Minggu, 30 April 2017

T10 D8 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Fatimah's Day Out to Bogor

Hari ini Fatimah (20m) pergi liburan nyusul abi dan Kakak ke Bogor. Kakak Rafifa (5y4m) sudah berangkat duluan pagi tadi karena harus survey lokasi orojek pekerjaan abi.
Sementara Fatimah dan saya ikut acara Milad YTI dulu sampai dhuhur. Lalu jam 15.00 kami sudah berada di stasiun Depok Baru untuk menuju Stasiun Bogor. Ini kali pertama kami jalan hanya berdua. Hehe.. dan Fatimah sedang asik-asiknya kesana kemari, begitu pun di kereta. Lalu di pelataran stasiun Bogor saat kami menunggu dijemput abi dan Kakak, Fatimah sangat heboh. Ya mungkin karena ini pertama kalinya juga sejak dia "ngerti". Wow, dia seakan melihat semuanya menakjuban. Ya semuanya menarik bagi dia. 😍 Kulayani setiap ajakannya. Ya, dia sedang Belajar! Belajar mengalami hiruk pikuk diluar rumah.


Langit, burung, kupu-kupu, orang-orang, mobil, motor, kereta, jalan raya, jembatan penyeberangan yang tinggi, angin, panas, bunyi klakson, restaurant, hotel, lift, kasur, telepon, semuanya menyenangkan baginya. Semuanya membuat Fatimah berbinar-binar. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Anak giman orang tuanya. Orang tua harus jeli, kreatif, dan sabar memanfaatkan situasi, agar anak bisa mendapat ilmu dan pengalaman uang bermanfaat. Semoga emak ini semakin sabar dan bugar mendampingi anak-anak cerdas ini. Aamiin.


Sabtu, 29 April 2017

T10 Day7 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Learning By Doing

Hari ini hari Sabtu, Kakak Rafifa (5y4m) libur sekolah. Ada Mora, teman sekolahnya, main ke rumah. MasyaaAllah kegiatannya hari ini sungguh beragam hehee.. banyak yang bisa saya amati.

Bermain bersama kali ini sungguh pelajaran yang memuat banyak nilai keterampilan: menghormati tamu, berbagi, menyampaikan perasaan, menyampaikan pendapat/keinginan, bekerja sama, menyelaraskan selera, dan meminta maaf. Membersamai mereka adalah saat yang tepat menyisipkan nilai-nilai baik untuk menyempurnakan keterampilan tersebut tapi tanpa intervensi atas kreativitasnya, hanya sebagai wasit hehee.


Kreatif dan imajinatif, sifat itu yang diasah dalam kegiatan bermain. Seru sekali menyimak percakapan mereka, terutama dalam bermain peran. Hehe. Salah satu yang lucu yang adalah ketika ceritanya mereka sedang bermain mencari harta karun dan bingung mencarinya dimana, Mora bilang "Gini aja, Raf, kita tanya aja sama bapa-bapa. Pa, jalan ke harta karung (πŸ˜‚) kemana ya?" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Selain itu, Kakak bercerita dengan semangat tentang iblis dan Mora menyimaknya dengan antusias dan takut. 😁 Lihat videonya disini.

Lalu mereka juga main lukis muka. Kakak agak kesel karena Mora mau main ini terus sementara Kakak udah bosen. Hehehe.. tapi dengan bujukan halus, Kakak pun mau menemani Mora bermain spidol wajah itu untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Kakak mengutek kuku saja, dan Mora merias muka kucing di wajahnya. Merasa puas dengan karya nail art nya, Kakak menawarkan jasa nail art ke Mora. Dan Mora bersedia. Hihiii.

Mereka juga meronce manik-manik membuat gelang. Karena gak sabar, Mora meminta 1 gelang yang sudah Kakak buat untuk dijual nanti ke teman-teman sekolahnya. Tapi Kakak baru bikin 2, buat Ghaziya dan Anisah. Buat Mora belum sempat dibikin. Mora minta salah satu dari gelang itu. "2 ribu ya Mor. Itu kan aku jual" "Aah besok aja yaa uangnya." "Yaah." Wasit bertindak, "Udah kasih aja ke Mora, kak, kan mora udan main kesini." "Emmh, ok deh, gratis aja itu buat kamu. Karena kamu udah main kesini." Top!! Hahaha. 😊

Oia, mereka juga bikin tenda dan pura-pura​ lagi kemping. Asik punya rumah tenda, mereka berjoget. Hahaha.. lihat nih. Mereka gelar karpet diluar tenda untuk melihat bintang. Sambil ngemil, mereka bercerita kesana-kemari. πŸ˜‚

Di akhir episode, hehe, ada sedikit drama. Si Kakak karena sudah ngantuk mungkin, moodnya terganggu. Dia tak bisa menahan diri dan meluapkan kekesalannya saat Mora tak mengikuti apa yang dia mau. Saat itu, Kakak mau Mora jawab quiz flashcard Al Ikhlas yang kemarin-kemarin dia pakai. Tapi Mora karena belum tau, dia pengen lihat semua flashcardnya. Hehe. Dan si Kakak tak setuu itu. Saya dan abinya memberi Kakak pengertian bahwa Mora belum tahu, tapi Kakak gak nerima. Ini berimbas pada momen-momen selanjutnya, sampai Mora bilang, "Kamu kok gitu mulu sih!". Saya dan abinya memberi Kakak penjelasan tentang bagaimana sebaiknya ia bersikap. Ia menangis, Mora pun semakin terlihat tak nyaman. Saya membawa Kakak ke ruangan lain untuk bicara. Namun yaa karena mungkin sudah sangat ngantuk, nasihat memang tak bisa diterima. Dan ayah Mora pun datang menjemput. Pulang deh Moranya. Saya berlanjut menasehati Kakak dengan berbagai ilustrasi. Dia terlihat sudah liyep liyep mau tidur. Saya janjikan 5 bintang, untuk melengkapi perburuan Bintang sepedanya, jika Kakak meminta maaf ke Mora dengan baik via voice note. "Kan sahabat!" Dia pun mengangguk setuju, dan tertidur..... Setelah bangun dan fresh, saya mengingatkan janji tersebut, dan dia melakukannya. 🌟🌟🌟🌟🌟

Bermain melibatkan seluruh panca indera, maka jelas ini masuk ranah kinestetik. Learning by doing is really amazing! 😍

Pada petang hari Kakak bermain game shopping di hp abi. Saat itu saya sedang meralihkan kasur di dekatnya. Saya dengar dari game itu, "We don't need this!". Iseng saya tanya, "apa artinya, Ka?". "Kita gak membutuhkannya.", Katanya. Wow, MasyaAllah, amazing!! Saya belum mengajarkan sejauh itu loh! Hehe. It means this game gives her something! "Naah, gitu dong, Ka, meski main game, Kakak dapat ilmu!" "Iya, mi, ini kan game belajar." Alhamdulillah. Dan ini memang saya dan suami kondisikan. Kami tidak mengizinkan dia main game yang tidak ada unsur edukasinya. Game, audio-visual. Nah, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, saya pun melihat vocabulary game sungguh sangat efektif. Saat ini saya memakainya menjadi main tool dalam les privat bahasa Inggris yang saya kelola di rumah.


Di malam hari dia mengambil buku Komik Palestina. Sabtu lalu, saat kami ke Gramedia, saya sempat tunjukkan buku-buku Kecil Kecil Punya Karya agar ia termotivasi menjadi penulis. Nah, dia ingat momen itu dan bilang, "Mi, kakak mau bikin komik ya, umi yang ngetik!" "Ok!" Lalu dia pun mengamati buku komik yang di tangannya. Barusan sebelum tidur malam, dia meminta saya membacakan komik itu. Sang adik, selalu mengikuti. 😁 Buku, gaya visual, menjadi makanan mereka. Alhamdulillah.




Jumat, 28 April 2017

T10 D6 Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak

Tampil... 

Anak-anak sangat suka dengan aktivitas ini, tampil di panggung. Jadi, InsyaAllah akan sangat bagus dijadikan sarana belajar bagi anak bergaya kinestetik. Selain itu juga, gaya manggung ini diharapkan bisa melatih public speking skill nya. Hehe..

Petang ini Kakak sedang semangat nyanyi lagu-lagu Islami, mungkin karena di sekolah sedang latihan untuk akhirussanah. Hehe.. manfaatin saja latihan tampilnya untuk murajaah hafalan juz amma. 😁


Kakak Rafifa (5y4m) memulai penampilannya dengan surat Al Fatihah, lanjut Al Fiil, lalu Al Falaq. Video terakhir bisa dilihat di wall facebook saya, klik saja disini.

Apapun gaya belajar anak kita, asalkan baik, lanjutkanlah. Hehe... πŸ˜‰

Kamis, 27 April 2017

T10 D5 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Ya, Luaskan Makna Belajar!

Setelah membaca Cemilan Rabu dari gurunda Bu Septi kemarin, seakan tersadar lagi bahwa kita jangan pernah membatasi arti belajar hanya dengan duduk rapi depan meja mengahadap buku. Ya kita perluas makna belajar kita dan anak-anak, agar kecerdasan yang diperoleh pun semakin banyak.

Hari ini, saya mulai melakukannya dengan sadar, menanggapi setiap ucapan dan sikap anak-anak dengan gaya fasilitator. Saya harap mereka belajar sesuatu dari gerak gerik yang mereka lakukan.

Kedua anak saya tidak puas kalau muka saya tidak menatap mereka saat mereka bertanya atau memanggil. "Umi..." Maka saya harus setor muka dan badan ke arahnya. Hihihiii.. kalau tidak begitu, "Umii..Umii!" Si Bungsu Fatimah (20m) akan teriak-teriak dengan ekspresi kesal dan gigi gemeretak. Hahaha.. Si Kakak (5y4m) apalagi. Kalimatnya sudah kompleks, "Umi, lihat sini dong! Kaka mau tanya sebentar!" Ya..ya..yaa.. visual.

Di penghujung hari, Kakak minta diambilkan pompa untuk balonnya. Saya menyisipkan nilai bekerja sama dalam projek ini. Alhamdulillah, pelajaran tersampaikan dengan seru! Kakak mencoba memompa sendiri, ternyata dia rasa sulit. Dia pun meminta kami membantunya memegang balon sementara dia yang mompa. Sebelum kami bergerak, sang adik mengambil alih. Lihat deh videonya disini. πŸ˜‚
Lalu saya membantunya sambil menyampaikan beberala pertanyaan tentang kenapa kita perlu bekerja sama. Alhamdulillah dari kegiatan mompa balon ini, dia mendapatkan pengalaman bahwa dengan bekerja sama pekerjaan lebih cepat selesai dan lebih mudah dikerjakan. Maka, mari bekerja sama! πŸ˜‰ Kinestetik.



Rabu, 26 April 2017

T10 D4 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Visual-Kinestetik Mungkin Lebih Dominan

Malam ini alhamdulillah Dedek Fatimah (20m) mulai baikan. Sejak sore dia mulai mau melakukan aktivitas bermain. Diawali mainin pensil gambar, meski masih sambil manyun. Hehee.. barusan kira-kira sejak setelah isya, dia mulai ceria dan centil lagi. Ini pertama kalinya sejak sakit sepekan lebih. Fatimah, seperti kebanyakan anak batita, belum memiliki gaya belajar yang spesifik. Sedang masa-masanya eksplorasi segala hal. Tentu, paling asik kalau sudah menonton video lagu nursery rhymes. Cepat hafal gerakannya!


Petang ini, Kakak Rafifa (5y4m) belajar mengenal Al Ikhlas dengan flashcard potongan ayatnya. Flashcard nya saya tulis sendiri dengan pensil warna yang berbeda untuk tiap ayat. Diajakin game Baca Acak Ayat, Kakak cukup antusias.
Lalu, game berlanjut ke sambung ayat sambil kakak mewarnai gambar batik kombinasi segitiga yang dibuatnya. Ini,,,strategi baru yang tring di tengah jalan! πŸ˜‚ Keseruan bertambah saat Kakak salah menyambung ayat, bedak dioleskan ke wajahnya. Hihihiii.
Alhamdulillah. So, so far gaya Kakak yang Visual-Kinestetik mendominasi. Nampaknya gaya itu membuatnya enjoy the learning.

Cemilan Rabu Gaya Belajar Anak

πŸ“‘Fitrah BelajarπŸ“œ
-------------------------------

"Anakku malas belajar"
Pernah dapat keluhan ini dari teman-teman sejawat?, atau dari tetangga?Saudara? atau kita sendirilah yang mengeluhkan hal ini.

Benarkah anak-anak kita malas belajar?. Atau jangan-jangan kitalah yang terlalu mengkotak-kotakkan pengertian belajar, sehingga menjadi "duduk diam di meja belajar sambil baca buku atau menulis/menyalin".

Fitrahnya setiap anak adalah pembelajar sejati, bagaimana tidak?.
Setiap bayi yang lahir adalah pembelajar tangguh, bayi tidak memutuskan merangkak seumur hidupnya, namun ia menuntaskan belajar berjalan dengan gigih, sampai bisa berlari dan melompat. Setiap bayi yang dilahirkan adalah penjelajah yang penuh rasa ingin tahu (discoverer, curiousity)setiap sudut rumah jadi targetnya. Setiap bayi yang lahir juga penuh dengan daya imajinasi kreatif. Lihat saja, di tangan kanak-kanak kita, sangkutan baju jadi pesawat, kursi jadi kuda pacu, awan dicat berwarna ungu, matahari berubah pink (merah muda) dan lain sebagainya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yang aman dan semangat.

 Lalu mengapa bisa berubah menjadi enggan atau malas belajar?. Jangan-jangan kitalah yang telah mengubur dan menyimpangkan fitrah belajarnya.

Apa saja yang bisa mencerabut fitrah belajar anak-anak kita?

1. pendidik (orangtua/guru) yang terlalu menyetir proses belajar anak, sehingga daya kreatif anak lumpuh.

2. pendidik yang terlalu banyak menyarikan materi, anak-anak tidak berkesempatan memaknai dan menemukan asosiasi antara ide-ide, sehingga daya pikirnya tidak terlatih

3. Buku teks yang digunakan tak mengandung ide-ide menggugah

4. Dipakainya kompetisi dan rasa takut sebagai pelecut belajar, sehingga anak-anak bukan belajar karena "rasa ingin tahunya".

*Kita tidak bisa memastikan buku mana yang akan menggetarkan jiwa seorang anak; lukisan atau komposisi mana yang akan memantik apresiasi seninya; kunjungan ke tempat historis mana yang akan membangkitkan kesadaran sejarahnya. Setiap anak akan memberi respon secara berbeda-beda sesuai keunikan minat dan kepribadian mereka. Yang bisa kita lakukan adalah membuka akses selebar-lebarnya untuk mereka pada seberagam mungkin ide yang berharga (Charlotte Mason)*

Banyak orang mengira, kemampuan manusia yang utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhanpun, Allah ciptakan mampu beradaptasi. Demikian juga, jika kita menganggap kemampuan utama manusia itu adalah kompetisi, karena sesungguhnya hewan dan jin pun berkompetisi.

*Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yang utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi dan mewariskan pengetahuan sebagai produk dari potensi fitrah belajarnya.* Seribu kera bisa dilatih memancing ikan, namun tidak satupun dari mereka mampu menciptakan kail dan mewariskan pada anak-anaknya.

Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki potensi fitrah belajar. Para orang tua/pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak-anaknya. Anak-anak hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtuanya yang terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatan untuk semakin menjadi dirinya.

sumber bacaan:
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
πŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’Ύ

Selasa, 25 April 2017

Game #4 Day #3 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Gaya Belajar Anak
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4

Gaya Visual Sederhana

Masih mengamati sang Kakak (5y4m) saja karena adik masih sakit. Semoga adik segera sehat dan aktif kembali yaaa.. 😘


Kegiatan harian kakak tergambar dalam foto diatas. Mengaji adalah kegiatan wajib tiap pagi dan petang. Yaa, kadang sangat semangat, kadang enggak. Hehe.. Makanya game acak halaman selalu menjadi andalan. Dia sangat seneng kalo diajak quiz acak tersebut, untuk menjeda kebosanan atau sebelum melangkah ke materi baru yang notabene lebih sulit. Fyi, materi barunya kali ini adalah ketika tanwin ketemu hamzah washal, artinya ada nun yang ghaib, hehee..lumayan kan?! 😁 Quiznya adalah, sayaminta Kakak membuka halaman tertentu dan membaca baris tertentu. Misal, "Buka halaman 97! Baca baris ke 3." Begitu. Ini sekaligus mengajarkan angka padanya. Pujian dan bintang adalah rewardnya.

Lalu tahfidz. Belajar dark pengalaman Al Falaq kemarin, saya punya ide bikin buku hafalan buat dia dengan menuliskan ayat yang akan dihafal dengan spidol/pinsil warna. Kali ini bertujuan untuk menguatkan surah Al Ikhlas.

Setelah mengaji, Kakak mengerjakan LKS. Banyak LKS yang saya dan suami sediakan untuknya, mulai dari LKS yang biasa dipakai di TK sampai LKS entertainment yang seperti tabloid disney. Setiap hari kami meminta dia mengerjakan LKS agar kelak terbiasa punya waktu belajar di meja.

Dan, aktivitas yang hampir tak pernah dia lewatkan adalah menggambar. Di umur segini, Kakak sepertinya sudah agak bosan mewarnai gambar yang sudah ada. Dia jadi lebih senang menggambar sendiri lalu mewarnainya.

Saya berusaha agar setiap hari bisa ada kegiatan DIY yang mengasah kecerdasan kinestetik nya. Tapi hari ini, saya melewatkannya karena harus mengurus adiknya yang sedang rewel. Semoga besok lebih baik semuanya. Aamiin.

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...