Jumat, 12 Januari 2018

Review: Menjaga Fitrah Seksualitas Anak Usia 7-14 th dari dalam Keluarga

Persembahan dari kelompok 7 yang menamakan diri ChageAgent 007 dibuka dengan cerita yang bikin ngilu hati para emak khususnya. 
Check out my story on Steller: https://steller.co/s/7nMYUtarn4y


"Alikaaa...Alikaa..." Kutelusuri seluruh sudut rumah dan tak melihat sosoknya dimanapun. _Kemana anak itu?_ satu jam lalu ia minta izin main ke rumah Adit. Tapi tak lama kulihat mereka sama-sama main di halaman kami sampai akhirnya chat dari pelanggan mengalihkan perhatianku.

Kupakai hijabku dan melangkah ke rumah sebelah.

"Assalamualaikum...bibi, lihat Alika nggak ya? Tadi main sama Adit..."

"Ini saya jg lagi nyari bu...dicari mamanya mau ngobrol di telpon ktnya" wajah itu tampak sedikit gusar.

Berdua kami mencari keliling komplek. Menyisir setiap blok, melongok setiap sudut tak terlihat. Hampir satu jam pencarian, peluh mulai membanjiri tubuhku, dan rasa cemas menguasai perlahan seiring kenyataan yang kami hadapi: mereka tidak terlihat dimanapun!

_Bagaimana kalau mereka diculik?_
_Bagaimana kalau mereka jadi korban perdagangan anak, atau perdagangan organ tubuh?_

Naudzubillahumindzalik...kuenyahkan bayangan itu dari kepala dan memutuskan untuk pulang. Kurasa aku butuh segelas air untuk menjernihkan pikiran.

Baru saja kututup pintu pagar, mataku terpaku pada dua pasang sandal dalam radius 20 meter dari pandangan. Itu sandal mereka! _Kenapa mereka main di gudang?_

Bergegas kulangkahkan kaki kesana. _Kreeeeeek_ keriut suara pintu gudang merayap di pendengaran seiring  pemandangan yang membuat jantung seakan dicabut paksa dari tempatnya.

_Ya Rabb sedang apa mereka?_

Dua anak TK itu sedang berbaring. Tanpa busana! Pakaian mereka bertumpuk dekat kaki. Mendapatiku datang, mereka bangkit dan memamerkan gigi. 

Jantungku berdentam hebat. 

"Nak, lagi main apa? Kok bajunya dibuka?" Kuharap mereka tidak bisa mendeteksi suaraku yg gemetar.

"Nggak tahu, Adit yang nyuruh" Alika berkata polos.

Perlahan kupasang pakaian mereka dan kutanya Adit dengan suara setenang mungkin. 

"Adit, main apa ini? Kok pake dibuka bajunya?"

"Main kaya Mama dan Papa..."


_Ya Rabb!!_
Hatiku ngilu.

(By Esme *inspired by true story)

😦 Bayangkan jika itu terjadi pada anak-anak kita??? 
Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah situasi serupa? Atah bahkan yang lebih buruk? Diluar sana mungkin sudah banyak cerita seperti ini. Zaman sekarang fenomena anak usia 7-14 th jadi sangat mencemaskan.

“ adek  bayi keluar darimana? “

“ haid itu apa? “

“ kenapa ibu ga sholat? “

“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “

“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”

“ kenapa ga boleh pacaran? “

" kenapa titit ade beda sama bang L? "


Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti  diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah…. 


Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 -  6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak -  anak SD kelas 4 - 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti -  mohon maaf - “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah…. 


Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain : 

Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin 

Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin

Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan. 

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita. 


Sumber:

Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016

Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010

Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017
Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi,  potensi dasar, dan kesucian. 

Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt  sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah. 

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. 
Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.

Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas:
---- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya
Laki- laki atau perempuan
Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th
Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu
---- Anak mengerti peran seksualnya
Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa
Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”
--- Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup   
                  pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau
                  dokter.
Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education

2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1


Lumayan bikin sesak ya bunda... Tapi kita harus rileks dan sabar. Seperti yang diungkap para pakar, pendidikan seks ini membutuhkan proses. Tentu kita harus banyak bekal ilmu yang baik dan benar. Islam telah memberikan solusi sejak kemunculannya. Maka sebagai umat Islam, sudah sehausnya  kita total mengikuti ajaran agama ini agar selamat. Islam menawarkan komponen preventif hingga rehabilitatif dalam hal fitrah seksualitas.
Berikut adalah media edukasi yang bisa menjadi amunisi kita dalam rangka menjaga fitrah seksualitas anak-anak yang diramu oleh kelompok BunSay Koordi changeAgent 007.


Ini adalah gambar-gambar yang ada di video.

Ternyata yaa..pengaruh kita terhadap anak sangat dimulai dari praktek paling dasar.

Selanjutnya disambung tentang Tarbiyah jinsiyah oleh mba Mekar.


Infografis berikut merangkum materi kita.


Alhamdulillah, semoga ini bisa kita aplikasikan agar generasi Indonesia menjadi generasi yang lebih baik.

Penampilan kelompok 7 ini ditutup dengan lagu gubahan dari lagu Becak dengan lirik ditulis dr. Adis. Lagu ini dibawakan oleh saya feat anak sulung saya, Kakak Rafifa (6y). Hihii semoga Bermanfaat. Check this out!  😉 



Oia ini para agen yang berkontribusi dalam persembahan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...