Minggu, 21 Januari 2018

Review: Pemuda atau Remaja?



Review ini akan mengulas atikel yang mengungkapkan pembahasan tentang aqil baligh dalam pandangan Ust. Adriano Rusfi.
Kata beliau, seluruh literatur psikologi abad 19 tak mengenal masa remaja (adolescence), karena masa remaja adalah produk abad 20 dimana telah lahir generasi dewasa fisik (baligh) namun tak dewasa mental (aqil)


Sungguh wawasan saya semakin tercerahkan dengan fakta yang dipaparkan beliau  tentang fase kehidupan manusia yang ternyata Islam tidak mengenal istilah remaja. 


Hebatnya, khasanah pemikiran ummat Islam tak kalah latahnya untuk melakukan pembenaran atas keliru didik yang fatal ini. Maka muncullah istilah Remaja Islam dan Remaja Masjid. 
Maka, hari ini harus kita terima kenyataan hadirnya generasi penuh syahwat dan angkara, tanpa kendali akal. Akan berkali-kali kita saksikan generasi hamil di luar nikah, atau sibuk membully teman-temannya
Islam membagi perkembangan manusia kedalam:
🍋 pra aqil-baligh
🍊 aqil-baligh. 
Hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa. Sedangkan pendidikan hanya mengenal paedagogi dan andragogi.
Lalu belakangan muncul generasi yang bukan anak, juga bukan dewasa, namanya remaja. Terjadi kebingungan identitas dan perlakuan dalam masa transisi yang makin panjang. Mereka menjadi galau dengan dirinya.
"Mari kita akhiri ini", ajaknya. "Kita didik kembali anak-anak kita menjadi pemuda : aqil-baligh yang sepenuhnya dewasa. Kita bentuk kembali generasi progresif yang menjadi kebanggaan manusia, bukan ABG nan agresif"
Jaman dulu tak ada AIDS, sekarang ada…. Jaman dulu tak ada Ebola, sekarang ada… Jaman dulu tak ada Autisme, sekarang ada…. Dan jaman dulu tak ada remaja, dan sekarang ada…
Lalu, apakah semua ini harus kita terima begitu saja sebagai “dinamika perubahan jaman” ? Apakah ikhtiar untuk kembali kepada YANG SEHARUSNYA akan disamakan dengan kembali ke masa lalu ? 
Ya Allah..😨
Tidak !!! Tugas kita adalah membawa kehidupan kepada situasi ideal. Bukan hanya troubleshooting, tapi problem solving. Percayalah, sesuatu yang sebelumnya tak ada, bisa diikhtiarkan untuk kembali tiada..
Kematangan fisik (baligh) manusia melahirkan nafsu, baik nafsu seks (eros/life instinct) maupun nafsu agresivitas (thanatos/death instinct). Dan yang mampu mengendalikannya adalah akal (aqil)
Marilah kita berempati pada anak-anak kita, ketika kita bangun kematangan fisiknya tapi kita lalaikan kematangan mentalnya. Mereka begitu kewalahan mengendalikan nafsunya, karena kontrol akal belum dimiliki.
Bukan hanya kita, para pendidik dan penegak hukum yang bingung menghadapi mereka. Merekapun bingung menghadapi diri mereka sendiri. Masihkah kita ingin mereka menjadi remaja, bukan dewasa?
❔Lalu, bagaimana caranya agar konsep remaja kembali kepada PEMUDA ?
Ustadz Adriano Rusfi memberikan solusi berikut. Jika anak kita telah berusia tujuh tahun ke atas, lakukanlah hal ini :
PERTAMA, jangan menganggap periode remaja sebagai keniscayaan, karena remaja adalah produk kebudayaan
KEDUA, didiklah anak-anak kita menjadi dewasa, bukan setengah dewasa
KETIGA, didik mereka untuk bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Gunakan pendekatan consequential learning
KEEMPAT, libatkan mereka dengan permasalahan hidup. Jangan sterilkan mereka dari hidup dan perjuangannya.
KELIMA, besarkan mereka di tengah realitas. Sesungguhnya iman itu harus diuji di tengah realitas
KEENAM, didik mereka belajar untuk mencari nafkah, walaupun hanya untuk sekadar untuk menambah uang jajan
KETUJUH, ajari mereka untuk berorganisasi, berempati terhadap problematika sosial, dan berpikir untuk menemukan solusinya
#AqilBaligh

Sabtu, 20 Januari 2018

Review: Aku dan Diriku Berharga (Pentingnya pendidikan seksualitas sejak dini)


Persembahan kelompok 6, Menali, digawangi oleh para bunprof beikut:
🧕🏻Prajwalita Cininta Nareswari
🧕🏻Siti Khoiriyah
🧕🏻Ria Arianty
🧕🏻Ahdiyati Marwa
🧕🏻Tri putri yuniarti
🧕🏻Lidya Cecilia
🧕🏻Endah Tri Hastuti
🧕🏻Shofiyah Nashirotul Haq
🧕🏻Izzatul Muafiroh
🧕🏻Nourma Devita

Well, mari kita mulai membaca materi yang mereka sajikan.





Latar belakang diangkat masalah pentingnya pendidikan seksualitas sejak dini adalah karena masih banyak ortu yang sungkan/merasa tabu mengangkat pembicaraan  tsb ke anak.

 Sedangkan tantangan saat ini adalah
▶Maraknya kasus pedofil dan beredarnya para predator. Bahkan dari kalangan guru dan tetangga yang notabene dianggap "lingkungan yang aman"

▶Maraknya pornoaksi dikalangan anak usia sekolah, bahkan dilakukan oleh teman sendiri.

▶Bullying yang bersifat kejahatan seksual di kalangan pelajar.
 Video pendukung


Courtesy by Semai2045

Menjaga Aurat Dari Dalam Rumah

Aurat adalah bagian penting dalam menjaga tumbuhnya Fitrah seksualitas anak dengan baik.

Mengacu pada Q.S. An-nur tentang aurat, kami mencoba menerapkan batasan aurat tubuh dan waktu.

🧕🏻 *Aurat Tubuh*👳🏻‍♀
Dewasa ini kita seringkali melihat penyimpangan seksual justru terjadi di dalam lingkup terkecil. Atau keluarga. Ayah memperkosa anak. Atau anak mengintip adegan kamar ayah ibunya,dan banyak penyimpangan lain yang terjadi dari dalam Rumah.
Salah satu penyebabnya adalah karena lalainya pendidikan aurat di dalam Rumah. Karena merasa saudara, merasa tidak ada batasan aurat.

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. an-Nûr:31)

Dalam hal ini, batasan aurat muslimah yang harus kita pahami terbagi menjadi empat menurut Imam Nawawi di kitab Nihayatuzein, yaitu :

1. Sesama mahram dan dikalangan muslimah boleh melihat tubuh wanita, *kecuali bagian di antara pusar dan lutut* namun juga harus melihat di tempat yang sepi seperti di rumah, kamar mandi, kamar pribadi. Tidak sedang di tempat umum atau bercampur yang bukan mahram dan wanita nonmuslim. Seperti yang dikatakan dari sebuah hadist

Diriwayatkan dari Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu,
“Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 251) dan Muslim (no. 320)]


Al-Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, dimana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram.” [Lihat Fat-hul Baari (I/465)]

2. Menutupi seluruh badannya ketika bersama wanita nonmuslim

3. Seluruh badannya sampai kuku kaki harus tertutup ketika ada laki-laki yang bukan mahramnya.

4. Menutup seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah ketika shalat

Jadi, harus dilihat dan diperhatikan yang paling penting situasi dan kondisi dimana dan dengan siapa muslimah itu berada. Jika berada bersama wanita sesama wanita muslim lainnya itu diperbolehkan kecuali bagian di antara pusar dan lutut. Namun jika berada sesama wanita nonmuslim tetap harus menutupi seluruhnya.

_TIPS:_
✅ Batasan aurat tubuh di dalam rumah adalah pusar sampai perut. Baik perempuan ke perempuan,maupun laki2 terhadap laki2.
👕 Di dalam Rumah,gunakan Baju yang menutupi aurat tersebut
👖Gunakan baju di kamar mandi setelah selesai mandi, jika anak belum bisa,berikan handuk yang menutupi auratnya. Ganti baju di dalam kamar tertutup.
👶🏻 Adik bayi pun punya aurat,  menjemur bayi dengan tetap menutupi alat kelaminnya. Dan tidak mengganti diapers di tempat terbuka.

🏠 *Aurat Tempat dan Waktu* ⏰
Q.S.An-Nuur 58-59

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga  kali (dalam satu hari) yaitu: *sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya* (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:58)

Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:59)

Surat an-Nur dimulai dengan menghukumi pria dan wanita yang berbuat keburukan. Di ayat-ayat terakhir dari surat ini menjelaskan tentang upaya mencegah munculnya penyimpangan seksual di antara anak-anak dan menjaga kehormatan umum di lingkungan keluarga. Ayat ini mengatakan, para pelayan rumah, anak kecil dan besar yang dapat pergi ke mana saja dari ruang di rumah harus menghormati ruang privasi orang tuanya. Mereka tidak boleh memasuki kamar orang tua tanpa izin.

Sementara untuk anak-anak yang belum baligh memiliki kebergantungan besar dengan ayah dan ibunya dan biasanya berada di dekat mereka. Ayat ini secara khusus tentang mereka
menyebutkan, bahkan anak-anak yang belum balig harus meminta izin untuk memasuki kamar di saat ayah dan ibunya sedang istirahat atau berdua saja. Perintah ini harus diajarkan orang tua kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil, sehingga mereka tahu bagaimana menjaga kesucian dan kehormatan.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Hubungan seksual suami dan istri harus dilakukan sedemikian rupa dengan menjaga kehormatan terutama dihadapan anak-anak dan dilakukan diruang privasi.

2. Anak-anak harus berlajar menjaga kerhormatan sejak di lingkungan keluarga.

3. Suami harus menyisihkan waktunya untuk istri dan anak-anak tidak boleh mengganggu waktu khusus ini.

_TIPS:_
✅Menjaga aurat tempat
- Setiap anggota keluarga punya privasi di dalam kamarnya. Maka harus minta izin jika ingin masuk kamar anggota keluarga yang lain

_Pengalaman menjaga fitrah seksualitas dari dalam rumah - Rumah Eviro Home Team)_

_Bahan tulisan:_
💡Al-Qur'anul Karim. Surat An-Nur ayat 31, 58-59
💡Pengalaman mendidik fitrah seksualitas Rumah eviro home team
💡http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.muslimahdaily.com/khazanah/muslim-digest/item/479-batasan-aurat-wanita-terhadap-wanita-lain.html&ei=fspz_eTt&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515441552&sig=AOyes_RInBs9Uonzd4iMnKTd_5pLuLvIZA
💡 http://googleweblight.com/?lite_url=http://indonesian.irib.ir/aplikasi/item/90333-surat-al-nur-ayat-58-61-part-624&ei=DbRDjk0l&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515442504&sig=AOyes_RDvPsUggvgVxlo1MSfv2AWerEl1A

Dari latar belakang dan materi diatas, maka kelompok 6 mengusung 3 solusi untuk itu:

Dengan 3B

*Bermain
*Bernyanyi
*Bercerita








Berikut ini ada cerita yang dituturkan oleh salah satu member grup ini. https://steller.co/s/7nLUzeAnuMk
Lalu ada kado yang lain.




 Video Sebagai Bahan Contoh tindakan yang mesti dilakukan ortu jika anak mengalami pelecehan seksual.



Jumat, 19 Januari 2018

Review: NARKOLEMA & Prinsip Mendidik Fitrah Seksualitas

Kedekatan seorang anak perempuan dengan ayahnya diusia pre aqilbalig akan menyempurnakan fitrah seksualitasnya, seperti video berikut ini Ayah adalah cinta pertama untuk anak gadisnya.

Setelah kita mengenang kasih seorang ayah, sekarang kita kuatkan hati kita melihat tantangan yang dihadapi anak-anak kita.

Berbagai tantangan penyimpangan fitrah seksualitas kita hadapi di masa sekarang ini. Dari kelompok 1-11 telah memaparkannya, berikut hasil diskusi Srikandi 12, silakan disimak.

Banyak sekali kasus yang dalam kurun waktu dua dekade ini, membuat perempuan terutama ibu, mengerutkan dahi, meneteskan airmata. Kasus-kasus yang memaksa anak kecil terseret dalam pusara kejahatan. Kekerasan terhadap anak, terhadap para penerus Negeri.

Ibu, adalah madrasatul ula, dimana dikatakan ibu Septi, bahwa "Membangun peradaban itu di mulai dari IBUnya. Kalau perempuan tidak bangga menjadi ibu, maka tidak akan lahir GENERASI HEBAT dari rumahmu." Maka, memperbaiki generasi yang mulai porak poranda ini, diperlukan ibu yang kuat, ibu yang cerdas, dan ibu yang militan.
Lalu, apa hubungan Perbaikan Generasi dengan Fitrah Seksualitas?
Kita ketahui, kita tidak lagi di rusak dengan di jajah, melainkan, generasi penerus kitalah yang di rusak moral dan akhlaknya. Salah satunya dengan Narkotika. Hal lain yang tak kalah membahayakan adalah *NARKOLEMA _(Narkoba Lewat Mata)_* yaitu dengan di jejali Pornografi dan maraknya LGBT.

Ini bukan lagi kasus yang bisa dilihat dengan sebelah mata, tetapi harus dilihat dengan mata waspada penuh.

Pembagian usia anak seperti yang kami pahami adalah sebagai berikut :
*0-7 tahun*, dimana masa ini, adab serta fitrah keimanan yang lebih diutamakan untuk dididik. Masa dimana pemenuhan egosentris sehingga saat ke tahap berikutnya ia sudah bisa memahami makna tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

*8-10 tahun*, pendampingan dan pengajaran Fitrah Seksualitas lebih dididik. Disamping fitrah keimanan juga terus dididik.
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Berfikir, merasa, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang laki-laki sejati, atau sebagai perempuan sejati.
Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."

*11-14 tahun*, masa dimana tarik ulur pada anak, percobaan saat anak di lepas ke khalayak, apakah akan terwarnai atau mewarnai. Ini adalah masa paling penting untuk observasi dalam menuntaskan pendampingan pada anak.

Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?
a. Menurut kelompok 12, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."

b. Penting agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan

c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2

d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
Satu kasus : pernah ditemui anak laki-laki saat kelas 2 SMA, ibunya meninggal. Lama-lama terjadi penyimpangan perilaku seksual yaitu anak tersebut suka dengan sesama lelaki. Ternyata tinggal dengan Seorang ayah tdk menjamin seorang anak tumbuh fitrah kelelakiannya apalagi jika sang ayah selalu mengalah dng keinginan anak karena alasan kasihan.

e. Menurut Srikandi 12, sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Dominasi perempuan untuk guru PAUD juga dapat mempengaruhi perkembangan fitrah seksualitas anak.

Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.

🔨 Beberapa penyebab perilaku seks menyimpang yang berasal dari pola asuh yang keliru :

Mandi bareng tidak berbusana,  Ayah dan anak, Ibu dan anak.
Baik sejenis maupun beda jenis kelamin
Sesama sepupuan,
Temen-temen.
Meskipun sesama jenis kelamin.
Tidur dalam satu selimut sesama laki2 dan perempuan, ini biasa nya kalau ada sepupu yang menginap atau sebaliknya.
Pernah melihat ayah dan ibu bersama (anak diatas usia SD yg masih tidur bareng orang tua)
Kecanduan pornografi karena orangtua yang tidak mengerem gadget.
Ayah maupun ibu yang terlalu keras.

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

Oleh karenanya, penanganan yang paling utama bagi yang sudah kecanduan adalah dengan pembinaan. Sedangkan bagi calon penerus bangsa yang masih belum ternoda, adalah dengan Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia pre Aqil Baligh.

Bagi muslim, Kita ketahui, bahwa dalam islam tidak menganut istilah masa anak, remaja, dan dewasa. Akan tetapi adalah masa pre-baligh dan baligh. yang menandakan bagaimana perubahan kewajiban seseorang atas dirinya kepada Tuhannya. Secara biologis, ditandai dengan berubahnya sistem hormon pada diri seseorang. Setiap anak memiliki masa baligh yang berbeda antara rentang umur 12-15 tahun.

Sedangkan aqil, menurut Harry Santosa, Secara umum indikatornya adalah mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, memikul resiko atas sebuah keputusan, bertanggung jawab, mandiri baik secara personal maupun sosial. Khusus untuk laki-laki mampu mencari nafkah sendiri dan pada umumnya adalah mampu memikul beban kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

Jadi, harapan kami dengan Pendampingan anak di usia Pre Aqil Baligh adalah, anak bisa menuntaskan Masa Aqil Baligh secara Bersamaan. Saat sudah baligh, aqilnya sudah matang dan paham terkait fitrah seksualitas sehingga tidak akan melakukan penyimpangan terhadap hal tersebut.



🍒Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas🍒

Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

🍄Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

🍄Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

🍄Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

🍒Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.

🍒Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.

🍒Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib.

Begitupula anak perempuan lebih
didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya.

 Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

🍄Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu

🍄Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.

Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.

📜Catatan 1: Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.

📜 Catatan 2: Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.

📜Catatan 3: LGBT jelas adalah penyimpangan fitrah

Berikut adalah media-media yang dipersembahkan kelompok Srikandi 12.












Dan ini video goody bag nya.



Alhamdulillah semakin kaya ilmu tentang fitrah seksualitas ini. Tinggal diterapkan dan terus berdoa agar senantiasa diberikan kemudahan serta penjagaan dari Allah SWT.

Kamis, 18 Januari 2018

Review: Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak

Semakin seru persembahan materi dari rekan-rekan di kelas Bunda Sayang IIP koordinator. Kelompok 11 tampil dengan atraktif dan kreatif. 😍

🌟💖 Rundown
*The ELEVEN STARS's show*

19.30 - 19.50 WIB Open Registration
19.50 - 20.00 WIB Countdown 'n Directory Team
20.00 - 20.05 WIB Presentation 1⃣; Penanaman Adab dalam Menumbuhkan Fitrah  Seksualitas Anak
20.05 - 20.10 WIB Presentation  2⃣; Adab dalam Lingkungan Keluarga,  adab Berpakaian, Adab Bergaul
20.10 - 20.15 WIB Presentation 3⃣; Pentingnya Keteladanan Ortu dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak
20.15 - 21.00 WIB Let's Tic 'n Talk
21.00 - 21.05 WIB Goodiebag Forever
21.05 - 21.10 WIB Best Wishes

*Menanamkan Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak*

Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan. Sebuah tugas yang tidak ringan bagi para orang tua oleh karena itu proses penumbuhan fitrah ini dibutuhkan sebuah komunitas yang baik.

Disamping itu menumbuhkan fitrah seksualitas harus dibarengi pula dengan gerakan penanaman adab dalam beraktivitas sehari-hari. Menanamkan adab (QS 66:6) dan menumbuhkanfFitrah (QS 30:30) harus berjalan selaras, keduanya adalah amanah dan tanggungjawab setiap orangtua.

Mendidik Fitrah itu inside out, bagaimana membangkitkan antusias, ghairah, kecintaan dari dalam (intrinsic motivation), karena semua potensi kebaikan sudah terinstal. Mendidik Adab itu outside in, bagaimana nilai nilai Kitabullah perlu ditanamkan sehingga memuliakan potensi fitrah.

Tanpa fitrah yang tumbuh paripurna, Adab akan sulit ditanamkan. Kalaupun bisa, tentu dengan cara pemaksaan bukan berangkat dari kesadaran dan dari dalam diri manusia. Manusia bukan robot, mereka beramal bukan mekanistik seperti mesin atau dengan “stick n carrot” seperti hewan. Manusia yang fitri dan Islami beramal karena niat yang kuat dari dalam dirinya dipandu Kitabullah.

Begitupula tanpa Adab, maka fitrah akan tumbuh menggeragas tanpa arah dan panduan. Potensi keimanan seseorang bisa melantur menjadi kebatinan, potensi bakat pemimpin bisa menyimpang menjadi diktator, potensi belajar dan bernalar akan ngawur menciptakan kehancuran, potensi seksualitas akan berkembang sesat menjadi LGBT dsbnya.

Jangan lupa juga Fitrah seksualitas ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

Selanjutnya di tulisan mendatang mari kita kupas tuntas, adab apa saja yang perlu kita tanamkan agar fitrah seksualitas anak tumbuh dengan sempurna

#diresume dari beberapa materi kuliah FBE

http://googleweblight.com/?lite_url=http://crayonanakkusatu.blogspot.co.id/2018/01/penanaman-adab-dalam-menumbuhkan-fitrah.html%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=189&host=www.google.co.id&ts=1515897577&sig=AOyes_QmAJFgFknJE-CshD2ql19OH4c27g

💮 Pada sesi kedua dibahas tentang “Adab dalam bergaul”

Pada dasarnya kita semua yang disini sepakat bahwasannya keluarga merupakan sebuah *team*, dimana para anggotanya saling belajar satu sama lain. Keluarga adalah sebuah *tempat dimana pondasi yang kuat ditanamkan*, termasuk tentang fitrah seksualitas pada anak.

Sikap orang tua menjadi basis atau dasar ataupun sumber dari keingintahuan anak akan fitrah seksualitas. Oleh karenanya apa yang dilakukan orang tua pada dasarnya menjadi *panutan* anak-anaknya.

Berbicara mengenai fitrah seksualitas, tidak lepas dari pembahasan akan *adab*. Didalam agama islam sangat detail membahas tentang adab, karena adab kedudukannya sangat penting. Bahkan kedudukannya sebelum mempelajari ilmu, perlu lebih dulu mempelajari adab.

Pembahasan materi bunda sayang tema 11 tentang fitrah seksualitas dalam sebuah keluarga dapat dikaitkan dengan pembahasan adab berpakaian. Saat membahas tentang adab berpakaian, orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat kepada anak tentang batasan *aurat.* Berawal dari situ akan diteruskan dengan adab berteman, adab bertetangga, bergaul di dunia maya dan seterusnya yang merupakan hubungan seorang anak dengan “dunia” luar rumah. Pada saat anak mengetahui adab bergaul seperti apa dari orang tuanya, akan terbawa saat anak bergaul di luar rumah. Dan diharapkan hal itu ditularkan ke teman-tamannya sehingga akan membawa *dampak positif pada lingkungan anak.*

*Orang tua menjadi tauladan* merupakan cara yang efektif untuk mengajarakan adab kepada anak. Bagaimana orang tua besikap, bagaimana orang tua berbicara, bagaimana orang tua mengelolah emosi, menjadi referensi yang kuat bagi anak saat kemudian dia bergaul di “dunia” luar. *Komunikasi yang erat* antara orang tua dan anak menjadi jembatan emas dalam membangun sebuah pondasi yang kuat.

✅Dengan pondasi yang kuat, dan doa yang terus menerus, insya allah anak-anak akan siap menghadapi tantangan di “dunia” luar.

✅Jangan pernah berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri karena pondasi yang kuat itu dibangun dari dalam keluarga.


💫Eleven Stars💫
-Institut Ibu Profesional-

Pentingnya Keteladanan Orang tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas

*_Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah_*

Secara bahasa, Fitrah berasal dari akar kata (fa-tho-ro) dalam bahasa Arab (فطرة) yang berarti membuka, menguak, menumbuhkan, terbit,  juga berarti perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, penciptaan, insting. Makna lain dari fitrah adalah keadaan yang suci. (Kamus المنجد)

Maka jika setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah,  berarti anak terlahir dalam keadaan suci, terinstall karakter,  tabi'at,  insting masing-masing, penciptaan memiliki potensi dan misinya masing-masing,  senang membuka, menciptakan atau menguak/explore suatu hal.


Jika dalam fitrah keimanan orang tualah yang bertanggung jawab menjadikan anaknya beragama apapun, maka begitu pula terkait dengan fitrah seksualitas. Orangtua yang mengampu tanggung jawab mengenalkan seksualitas ini terhadap anaknya. Satu kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Pengajaran adab terbaik adalah *keteladanan.* Sebagaimana yang sudah kita ketahui,  bahwa anak-anak tidak pernah salah mengcopy atau meniru. Jadi,  tentu orangtualah yang pertama kali harus memberikan pengajaran dalam fitrah seksualitas ini. Dimulai dari bagaimana seorang ayah bersikap sebagai laki-laki, seorang imam,  seorang qawwam, kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Dan ibu sebagai seorang yang feminim,  penuh kasih sayang dalam mendidik,  melayani seluruh anggota keluarga,  ta'zim dan patuh terhadap ayah sebagai pemimpin.

Ketika orang tua sudah menjadi teladan bagi anak, maka fitrah anak yang senang explore sesuatu terutama di usia pre aqil baligh dan aqil baligh terkait dengan seksualitasnya dibahas, diarahkan dan diajarkan. Diantaranya adalah:
☘ Melatih anak meminta izin ketika masuk kamar orang tua
☘ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
☘Melatih anak tidur dengan posisi miring ke kanan (menjauhkan anak dari banyak bentuk penyelewengan seksual di waktu tidur)
☘menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
☘mengajarkan QS An Nur untuk anak pre aqil baligh
☘memberi tahu tanda-tanda usia baligh, mengajarkan hak dan kewajiban yang dipikul di usia ini


Menumbuhkan fitrah seksualitas merupakan salah satu dari cara memelihara diri dan anak-anak kita dari ketimpangan,  dari dosa,  dari neraka.

Maka, bersungguh-sungguhlah didalamnya,  berikan teladan dan pengajaran terbaik, karena syurga dan neraka sebagai taruhan.

#Bimbing kami ya Rabb 😇







Kelompok ini memberikan challenge seru pagi peserta diskusi, yaitu posting pengalaman menumbuhkan fitrah seksualitas kepada ananda di fb masing-masing dengan tagar tertentu. Pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah menarik. 😍

Rabu, 17 Januari 2018

Review: Cinta Positif

Malam ini, TOP TEN menyuguhkan sebuah persembahan dengan judul :

💝 CINTA POSITIF 💝
 _Membingkai fitrah seksualitas dlm ketaatan_
(pra akil advance-post akil baligh)

🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊
Coba lihat cerita saya di Steller: https://steller.co/s/7p4PAhrknfZ

Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?
🌼 Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
🌼 era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
🌼 Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
🌼Me Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
🌼Pemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
🌼Tingkat konsumtif tinggi
🌼 Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan

Fakta
97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)

BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)
 Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran, tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media

Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri

NIKAH MUDA, WHY NOT?!
ZINA, NO WAY...
Mentari, walaupun hanya satu

sinarnya dapat menyibak

ratusan awan hitam

dan membuat langit

kembali cerah...


KITA MASIH PUNYA HARAPAN
Coba lihat cerita di Steller: https://steller.co/s/7p3VdwWc8nZ

   3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:

1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.

2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.

3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.

💦💦💦💦💦💦💦💦
Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.

Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :

💞 Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.

💞Jaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.

💞Kembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.----> pengetahuan (paling rendah) - pemahaman - analisis - sintetis (paling tinggi).

💞Think creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.

💞Bangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.

💞💞💞💞💞💞💞💞
‬Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.

_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.

Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.

Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.

Pegangan kokoh umat muslim ada  pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.

💦💦💦💦💦💦💦💦
Apakah bekal yg sudah kita berikan  sebagai orang tua?

Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.

Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.

Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah

Cinta positif adalah tauhid

Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)

Maafkan kami, ingatkan kami, saling doa.












Jadi, InsyaAllah harapan akan para pemuda yang terjaga fitrahnya masih ada, semoga semakin banyak. 💞


Tambahan kutipan status fb nya kang firman (ahli Talent Mapping) soal pernikahan :

Satu dari sekian banyak nasihat Ustadz Hilman Rosyad yang sungguh-sungguh harus kita simak :
__

Sebagian pasangan suami istri ada yang fokus pernikahannya melompat, langsung fokus ke anak. Jadinya mereka belajarnya juga lompat, langsung belajar Parenting. Padahal kan "rabbanaa hablana min AZWAAJINA" setelah itu baru "wa dzurriyyatina qurrata a'yun, wa ja'alna lil muttaqiina imaamaa".

Jadi, keluarga yang bisa menghasilkan pemimpin orang yang bertaqwa itu adalah keluarga yang sang suami dan istrinya, sebelum belajar jadi ibu dan ayah yang baik, mereka belajar dulu jadi suami dan istri yang baik bagi satu sama lain. Setelah itu baru belajar jadi ibu dan ayah yang baik bagi anaknya.
__

Ternyata inilah yang selama ini terabaikan oleh sebagian besar keluarga, bahkan oleh mereka yang paling bersemangat untuk menjadi orangtua yang baik sekalipun.

Jazakallah khair Ustadz. Semoga kami bisa menjadi penerus amal kebaikan Ustadz dengan menyimak dan mengamalkan nasihat ini.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155947903117170&id=670887169

Selasa, 16 Januari 2018

Review: Pubertas

Di hari tantangan ke 9, kelompok Super Nine membawakan materi tentang Pubertas dalam kaitannya dengan Fitrah Seksualitas.

Data yang mencengangkan bukan mak?! 😧

Tantangan - tantangan yang dihadapi dalam Masa Pubertas:
🌻  Rasa penasaran thd perubahan diri
🌻 Pergaulan bebas
🌻 Pergaulan menyimpang
🌻 Pelecehan seksual
🌻 Perdagangan manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
💧tuntutan ekonomi/ gaya hidup
💧 Minim pengetahuan keimanan
💧Faktor kriminalitas
💧Lingkungan buruk

🌷Pendidikan Seksual Perspektif Islam🌷

By Ustdzh Herlini Amran

Orangtua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seksual. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran.

Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap anak dalam masalah pendidikan, termasuk pendidikan seks. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum khusus tentang pendidikan seksual di sekolah-sekolah.

Di antara pokok-pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:

🌱1. Menanamkan rasa malu pada anak.

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya.

🌱2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.

Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.

Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

🌱3. Memisahkan tempat tidur mereka.

Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

🌱4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu).

Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

🌱5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

🌱6. Mengenalkan mahram-nya.

Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak. Dengan demikian dapat diketahui dengan tegas bahwa Islam mengharamkan incest, yaitu pernikahan yang dilakukan antar saudara kandung atau mahram-nya. Siapa saja mahram tersebut, Allah Swt telah menjelaskannya dalam surat an-Nisa’ (4) ayat 22-23.

🌱7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

🌱8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât.

Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Mereka bebas mengumbar pandangan, saling berdekatan dan bersentuhan; seolah tidak ada lagi batas yang ditentukan syariah guna mengatur interaksi di antara mereka. Ikhtilât dilarang karena interaksi semacam ini bisa menjadi mengantarkan pada perbuatan zina yang diharamkan Islam. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.

🌱. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat.

Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Sebagaimana ikhtilât, khalwat pun merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

🌱10. Mendidik etika berhias.

Berhias, jika tidak diatur secara islami, akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan dosa. Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.

🌱11. Ihtilâm dan haid.

Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.
[1/15, 20:13] ‪+62 856-0044-1210‬: 🌿 *Pubertas salah satu proses dalam fitrah seksualitas* 🌿

🌷 _Kenapa seseorang mengalami pubertas?_

Karena pubertas adalah salah satu proses yang berlangsung pada masa pre aqil baligh dan semua orang pasti melalui tahapan tahapan  perkembangan itu dalam kehidupan.

Semua manusia telah dikaruniai Allah dengan hormon hormon khusus dalam tubuh sejak lahir.

Perempuan > banyak hormon estrogen dan progesteron, sedikit testosteron
Laki laki > banyak hormon testosteron, sedikit estrogen

Ketika beranjak dari masa kanak kanak (awah 8 thn) ke masa pre aqil baligh (9 – 10 tahun keatas) ada satu kelenjar yang namanya pituitary (kelenjar yang ada diotak) yang tugasnya mengatur hormon hormon tadi untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan yang cukup cepat pada tubuh dan jiwa kita, yang menandakan bahwa kita sudah memasuki masa puber.

🌷 _Usia berapa seseorang mulai pubertas?_

Umumnya anak perempuan puber lebih awal dari pada anak laki laki, yaitu sekitar usia 8 – 15 tahun, sedangkan anak  laki laki sekitar usia  10 – 16 tahun
Diantara beberapa penyebab pubertas antara lain: faktor keturunan, baik buruknya gizi, dan rangsangan rangsangan yang diperoleh dari tontonan ataupun bacaan bacaan.

🌷 _Apa sih tanda tanda pubertas?_

Puber  ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh juga jiwa.
Anak laki laki > masa puber ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dalam memproduksi sperma, yang ditandai dengan mimpi basah.
Anak perempuan > ditandai dengan mengalami proses yang disebut dengan menstruasi.







PERIODE YANG TERJADI PADA MASA PUBERTAS :

Periode Depresi :
Periode ini biasanya akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional. Biasanya anak yang mempunyai sifat tertutup (introvert) cenderung mengalami depresi yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang mempunyai sifat terbuka (extrovert), karena anak introvert tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi akar dari kecemasan serta kesulitan emosionalnya itu kepada orang lain.

Periode Kecemasan :
Pada periode ini Remaja seringkali bersikap tidak biasa, seperti : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.

Periode Kerewelan :
Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.

Periode Pembangkangan :
Seringkali Remaja seakan menjadi tidak patuh kepada apa yang menjadi aturan Orangtuanya. Sepanjang tidak melanggar norma Agama, Kesusilaan dan juga tidak membahayakan bagi keselamatan serta kesehatan dirinya, Orangtua sebaiknya bisa bertindak lebih bijak untuk memberi kesempatan kepada Remaja agar ia dapat mengambil keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Hal ini selain dapat menambah rasa percaya diri Remaja tersebut sekaligus juga bisa menghindari timbulnya pertengkaran (konflik) yang berkepanjangan antara Orangtua dengan Anak.

Periode Ingin Tampil Beda :
Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.
Sepanjang yang dilakukannya tidak bertentangan dengan norma Agama, Kesusilaan serta tidak membahayakan bagi diri Remaja tersebut, sebaiknya Orangtua tidak perlu merasa cemas. Mereka melakukan hal ini hanya karena sedang dalam tahap mencari identitas diri, dan ingin diterima dengan baik sebagai anggota kelompoknya.
Seiring dengan bertambahnya usia, perlahan-lahan semua itu akan hilang dengan sendirinya

CARA MENANGGULANGI MASALAH REMAJA PUBERTAS :

Orangtua sebaiknya jangan membahas suatu masalah dengan cara sikap seolah sedang menginterogasi atau mendoktrin, karena hal ini akan membuat Remaja tersebut semakin takut untuk mengemukakan apa yang sedang dirasakannya dan itu akan mengakibatkan semakin jauhnya jarak antara Orangtua dengan Anak.

Sebaiknya ajaklah Remaja tersebut untuk berbicara dari hati ke hati dan dalam suasana yang santai, bahkan tak ada salahnya apabila dalam pembicaraan tersebut sesekali diselingi juga dengan gurauan ringan.

Ciptakanlah suasana demokratis dalam rumah tangga, dimana semua anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya, tanpa harus merasa malu apalagi takut dengan anggota keluarga lainnya, terutama kepada Orangtua.

Biasakanlah dalam keluarga untuk saling menghargai serta menghormati pendapat orang lain, tanpa memandang apa jenis kelamin serta usianya.

Apabila ke empat hal diatas ternyata dirasakan belum juga membantu , akan lebih bijak apabila Remaja tersebut dibawa untuk berkonsultasi dan berobat kepada seorang Dokter, mungkin ada suatu gangguan pada tubuhnya ataupun kepada seorang Psikiater apabila dikhawatirkan ada sesuatu yang mengganggu dari sudut kejiwaannya (emosi).




Ternyata generasi kami hampir mengalami pengalaman yang sama, yaitu tidak cukup bekal pengetahuan untuk memasuki masa pubertas waktu itu. Untungnya tantangan jaman dulu (generasi 70/80an) tidak seseram zaman now. Sekarang sangat dibutuhkan perhatian yang sangat besar dan kewaspadaan yang sangat tinggi.




💌 Sumber Referensi:

# QS. Ar Ruum:21
# QS. Al Hujuraat: 13
# Buku, Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja, Elly Ris Madani, Yuhyina Maisura, penerbit The foundation KITA & BUAH HATI
# http://www.ummi
-online.com/4-tips-mendampingi-anak-perempuan-di-masa-pubertas.html
# http://www.ummi-online.com/7-tips-mendampingi-anak-lakilaki-di-masa-pubertas.html
#http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/03/08/mjbew2-anak-naksir-lawan-jenis-bagaimana-sikap-orang-tua
#http://www.ummi-online.com/ajarkan-pendidikan-seks-secara-syari.html
#https://www.elmina.id/cara-nabi-mendidik-anak-usia-10-14-tahun-part-1/

Persembahan penutupnya adalah video berikut.

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...