Aliran Rasa Game Gaya Belajar Anak
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Mata Semakin Membelalak
MasyaAllah semakin kesini levelnya semakin naik heheehe..materinya semakin aduhai. 😄
Di level 4 ini, dengan mempelajari Gaya Belajar Anak, wawasan saya semakin melebar. Ya, ilmu pengetahuan memang kian hari kian berkembang, membuat mata ini semakin membelalak, kening berkerut, tapi sekaligus antusiasme membuncah. Hihii lebay yaks. 😁
Materi kuliah iip semakin alot alot lezat, dikunyah pelaaaan pelan, dicermati rasanya hehee.. Allahuakbar, ilmu Allah begitu luas. Apalah diri ini. Tapi yaa..terus berusaha semangat memegang arahan hadist, tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Tak boleh lelah mengejar ilmu! InsyaAllah ilmu-ilmu ini bermanfaat dan kita dibekali Allah otak, device yang super duper canggih. Tinggal kita semangat memaksimalkannya.
Rasanya materi di level 4 ini baru sebagai pembuka kuliah. Selanjutnya kuliah mandiri tentang ini, Gaya Belajar. Tanpa ilmu mumpuni dalam hal ini, hasil belajar yang diperoleh tak akan maksimal. So, ayo selalu bismillah kejaaar dan praktekkan terus ilmu yang didapat.
Ibu adalah madrasah utama dan pertama anak.
Salam Ibu Profesional!
Sabtu, 13 Mei 2017
Selasa, 02 Mei 2017
T10 Day 10 Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Audio-Visual
Anak-anak, terutama Kakak Rafifa (5y4m), sangat menyukai aktifitas storytelling dengan suara yang ekspresif, suka bernyanyi dan mengubah lagu sesuai dengan situasi. Suka mewarnai sambil cerita. Ini mungkin masuk kategori audio-visual ya. Jadi so far, Kakak memiliki gaya belajar kombinasi.
Fatimah (20m) juga masih cenderung memakai banyak gaya, karena masih balita juga kali ya. Saya sedang berusaha menjadi ibu kreatif agar kecerdasan anak-anak berkembang dengan maksimal.
Gaya Belajar Anak
Audio-Visual
Anak-anak, terutama Kakak Rafifa (5y4m), sangat menyukai aktifitas storytelling dengan suara yang ekspresif, suka bernyanyi dan mengubah lagu sesuai dengan situasi. Suka mewarnai sambil cerita. Ini mungkin masuk kategori audio-visual ya. Jadi so far, Kakak memiliki gaya belajar kombinasi.
Fatimah (20m) juga masih cenderung memakai banyak gaya, karena masih balita juga kali ya. Saya sedang berusaha menjadi ibu kreatif agar kecerdasan anak-anak berkembang dengan maksimal.
Senin, 01 Mei 2017
T10 D9 Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Eksplorasi, Selalu Menyenangkan
Pagi tadi kami masih berada di hotel. Kami berenang. Anak-anak sungguh senang. Kakak pemanasan dulu sendiri sebelum turun ke kolam. Kami sngaja tidak bawa pelampung, agar Kakak lebih berani belajar berenang. Dan alhamdulillah sukses! Saya memeganginya belajar mengambang dan belajar gaya batu alias nyelem. Hehee.. dia sangat senang!
Hari pulang liburan dari Bogor naik KRL. Perjalanan sering kali menyenangkan. Anak-anak antusias melihat banyak hal sepanjang jalan. Banyak pertanyaan terlontar dari mereka. Saya pun melemparkan pertanyaan tentang arti gambar notice yang ada di KRL kepada Kakak Rafifa (5y4m), yaitu tempat duduk prioritas dan motice larangan yang ada d pintu kereta.
Setelah sampai Depok, kami mampir ke ITC Depok untuk membeli sepeda sebagai reward Kakak bulan ini (penukaran 100 bintang aktivitas pribadi mandiri). Reward sepeda muncul karena pekan depan akan ada lomba menghias sepeda di sekolahny. Kakak diminta memilih sepeda yang ada, lalu membuat kesepakatan tanggung jawabnya. Kakak harus selalu bersikap baik dan merawat sepedanya. Deal!
Tiba di rumah, langsung sepedanya dieksekusi. Dedek Fatimah (20m) juga bersepedadengan sepeda tetangga.
Lalu hujan turun, kami pun beringsut masuk rumah dan mandi. StelH mandi, mereka tidur dan bangun bada maghrib. Kami langsung makan bersama. Setelah itu, Kakak mainin sepeda lagi. Dedek tak mau ketinggalan. Kakak belajar berbagi dan mengalah pada adik.
Alhamdulillah. Eksplorasi hari ini sangat bermakna. Dan sekarang menjelang tidur malam, Kakak mengeluh pegal-pegal. Hehee..
Gaya Belajar Anak
Eksplorasi, Selalu Menyenangkan
Pagi tadi kami masih berada di hotel. Kami berenang. Anak-anak sungguh senang. Kakak pemanasan dulu sendiri sebelum turun ke kolam. Kami sngaja tidak bawa pelampung, agar Kakak lebih berani belajar berenang. Dan alhamdulillah sukses! Saya memeganginya belajar mengambang dan belajar gaya batu alias nyelem. Hehee.. dia sangat senang!
Hari pulang liburan dari Bogor naik KRL. Perjalanan sering kali menyenangkan. Anak-anak antusias melihat banyak hal sepanjang jalan. Banyak pertanyaan terlontar dari mereka. Saya pun melemparkan pertanyaan tentang arti gambar notice yang ada di KRL kepada Kakak Rafifa (5y4m), yaitu tempat duduk prioritas dan motice larangan yang ada d pintu kereta.
Setelah sampai Depok, kami mampir ke ITC Depok untuk membeli sepeda sebagai reward Kakak bulan ini (penukaran 100 bintang aktivitas pribadi mandiri). Reward sepeda muncul karena pekan depan akan ada lomba menghias sepeda di sekolahny. Kakak diminta memilih sepeda yang ada, lalu membuat kesepakatan tanggung jawabnya. Kakak harus selalu bersikap baik dan merawat sepedanya. Deal!
Tiba di rumah, langsung sepedanya dieksekusi. Dedek Fatimah (20m) juga bersepedadengan sepeda tetangga.
Lalu hujan turun, kami pun beringsut masuk rumah dan mandi. StelH mandi, mereka tidur dan bangun bada maghrib. Kami langsung makan bersama. Setelah itu, Kakak mainin sepeda lagi. Dedek tak mau ketinggalan. Kakak belajar berbagi dan mengalah pada adik.
Alhamdulillah. Eksplorasi hari ini sangat bermakna. Dan sekarang menjelang tidur malam, Kakak mengeluh pegal-pegal. Hehee..
Minggu, 30 April 2017
T10 D8 Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Fatimah's Day Out to Bogor
Hari ini Fatimah (20m) pergi liburan nyusul abi dan Kakak ke Bogor. Kakak Rafifa (5y4m) sudah berangkat duluan pagi tadi karena harus survey lokasi orojek pekerjaan abi.
Sementara Fatimah dan saya ikut acara Milad YTI dulu sampai dhuhur. Lalu jam 15.00 kami sudah berada di stasiun Depok Baru untuk menuju Stasiun Bogor. Ini kali pertama kami jalan hanya berdua. Hehe.. dan Fatimah sedang asik-asiknya kesana kemari, begitu pun di kereta. Lalu di pelataran stasiun Bogor saat kami menunggu dijemput abi dan Kakak, Fatimah sangat heboh. Ya mungkin karena ini pertama kalinya juga sejak dia "ngerti". Wow, dia seakan melihat semuanya menakjuban. Ya semuanya menarik bagi dia. 😍 Kulayani setiap ajakannya. Ya, dia sedang Belajar! Belajar mengalami hiruk pikuk diluar rumah.
Langit, burung, kupu-kupu, orang-orang, mobil, motor, kereta, jalan raya, jembatan penyeberangan yang tinggi, angin, panas, bunyi klakson, restaurant, hotel, lift, kasur, telepon, semuanya menyenangkan baginya. Semuanya membuat Fatimah berbinar-binar. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Anak giman orang tuanya. Orang tua harus jeli, kreatif, dan sabar memanfaatkan situasi, agar anak bisa mendapat ilmu dan pengalaman uang bermanfaat. Semoga emak ini semakin sabar dan bugar mendampingi anak-anak cerdas ini. Aamiin.
Langit, burung, kupu-kupu, orang-orang, mobil, motor, kereta, jalan raya, jembatan penyeberangan yang tinggi, angin, panas, bunyi klakson, restaurant, hotel, lift, kasur, telepon, semuanya menyenangkan baginya. Semuanya membuat Fatimah berbinar-binar. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Anak giman orang tuanya. Orang tua harus jeli, kreatif, dan sabar memanfaatkan situasi, agar anak bisa mendapat ilmu dan pengalaman uang bermanfaat. Semoga emak ini semakin sabar dan bugar mendampingi anak-anak cerdas ini. Aamiin.
Sabtu, 29 April 2017
T10 Day7 Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Learning By Doing
Hari ini hari Sabtu, Kakak Rafifa (5y4m) libur sekolah. Ada Mora, teman sekolahnya, main ke rumah. MasyaaAllah kegiatannya hari ini sungguh beragam hehee.. banyak yang bisa saya amati.
Bermain bersama kali ini sungguh pelajaran yang memuat banyak nilai keterampilan: menghormati tamu, berbagi, menyampaikan perasaan, menyampaikan pendapat/keinginan, bekerja sama, menyelaraskan selera, dan meminta maaf. Membersamai mereka adalah saat yang tepat menyisipkan nilai-nilai baik untuk menyempurnakan keterampilan tersebut tapi tanpa intervensi atas kreativitasnya, hanya sebagai wasit hehee.
Kreatif dan imajinatif, sifat itu yang diasah dalam kegiatan bermain. Seru sekali menyimak percakapan mereka, terutama dalam bermain peran. Hehe. Salah satu yang lucu yang adalah ketika ceritanya mereka sedang bermain mencari harta karun dan bingung mencarinya dimana, Mora bilang "Gini aja, Raf, kita tanya aja sama bapa-bapa. Pa, jalan ke harta karung (😂) kemana ya?" 😂😂😂. Selain itu, Kakak bercerita dengan semangat tentang iblis dan Mora menyimaknya dengan antusias dan takut. 😁 Lihat videonya disini.
Lalu mereka juga main lukis muka. Kakak agak kesel karena Mora mau main ini terus sementara Kakak udah bosen. Hehehe.. tapi dengan bujukan halus, Kakak pun mau menemani Mora bermain spidol wajah itu untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Kakak mengutek kuku saja, dan Mora merias muka kucing di wajahnya. Merasa puas dengan karya nail art nya, Kakak menawarkan jasa nail art ke Mora. Dan Mora bersedia. Hihiii.
Mereka juga meronce manik-manik membuat gelang. Karena gak sabar, Mora meminta 1 gelang yang sudah Kakak buat untuk dijual nanti ke teman-teman sekolahnya. Tapi Kakak baru bikin 2, buat Ghaziya dan Anisah. Buat Mora belum sempat dibikin. Mora minta salah satu dari gelang itu. "2 ribu ya Mor. Itu kan aku jual" "Aah besok aja yaa uangnya." "Yaah." Wasit bertindak, "Udah kasih aja ke Mora, kak, kan mora udan main kesini." "Emmh, ok deh, gratis aja itu buat kamu. Karena kamu udah main kesini." Top!! Hahaha. 😊
Oia, mereka juga bikin tenda dan pura-pura lagi kemping. Asik punya rumah tenda, mereka berjoget. Hahaha.. lihat nih. Mereka gelar karpet diluar tenda untuk melihat bintang. Sambil ngemil, mereka bercerita kesana-kemari. 😂
Di akhir episode, hehe, ada sedikit drama. Si Kakak karena sudah ngantuk mungkin, moodnya terganggu. Dia tak bisa menahan diri dan meluapkan kekesalannya saat Mora tak mengikuti apa yang dia mau. Saat itu, Kakak mau Mora jawab quiz flashcard Al Ikhlas yang kemarin-kemarin dia pakai. Tapi Mora karena belum tau, dia pengen lihat semua flashcardnya. Hehe. Dan si Kakak tak setuu itu. Saya dan abinya memberi Kakak pengertian bahwa Mora belum tahu, tapi Kakak gak nerima. Ini berimbas pada momen-momen selanjutnya, sampai Mora bilang, "Kamu kok gitu mulu sih!". Saya dan abinya memberi Kakak penjelasan tentang bagaimana sebaiknya ia bersikap. Ia menangis, Mora pun semakin terlihat tak nyaman. Saya membawa Kakak ke ruangan lain untuk bicara. Namun yaa karena mungkin sudah sangat ngantuk, nasihat memang tak bisa diterima. Dan ayah Mora pun datang menjemput. Pulang deh Moranya. Saya berlanjut menasehati Kakak dengan berbagai ilustrasi. Dia terlihat sudah liyep liyep mau tidur. Saya janjikan 5 bintang, untuk melengkapi perburuan Bintang sepedanya, jika Kakak meminta maaf ke Mora dengan baik via voice note. "Kan sahabat!" Dia pun mengangguk setuju, dan tertidur..... Setelah bangun dan fresh, saya mengingatkan janji tersebut, dan dia melakukannya. 🌟🌟🌟🌟🌟
Bermain melibatkan seluruh panca indera, maka jelas ini masuk ranah kinestetik. Learning by doing is really amazing! 😍
Pada petang hari Kakak bermain game shopping di hp abi. Saat itu saya sedang meralihkan kasur di dekatnya. Saya dengar dari game itu, "We don't need this!". Iseng saya tanya, "apa artinya, Ka?". "Kita gak membutuhkannya.", Katanya. Wow, MasyaAllah, amazing!! Saya belum mengajarkan sejauh itu loh! Hehe. It means this game gives her something! "Naah, gitu dong, Ka, meski main game, Kakak dapat ilmu!" "Iya, mi, ini kan game belajar." Alhamdulillah. Dan ini memang saya dan suami kondisikan. Kami tidak mengizinkan dia main game yang tidak ada unsur edukasinya. Game, audio-visual. Nah, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, saya pun melihat vocabulary game sungguh sangat efektif. Saat ini saya memakainya menjadi main tool dalam les privat bahasa Inggris yang saya kelola di rumah.
Di malam hari dia mengambil buku Komik Palestina. Sabtu lalu, saat kami ke Gramedia, saya sempat tunjukkan buku-buku Kecil Kecil Punya Karya agar ia termotivasi menjadi penulis. Nah, dia ingat momen itu dan bilang, "Mi, kakak mau bikin komik ya, umi yang ngetik!" "Ok!" Lalu dia pun mengamati buku komik yang di tangannya. Barusan sebelum tidur malam, dia meminta saya membacakan komik itu. Sang adik, selalu mengikuti. 😁 Buku, gaya visual, menjadi makanan mereka. Alhamdulillah.
Gaya Belajar Anak
Learning By Doing
Hari ini hari Sabtu, Kakak Rafifa (5y4m) libur sekolah. Ada Mora, teman sekolahnya, main ke rumah. MasyaaAllah kegiatannya hari ini sungguh beragam hehee.. banyak yang bisa saya amati.
Bermain bersama kali ini sungguh pelajaran yang memuat banyak nilai keterampilan: menghormati tamu, berbagi, menyampaikan perasaan, menyampaikan pendapat/keinginan, bekerja sama, menyelaraskan selera, dan meminta maaf. Membersamai mereka adalah saat yang tepat menyisipkan nilai-nilai baik untuk menyempurnakan keterampilan tersebut tapi tanpa intervensi atas kreativitasnya, hanya sebagai wasit hehee.
Kreatif dan imajinatif, sifat itu yang diasah dalam kegiatan bermain. Seru sekali menyimak percakapan mereka, terutama dalam bermain peran. Hehe. Salah satu yang lucu yang adalah ketika ceritanya mereka sedang bermain mencari harta karun dan bingung mencarinya dimana, Mora bilang "Gini aja, Raf, kita tanya aja sama bapa-bapa. Pa, jalan ke harta karung (😂) kemana ya?" 😂😂😂. Selain itu, Kakak bercerita dengan semangat tentang iblis dan Mora menyimaknya dengan antusias dan takut. 😁 Lihat videonya disini.
Lalu mereka juga main lukis muka. Kakak agak kesel karena Mora mau main ini terus sementara Kakak udah bosen. Hehehe.. tapi dengan bujukan halus, Kakak pun mau menemani Mora bermain spidol wajah itu untuk kedua kalinya. Tapi kali ini Kakak mengutek kuku saja, dan Mora merias muka kucing di wajahnya. Merasa puas dengan karya nail art nya, Kakak menawarkan jasa nail art ke Mora. Dan Mora bersedia. Hihiii.
Mereka juga meronce manik-manik membuat gelang. Karena gak sabar, Mora meminta 1 gelang yang sudah Kakak buat untuk dijual nanti ke teman-teman sekolahnya. Tapi Kakak baru bikin 2, buat Ghaziya dan Anisah. Buat Mora belum sempat dibikin. Mora minta salah satu dari gelang itu. "2 ribu ya Mor. Itu kan aku jual" "Aah besok aja yaa uangnya." "Yaah." Wasit bertindak, "Udah kasih aja ke Mora, kak, kan mora udan main kesini." "Emmh, ok deh, gratis aja itu buat kamu. Karena kamu udah main kesini." Top!! Hahaha. 😊
Oia, mereka juga bikin tenda dan pura-pura lagi kemping. Asik punya rumah tenda, mereka berjoget. Hahaha.. lihat nih. Mereka gelar karpet diluar tenda untuk melihat bintang. Sambil ngemil, mereka bercerita kesana-kemari. 😂
Di akhir episode, hehe, ada sedikit drama. Si Kakak karena sudah ngantuk mungkin, moodnya terganggu. Dia tak bisa menahan diri dan meluapkan kekesalannya saat Mora tak mengikuti apa yang dia mau. Saat itu, Kakak mau Mora jawab quiz flashcard Al Ikhlas yang kemarin-kemarin dia pakai. Tapi Mora karena belum tau, dia pengen lihat semua flashcardnya. Hehe. Dan si Kakak tak setuu itu. Saya dan abinya memberi Kakak pengertian bahwa Mora belum tahu, tapi Kakak gak nerima. Ini berimbas pada momen-momen selanjutnya, sampai Mora bilang, "Kamu kok gitu mulu sih!". Saya dan abinya memberi Kakak penjelasan tentang bagaimana sebaiknya ia bersikap. Ia menangis, Mora pun semakin terlihat tak nyaman. Saya membawa Kakak ke ruangan lain untuk bicara. Namun yaa karena mungkin sudah sangat ngantuk, nasihat memang tak bisa diterima. Dan ayah Mora pun datang menjemput. Pulang deh Moranya. Saya berlanjut menasehati Kakak dengan berbagai ilustrasi. Dia terlihat sudah liyep liyep mau tidur. Saya janjikan 5 bintang, untuk melengkapi perburuan Bintang sepedanya, jika Kakak meminta maaf ke Mora dengan baik via voice note. "Kan sahabat!" Dia pun mengangguk setuju, dan tertidur..... Setelah bangun dan fresh, saya mengingatkan janji tersebut, dan dia melakukannya. 🌟🌟🌟🌟🌟
Bermain melibatkan seluruh panca indera, maka jelas ini masuk ranah kinestetik. Learning by doing is really amazing! 😍
Pada petang hari Kakak bermain game shopping di hp abi. Saat itu saya sedang meralihkan kasur di dekatnya. Saya dengar dari game itu, "We don't need this!". Iseng saya tanya, "apa artinya, Ka?". "Kita gak membutuhkannya.", Katanya. Wow, MasyaAllah, amazing!! Saya belum mengajarkan sejauh itu loh! Hehe. It means this game gives her something! "Naah, gitu dong, Ka, meski main game, Kakak dapat ilmu!" "Iya, mi, ini kan game belajar." Alhamdulillah. Dan ini memang saya dan suami kondisikan. Kami tidak mengizinkan dia main game yang tidak ada unsur edukasinya. Game, audio-visual. Nah, dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, saya pun melihat vocabulary game sungguh sangat efektif. Saat ini saya memakainya menjadi main tool dalam les privat bahasa Inggris yang saya kelola di rumah.
Di malam hari dia mengambil buku Komik Palestina. Sabtu lalu, saat kami ke Gramedia, saya sempat tunjukkan buku-buku Kecil Kecil Punya Karya agar ia termotivasi menjadi penulis. Nah, dia ingat momen itu dan bilang, "Mi, kakak mau bikin komik ya, umi yang ngetik!" "Ok!" Lalu dia pun mengamati buku komik yang di tangannya. Barusan sebelum tidur malam, dia meminta saya membacakan komik itu. Sang adik, selalu mengikuti. 😁 Buku, gaya visual, menjadi makanan mereka. Alhamdulillah.
Jumat, 28 April 2017
T10 D6 Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Gaya Belajar Anak
Tampil...
Anak-anak sangat suka dengan aktivitas ini, tampil di panggung. Jadi, InsyaAllah akan sangat bagus dijadikan sarana belajar bagi anak bergaya kinestetik. Selain itu juga, gaya manggung ini diharapkan bisa melatih public speking skill nya. Hehe..
Petang ini Kakak sedang semangat nyanyi lagu-lagu Islami, mungkin karena di sekolah sedang latihan untuk akhirussanah. Hehe.. manfaatin saja latihan tampilnya untuk murajaah hafalan juz amma. 😁
Kakak Rafifa (5y4m) memulai penampilannya dengan surat Al Fatihah, lanjut Al Fiil, lalu Al Falaq. Video terakhir bisa dilihat di wall facebook saya, klik saja disini.
Apapun gaya belajar anak kita, asalkan baik, lanjutkanlah. Hehe... 😉
Gaya Belajar Anak
Tampil...
Anak-anak sangat suka dengan aktivitas ini, tampil di panggung. Jadi, InsyaAllah akan sangat bagus dijadikan sarana belajar bagi anak bergaya kinestetik. Selain itu juga, gaya manggung ini diharapkan bisa melatih public speking skill nya. Hehe..
Petang ini Kakak sedang semangat nyanyi lagu-lagu Islami, mungkin karena di sekolah sedang latihan untuk akhirussanah. Hehe.. manfaatin saja latihan tampilnya untuk murajaah hafalan juz amma. 😁
Kakak Rafifa (5y4m) memulai penampilannya dengan surat Al Fatihah, lanjut Al Fiil, lalu Al Falaq. Video terakhir bisa dilihat di wall facebook saya, klik saja disini.
Apapun gaya belajar anak kita, asalkan baik, lanjutkanlah. Hehe... 😉
Kamis, 27 April 2017
T10 D5 Gaya Belajar Anak Fitri Purbasari Depok
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 4
Ya, Luaskan Makna Belajar!
Setelah membaca Cemilan Rabu dari gurunda Bu Septi kemarin, seakan tersadar lagi bahwa kita jangan pernah membatasi arti belajar hanya dengan duduk rapi depan meja mengahadap buku. Ya kita perluas makna belajar kita dan anak-anak, agar kecerdasan yang diperoleh pun semakin banyak.
Hari ini, saya mulai melakukannya dengan sadar, menanggapi setiap ucapan dan sikap anak-anak dengan gaya fasilitator. Saya harap mereka belajar sesuatu dari gerak gerik yang mereka lakukan.
Kedua anak saya tidak puas kalau muka saya tidak menatap mereka saat mereka bertanya atau memanggil. "Umi..." Maka saya harus setor muka dan badan ke arahnya. Hihihiii.. kalau tidak begitu, "Umii..Umii!" Si Bungsu Fatimah (20m) akan teriak-teriak dengan ekspresi kesal dan gigi gemeretak. Hahaha.. Si Kakak (5y4m) apalagi. Kalimatnya sudah kompleks, "Umi, lihat sini dong! Kaka mau tanya sebentar!" Ya..ya..yaa.. visual.
Di penghujung hari, Kakak minta diambilkan pompa untuk balonnya. Saya menyisipkan nilai bekerja sama dalam projek ini. Alhamdulillah, pelajaran tersampaikan dengan seru! Kakak mencoba memompa sendiri, ternyata dia rasa sulit. Dia pun meminta kami membantunya memegang balon sementara dia yang mompa. Sebelum kami bergerak, sang adik mengambil alih. Lihat deh videonya disini. 😂
Lalu saya membantunya sambil menyampaikan beberala pertanyaan tentang kenapa kita perlu bekerja sama. Alhamdulillah dari kegiatan mompa balon ini, dia mendapatkan pengalaman bahwa dengan bekerja sama pekerjaan lebih cepat selesai dan lebih mudah dikerjakan. Maka, mari bekerja sama! 😉 Kinestetik.
Ya, Luaskan Makna Belajar!
Setelah membaca Cemilan Rabu dari gurunda Bu Septi kemarin, seakan tersadar lagi bahwa kita jangan pernah membatasi arti belajar hanya dengan duduk rapi depan meja mengahadap buku. Ya kita perluas makna belajar kita dan anak-anak, agar kecerdasan yang diperoleh pun semakin banyak.
Hari ini, saya mulai melakukannya dengan sadar, menanggapi setiap ucapan dan sikap anak-anak dengan gaya fasilitator. Saya harap mereka belajar sesuatu dari gerak gerik yang mereka lakukan.
Kedua anak saya tidak puas kalau muka saya tidak menatap mereka saat mereka bertanya atau memanggil. "Umi..." Maka saya harus setor muka dan badan ke arahnya. Hihihiii.. kalau tidak begitu, "Umii..Umii!" Si Bungsu Fatimah (20m) akan teriak-teriak dengan ekspresi kesal dan gigi gemeretak. Hahaha.. Si Kakak (5y4m) apalagi. Kalimatnya sudah kompleks, "Umi, lihat sini dong! Kaka mau tanya sebentar!" Ya..ya..yaa.. visual.
Di penghujung hari, Kakak minta diambilkan pompa untuk balonnya. Saya menyisipkan nilai bekerja sama dalam projek ini. Alhamdulillah, pelajaran tersampaikan dengan seru! Kakak mencoba memompa sendiri, ternyata dia rasa sulit. Dia pun meminta kami membantunya memegang balon sementara dia yang mompa. Sebelum kami bergerak, sang adik mengambil alih. Lihat deh videonya disini. 😂
Lalu saya membantunya sambil menyampaikan beberala pertanyaan tentang kenapa kita perlu bekerja sama. Alhamdulillah dari kegiatan mompa balon ini, dia mendapatkan pengalaman bahwa dengan bekerja sama pekerjaan lebih cepat selesai dan lebih mudah dikerjakan. Maka, mari bekerja sama! 😉 Kinestetik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul
Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...
-
Tambah lagi aplikasi game bahasa Inggris untuk untuk bahan latihan anak-anak SMP-SMA yang ikut les di rumah. Namanya Ultimate English Spelli...
-
Aliran Rasa #1 Komunikasi Produktif Kuliah Bunda Sayang IIP KOMUNIKASI PRODUKTIF, IT'S A WOW WAY! Astaghfirullah, Subhanallah, M...
-
Alhamdulillah dengan tab yang diberikan suamiku ini saya bisa leluasa menggunakannya menjadi media pembelajaran khususnya bagi para murid le...









