Sebagai fasilitator bahasa Inggris anak-anak, sayabersyukur sekali banyak aplikasi game yang sangat bagus. Salah satunya Match Up English Starter dari Wobble Monkey Studios ini. Aplikasi ini memfasilitasi kita belajar bahasa Inggris dengan kosakata British English melalui cara yang asyik. Prinsipnya sih repetition alias pengulangan. Tapi tidak membosankan. Dijamin deh beberapa kali main sudah dapet banyak kosakata. Ini linknya untuk download dari play store.
Game ini bisa dimainkan satu pemain dan 2 pemain. Terdiri dari beberapa kategori kosakata: animals, food and drink, in the house, clothes, transport, school and office. Selain itu juga ada ada sesi review yang mengcover beberapa kategori. Asiknya game ini dilengkapi suara. Jadi kita bisa belajar juga cara pengucapan yang benar (pronunciation).
Ketika memilih 1 player, muncul tampilan berikut. Kita bisa milih kategori yang mau dimainkan.
Misalkan, kategori yang dipilih adalah animals.
Di bagian ini ada beberapa sesi. Kita pilih dulu yang pertama. Lalu akan muncul gambar berikut.
Jenis soalnya ada yang menjodohkan gambar-gambar seperti itu, ada juga yang kata-gambar. Di player 1, pemain berpacu dengan waktu. Lalu di bagian mini quiz, bentuknya berupa menjodohkan kata dengan gambar melalui suara. Ada yang tulisan kata nya muncul, ada yang tidak dimunculkan. Ini jadi sesi listening. Saat kita merasa kurang jelas mendengar soal, kita bisa klik lagi di kotak soal, maka bunyi kata yang ditanyakan terdengar lagi. Ini bentuknya ya..
Lalu ada mini review dan big quiz di akhir sesi tiap kategori. Soalnya disini lebih banyak. Saat stuck, kita bisa ngintip materi dengan klik tanda tanya besar di pojok kiri bawah. Dan muncullah materinya. Untuk kembali ke quiz, klik tanda silang merah.
Berikutnya review untuk pilihan player 2.
Di menu player 2, kategori kosakatanya sama dengan di player 1. Pemain bergiliran mengikuti lampu yang menyala di avatarnya.
Bagi saya game ini sangat bagus. Anak dan murid-murid les saya sangat menyukainya. Hasil dari bermain game ini sangat signifikan terhadap penambahan kosakata mereka. Dari komentar beberapa pemakai game ini pun menyatakan kepuasan serupa. Game ini sangat recommended deh! 😉
Kakak Rafifa (6 th) lagi senang menggambar karakter dirinya dan adiknya, Fatimah (2,5 th). Saya mencoba memfasilitasinya dengan aplikasi mewarnai yang gambarnya lucu dan mudah diikuti. Saya memilih aplikasi Coloring Girl Draw and Doodle ini. Bisa diunduh di play store.
Tuh, gambarnya imut-imut kan?! Dan InsyaAllah mudah bagi anak-anak. Dan aplikasinya juga sangat simple dan petunjuknya mudah dimengerti. Pilihan warnanya banyak dan ada pilihan motif. Ini hasil perdana kakak. Hehe.. bagus kan cardigannya. 😁
Saya rekomen aplikasi ini, tapi matikan internet yaa saat anak memainkannya. Khawatir muncul iklan berbahaya. 😉
Alhamdulillah dapat kabar tentang tempat yang selama ini ingin saya kunjungi namun belum sempat mulu: Perpus Nasional. Kini eke tak masih bisa minjam buku walau dari jauh hehee.. dengaaan...ini... 😍
Aplikasi perpus punya negara kita nih.
Kita mesti registrasi dulu, punya akun, bisa pake akun Facebook atau email. Lalu kita juga bisa berteman untuk bisa melihat buku rekomended atau ulasan tentang buku-buku yang ingin kita pinjam.
Malam ini saya langsung pinjam dan baca 2 buku. KarenaKarena s utama saya adalah memperkaya wawasan tentang storytelling, jadi buku ceritalah yang duluan saya lahap. Hehe.
Alhamdulillah rasanya dengan teknologi, perpustakaan keluarga kami semakin banyak. Hehe. Coba deh aplikasi ini dengan klik disini.
Keingetan saran bu guru agar saya mulai ngajarin kakak Rafifa (6 th) belajar berhitung, maka saya pun cari aplikasi yang bisa mempermudahnya belajar.
Taraaa dapatlah ini.
Gamenya gak sekedar angka, tapi disertai ilustrasi. Lumayan sesuai konsep yang ingin diusung hehe. Kakak antusias mengisi quiz penjumlahan dan dan pengurangannya.
Tokohnya adalah si panda baby bus yang sudah familiar sama kakak. Selain itu, bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris dan itu akan lebih memperkaya kosakata kakak yang sudah mulai antusias juga belajar bahasa Inggris.
Game ini hanya punya dua level. Yaitu bilangan 0-10 dan 10-20. Maka ini cocok bagi pembelajar matematika awal.
Dengan adanya game edukatif seperti ini, tidak serta merta membuat ortu lepas menemani belajar ya, moms.. tetep harus dibersamai. Dan saran saya, saat anak main game ini, matikan internetnya, agar iklan-iklan yang berbahaya tidak mengganggunya. Silahkan klik disini untuk bisa mendapatkannya. Selamat mencoba. 😉
Alhamdulillah kami sekarang masuk ke game level terakhir di kuliah Bunda Sayang IIP. Makin kesini, you know, makin awesome deh kuliahnya hihii. Di tema akhir ini, Keluarga Multimedia, kami para ibu didorong untuk menjadikan teknologi sebagai partner dalam menjalankan setiap peran dalam hidup ini. Materi dibawakan oleh sang founder, Ibu Septi Peni Wulandani, dengan webinar. Teknis dan dan hannya bikin mata dan hati berkaca-kaca.. Kuberbisik, Ya Allah begitu sedikiiit yang hamba tahu.
Well, tugasnya setiap hari kita harus cari 1 aplikasi baru untuk dipraktekkan. Kali ini saya akan mengenalkan aplikasi seru buat para pecinta storytelling alias bercerita. Namanya Let's Read!
Aplikasi ini, buat saya, sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak dalam hal-hal menanamkan nilai-hidup melalui cerita, memperkaya bahasa anak, dan memotivasi si sulung Rafifa (6 th) agar lebih bersemangat menjadi story writer. Selain itu, bagi saya pribadi sebagai pecinta storytelling, aplikasi ini tentu menjadi sumber referensi dan inspirasi untuk mempertajam bakat agar siap berbagi cerita saat dibutuhkan. Karena storytelling akan saya saya jadikan jalan menebar manfaat untuk membangun generasi yang lebih ceria. Aamiin.
Sahabat bisa dapatkan aplikasinya free via playstore dengan link ini .
Aplikasi ini merupakan perpustakaan digital untuk kategori buku cerita anak. Buku ceritanya dihimpun dari berbagai penulis di Asia. Tujuan khususnya adalah untuk untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Asia. Selain itu, ceritanya bisa dibaca dalam beberapa bahasa. 😍 Seru banget, kita bisa memperkaya wawasan kita dengan ragam cerita dan buat anak-anak ini pengalaman lain membaca cerita via gadget. Buku disini semuanya dibaca online dalam artian harus connext ke jaringan internet. Tapi bisa juga bukunya didownload untuk bisa dibaca offline. Bisa jadi bekal perjalanan yaa hehe. Kalau anak sudah bosan dengan buku bekalnya. Hehe.
Ini recommended banget buat guru bahasa Inggris yang sering cari bahan ajar dalam bertuk cerita hehe. Buat anaknya yang masih belum lancar bahasa ibunya, ceritanya bisa langsung diterjemahkan kedalam bahasa ibu masing-masing. Kadang ada buku cerita yang tanpa teks, nah ibu/ayah bisa improve cerita berdasarkan gambar yang ada. Atau untuk anauntuk anak yang sudah besar, bisa dijadikan ajang latihan bercerita berdasarkan persepsi dia. Asyik kan?! Coba deh!
Nah kali ini, saya memberikan kesempatan kepada dedek Fatimah (2,5 th) untuk memilih ceritanya. Dia memilih cerita ini.
Tentu saya bercerita dengan bahasa Indonesia karena dedek masih belum mapan bahasa ibunya (Indonesia).
Itulah laporan saya kali ini. Selamat bercerita. 😊
Review ini akan mengulas atikel yang mengungkapkan pembahasan tentang aqil baligh dalam pandangan Ust. Adriano Rusfi. Kata beliau, seluruh literatur psikologi abad 19 tak mengenal masa remaja (adolescence), karena masa remaja adalah produk abad 20 dimana telah lahir generasi dewasa fisik (baligh) namun tak dewasa mental (aqil) Sungguh wawasan saya semakin tercerahkan dengan fakta yang dipaparkan beliau tentang fase kehidupan manusia yang ternyata Islam tidak mengenal istilah remaja.
Hebatnya, khasanah pemikiran ummat Islam tak kalah latahnya untuk melakukan pembenaran atas keliru didik yang fatal ini. Maka muncullah istilah Remaja Islam dan Remaja Masjid.
Maka, hari ini harus kita terima kenyataan hadirnya generasi penuh syahwat dan angkara, tanpa kendali akal. Akan berkali-kali kita saksikan generasi hamil di luar nikah, atau sibuk membully teman-temannya
Islam membagi perkembangan manusia kedalam:
🍋 pra aqil-baligh
🍊 aqil-baligh.
Hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa. Sedangkan pendidikan hanya mengenal paedagogi dan andragogi.
Lalu belakangan muncul generasi yang bukan anak, juga bukan dewasa, namanya remaja. Terjadi kebingungan identitas dan perlakuan dalam masa transisi yang makin panjang. Mereka menjadi galau dengan dirinya.
"Mari kita akhiri ini", ajaknya. "Kita didik kembali anak-anak kita menjadi pemuda : aqil-baligh yang sepenuhnya dewasa. Kita bentuk kembali generasi progresif yang menjadi kebanggaan manusia, bukan ABG nan agresif"
Jaman dulu tak ada AIDS, sekarang ada…. Jaman dulu tak ada Ebola, sekarang ada… Jaman dulu tak ada Autisme, sekarang ada…. Dan jaman dulu tak ada remaja, dan sekarang ada…
Lalu, apakah semua ini harus kita terima begitu saja sebagai “dinamika perubahan jaman” ? Apakah ikhtiar untuk kembali kepada YANG SEHARUSNYA akan disamakan dengan kembali ke masa lalu ?
Ya Allah..😨
Tidak !!! Tugas kita adalah membawa kehidupan kepada situasi ideal. Bukan hanya troubleshooting, tapi problem solving. Percayalah, sesuatu yang sebelumnya tak ada, bisa diikhtiarkan untuk kembali tiada..
Kematangan fisik (baligh) manusia melahirkan nafsu, baik nafsu seks (eros/life instinct) maupun nafsu agresivitas (thanatos/death instinct). Dan yang mampu mengendalikannya adalah akal (aqil)
Marilah kita berempati pada anak-anak kita, ketika kita bangun kematangan fisiknya tapi kita lalaikan kematangan mentalnya. Mereka begitu kewalahan mengendalikan nafsunya, karena kontrol akal belum dimiliki.
Bukan hanya kita, para pendidik dan penegak hukum yang bingung menghadapi mereka. Merekapun bingung menghadapi diri mereka sendiri. Masihkah kita ingin mereka menjadi remaja, bukan dewasa?
❔Lalu, bagaimana caranya agar konsep remaja kembali kepada PEMUDA ?
Ustadz Adriano Rusfi memberikan solusi berikut. Jika anak kita telah berusia tujuh tahun ke atas, lakukanlah hal ini :
PERTAMA, jangan menganggap periode remaja sebagai keniscayaan, karena remaja adalah produk kebudayaan
KEDUA, didiklah anak-anak kita menjadi dewasa, bukan setengah dewasa
KETIGA, didik mereka untuk bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Gunakan pendekatan consequential learning
KEEMPAT, libatkan mereka dengan permasalahan hidup. Jangan sterilkan mereka dari hidup dan perjuangannya.
KELIMA, besarkan mereka di tengah realitas. Sesungguhnya iman itu harus diuji di tengah realitas
KEENAM, didik mereka belajar untuk mencari nafkah, walaupun hanya untuk sekadar untuk menambah uang jajan
KETUJUH, ajari mereka untuk berorganisasi, berempati terhadap problematika sosial, dan berpikir untuk menemukan solusinya
Persembahan kelompok 6, Menali, digawangi oleh para bunprof beikut:
🧕🏻Prajwalita Cininta Nareswari
🧕🏻Siti Khoiriyah
🧕🏻Ria Arianty
🧕🏻Ahdiyati Marwa
🧕🏻Tri putri yuniarti
🧕🏻Lidya Cecilia
🧕🏻Endah Tri Hastuti
🧕🏻Shofiyah Nashirotul Haq
🧕🏻Izzatul Muafiroh
🧕🏻Nourma Devita
Well, mari kita mulai membaca materi yang mereka sajikan.
Latar belakang diangkat masalah pentingnya pendidikan seksualitas sejak dini adalah karena masih banyak ortu yang sungkan/merasa tabu mengangkat pembicaraan tsb ke anak.
Sedangkan tantangan saat ini adalah
▶Maraknya kasus pedofil dan beredarnya para predator. Bahkan dari kalangan guru dan tetangga yang notabene dianggap "lingkungan yang aman"
▶Maraknya pornoaksi dikalangan anak usia sekolah, bahkan dilakukan oleh teman sendiri.
▶Bullying yang bersifat kejahatan seksual di kalangan pelajar.
Video pendukung
Courtesy by Semai2045
Menjaga Aurat Dari Dalam Rumah
Aurat adalah bagian penting dalam menjaga tumbuhnya Fitrah seksualitas anak dengan baik.
Mengacu pada Q.S. An-nur tentang aurat, kami mencoba menerapkan batasan aurat tubuh dan waktu.
🧕🏻 *Aurat Tubuh*👳🏻♀
Dewasa ini kita seringkali melihat penyimpangan seksual justru terjadi di dalam lingkup terkecil. Atau keluarga. Ayah memperkosa anak. Atau anak mengintip adegan kamar ayah ibunya,dan banyak penyimpangan lain yang terjadi dari dalam Rumah.
Salah satu penyebabnya adalah karena lalainya pendidikan aurat di dalam Rumah. Karena merasa saudara, merasa tidak ada batasan aurat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. an-Nûr:31)
Dalam hal ini, batasan aurat muslimah yang harus kita pahami terbagi menjadi empat menurut Imam Nawawi di kitab Nihayatuzein, yaitu :
1. Sesama mahram dan dikalangan muslimah boleh melihat tubuh wanita, *kecuali bagian di antara pusar dan lutut* namun juga harus melihat di tempat yang sepi seperti di rumah, kamar mandi, kamar pribadi. Tidak sedang di tempat umum atau bercampur yang bukan mahram dan wanita nonmuslim. Seperti yang dikatakan dari sebuah hadist
Diriwayatkan dari Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu,
“Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 251) dan Muslim (no. 320)]
Al-Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, dimana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram.” [Lihat Fat-hul Baari (I/465)]
2. Menutupi seluruh badannya ketika bersama wanita nonmuslim
3. Seluruh badannya sampai kuku kaki harus tertutup ketika ada laki-laki yang bukan mahramnya.
4. Menutup seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah ketika shalat
Jadi, harus dilihat dan diperhatikan yang paling penting situasi dan kondisi dimana dan dengan siapa muslimah itu berada. Jika berada bersama wanita sesama wanita muslim lainnya itu diperbolehkan kecuali bagian di antara pusar dan lutut. Namun jika berada sesama wanita nonmuslim tetap harus menutupi seluruhnya.
_TIPS:_
✅ Batasan aurat tubuh di dalam rumah adalah pusar sampai perut. Baik perempuan ke perempuan,maupun laki2 terhadap laki2.
👕 Di dalam Rumah,gunakan Baju yang menutupi aurat tersebut
👖Gunakan baju di kamar mandi setelah selesai mandi, jika anak belum bisa,berikan handuk yang menutupi auratnya. Ganti baju di dalam kamar tertutup.
👶🏻 Adik bayi pun punya aurat, menjemur bayi dengan tetap menutupi alat kelaminnya. Dan tidak mengganti diapers di tempat terbuka.
🏠 *Aurat Tempat dan Waktu* ⏰
Q.S.An-Nuur 58-59
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: *sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya* (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:58)
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:59)
Surat an-Nur dimulai dengan menghukumi pria dan wanita yang berbuat keburukan. Di ayat-ayat terakhir dari surat ini menjelaskan tentang upaya mencegah munculnya penyimpangan seksual di antara anak-anak dan menjaga kehormatan umum di lingkungan keluarga. Ayat ini mengatakan, para pelayan rumah, anak kecil dan besar yang dapat pergi ke mana saja dari ruang di rumah harus menghormati ruang privasi orang tuanya. Mereka tidak boleh memasuki kamar orang tua tanpa izin.
Sementara untuk anak-anak yang belum baligh memiliki kebergantungan besar dengan ayah dan ibunya dan biasanya berada di dekat mereka. Ayat ini secara khusus tentang mereka
menyebutkan, bahkan anak-anak yang belum balig harus meminta izin untuk memasuki kamar di saat ayah dan ibunya sedang istirahat atau berdua saja. Perintah ini harus diajarkan orang tua kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil, sehingga mereka tahu bagaimana menjaga kesucian dan kehormatan.
Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Hubungan seksual suami dan istri harus dilakukan sedemikian rupa dengan menjaga kehormatan terutama dihadapan anak-anak dan dilakukan diruang privasi.
2. Anak-anak harus berlajar menjaga kerhormatan sejak di lingkungan keluarga.
3. Suami harus menyisihkan waktunya untuk istri dan anak-anak tidak boleh mengganggu waktu khusus ini.
_TIPS:_
✅Menjaga aurat tempat
- Setiap anggota keluarga punya privasi di dalam kamarnya. Maka harus minta izin jika ingin masuk kamar anggota keluarga yang lain
_Pengalaman menjaga fitrah seksualitas dari dalam rumah - Rumah Eviro Home Team)_
_Bahan tulisan:_
💡Al-Qur'anul Karim. Surat An-Nur ayat 31, 58-59
💡Pengalaman mendidik fitrah seksualitas Rumah eviro home team
💡http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.muslimahdaily.com/khazanah/muslim-digest/item/479-batasan-aurat-wanita-terhadap-wanita-lain.html&ei=fspz_eTt&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515441552&sig=AOyes_RInBs9Uonzd4iMnKTd_5pLuLvIZA
💡 http://googleweblight.com/?lite_url=http://indonesian.irib.ir/aplikasi/item/90333-surat-al-nur-ayat-58-61-part-624&ei=DbRDjk0l&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515442504&sig=AOyes_RDvPsUggvgVxlo1MSfv2AWerEl1A
Dari latar belakang dan materi diatas, maka kelompok 6 mengusung 3 solusi untuk itu:
Dengan 3B *Bermain *Bernyanyi *Bercerita
Berikut ini ada cerita yang dituturkan oleh salah satu member grup ini. https://steller.co/s/7nLUzeAnuMk
Lalu ada kado yang lain.
Video Sebagai Bahan Contoh tindakan yang mesti dilakukan ortu jika anak mengalami pelecehan seksual.