Selasa, 16 Januari 2018

Review: Pubertas

Di hari tantangan ke 9, kelompok Super Nine membawakan materi tentang Pubertas dalam kaitannya dengan Fitrah Seksualitas.

Data yang mencengangkan bukan mak?! 😧

Tantangan - tantangan yang dihadapi dalam Masa Pubertas:
🌻  Rasa penasaran thd perubahan diri
🌻 Pergaulan bebas
🌻 Pergaulan menyimpang
🌻 Pelecehan seksual
🌻 Perdagangan manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
💧tuntutan ekonomi/ gaya hidup
💧 Minim pengetahuan keimanan
💧Faktor kriminalitas
💧Lingkungan buruk

🌷Pendidikan Seksual Perspektif Islam🌷

By Ustdzh Herlini Amran

Orangtua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seksual. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran.

Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap anak dalam masalah pendidikan, termasuk pendidikan seks. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum khusus tentang pendidikan seksual di sekolah-sekolah.

Di antara pokok-pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:

🌱1. Menanamkan rasa malu pada anak.

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya.

🌱2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.

Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.

Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

🌱3. Memisahkan tempat tidur mereka.

Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

🌱4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu).

Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

🌱5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

🌱6. Mengenalkan mahram-nya.

Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak. Dengan demikian dapat diketahui dengan tegas bahwa Islam mengharamkan incest, yaitu pernikahan yang dilakukan antar saudara kandung atau mahram-nya. Siapa saja mahram tersebut, Allah Swt telah menjelaskannya dalam surat an-Nisa’ (4) ayat 22-23.

🌱7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

🌱8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât.

Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Mereka bebas mengumbar pandangan, saling berdekatan dan bersentuhan; seolah tidak ada lagi batas yang ditentukan syariah guna mengatur interaksi di antara mereka. Ikhtilât dilarang karena interaksi semacam ini bisa menjadi mengantarkan pada perbuatan zina yang diharamkan Islam. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.

🌱. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat.

Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Sebagaimana ikhtilât, khalwat pun merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

🌱10. Mendidik etika berhias.

Berhias, jika tidak diatur secara islami, akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan dosa. Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.

🌱11. Ihtilâm dan haid.

Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.
[1/15, 20:13] ‪+62 856-0044-1210‬: 🌿 *Pubertas salah satu proses dalam fitrah seksualitas* 🌿

🌷 _Kenapa seseorang mengalami pubertas?_

Karena pubertas adalah salah satu proses yang berlangsung pada masa pre aqil baligh dan semua orang pasti melalui tahapan tahapan  perkembangan itu dalam kehidupan.

Semua manusia telah dikaruniai Allah dengan hormon hormon khusus dalam tubuh sejak lahir.

Perempuan > banyak hormon estrogen dan progesteron, sedikit testosteron
Laki laki > banyak hormon testosteron, sedikit estrogen

Ketika beranjak dari masa kanak kanak (awah 8 thn) ke masa pre aqil baligh (9 – 10 tahun keatas) ada satu kelenjar yang namanya pituitary (kelenjar yang ada diotak) yang tugasnya mengatur hormon hormon tadi untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan yang cukup cepat pada tubuh dan jiwa kita, yang menandakan bahwa kita sudah memasuki masa puber.

🌷 _Usia berapa seseorang mulai pubertas?_

Umumnya anak perempuan puber lebih awal dari pada anak laki laki, yaitu sekitar usia 8 – 15 tahun, sedangkan anak  laki laki sekitar usia  10 – 16 tahun
Diantara beberapa penyebab pubertas antara lain: faktor keturunan, baik buruknya gizi, dan rangsangan rangsangan yang diperoleh dari tontonan ataupun bacaan bacaan.

🌷 _Apa sih tanda tanda pubertas?_

Puber  ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh juga jiwa.
Anak laki laki > masa puber ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dalam memproduksi sperma, yang ditandai dengan mimpi basah.
Anak perempuan > ditandai dengan mengalami proses yang disebut dengan menstruasi.







PERIODE YANG TERJADI PADA MASA PUBERTAS :

Periode Depresi :
Periode ini biasanya akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional. Biasanya anak yang mempunyai sifat tertutup (introvert) cenderung mengalami depresi yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang mempunyai sifat terbuka (extrovert), karena anak introvert tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi akar dari kecemasan serta kesulitan emosionalnya itu kepada orang lain.

Periode Kecemasan :
Pada periode ini Remaja seringkali bersikap tidak biasa, seperti : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.

Periode Kerewelan :
Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.

Periode Pembangkangan :
Seringkali Remaja seakan menjadi tidak patuh kepada apa yang menjadi aturan Orangtuanya. Sepanjang tidak melanggar norma Agama, Kesusilaan dan juga tidak membahayakan bagi keselamatan serta kesehatan dirinya, Orangtua sebaiknya bisa bertindak lebih bijak untuk memberi kesempatan kepada Remaja agar ia dapat mengambil keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Hal ini selain dapat menambah rasa percaya diri Remaja tersebut sekaligus juga bisa menghindari timbulnya pertengkaran (konflik) yang berkepanjangan antara Orangtua dengan Anak.

Periode Ingin Tampil Beda :
Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.
Sepanjang yang dilakukannya tidak bertentangan dengan norma Agama, Kesusilaan serta tidak membahayakan bagi diri Remaja tersebut, sebaiknya Orangtua tidak perlu merasa cemas. Mereka melakukan hal ini hanya karena sedang dalam tahap mencari identitas diri, dan ingin diterima dengan baik sebagai anggota kelompoknya.
Seiring dengan bertambahnya usia, perlahan-lahan semua itu akan hilang dengan sendirinya

CARA MENANGGULANGI MASALAH REMAJA PUBERTAS :

Orangtua sebaiknya jangan membahas suatu masalah dengan cara sikap seolah sedang menginterogasi atau mendoktrin, karena hal ini akan membuat Remaja tersebut semakin takut untuk mengemukakan apa yang sedang dirasakannya dan itu akan mengakibatkan semakin jauhnya jarak antara Orangtua dengan Anak.

Sebaiknya ajaklah Remaja tersebut untuk berbicara dari hati ke hati dan dalam suasana yang santai, bahkan tak ada salahnya apabila dalam pembicaraan tersebut sesekali diselingi juga dengan gurauan ringan.

Ciptakanlah suasana demokratis dalam rumah tangga, dimana semua anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya, tanpa harus merasa malu apalagi takut dengan anggota keluarga lainnya, terutama kepada Orangtua.

Biasakanlah dalam keluarga untuk saling menghargai serta menghormati pendapat orang lain, tanpa memandang apa jenis kelamin serta usianya.

Apabila ke empat hal diatas ternyata dirasakan belum juga membantu , akan lebih bijak apabila Remaja tersebut dibawa untuk berkonsultasi dan berobat kepada seorang Dokter, mungkin ada suatu gangguan pada tubuhnya ataupun kepada seorang Psikiater apabila dikhawatirkan ada sesuatu yang mengganggu dari sudut kejiwaannya (emosi).




Ternyata generasi kami hampir mengalami pengalaman yang sama, yaitu tidak cukup bekal pengetahuan untuk memasuki masa pubertas waktu itu. Untungnya tantangan jaman dulu (generasi 70/80an) tidak seseram zaman now. Sekarang sangat dibutuhkan perhatian yang sangat besar dan kewaspadaan yang sangat tinggi.




💌 Sumber Referensi:

# QS. Ar Ruum:21
# QS. Al Hujuraat: 13
# Buku, Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja, Elly Ris Madani, Yuhyina Maisura, penerbit The foundation KITA & BUAH HATI
# http://www.ummi
-online.com/4-tips-mendampingi-anak-perempuan-di-masa-pubertas.html
# http://www.ummi-online.com/7-tips-mendampingi-anak-lakilaki-di-masa-pubertas.html
#http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/03/08/mjbew2-anak-naksir-lawan-jenis-bagaimana-sikap-orang-tua
#http://www.ummi-online.com/ajarkan-pendidikan-seks-secara-syari.html
#https://www.elmina.id/cara-nabi-mendidik-anak-usia-10-14-tahun-part-1/

Persembahan penutupnya adalah video berikut.

Minggu, 14 Januari 2018

Review: Pre Aqil Baligh Lintas Gender

Inilah persembahan kelompok 8 di kelas Bunda Sayang IIP Koordi.









Lagu ini yang jadi pembuka presentasi kelompok Eigh for Fight. Enjoy!


Justice Voice - AbeGe (Nasyid)

Kisah hidup seorang Anak Baru Gede?
cari identitas diri?.
Nempuh jalan tiada tujuan?
(kebingungan)?
Salah jalan ngikut kebarat-baratan?
Mode yang jadi pegangan?
Gaya ngetrend cari perhatian?
(orang-orang)?

Reff:
Pengen ngetop?pengen keren?
pengen ngefans?
segalanya dikorbanin ?(kasihan)
Pamer harta cari muka
?N ngegosip pilih-pilih teman?
(kelewatan)?

Oh..ABe Ge jangan mau terpedaya?
indahnya gemerlap dunia?
Sampe lupa siapa dirimu?
(kagak tau),
Hidup ini hanya sementara waktu ?
Eee jangan mau tertipu?
Sampe nafsu ngatur diri kamu?
(hilang citamu)?

Reff:
Bokap kamu nyokap kamu,
tante kamu?
Pasti ?kan bangga padamu..nih die!
Punya anak udah cakep (=cakap)
Juga sholeh? Prestasinya?OKE !!!
AbeGe..prestasinya Oke?ini die..!

Di sesi diskusi, muncul pertanyaan yang pasti ada disetiap benak orang tua:
Dr. Adis: Ketika si aqil ketinggalan sama si baligh (*emang lomba*?), kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mengejarnya?
Lalu admin merangkum dari jawaban yang muncul dari teman teman..
Bisa dibuat program Aqil & baligh...
Diantara program Aqil yang bisa dilakukan diantaranya:
1. Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu.
2. Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial.
3. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan "kotoran haidnya" sendiri.
4. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya..

Pesan penutup dari kelompok ini adalah:


Jumat, 12 Januari 2018

Review: Menjaga Fitrah Seksualitas Anak Usia 7-14 th dari dalam Keluarga

Persembahan dari kelompok 7 yang menamakan diri ChageAgent 007 dibuka dengan cerita yang bikin ngilu hati para emak khususnya. 
Check out my story on Steller: https://steller.co/s/7nMYUtarn4y


"Alikaaa...Alikaa..." Kutelusuri seluruh sudut rumah dan tak melihat sosoknya dimanapun. _Kemana anak itu?_ satu jam lalu ia minta izin main ke rumah Adit. Tapi tak lama kulihat mereka sama-sama main di halaman kami sampai akhirnya chat dari pelanggan mengalihkan perhatianku.

Kupakai hijabku dan melangkah ke rumah sebelah.

"Assalamualaikum...bibi, lihat Alika nggak ya? Tadi main sama Adit..."

"Ini saya jg lagi nyari bu...dicari mamanya mau ngobrol di telpon ktnya" wajah itu tampak sedikit gusar.

Berdua kami mencari keliling komplek. Menyisir setiap blok, melongok setiap sudut tak terlihat. Hampir satu jam pencarian, peluh mulai membanjiri tubuhku, dan rasa cemas menguasai perlahan seiring kenyataan yang kami hadapi: mereka tidak terlihat dimanapun!

_Bagaimana kalau mereka diculik?_
_Bagaimana kalau mereka jadi korban perdagangan anak, atau perdagangan organ tubuh?_

Naudzubillahumindzalik...kuenyahkan bayangan itu dari kepala dan memutuskan untuk pulang. Kurasa aku butuh segelas air untuk menjernihkan pikiran.

Baru saja kututup pintu pagar, mataku terpaku pada dua pasang sandal dalam radius 20 meter dari pandangan. Itu sandal mereka! _Kenapa mereka main di gudang?_

Bergegas kulangkahkan kaki kesana. _Kreeeeeek_ keriut suara pintu gudang merayap di pendengaran seiring  pemandangan yang membuat jantung seakan dicabut paksa dari tempatnya.

_Ya Rabb sedang apa mereka?_

Dua anak TK itu sedang berbaring. Tanpa busana! Pakaian mereka bertumpuk dekat kaki. Mendapatiku datang, mereka bangkit dan memamerkan gigi. 

Jantungku berdentam hebat. 

"Nak, lagi main apa? Kok bajunya dibuka?" Kuharap mereka tidak bisa mendeteksi suaraku yg gemetar.

"Nggak tahu, Adit yang nyuruh" Alika berkata polos.

Perlahan kupasang pakaian mereka dan kutanya Adit dengan suara setenang mungkin. 

"Adit, main apa ini? Kok pake dibuka bajunya?"

"Main kaya Mama dan Papa..."


_Ya Rabb!!_
Hatiku ngilu.

(By Esme *inspired by true story)

😦 Bayangkan jika itu terjadi pada anak-anak kita??? 
Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah situasi serupa? Atah bahkan yang lebih buruk? Diluar sana mungkin sudah banyak cerita seperti ini. Zaman sekarang fenomena anak usia 7-14 th jadi sangat mencemaskan.

“ adek  bayi keluar darimana? “

“ haid itu apa? “

“ kenapa ibu ga sholat? “

“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “

“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”

“ kenapa ga boleh pacaran? “

" kenapa titit ade beda sama bang L? "


Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti  diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah…. 


Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 -  6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak -  anak SD kelas 4 - 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti -  mohon maaf - “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah…. 


Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain : 

Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin 

Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin

Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan. 

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita. 


Sumber:

Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016

Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010

Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017
Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi,  potensi dasar, dan kesucian. 

Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt  sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah. 

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. 
Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.

Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas:
---- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya
Laki- laki atau perempuan
Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th
Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu
---- Anak mengerti peran seksualnya
Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa
Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”
--- Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup   
                  pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau
                  dokter.
Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education

2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1


Lumayan bikin sesak ya bunda... Tapi kita harus rileks dan sabar. Seperti yang diungkap para pakar, pendidikan seks ini membutuhkan proses. Tentu kita harus banyak bekal ilmu yang baik dan benar. Islam telah memberikan solusi sejak kemunculannya. Maka sebagai umat Islam, sudah sehausnya  kita total mengikuti ajaran agama ini agar selamat. Islam menawarkan komponen preventif hingga rehabilitatif dalam hal fitrah seksualitas.
Berikut adalah media edukasi yang bisa menjadi amunisi kita dalam rangka menjaga fitrah seksualitas anak-anak yang diramu oleh kelompok BunSay Koordi changeAgent 007.


Ini adalah gambar-gambar yang ada di video.

Ternyata yaa..pengaruh kita terhadap anak sangat dimulai dari praktek paling dasar.

Selanjutnya disambung tentang Tarbiyah jinsiyah oleh mba Mekar.


Infografis berikut merangkum materi kita.


Alhamdulillah, semoga ini bisa kita aplikasikan agar generasi Indonesia menjadi generasi yang lebih baik.

Penampilan kelompok 7 ini ditutup dengan lagu gubahan dari lagu Becak dengan lirik ditulis dr. Adis. Lagu ini dibawakan oleh saya feat anak sulung saya, Kakak Rafifa (6y). Hihii semoga Bermanfaat. Check this out!  😉 



Oia ini para agen yang berkontribusi dalam persembahan ini.

Rabu, 10 Januari 2018

Review: Peran Ibu Sebagai Teman Belajar Ayah Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Persembahan kelompok Empat-i dalam diskusi level 11 kuliah Bunda Sayang IIP kelas kordi diawali dengan video lagu Yang Terbaik Bagimu (Ayah). Lagu yang dinyanyikan Ada Band feat Gita Gutawa ini selalu membuat hati kangen ayah. Iya gak teman? Nih yang ini video nya. ,😭

Para bunda cantik di grup ini mengangkat issue urgensi "kehadiran" ayah dalam pengasuhan dan mengambil judul Peran Ibu Sebagai Teman Belajar Ayah Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas. 

Maraknya fenomena anak-anak yang BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxiety, Stressed, Tired) adalah akibat dari fenomna ayah ada ayah tiada yang berimbas pada tidak kokohnya fitrah seksualitas anak-anak mereka. Parahnya, ini bermuara pada penyimpangan seksual yang berjudul LGBT. 
Berikut materi yang Empat-i haturkan.


🌱 PERAN IBU SEBAGAI TEMAN BELAJAR AYAH DALAM MEMBANGKITKAN 
FITRAH SEKSUALITAS 🌱
HASIL DISKUSI KELOMPOK Empat-i
Tampaknya kita semua bersepakat bahwa membangkitkan fitrah seksualitas itu penting banget. Alasannya karena fitrah seksualitas yang tidak mewujud dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai gesekan sosial maupun psikologis. Kita bicara tentang LGBT, pedofilia, dan berbagai penyimpangan seksual lainnya. Begitu pula dengan kegamangan seorang ayah atau ibu saat menjalankan perannya dalam keluarga, semua karena fitrah seksualitas yang tidak terbangkitkan dengan baik dan benar. Hanya itukah?

Mari kita sejenak melihat kembali sejarah Nabi Adam AS, manusia pertama ciptaan Allah. Bagaimana Allah membangkitkan fitrah seksualitas beliau?
Nabi Adam dan Hawa memakan buah terlarang hingga mereka berdua bisa saling melihat. Mufassir menafsirkannya bahwa aurat mereka berdua terlihat. Diceritakan bahwa mereka kaget dan merasa malu. Mungkin inilah bentuk fitrah seksualitas kita pada tahap awal. Rasa malu saat aurat terekspos.
Yang menarik, Allah tidak murka sebagaimana Dia murka pada iblis yang menolak sujud. Allah hanya menyuruh mereka turun ke bumi. Itu saja.
Menurut kami, turun ke bumi bukan hukuman. Bukankah dari awal Allah memang menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi? Lalu bagaimana mungkin turun ke bumi adalah hukuman?
Adam AS turun ke bumi untuk mengemban tugas penciptaannya sebagai manusia.
Dan sebelum ia mengemban tugas itu, maka ia harus punya tools untuk menjalankan tugas ini terlebih dulu. Tentu mudah bagi Allah untuk menciptakan manusia lalu langsung saja diturunkan ke bumi. Tapi Allah melakukan coaching dulu di surga. Dan pelatihan terakhir adalah membangkitkan fitrah seksualitas. Inilah bagian penting.
terakhir yang membuat Adam AS dan Hawa siap mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi.
Jadi seberapa penting membangkitkan fitrah seksualitas? Menurut kami, sama pentingnya dengan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Sekarang bagaimana membangkitkannya?
peran ayah dan ibu sangat penting sebagai role model. Sebagaimana yang terjadi pada Adam AS dan Hawa, memaparkan pada fitrah seksualitas yang benar adalah jalan terbaik.
Untuk itu ayah dan ibu harus memiliki fitrah seksualitas yang benar terlebih dahulu.
Lalu seperti apa fitrah seksualitas sebagaimana yang diciptakan Allah?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Dalam bukunya Fitrah Based Education, Harry Santosa menjelaskan Fitrah Peran ayah VS Fitrah Peran ibu


dari kedua fitrah peran ini, kita bisa melihat fenomena sekarang, berbagai penyimpangan seksual marak terjadi karena fitrah seksualitas tidak terbangun sempurna di keluarga. Setelah mengulik berbagai tulisan dan berbagai kasus dari para ahli, sebagian besar fenomena masalah seksual terutama pada anak usia 10-14 tahun, adalah karena kurang hadirnya sosok ayah dalam keluarga.

Ayah Irwan Rinaldi, penggiat Fathering menjelaskan bahwa Indonesia sedangm mengalamisituasi ‘Father Hunger’ yaitu kerusakan psikologis pada anak-anak karena tidak mengenal ayahnya. “Itulah yang menyebabkan anak-anak kita rendah diri dan terlalu bergantung pada orang lain,” kata Ayah Irwan, di sesi kedua Kajian Tematik Sekolah MoMMee, di Jakarta, Minggu 25 September 2016.
Fenomena tersebut juga yang menyebabkan anak-anak kesulitan menetapkani identitas seksualnya, seperti anak lelaki yang menjadi feminim atau anak perempuan menjadi hipermaskulin. Bagi anak perempuan, kekurangan sosok ayah juga membuatnya sulit menentukan pasangan yang tepat ketika dewasa, karena tidak ada rolemodel dalam kehidupan semasa kecilnya.
Karena itu, peran ayah sangat besar dalam pengasuhan anak. Bahkan, menurut Ayah Irwan, dunia pengajaran di sekolah seharusnya didominasi oleh guru laki-laki. “Jadi selama ini ada paradigma masyarakat yang salah terhadap anak-anak. Guru justru 90% perempuan,” ujar Ayah Irwan.
Karena ayah sibuk bekerja, ayah menjadi ada tapi tiada, bisa disentuh fisiknya tapi tidak bisa disentuh jiwanya. Padahal anak adalah takdir dari Allah (QS 42;49), anak adalah amanah Allah (QS 27, 28), dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak (QS 13;21).

Idealnya, seorang ayah menjadi Roiyah atau Penggembala, memberikan makan dan minum yang halal yang berpengaruh pada karakter anak. Ayah menjadi Qudwah atau teladan yang lebih baik dari ribuan kata-kata. Ayah menjadi Muajjahan atau pengarah yangtahu potensi anak dan mengawasinya ke jalur yang baik. Ayah adalah Murabbiyah atau pendidik yang bisa memberikan yang terbaik di saat yang terbaiks sesuai tahap perkembangan anak. Ayah adalah Nasihah atau pemberi nasihat karenas semua anak memiliki fitrah baik, tugas Ayah mengembalikan fitrah tersebut. Terakhir Ayah adalah Maroji atau Rujukan yang berbicara agar anak mau mendengar dan mau mendengar agar anak mau berbicara.

Besarnya pengaruh ayah pada kehidupan keluarga, membuat kita sebagai ibu harus mampu menjadi teman belajar ayah dalam segala hal. Agar ayah yang sudah peduli, sedikit peduli, tidak pedli sama sekali terhadap perkembangan anak, bisa terpacu rasai ingin belajarnya untuk menjadi ayah yang sesuai dengan peran keayahan yang seharusnya
Maksud menjadi teman belajar ayah adalah menjadi teman seperti teman yang relasinya unik. Sangat unik, bersifat intimate dan harus serileks mungkin. Visi belajary yangdibawanya adalah visi belajar akhirat.
Ada 4 hal yang harus dipahami ibu untuk menjadi teman belajar ayah:
1. tugas besar ayah
2. kesempatan belajar
3. seni menjadi advisor
4. ruang privasi
dijlaskan sesuai isi blog : https://sofianaindraswari.com/teman-belajar-ayah-serial￾sosok-penting-bernama-ayah-bagian-3/
Mari menjadi teman belajar ayah dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak-anak kita.

Sumber Materi:
1. https://sofianaindraswari.com/teman-belajar-ayah-serial-sosok-penting-bernama￾ayah-bagian-3/
2 . https://www.mommee.org/kuliah-tematik-sesi-2-ayah-ada-ayah-tiada/
3. Fitrah Based Education, ver 3.0 Harry Santosa, penerbit Yayasan Cahaya Mutiara
Timur, cetakan ketiga 31 Maret 2017
4.https://ceritaleila.wordpress.com/2017/05/22/lagi-menyimak-bahasan-fitrah-anak￾bersama-ustadz-harry/
5. Fitrah Seksualitas & Fitrah Estetika Anak
Harry Santosa – Millenial Learning Center
6. Hasil Diskusi Kelompok Empat-i

Senin, 08 Januari 2018

Review: Media dan Perkembangan Gender pada Anak

Ini adalah review kedua saya dari  tantangan 10 hari di level 11 kuliah bunda sayang Institut Profesional kelas koordinator. Penampilan malam ini adalah dari kelompok #3 yang menamakan dirinya 3in1. Koordinator dan initiator IIP Depok ada di dalamnya 😍.  Topik yang diangkat kelompok ini adalah....


Kenapa kita sangat perlu mengurusi media? Apa hubungannya dengan perkembangan gender anak? Maaak, ternyata banyak fakta menyeramkan yang melatar belakangi urgensi diangkatnya topik ini. 😨
Zaman now, kita gak bisa lepas dari beragam media: Tv, internet, koran/majalah, buku bacaan. Ini seperti 2 sisi mata uang yang bisa memudahkan tapi jugaaaa bisa menyulitkaaan. Innalillahi...

Tv maaak tv?? Seberapa sering anak kita nonton tipiii?? Apa yang ditontonnya? Seringkah kita mengamati dan memfilter isi tontonan anak kita?? Allah, tolong jaga kami! Tv zaman nuw bukan lagi sekedar pencuri waktu, tapiii bisa jadi pencuri masa depan indah anak kita. Whuaaa.. maaak!! Hayang ceurik jejeritan! 😭 (Red.Bahasa sunda)

Internet gimana internet?? Miriiis sekarang, emak-emak zaman now tidak sedikit yang bangga anaknya pegang tab dan nonton Youtoube, dkk. Tapi emaak tahu gak bahaya yang bisa menerkam mereka??

Salah satu yang sedang populer menjadi monster bagi kita sekarang adalah LGBT, penyakit kaum terlaknat! Perilaku menyimpang Lesbian Gay Bisexual Transgender. Hayu akh belajar waspada tentang monster ini.

Check these out!









Jenis kelamin itu hanya ada lelaki atau perempuan!! Tidak ada zona abu-abu!! Syeremnya, mak, LGBT ini menular dengan interaksi yang kemudian si syetan akan menghiasi kondisi sehingga dianggap biasa. Banyak cerita pengalaman orang yang jadi pelaku lgbt itu karena berteman dengan para pelaku tanpa benteng agama yang kokoh ditambah fitrah seksualitas yang belum ajeg.

Lalu kenapa atuh sasaran utamanya anak-anak??? Maaak, karena anak-anak mah masih panjang lalakon, masih panjang jalan hidupnya dibandingkan orang dewasa. Disini kaum terlaknat itu ingin memperpanjang masa hidup mereka. Dan karena anak-anak itu mudah dipengaruhi. Astaghfirulloh maak yuk sadar yuuk! Pengaruhi anak kita dengan yang baik-baik sesuai fitrahnya, jangan sampai kita kecolongan aksi kaum dzolim yang terencana itu.







Alhamdulillah ada banyak hadiah dari grup ini sebagai amunisi menjaga kesucian fitrah seksualitas anak-anak kita. Printable journal ini diantaranya. Klik aja disini. Berikut adalah beberapa tampilan worksheet nya.




Hadiah lainnya adalah Coba jalan-jalan ke link berikut ya:

Cara Aktifkan restricted mode untuk memfilter youtube  di mobile apps dan browser agar kontennya ramah anak

https://attitude.web.id/2017/09/23/restricted-mode-youtube-filter-di-mobile-apps-untuk-konten-ramah-anak/

https://attitude.web.id/2017/08/07/cara-filter-konten-dewasa-youtube-di-komputerpc/

Alternatif film animasi edukasi ada di link berikut:

https://attitude.web.id/2017/08/15/film-animasi-edukasi-anak/


Alternatif media yang bagus bagi anak

Beberapa rekomendasi media untuk anak ada di link berikut:
https://www.commonsensemedia.org/

----

Sumber referensi

1. http://attitude.web.id
2. https://www.commonsensemedia.org/
3. https://digitalmama.id/2017/05/08/tips-youtube-aman/

Jazakumullah kelompok 3in1. Sungguh bergizi persembahannya. Semoga Alah selalu menjaga generasi Indonesia! Mari ibu, kita bergandengan tangan menjadi agen perubahan untuk dunia yang lebih baik. 💐

Jumat, 05 Januari 2018

Review 1: Konsep Diri Gender pada Anak Usia Pra Latih (0-7 th)

Malam ini MasyaAllah mendapatkan persembahan menarik pada diskusi #1 kuliah Bunda Sayang IIP kelas koordinator di level 11. Di level ini kami diajak untuk learning by teaching tentang Fitrah Seksualitas. It's really amazing! 😍

Well, yuk ah mulai ke review.
Kelompok malam ini yang tampil adalah kelompok One Eleven, mba Sukeng, dkk. Topik yang diangkan menekankan bahwa Jika konsep diri kuat, peran jelas, perilaku pun akan terarah.

Fitrah Seksualitas ini berkaitan dengan keharusan kita menumbuhkan fitrah bawaan anak sebagai perempuan atau laki-laki. Fitrah ini tak bisa diubah. Anak perempuan harus menjadi perempuan sejati, anak laki-laki menjadi laki-laki sejati.

Lalu kenapa menumbuhkan fitrah seksualitas ini penting? Untuk mengenalkan anak tentang alat vitalnya dan cara merawatnya, lalu menguatkan konsep gendernya, sehingga kemudian anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional yang kokoh sesuai gendernya.


Di zaman now ini banyak sekali tantangan berkaitan dengan issue gender. Salah satunya adalah maraknya orang yang bergaya tidak sesuai gendernya. Kebanyakan dari mereka adalah selebgram atau YouTubers yang diikuti oleh anak-anak dan para remaja. Gawatnya lagi banyak orang dewasa yang tak mempermasalahkan hal ini. Innalillahi. Buahaya padahal!

Alhamdulillah kita dapat beberapa solusi yang ditawarkan tim One Eleven yang cantik-cantik. 😄


Selain 9 poin diatas, kehadiran sosok ayah dan ibu adalah hal utama dalam membersamai anak-anak. Kalaupun anak sudah tak memiliki orang tua lengkap, harus tetap ada sosok penggantinya, bisa paman, kakek, atau ustadz untuk mengisi sosok ayah dan bibi, nenek, ustadzah sebagai sosok ibu. Dan hal penting lainnya di zaman internet ini adalah edukasi internet sehat dari orang tua. Orang tua tak boleh lepas pengawasan saat anak berselancar di dunia maya.

Subhanallah, kerasa berat yaa tantangan di zaman now? Tapi ini sudah suratan bahwa zaman yang akan datang akan selalu lebih berat daripada sebelumnya.

Oia, masih ada oleh-oleh asyik untuk mengenalkan konsep diri pada anak usia 0-7 th..  Check this out yaa.. 😉

Sampai jumpa di review kedua besok. InsyaAllah. 😊

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...