Kamis, 03 November 2016

Assalamu'alaikum, Sayang...

Dear Suami,
Aku sangat bersyukur Allah Sang Pemilik Rasa mengirimkanmu padaku, Cinta.
Kamu, lelaki yang sebelumnya sama sekali tak pernah kulihat, tak pernah kukenal.
Kamu, datang dalam sebuah proposal manis yang menawarkan sebuah harapan.
Harapan dalam ikatan indah yang akan dilimpahi berkah.

Sayangku,
Terima kasih atas setiap cinta dalam imanmu.
Cintamu yang membawa namaNya telah dan akan selalu membuatku jatuh cinta.
Cinta yang insyaAllah akan terus merekah indah mewarnai langkah.
Cinta Karena Allah, tak lagi sekedar kata mutiara bagiku.
Cinta Karena Allah ini sungguh benar kurasa denganmu.
Cinta yang memancar karena keimanan, kepasrahan, dan ketulusan ini kuharap kian menyemburkan amal baik yang melejitkan kedudukan kita di hadapan Sang Pemilik Semesta.

Cintaku,
Tak pula bosan aku meminta ridhomu atas kekuranganku yang menyesakkan dadamu.
Kamu yang sungguh melengkapiku, mungkin sering kecewa karena aku sering tak sempurna melengkapimu.
Maaf, ya Sayangku.
Aku malu begitu.
Kamu selalu melakukan titah Allah atasku dengan sempurna sesuai kemampuanmu.
Kamu kerahkan semua peluh tanpa keluh untuk membuatku tersenyum.
Tapi aku seringkali lupa akan itu.
Aku seringkali kamu ingatkan untuk sabar dan bersyukur.
Memanglah itu yang selalu kubutuhkan, sikap sabar dan syukur.

Lelakiku,
Kamu, yang penuh sifat sabar, penuh kasih, lembut, penuh pertimbangan, tenang, dan pengertian, tak suka menyusahkan orang lain terutama aku, istrimu.
Kamu begitu paham peranmu sebagai lelaki.
Kamu begitu mengerti bagaimana memperlakukan tulang rusuk yang Allah amanahkan.
Terima kasih, ya Sayang..
Mohon maaf seringkali sikapku tak memahaminya.
Maaf, sikapku seolah tak mengizinkan kau melepas lelah atas penat yang sebenarnya kau pikul.
Maaf, sikapku sering mengganggu istirahatmu karena rasaku yang inginkan perhatianmu.
Maaf dan terima kasih atas binar pengorbananmu.
Semoga Allah Yang Maha Segalanya senantiasa melimpahimu surga dunia akhirat atas setiap perjuanganmu untukku dan buah hati kita.

Imamku,
Membangun Rumah Taqwa adalah misi pernikahan kita.
Kamu menuliskannya dalam proposalmu dulu.
Taqwa adalah kunci menuju kesuksesan sejati yang selalu kita idamkan.
Semoga Yang Maha Kuasa memudahkan langkah kita mencapainya. Aamiin.

Sayangku, suamiku, Pak Yusup Setiadi, aku mencintaimu karena Allah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...