Rejeki will Follow_*
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
*_Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang_*
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis). 
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”. 
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_
###########=======########
*Sesi Tanya jawab*
*Host* :
Bismillahirrahmaanirrahim...
Assalamu'alaikum bunda-bunda sekalian
Salam Ibu profesional...
Selamat bergabung kembali di kulwap Matrikulasi Ibu Profesional Depok Batch #2 ini.Kali ini kita memasuki materi ke delapan yang bertema "Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas".Perkenalkan rekan-rekan yang akan bertugas malam hari ini :
Host : Poppy
Co-host : Hestya
Notulis : Dinda
Narasumber : Zy
Stop presensi ya bundaa...
Mbk Zy...ready?
*Narsum* :
Insya Allah 😊
*Host* :
Oke...saya mulai share pertanyaannya ya...
*Narsum* :
Assalamu'alaikum..
Pekan ini kita sudah memasuki Materi ke #8 tentang *Misi Spesifik Hidup dan produktivitas*
Sepekan lagi kita akan menyelesaikan kelas Matrikulasi Ibu Profesional ini..
Semoga semakin jelas, terarah, dan yakin atas apa yang menjadi kemampuan diri dan bisa mensiasati kelemahan kita sendiri.
Kita mulai diskusinya yuuk..
Silahkan mba Hestya.. 😊
1⃣. Wiwit
Mhn perkenan pencerahan dr pengalaman para tim fasil agar tidak "gagal fokus"  ? karena saya tipe yg membuat target agak banyak utk lebih memacu semangat saya dlm hidup. Dari pengalaman tim fasil yg idealnya sebaiknya berapa target dlm setahun. apakah terkait dg km.0 yg sdh kita tentukan misal 1 target 1 tahun (km1-km5).
Jazakillah khairan katsiraa 😊🙏🏼
➡1⃣ Wiwit
Tentukan mana yang lebih prioritas. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang..
kalau menurut saya pribadi.. 1-3 kegiatan dalam kuadran Suka dan Bisa itu yang menjadi fokus kita..
Nantinya dari kegiatan dalam kuadran 1 yang kita lakukan, bisa kita uraikan dalam seminggu, bahkan kita bisa evaluasinya dalam setahun.
Buat indikator pencapaiannya..
Kalau sudah berhasil dalam setahun, beri tanda ceklis. Lalu lanjutkan tahapan berikutnya yang mau kita capai. ✅
2⃣. Arssy
Materi diatas tertulis "lakukan apa yg u bisa dan suka"
Bagaimana klo saya ingin bisa produktif (dlm artian menghasilkan uang,untuk skrg hanya bisa berdagang) dan saya bisa tapi saya tidak begitu suka?Yg ada malah kdang jenuh dan merasa terbebani.
Bagaimana saya harus menyiasati ini?
➡2⃣Arssy
Segera ubah.. "change it"..
Kalau kita tidak menyukai suatu kegiatan.. bagaimana kita bisa menghasilkan uang dari sana? Yang ada hanya rasa jenuh dan terbebani, itu pasti.
Yang pertama kita pilih adalah hal yang kita sukai dulu. Coba mba Arssy perhatikan sejak dulu, hal apa yang mba Arssy sukai.
Misalnya membuat kue, lakukan itu dengan sungguh-sungguh.
Kalau ada yang tau ternyata kue mba Arssy enak, pasti ada orang yang pesan dan akhirnya menghasilkan.
"Uang akan mengikuti Kesungguhan.. Bukan bersungguh-sungguh mencari uang"✅
3⃣. Tantia
Dalam materi di sebutkan buatlah prioritas dan pilihlah hal2 yg kita perlukan, hindari daftar yg terlalu panjang idealnya berapa aktivitas yg bisa d lakukan agar tdk gagal fokus.
➡3⃣. Tantia
Sama dengan jawaban no.1
1-3 aktivitas saja cukup membuat kita fokus dalam mencapai tujuan.
Misal:
-mendidik dan membersamai anak-anak
-melayani dan membangun komunikasi produktif bersama suami
-bekerja diranah publik.
Tentunya sesuaikan dengan passion, kuadran 1 & 2 aktivitas masing-masing, dan hasil strenght typology dari www.temubakat.com ✅
4⃣. Feby
Selain "menarik benang merah" mulai dari nhw 1 s/d 7, dalam memulai mencari misi hidup dengan melihat tabel aktivitas kita, tepatkah jika kita memulainya bukan hanya dari aktivitas di kuadran "suka-bisa" melainkan juga "suka-tidak bisa" karena bisa saja sesuatu yg kita tidak bisa itu (tapi kita sukai) karena blm ada kesempatan utk mempelajarinya secara khusus/mendalam?
➡4⃣ Feby
Bisa saja.. asal kita punya komitmen untuk mempelajari apa yang kita sukai, itu lebih mudah daripada memaksakan hal yang tidak kita sukai.
Tinggal eksekusinya saja, kapan mau memulai hal itu (Manajemen waktu). ✅
*Host*
Bunda, empat pertanyaan yg masuk sudah disampaikan. .. silahkan menanggapi jawabannya atau diskusi bebas saja untuk sekarang..
*Marie*:
Mba, kl di kuadran suka dan bisa kita bukan ahli misalnya tp hanya sekedar suka dan bisa, gimana ya? Tetap hrs berubah ke kuadran itu ya?
*Narsum*:
Kalau suka dan bisa berarti mampu mba marie..
BISA itu berkaitan dengan kemampuan
SUKA berkaitan dengan rasa
PENTING berkaitan dengan prioritas, waktu dan jam terbang
GENTING berkaitan dengan kondisi dan manajemen waktu
Yang harus dirubah jika kita tidak suka tapi bisa.
*Marie*: Oo gitu...walaupun belum di taraf "expert", kl kita suka dan bisa InsyaAllah dpt menjadi hal yg produktif asalkan sungguh2, begitu kan mba Zy?
*Narsum*:
Iya mba Marie.. 👍🏻😊
*Marie*: Sipp, jelas mba Zy, terima kasih banyak mba...😘😘🙏🏻
*Narsum*: Sama sama 😊😘
*Marie* : Materi kali ini emg membuat lebih banyak berpikir dan bertanya ke diri sendiri mba, jd sebenrnya saya juga bingung mau bertanya apa mbaaa....😁😁
*Narsum*: O gitu ya 😊
*Marie*:
Sepertinya pertanyaan2 itu sudah saling menjawab dr rangkaian materi 1 - 7
Yg jadi PR besar ya pelaksanaannya mbaaa...😁😁✌🏻
*Narsum*:
Betul siih hehe..
*Marie*:
#maafjdcurcolpanjang
*Narsum*:
Seneng malah ada yang nemenin 😅
*Tantia*:
Lg cek n ricek mb zy
Terimakasih td penjelasannya
*Narsum* :
Malam ini akan ada NHW#8.. siap siap ya
*Tantia*:
Bongkar pasang lg NHW nya
*Poppy*:
jadi saya sebenernya salah satu yg mau kasih pertanyaan, tapi saat lagi ketik pertanyaan dalam hati saya udah jawab pertanyaan saya sendiri mba zy 😂
*Marie* :
Bener banget alias setujuhhh!!
*Nikha*:
Mbak, kalo kita suka dan bisa tapi saat ini gak bisa rutin latihan2 krn terganjal belum ada waktu luang utk latihan plus kondisi rumah yg bikin kita gak bisa konsen itu gimana ya mbak? Apakah masih bisa masuk ke kuadran suka dan bisa? Atau pindah ke suka dan tidak bisa (krn ada ganjalan2 tsb)?
Bingung gak sama curcol saya haha 😂😂✌🏻
*Narsum*:
Waah keren tuh.. berarti mba poppy sudah tau apa yang harus dilakukan 😊
Biasanya yang kita suka dan bisa itu dapat kita lakukan sehari-hari mba Nikha..
Kalau belum ada waktu luang.. berarti manajemen waktunya yang harus di prioritaskan..
*Tantia*:
Mb zy, yg jd ganjalan sy, he sy isi www.temubakat antara nov n des kok hasilnya beda ya?
Apa berkaitan dgn suasana hati n jawaban pas mengerjakan?
*Arssy*:
Alhamdulillah,sudah terwakilkan sama pertanyaan mba marie
Mksh banyak mba zy
*Nikha*:
Hehe.. gpp mb Zy 😄 makasih jawabannya. Iya nih hrs benerin manajemen waktu ya.. masih ntar besok ntar besok, tertundanya bisa lama bangeeett..
+62 819-3419-1632‬:
Mba zy bagaimana mengerahkan kekuatan untuk fokus dan runut mengerjakan sesuatu ya? Seringkali ide2 berlompatan...suka dicatet list/coret2 di notes, tapi muncul lagi yg lain..jadinya malah ga produktif...no action ideas only.. 😬 Belum lagi masih harus mengejar bunsay & buncek yg keteter... 🙈🙈😍
+62 812-8459-5731‬: Iyaa.. Idem mbak marie.. ✋🏻#toss
Nikha: Sy juga begini nih 🙈
Marie Matrik #2: Toss mba...✋🏻😸
Narsum: Mungkin saja mba 😅
Jadi.. sebenarnya.. temubakat.com itu pun hanya sebagai alat tes yang 90% akurat.
Tapi tetap saja itu hanyalah sebagai alat tes..
Justru yang mengetahui kekuatan dan kelemahan diri adalah kita sendiri..
#imho
Tantia: Mksh mb😊
Narsum: Capai yang targetnya mudah dicapai terlebih dahulu..
Baru tingkatkan lagi sesuai apa yang mau dicapai selanjutnya yang sudah ditulis sebelumnya..
Targetnya pun harus kongkrit..
Misal:
-tahun ini saya ingin mengajarkan toilet training pada si bungsu.. dan itu masuk dalam aktifitas harian..
Atau..
Tahun ini saya harus bisa bikin kue tart..
(Yang suka dan bisa didahulukan.. baru yang suka dan tdk bisa)
*Host*:
alhamdulillah masih 8 menit lagi, bunda2.. jika masih ada yg ingin ditanyakan, monggo masih bisa
*narsum* :
Atau misalnya buat yang bekerja diranah publik..
Tahun ini saya harus expert dibidang saya dengan mengikuti training yang berkaitan dengan profesi dan sebagainya..
Intinya.. setiap orang punya misi hidup yang berbeda yang sudah digariskan olehNya..
Tentunya yang sukses biasanya yang menyukai bidangnya..
*Host*:
Masih adakah yg mau ditanyakan?
Jika tidak mungkin mbk zy bisa menyampaikan kesimpulannya?Silakan...
*Narsum*:
Satu lagi contoh yang saya lihat dari kehidupan disekitar saya..
Biasanya.. pedagang yang sukses itu adalah dia yang memegang dan mengatur langsung penjualannya sendiri, kalau hanya sebagai pemberi modal, dan diserahkan ke orang lain (karyawan) agak lambat suksesnya.
#cmiiw
*Tantia*: Sepakat itu
*Narsum*:
Belajarlah membaca kehendakNya. Kita ditakdirkan dalam keluarga kita saat ini untuk apa?
Hati kita yang bisa menjawabnya sendiri.
Be profesional, rejeki will follow..
Mohon maaf apabila jawaban saya kurang pas..
Terimakasih mba hestya dan mba poppy..
Wassalam
*Host*:
Oke...terimakasih mbk Zy yang sudah menjadi narasumber,juga teman2 lain yg bertugas.Berhubung sudah jam 21.00 lewat,mari kita sudahi diskusi kita.Mohon maaf jika saya ada kekurangan dalam memandu diskusi ini.Sampai jumpa di sesi berikutnya^^
Kita tutup dengan ucapan hamdalah dan doa kafaratul majelis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik” Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
Wassalamu'alaikum.wr.wb...
===========///////==========

Sabtu, 03 Desember 2016

#FITRI PURBASARI_NHW7

TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF
  1. Temukan Bakat
    Sebelum melangkah ke ranah produktif dengan bahagia, kami dibimbing untuk mengetahui tipe kekuatan diri (
    strength typology) dengan tool talents mapping nya Abah Rama di www.temubakat.com. Hasilnya bisa dilihat disini.

  2. Amati Hasil
    Hasil temu bakat di atas cukup mewakili apa yang saya rasakan: Caretaker, Commander, Communicator, Educator, dan Visionary. Saya memang orang yang suka berkomunikasi dengan banyak orang, cenderung suka sharing, jadi tepat sekali kalau menurut tipologi ini kekuatan saya ada di ranah rasa (interpersonal). Selain itu, saya memang orang yang visioner, selalu melihat jauh kedepan saat membuat rencana apapun.
    Alhamdulillah sebagai fasilitator pendidikan ibu & anak, saya sudah berada pada profesi yang sesuai dengan karakter saya. Bakat ini yang akan terus saya kembangkan. Sedangkan soal keterbatasan saya (terutama dalam hal administrasi), saya akan menyiasatinya dengan mendelegasikannya. Sesuai saran para mentor, saya akan Meninggikan Gunung Bukan Meratakan Lembah, Fokus pada Kekuatan dan Siasati Keterbatasan. :-)
  3. Tentukan Kuadran Aktivitas





REZEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.
Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR".
Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.
Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.
Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.
Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”
Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar.
Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah 
bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.
Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.
“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "
Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.
Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
Maka
*_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_*
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.
Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.
Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya.
Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.

Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya.
Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.
Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,
Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_
******************\************\\*\\\****

*Resume Diskusi NHW #7*
Hari, tanggal : Selasa, 29-11-2016
Host : Bara
Co-host : Poppy
Narsum : Nia Nio
Notulis : Dinda
*Host*
Bismillahirrahmanirrahim.. Salam Ibu professional✊🏻 Selamat bergabung di kulwap materi ke7 "Matrikulasi IIP Depok #2
Stop presensi ya bundaa
Mba Nia... sudah monitor kah?
*Narsum*
Yuhuuu I am readyyy 🙋🏻🙋🏻🙋🏻💖💖
1⃣ Wiwit :
 Alhamdulillah senang nya dpt materi ini menambah tingkatan pengetahuan ke bunda produktif. Dr materi sesi ke-7 ini yg paling sy garis bawahi yaitu Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR. Yg masih mengganjal di hati & pikiran saya..ketika kita telah menemukan aktifitas yg membuat kita berbinar2 &berniat ingin menjadikan diri kita bermanfaat bg org banyak..tp justru terkadang msh merasa blm mantap krn msh ada rasa takut mengorbankan & lalai terhadap amanah Nya. Misal : saya senang sekali saat menjadi dosen,ketika berbagi ilmu,pengalaman dan tdk sekedar mengajar tetapi memotivasi mahasiswa..dan melihat respon positif mereka membuat sy bersemangat & berbinar2..tetapi terkadang sy msh ragu apakah sebaiknya waktu yg saya gunakan lebih baik digunakan bersama anak & keluarga. Mhn pencerahan dr pengalaman tim fasil tercinta 😘 Jazakillah khairan katsiraa 😊🙏🏼
➡ Bunda Wiwit, keraguan dan ketakutan hanya akan menjadi mental block. Jika bisa mencapai keduanya yakni; mengajar dan membersamai anak maka lakukanlah keduanya. Tentunya dengan jadwal yang sudah kita atur sedemikian rupa sehingga tidak akan melalaikan salah satunya.
Rasa takut akan kelalaian itu harus dihadapi dan dikelola. Catat apa poin Amanah Allah yang kita harus jalan kan bersamaan dengan misi produktif kita. Terapkan kuadran kegiatan. Evaluasi hasil apakah keduanya berjalan seirama.
Sematkan do'a padaNya dalam setiap langkah kita keluar agar bermanfa'at juga untuk keluarga yang kita tinggal sementara, karena itu adalah salah satu parameternya. ✅
2⃣ siti muslihah
Bgmna tanggapan Bu Septi & fasilitator tentang  pendapat pikiran kalau uang hasil kerja sendiri (ibu bekerja di ranah publik )   bisa bebas peruntukan nya dan terkadang kalau ibu rumah tangga (ibu tidak bekerja) kesan nya banyak merepotkan suami dalam hal finansial karena seperti hanya mengandalkan uang dari pemberian suami...
➡ Bunda Siti Muslihah, sesuai dengan materi kali ini yang kita garisbawahi adalah bukan perkara rupiahnya maupun asal penghasil sumbernya, namun produktivitas Ibu professional adalah nilai manfa'atnya. Seberapa besar diri kita memiliki nilai kegunaan bagi pemberdayaan diri dan orang lain/ Keluarga kita.
Karena Rizki tidak selalu terletak pada uang yang kita hasilkan, maka pikiran yang disampaikan mbak Siti menjadi tidak relevan juga.
Bebas peruntukan maupun merepotkan suami hanyalah frame pikiran yang membatasi. Yang jauh lebih penting adalah akan dipergunakan bagaimana harta yang dihasilkan, karena yang halal akan dihisab yang haram akan diazab. ✅
3⃣ Tantia
Apa ciri2 bunda sayang dan bunda cekatan sdh berhasil dan bisa melangkah ke jenjang bunda produktif?
➡ Bunda Tantia, yuk kita inget lagi materi #2 tentang  Ibu Profesional;
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
Jika seluruh pertanyaan diatas telah dapat kita jawab secara positif mantap, dan seluruh indikator profesional yang sudah kita buat di NHW#2 terkait bunda sayang dan bunda cekatan maka kita sudah siap melangkah ke bunda produktif
Lalu persiapan berikutnya
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?✅
4⃣Maria susanti
Menjadi ibu produktif itu awalnya saya berpikiran seorang ibu yang bisa menambah pendapatan keluarga(materi) ternyata di IIP matrikulasi berbeda. Jadi mba seandainya saya sudah:
1.menambah syukur
2.menegakan taat
3.membagi mamfaat
Berarti saya termasuk seorang bunda produktif ya?tolong minta di ulas lagi mba tentang 3 hal diatas berkaitan dg bunda produktif.terimakasih
➡ Bund Maria, persis!, seperti itulah maksudnya, InsyaAllah Rizki mengikuti
Jadi begini. Produktif disini lebih kepada: jalankan misi utamanya, baik di dalam rumah maupun publik bergairahlah dalam melakukannya, efek sampingnya rizki datang dan mengalir menghampiri sendiri. Kalaulah bisa sambil membersamai anak, lalu membuat project yang menghasilkan rupiah maka Alhamdulillah, jika tidak maka jaga gairah manfa'at dan bertawakallah, barangkali Rizki dikirim melalui moda "kendaraan" lain.✅
5⃣ Febi
Manakala kita bekerja di ranah publik, misalnya pelayanan ke masyarakat, ada amanah yang kita emban.  Di sisi lain, amanah keluarga juga jangan sampai diabaikan.  Apakah bijak jika kita meminta keluarga utk mengerti bhw kita memiliki tanggungjawab dalam mengemban amanah pekerjaan di ranah publik sehingga tdk bisa selalu hadir secara fisik? Pantaskah kita beralasan bhw bekerja di ranah publik adl sbg bentuk mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab?
➡ Bunda Febi, lihat kembali. Apakah dengan bekerja di ranah publik menambah kemuliaan keluarga kita atau malah sebaliknya. Jika ranah publik yang kita emban memang bernilai misi hidup maka komunikasikan kepada keluarga, pada saat seperti apa kita harus full diluar. Beri alasan paling mulia pada peran kita di publik.
Karena jika menggunakan alasan mandiri dan tanggung jawab, maka sesungguhnya hal tersebut masih bisa ditularkan dan diteladani juga dari rumah.✅
6⃣ Hilma
Saya resign dari pekerjaan saya setahun lalu, karena ingin fokus mengasuh anak. Sy sadar akan resiko nett income kami menjadi berkurang utk memenuhi kebutuhan kami. Akhirnya sy memutuskan untuk jualan online. Namun, setiap kali sy nge-gadget utk promosi atw melayani customer, anak sy (2,5 thn) jd rewel krn dia jd ingin ikut main gadget dan akan menjd rewel jika berhenti. Krn tidak ingin dy menjadi gadget addict, akhirnya sy off sementara jualannya. Sy tdk tertarik utk ngantor lagi, usaha online sptnya lebih cocok utk sy. Sy ingin mulai berjualan online lg krn utk menutupi kekurngn pemskn keluarga kami. Mohon saran bgmn agar sy bisa tenang berjualan tnp membuat anak sy rewel utk tertarik ngegadget. Terimakasih.
➡ Bunda Hilma, menarik sekali. Bunda bisa menerapkan kandang waktu yang sudah dipelajari di NHW sebelumnya.
✔Terapkan waktu khusus yang bunda butuhkan untuk melakukan aktivitas pemasaran online. Atur strategi marketing Bunda yang tidak mengganggu jadwal kegiatan fitrah anak-anak.
Misalnya:
Kerjakan upload foto Dan rekap pesanan saat anak sudah tidur/sebelum bangun
✔Terapkan rules marketing yang sesuai dengan kondisi. Misal: tidak harus selalu menjawab setiap pertanyaan yang masuk setiap saat di gadget. Bisa saja kita komunikasikan ke blog/ig jalan bahwa Pertanyaan akan dijawab pada jam XX
✔Atau bikin list FAQ, sehingga pertanyaan dasar sudah terjawab.
✔Rekrut admin khusus
Dan masih banyak cara lainnya.
Yakinlah bahwa jika kita kreatif Dan sungguh sungguh rejeki yang menghampiri. Online selling hanyalah salah satu Dari sekian cara dan media memperoleh Rizki 😊
Khusus materi ini kapan kapan bisa ditambahkan mbak Zy dan mbak Diah juga. Kebetulan kami semua fasil online seller juga ☺
7⃣ Marie
Untuk meningkat menjadi bunda produktif, kita harus menguatkan diri di sisi bunda sayang dan bunda cekatan, karena sejatinya kita harus menjaga amanah utama yaitu anak2.
Idealnya, apakah sebaiknya kita tidak masuk ke ranah produktif dulu sebelum tahap bunda sayang dan bunda cekatan beres? Trus bagaimana jika hal yg membuat mata kita berbinar2 itu ada di ranah publik? Apakah hrs ditunda dulu? Mohon pencerahan. Terima kasih.
➡ Bunda Marie, idealnya iya. Beresnya dengan parameter seperti pertanyaan nomor 3 diatas. Bagi ibu bekerja di rumah tunda kita hingga kita bisa memenuhinya. Bagi ibu bekerja di ranah publik, kejar bunda sayang dan bunda cekatannya. Dengan begitu produktivitas kita optimal.✅
8⃣ Azay
"Menjadi produktif adalah bagian dr ibadah, sedangkan  rezeki adalah urusanNya". Berkaitan dgn kalimat👆🏻, sy msh tetap saja bertanya2 pd diri sy sendiri. Sy bekerja di ranah publik, sampai saat ini sy msh berusaha untuk memperkuat pilar bunsay&buncek, tp kok ya tetap aja rasa bersalah karena tdk bisa selalu hadir 24jam untuk anak😭.
Bertemu anak hanya 12 jam,dr jm18.00-06.00 (sebagian besar waktu adalah waktu istirahatnya anak).
Anak sy saat ini msh berumur 4thn. Apakah yg hrs sy lakukan? Mohon masukannya.
➡ Bunda Azay, rasa bersalah itu harus diidentifikasi, ukuran "salah" berdasarkan apa. Apakah karena Bunda tidak memenuhi indikator professional yang telah dibuat? Apakah porsi delegasi belum optimal atau apa.
Satu hal penting juga yang harus dipahami, bekerja di ranah publik apakah urgent? Dalam hal ini jika memang harus bekerja karena ada Amanah lebih besar di Keluarga, maka siapkan semuanya.
Bersama dengan anak juga bukan sekedar bersama. Maka hadirkan seluruh hati jiwa raga dan seluruh perhatian kita saat 12 jam itu dengan efektif dan hangat.✅
9⃣ Fitri Purbasari
Saat keinginan menjadi bunpro mendesak namun terganjal krn blm mapan d bunsay n buncek gmn y? 😞
➡ Bunda Fitri Purbasari, Sabar saja dan syukur. Tingkatkan implementasi bunsay buncek. Menjadi bunda produktif berarti menambah tantangan. Untuk itu kita harus yakin bahwa kita firm dengan tahapan awal ✅
🔟 Febi
Kalau suami sedang tidak bekerja di ranah publik (lebih banyak di ranah domestik), apakah peran manajer keluarga tetap tersemat pada ibu? Atau bagi2 peran manajerial, misal ibu manajer gizi, ayah manajer keuangan, dst?
➡ Bunda Febi, peran manager Keluarga tetap di Ibu, jika beberapa tugas bisa didelegasikan maka Ibu merupakan GMnya (General Manager) keluarga 😁nanti tinggal didelegasikan saja misal perihal keuangan dihandle oleh suami sebagai day to day manager keuangannya. Tapi suami tetap report ke Bunda. Supaya bunda dalam mengambil keputusan dapat komprehensif.
Manager itu harus membekali diri dengan strategic planning Keluarga, sehingga pendelegasian tugasnya pun harus selaras.✅
*Host*
Alhamdulillah 10 pertanyaan yg masuk sudah terjawab.. untuk selanjutnya masih dibuka kesempatan teman2 jika masih ada yg bertanya. Atau teman-teman yg ingin menanggapi jawaban2 diatas..
*Narsum*
Jika belum ada yang bertanya, saya mau sharing lagi. Saya juga dulu ketika menerima materi ini bertanya tanya dalam hati. Kemuliaan itu yang bagaimana ya, lalu kemudian mencoba pelan menggeser paradigma, Dari bekerja untuk mendapat penghasilan menjadi bekerja untuk menuju misi mulia.
Susah? Bangetttt!
Tapi teruuuus aja merenung, apa yang akan kukerjakan demi mendapat nilai atas peranku. Kalo kata bu Septi kita harus menjadi bukti, saya mau sampaikan saya adalah salah satu bukti.
*Host*
krn waktunya sudah habis dan tidak ada lagi pertanyaan tambahan, mari kita tutup saha diskusi ini dengan mengucap hamdalah.
Alhamdulillah..
Terimakasih kepada teman-teman yg sudah bertanya dan menyimak. Dan terimakasih kepada mba Nia nio atas jawaban2 yg diberikan.. 🙏🏻😊
*Narsum*
Terima kasih Tim yang bertugas malam ini Dan teman teman matrikulasi semua yang sudah menyimak. Selamat beriatirahat....mbak Diah punya bekel buat mimpi malam ini 😊

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...