Senin, 05 Februari 2018

Let's Read, Aplikasi Pecinta Storytelling

Alhamdulillah kami sekarang masuk ke game level terakhir di kuliah Bunda Sayang IIP. Makin kesini, you know, makin awesome deh kuliahnya hihii. Di tema akhir ini, Keluarga Multimedia, kami para ibu didorong untuk menjadikan teknologi sebagai partner dalam menjalankan setiap peran dalam hidup ini. Materi dibawakan oleh sang founder, Ibu Septi Peni Wulandani, dengan webinar. Teknis dan dan hannya bikin mata dan hati berkaca-kaca.. Kuberbisik, Ya Allah begitu sedikiiit yang hamba tahu.

Well, tugasnya setiap hari kita harus cari 1 aplikasi baru untuk dipraktekkan. Kali ini saya akan mengenalkan aplikasi seru buat para pecinta storytelling alias bercerita. Namanya Let's Read! 

Aplikasi ini, buat saya, sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak dalam hal-hal menanamkan nilai-hidup melalui cerita, memperkaya bahasa anak, dan memotivasi si sulung Rafifa (6 th) agar lebih bersemangat menjadi story writer. Selain itu, bagi saya pribadi sebagai pecinta storytelling, aplikasi ini tentu menjadi sumber referensi dan inspirasi untuk mempertajam bakat agar siap berbagi cerita saat dibutuhkan. Karena storytelling akan saya saya jadikan jalan menebar manfaat untuk membangun generasi yang lebih ceria. Aamiin.

Sahabat bisa dapatkan aplikasinya free via playstore dengan link ini .


Aplikasi ini merupakan perpustakaan digital untuk kategori buku cerita anak. Buku ceritanya dihimpun dari berbagai penulis di Asia. Tujuan khususnya adalah untuk untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Asia. Selain itu, ceritanya bisa dibaca dalam beberapa bahasa. 😍 Seru banget, kita bisa memperkaya wawasan kita dengan ragam cerita dan buat anak-anak ini pengalaman lain membaca cerita via gadget. Buku disini semuanya dibaca online dalam artian harus connext ke jaringan internet. Tapi bisa juga bukunya didownload untuk bisa dibaca offline. Bisa jadi bekal perjalanan yaa hehe. Kalau anak sudah bosan dengan buku bekalnya. Hehe.





Ini recommended banget buat guru bahasa Inggris yang sering cari bahan ajar dalam bertuk cerita hehe. Buat anaknya yang masih belum lancar bahasa ibunya, ceritanya bisa langsung diterjemahkan kedalam bahasa ibu masing-masing. Kadang ada buku cerita yang tanpa teks, nah ibu/ayah bisa improve cerita berdasarkan gambar yang ada. Atau untuk anauntuk anak yang sudah besar, bisa dijadikan ajang latihan bercerita berdasarkan persepsi dia. Asyik kan?! Coba deh!

Nah kali ini, saya memberikan kesempatan kepada dedek Fatimah (2,5 th) untuk memilih ceritanya. Dia memilih cerita ini.
Tentu saya bercerita dengan bahasa Indonesia karena dedek masih belum mapan bahasa ibunya (Indonesia).















Itulah laporan saya kali ini. Selamat bercerita. 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...