Rabu, 17 Januari 2018

Review: Cinta Positif

Malam ini, TOP TEN menyuguhkan sebuah persembahan dengan judul :

πŸ’ CINTA POSITIF πŸ’
 _Membingkai fitrah seksualitas dlm ketaatan_
(pra akil advance-post akil baligh)

🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊
Coba lihat cerita saya di Steller: https://steller.co/s/7p4PAhrknfZ

Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?
🌼 Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
🌼 era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
🌼 Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
🌼Me Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
🌼Pemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
🌼Tingkat konsumtif tinggi
🌼 Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan

Fakta
97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)

BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)
 Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran, tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media

Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri

NIKAH MUDA, WHY NOT?!
ZINA, NO WAY...
Mentari, walaupun hanya satu

sinarnya dapat menyibak

ratusan awan hitam

dan membuat langit

kembali cerah...


KITA MASIH PUNYA HARAPAN
Coba lihat cerita di Steller: https://steller.co/s/7p3VdwWc8nZ

   3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:

1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.

2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.

3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦
Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.

Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :

πŸ’ž Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.

πŸ’žJaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.

πŸ’žKembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.----> pengetahuan (paling rendah) - pemahaman - analisis - sintetis (paling tinggi).

πŸ’žThink creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.

πŸ’žBangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
‬Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.

_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.

Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.

Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.

Pegangan kokoh umat muslim ada  pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦
Apakah bekal yg sudah kita berikan  sebagai orang tua?

Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.

Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.

Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah

Cinta positif adalah tauhid

Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)

Maafkan kami, ingatkan kami, saling doa.












Jadi, InsyaAllah harapan akan para pemuda yang terjaga fitrahnya masih ada, semoga semakin banyak. πŸ’ž


Tambahan kutipan status fb nya kang firman (ahli Talent Mapping) soal pernikahan :

Satu dari sekian banyak nasihat Ustadz Hilman Rosyad yang sungguh-sungguh harus kita simak :
__

Sebagian pasangan suami istri ada yang fokus pernikahannya melompat, langsung fokus ke anak. Jadinya mereka belajarnya juga lompat, langsung belajar Parenting. Padahal kan "rabbanaa hablana min AZWAAJINA" setelah itu baru "wa dzurriyyatina qurrata a'yun, wa ja'alna lil muttaqiina imaamaa".

Jadi, keluarga yang bisa menghasilkan pemimpin orang yang bertaqwa itu adalah keluarga yang sang suami dan istrinya, sebelum belajar jadi ibu dan ayah yang baik, mereka belajar dulu jadi suami dan istri yang baik bagi satu sama lain. Setelah itu baru belajar jadi ibu dan ayah yang baik bagi anaknya.
__

Ternyata inilah yang selama ini terabaikan oleh sebagian besar keluarga, bahkan oleh mereka yang paling bersemangat untuk menjadi orangtua yang baik sekalipun.

Jazakallah khair Ustadz. Semoga kami bisa menjadi penerus amal kebaikan Ustadz dengan menyimak dan mengamalkan nasihat ini.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155947903117170&id=670887169

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...