Aliran Rasa T10 Kuliah Bunda Sayang Level #2
Melatih Kemandirian Anak
Kemandirian tak kan lepas dari konsistensi. Kemandirian berkaitan erat dengan Tanggung Jawab.
Konsistensi orang tua menjadi kunci disini. Astaghfirulloh ini yang masih miss dari diriku. Benar kata bu Septi, karena hasil dari proses latihan Kemandirian Anak ini akan terlihat bertahun-tahun berikutnya, orang tua seringkali hopeless dan cenderung menyerah pada kegagalan. So, let's enjoy this process because Allah will appreciate our effort! Kayanya slogan ini harus saya print besar dan tempel di dinding kamar! ๐
Sampai saat ini, dalm sebulan ini, saya masih berkutat dengan dua skill untuk anak sulung (5 th), yaitu mandi sore dan menyiapkan makan sendiri, dan satu skill untuk si bungsu (1,5 th), yakni seputar makan sendiri. Karena khususnya untuk skill makan ini mencakup banyak aspek juga ya.. Tapi mungkin karena inkonsistesi saya juga sih.
Alhamdulillah, syukur yang membuat terharu berada di komunitas ini. Ada Guru yang sangat hebat menginspirasi, selalu bikin saya malu jika tahu perjuangannya dulu yag sendirian, sementara saya sekarang diberi fasilitas IIP ini. Ada para sahabat seperjuangan yang secara langsung dan tidak langsung bahu membahu memotivasi dengan berbagai kisah dan pengalamannya. Fabiayyi alaai rabbikuma tukadzdziban! Nikmat, komunitas ini nikmat, rezeki yang besar!
Kamis, 16 Maret 2017
Cemilan Rabu #4 Level #2 Kuliah Bunsay
๐๐๐Cemilan Rabu #4๐๐๐
Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak
*Mandiri dan Tanggung Jawab*
Kemandirian dan tanggung jawab adalah dua hal yang saling mengikat dan tidak dapat dipisahkan. Karena salah satu hasil dari kemandirian itu adalah bertanggung jawab.
Tanggung jawab berarti:
1. Melakukan hal-hal yang benar semata-mata karena prinsip bukan karena orang lain yang memaksa untuk melakukannya
2. Membuat pilihan dengan bijaksana, setelah menimbang semua pilihan
3. Membuat diri dapat dipercaya dan diandalkan atas tindakan-tindakan yang dilakukan sendiri
Mengapa tanggung jawab pada anak itu penting? Ingatlah, tujuan akhir dari keseluruhan upaya yang kita lakukan dalam mendidik anak adalah memungkinkan anak-anak kita hidup tanpa kita. Bagaimana pun sayangnya dan berkuasanya kita, kita tidak bisa menjamin bisa mendampingi anak-anak sepanjang hidupnya. Suatu saat kita harus rela melepaskan anak pergi “mengepakkan sayap” mereka dan terbang meraih dunianya sendiri.
Maka dengan melatih kemandirian kepada mereka, secara tidak langsung sebenarnya orang tua juga sedang mengajarkan tanggung jawab sedikit demi sedikit sesuai dengan berjalannya waktu perkembangan anak. Keterampilan kemandirian yang dilakukan dengan konsisten, kontinyu, disertai dengan rasa ikhlas akan menumbuhkan tanggung jawab pada anak. Orang tua yang konsisten melatih kemandirian kepada anaknya sejak dini, akan mendapatkan sebuah perjalanan hidup yang menyenangkan pada diri anaknya dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Orang tua akan menikmati proses langkah benar dan salah langkah sepanjang kehidupan anaknya, karena setiap tahapan yang dilalui membawa anak ke tingkat kemandirian dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Bila kita melihat kasus-kasus mengenai anak-anak yang "bermasalah", maka kita akan ditunjukkan bahwa sebenarnya anak-anak seperti itu kurang mempunyai akuntabilitas. Mereka tidak memahami apa artinya bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan mereka dan akibat-akibat yang harus ditanggung dari tindakan itu. Ketika seorang anak harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya, dia belajar lebih dari sekedar menyadari bahwa perilakunya mempunyai konsekuensi bagi dirinya dan orang lain. Dia juga belajar bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, mereka saling membutuhkan satu sama lain, mereka saling memiliki ketergantungan. Bila kita bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang kita lakukan, sesungguhnya kita telah membuat sebuah perubahan dalam hidup ke arah yang lebih baik. Bukankah sebuah perubahan besar dimulai dari hal kecil? Maka mulailah melakukan hal kecil dalam kehidupan buah hati kita yaitu dengan membangun kemandiriannya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
๐Sumber Inspirasi:
William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004
Marcus Rio Y., Cara Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Pada Anak (2-6). www.antonrio.wordpress.com, 2010
Tri Pujistutik, S.Pd., Perilaku Mandiri, www.4stoety.wordpress.com, 2014
Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak
*Mandiri dan Tanggung Jawab*
Kemandirian dan tanggung jawab adalah dua hal yang saling mengikat dan tidak dapat dipisahkan. Karena salah satu hasil dari kemandirian itu adalah bertanggung jawab.
Tanggung jawab berarti:
1. Melakukan hal-hal yang benar semata-mata karena prinsip bukan karena orang lain yang memaksa untuk melakukannya
2. Membuat pilihan dengan bijaksana, setelah menimbang semua pilihan
3. Membuat diri dapat dipercaya dan diandalkan atas tindakan-tindakan yang dilakukan sendiri
Mengapa tanggung jawab pada anak itu penting? Ingatlah, tujuan akhir dari keseluruhan upaya yang kita lakukan dalam mendidik anak adalah memungkinkan anak-anak kita hidup tanpa kita. Bagaimana pun sayangnya dan berkuasanya kita, kita tidak bisa menjamin bisa mendampingi anak-anak sepanjang hidupnya. Suatu saat kita harus rela melepaskan anak pergi “mengepakkan sayap” mereka dan terbang meraih dunianya sendiri.
Maka dengan melatih kemandirian kepada mereka, secara tidak langsung sebenarnya orang tua juga sedang mengajarkan tanggung jawab sedikit demi sedikit sesuai dengan berjalannya waktu perkembangan anak. Keterampilan kemandirian yang dilakukan dengan konsisten, kontinyu, disertai dengan rasa ikhlas akan menumbuhkan tanggung jawab pada anak. Orang tua yang konsisten melatih kemandirian kepada anaknya sejak dini, akan mendapatkan sebuah perjalanan hidup yang menyenangkan pada diri anaknya dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Orang tua akan menikmati proses langkah benar dan salah langkah sepanjang kehidupan anaknya, karena setiap tahapan yang dilalui membawa anak ke tingkat kemandirian dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Bila kita melihat kasus-kasus mengenai anak-anak yang "bermasalah", maka kita akan ditunjukkan bahwa sebenarnya anak-anak seperti itu kurang mempunyai akuntabilitas. Mereka tidak memahami apa artinya bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan mereka dan akibat-akibat yang harus ditanggung dari tindakan itu. Ketika seorang anak harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya, dia belajar lebih dari sekedar menyadari bahwa perilakunya mempunyai konsekuensi bagi dirinya dan orang lain. Dia juga belajar bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, mereka saling membutuhkan satu sama lain, mereka saling memiliki ketergantungan. Bila kita bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang kita lakukan, sesungguhnya kita telah membuat sebuah perubahan dalam hidup ke arah yang lebih baik. Bukankah sebuah perubahan besar dimulai dari hal kecil? Maka mulailah melakukan hal kecil dalam kehidupan buah hati kita yaitu dengan membangun kemandiriannya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
๐Sumber Inspirasi:
William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004
Marcus Rio Y., Cara Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Pada Anak (2-6). www.antonrio.wordpress.com, 2010
Tri Pujistutik, S.Pd., Perilaku Mandiri, www.4stoety.wordpress.com, 2014
REVIEW T10 LEVEL #2 BUNDA SAYANG MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
_Review Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang #1 Materi #2_
*MELATIH KEMANDIRIAN ANAK*
Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang “MELATIH KEMANDIRIAN ANAK”.
Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.
Yang pertama, kami akan mengapresiasi bunda semua yang sudah komitmen melakukan tantangan 10 hari ini :
๐ Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 11 Maret 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat,maupun dirapel dan minta dispensasi.
Bunda berhak memperoleh badge *YES, I CAN*๐ช๐ช
๐๐Bagi Bunda yang berhasil menyelesaikan tantangan di game level #2 ini sampai tgl 11 maret 2017 , praktek setiap hari dan baru bisa posting / dikumpulkan portofolionya dengan cara dirapel atau lompat-lompat,
Bunda berhak mendapatkan tambahan badge
*You’re EXCELLENT*
Alfa Adistia Afandy
Andi Sri Astiana
Anugrah Fadreny Zab
Aprillia Rhamadhany
Arifatul Wahyu
Arrissa Fauzia Rachman
Ayrisni
Azwita Healthy
Betty Arianti
Citra Ray Sanky Augustin
Damayantie Arsan
Defi Sulistyana
Desy Kusuma Dewi
Dina Riandani
Dineu Maulani
Dwi Indah
Dyas Purnamasari
Efi Femiliyah
Eka Susanti
Endah Tri Hastuti
Enny Prima Putri
Ety Wahyuni
Evi Kumala Kusumastuti
Farida Ariyani
Fahrina Misbah
Fatkhiatur Rohmah
Febrin Nur Aisyah
Fiena Rifanty Arifin
Finny Hiraini Noor Azizah
Fitri Purbasari
Fitriana Utami Hatta
Fitriani Sri Winarsih
Friska ike pratama
Gina Hendraswati
Handayani Retno Hapsari
Hardianti Asri
Henny Wilda
Heryuni
Ida Rezeki B Butarbutar
Iis Rahmawati
Ilva Nur Indah Sari
Ingrid Maisaroh
Insania Zakiyah
Intan Dwiningtyastuti
Irma Puspitasari
Irma Suryani lubis
Ismi Fauziah
Ismiaty Fadliha
Izzatul Muafiroh
Karina Nastiya
Kartika
Kartika Rizki Dwijayanti
Kishartati
Lendy Kurnia Reny
Liya Wahyuni
Maharani Purnamasari
Maya O. Rismala
Mekarisma Fatmasari
Milfa Yeni
Mustika Amalia Wardaty
Nesri Baidani
niken Marettika Konrat
Nina Rokayah
Nourma Devita Pratiwi
Novy Novita Pandansari
Nur Hadijah Yunianti
Nur Hayati
Nur'aini
Nurhalita Diny
Prajwalita Cininta Nareswari
Prima Dona Dewi Yanuari
Puspaning Dyah FC
Putri Nur An Nissa
Ratna Palupi
Ratna Zahara
Ria Arianty
Ria Nurfitriani Dewi
Rifa Srihidayati
Rima Melanie Puspitasari
Rini Mardia
Risa Ferina Nita Budiarti
Rizki Senen
Sapta Handayani
Saroh Darojah
Savira Mega Putri
Shanty Irawati
Shofiyah Nashirotul Haq
Sinardi
Siti Aisah
Siti Khoiriyah
Siti Rohmahwati
Sri Prihatiningsih
Sri Wahyuningrum
Sri Wulandari
Srieheny Kania Dewi
Susi Firdausa
Tahiyatur Ratih
Tamia Dian Ayu Faniati
Tri Putri Yuniarti
Trian Sukma Ramdhani
Tsalits Najatul Baroroh
Ummi Haajiroh Mustajab
Uswatun Hasanah
Wahyu Lissetiarani
Wenny Wahyuningrum
Widitra Maulida
Windhy Pratiwi
Wiwik Wulansari
Yessy Liana Putri
Yulianti
Yusrika Syarif
Zaenab Dwi Ujiani
Zuhriyyah Hidayati
๐๐๐ Daaan…inilah Bunda-Bunda yang berhasil konsisten menjalankan tantangan 10 hari secara berturut-turut sampai akhir, baik praktek maupun mempostingnya setiap hari tanpa jeda,
Bunda berhak menyematkan badge
*You’re OUTSTANDING PERFORMANCE*
Fadilla Febrina Hayatussalam
Fitrah Syawaliyah
Putri Kunanti
Shakina Daulika Prusdani
Sindu Atmalia
Tika Rosida Yuliati
Vivi Ermawati
Selamaat, selain dapat bagde tambahan, tulisan anda juga berhak untuk diikutkan di seleksi tulisan bunda sayang tingkat nasional, daaan satu lagi dapat kesempatan menjadi narasumber untuk share kesuksesan di grup lain.
Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai tercapai tujuan akhir.
Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.
KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.
Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.
Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa life skill yang perlu dimiliki oleh anak.
Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka
*_Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah_*
Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.
Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.
Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. *Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri* Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku tidak konsisten.
b. *Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya*
c. *Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip* Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.
Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.
Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.
☘Ciri khas kemandirian anak :
a. *Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran*
b. *Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat*
c. *Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan*
d. *Anak memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya*
Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :
a. *MERDEKA*, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain
b. *PROGRESIF*, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.
c. *INISIATIF* , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif
d. *TERKENDALI DARI DALAM*, individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .
e. *KEMANTAPAN DIRI*, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.
Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang lebih untuk mencapainya.
_Sumber Bacaan :_
_Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016_
_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016_
_Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009_
*MELATIH KEMANDIRIAN ANAK*
Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang “MELATIH KEMANDIRIAN ANAK”.
Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.
Yang pertama, kami akan mengapresiasi bunda semua yang sudah komitmen melakukan tantangan 10 hari ini :
๐ Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 11 Maret 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat,maupun dirapel dan minta dispensasi.
Bunda berhak memperoleh badge *YES, I CAN*๐ช๐ช
๐๐Bagi Bunda yang berhasil menyelesaikan tantangan di game level #2 ini sampai tgl 11 maret 2017 , praktek setiap hari dan baru bisa posting / dikumpulkan portofolionya dengan cara dirapel atau lompat-lompat,
Bunda berhak mendapatkan tambahan badge
*You’re EXCELLENT*
Alfa Adistia Afandy
Andi Sri Astiana
Anugrah Fadreny Zab
Aprillia Rhamadhany
Arifatul Wahyu
Arrissa Fauzia Rachman
Ayrisni
Azwita Healthy
Betty Arianti
Citra Ray Sanky Augustin
Damayantie Arsan
Defi Sulistyana
Desy Kusuma Dewi
Dina Riandani
Dineu Maulani
Dwi Indah
Dyas Purnamasari
Efi Femiliyah
Eka Susanti
Endah Tri Hastuti
Enny Prima Putri
Ety Wahyuni
Evi Kumala Kusumastuti
Farida Ariyani
Fahrina Misbah
Fatkhiatur Rohmah
Febrin Nur Aisyah
Fiena Rifanty Arifin
Finny Hiraini Noor Azizah
Fitri Purbasari
Fitriana Utami Hatta
Fitriani Sri Winarsih
Friska ike pratama
Gina Hendraswati
Handayani Retno Hapsari
Hardianti Asri
Henny Wilda
Heryuni
Ida Rezeki B Butarbutar
Iis Rahmawati
Ilva Nur Indah Sari
Ingrid Maisaroh
Insania Zakiyah
Intan Dwiningtyastuti
Irma Puspitasari
Irma Suryani lubis
Ismi Fauziah
Ismiaty Fadliha
Izzatul Muafiroh
Karina Nastiya
Kartika
Kartika Rizki Dwijayanti
Kishartati
Lendy Kurnia Reny
Liya Wahyuni
Maharani Purnamasari
Maya O. Rismala
Mekarisma Fatmasari
Milfa Yeni
Mustika Amalia Wardaty
Nesri Baidani
niken Marettika Konrat
Nina Rokayah
Nourma Devita Pratiwi
Novy Novita Pandansari
Nur Hadijah Yunianti
Nur Hayati
Nur'aini
Nurhalita Diny
Prajwalita Cininta Nareswari
Prima Dona Dewi Yanuari
Puspaning Dyah FC
Putri Nur An Nissa
Ratna Palupi
Ratna Zahara
Ria Arianty
Ria Nurfitriani Dewi
Rifa Srihidayati
Rima Melanie Puspitasari
Rini Mardia
Risa Ferina Nita Budiarti
Rizki Senen
Sapta Handayani
Saroh Darojah
Savira Mega Putri
Shanty Irawati
Shofiyah Nashirotul Haq
Sinardi
Siti Aisah
Siti Khoiriyah
Siti Rohmahwati
Sri Prihatiningsih
Sri Wahyuningrum
Sri Wulandari
Srieheny Kania Dewi
Susi Firdausa
Tahiyatur Ratih
Tamia Dian Ayu Faniati
Tri Putri Yuniarti
Trian Sukma Ramdhani
Tsalits Najatul Baroroh
Ummi Haajiroh Mustajab
Uswatun Hasanah
Wahyu Lissetiarani
Wenny Wahyuningrum
Widitra Maulida
Windhy Pratiwi
Wiwik Wulansari
Yessy Liana Putri
Yulianti
Yusrika Syarif
Zaenab Dwi Ujiani
Zuhriyyah Hidayati
๐๐๐ Daaan…inilah Bunda-Bunda yang berhasil konsisten menjalankan tantangan 10 hari secara berturut-turut sampai akhir, baik praktek maupun mempostingnya setiap hari tanpa jeda,
Bunda berhak menyematkan badge
*You’re OUTSTANDING PERFORMANCE*
Fadilla Febrina Hayatussalam
Fitrah Syawaliyah
Putri Kunanti
Shakina Daulika Prusdani
Sindu Atmalia
Tika Rosida Yuliati
Vivi Ermawati
Selamaat, selain dapat bagde tambahan, tulisan anda juga berhak untuk diikutkan di seleksi tulisan bunda sayang tingkat nasional, daaan satu lagi dapat kesempatan menjadi narasumber untuk share kesuksesan di grup lain.
Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai tercapai tujuan akhir.
Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.
KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.
Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.
Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa life skill yang perlu dimiliki oleh anak.
Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka
*_Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah_*
Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.
Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.
Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. *Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri* Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku tidak konsisten.
b. *Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya*
c. *Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip* Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.
Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.
Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.
☘Ciri khas kemandirian anak :
a. *Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran*
b. *Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat*
c. *Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan*
d. *Anak memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya*
Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :
a. *MERDEKA*, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain
b. *PROGRESIF*, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.
c. *INISIATIF* , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif
d. *TERKENDALI DARI DALAM*, individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .
e. *KEMANTAPAN DIRI*, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.
Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang lebih untuk mencapainya.
_Sumber Bacaan :_
_Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016_
_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016_
_Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009_
Rabu, 08 Maret 2017
T10_Level2_Fitri Purbasari_Day10
Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
Bijaksana Dalam Mendampingi Proses
Ya, orang tua harus bijaksana dalam mendampingi proses melatih anak mandiri. Itulah refleksi dari pengalaman 10 hari ini dengan cemilan yang diberikan Bu Septi Rabu pagi. Kesabaran mengaplikasikan ilmu, mengapresiasi diri dan anak-anak atas pencapaian mereka, memotivasi mereka, dan berdamai dengan hasil yang belum sesuai harapan itulah wujud dari kebijaksanaan yang mutlak hadir dalam proses ini. Melatih kemandirian anak-anak adalah moment krusial, baik bagi kami sebagai orang tua maupun bagi anak-anak. Proses ini akan berdampak besar pada kemampuannya menjalani hidup ini. So, keseriusan dan kewarasan harus kami pelihara. Semoga Allah memudahkan proses ini.
Di hari kesepuluh ini, Fatimah (1,5 th) masih berkutat dengan keterampilan makan sendiri. Dia hari ini senang meremas-remas nasi dengan kedua tangannya. Saat nasi pada nempel di jari-jarinya, dikibaskanlah tangannya, maka berpencarlah tu nasi kemana-mana. Uwoow..itu sesuatu banget! hahaha.. tapi, sabar.. keep calm and talk wisely! ๐ Komunikasi produktif mengambil perannya. Aiih..KISS sambil di kiss juga tuh bocah. mmuach! "Dedek, makannya yang baik yaa sayang. Tidak begitu. Aaaam.. ayo Dedek pinter banget makannya." Satu hal yang perlu saya syukuri dalam episode ini adalah bahwa sumbu saya semakin panjang. hehehe.. alhamdulillah.
Move to Rafifa's side. Kakak (5 th) sedang agak malas makan. Mungkin karena bibirnya sedang sariawan. Dia maunya makan roti, makan kue, makan pisang, minum susu dan minum larutan penyegar. Alhamdulillah dia menyiapkan semuanya itu sendiri. Alhamdulillah, today i feel that everything run quite well. It was because I involved Allah through reciting much Al Quran and dhikr. When I "see" Allah clearly, the universe supports me. ๐
Salam Ibu Profesional!
Cemilan #3 Melatih Kemandirian Anak
๐ฎ๐๐ตCemilan Rabu #3๐ต๐๐ฎ
Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak
*Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses*
Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.
Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap *ambivalen* dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari "tim" keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.
Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.
Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.
Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka, Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
๐Bahan Inspirasi :
_Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003_
_William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004_
Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak
*Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses*
Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.
Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap *ambivalen* dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari "tim" keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.
Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.
Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.
Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka, Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
๐Bahan Inspirasi :
_Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003_
_William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004_
Amalan Agar Rezeki Melimpah
Mau dapat rezeki melimpah? Tentu semua jawabannya "YAAA!!!"
Setiap orang tentu sangat sensitif terhadap frase ini "Rezeki Melimpah". Mungkin yang sedang ngantuk pun langsung meleng mendengar pertanyaan tadi.
Sahabat, mungkin saat ini diantara kita ada yang sedang terlilit utang, belum menemukan titik terang bagaimana melunasi utang tersebut. Saking besarnya utang itu, sampai-sampai jalan di depan tak terlihat. Astaghfirullah. Atau, diantara kita ada yang sedang menginginkan rezeki yang banyak untuk keluarganya, untuk menyekolahkan anak-anaknya, atau ingin umroh dan naik haji? Seringkali kita terjebak dalam kekuatan diri ini dan lupa bahwa ada kekuatan besar dari Allah yang Maha Kaya. Tapi sahabat, rezeki tidak hanya sebatas urusan materi seperti itu saja. Kesehatan, waktu yang produktif, kemudahan mengasuh dan mendidik anak, mendapat manfaat dari berkumpul dengan orang-orang baik, hati yang tenang dan lapang merupakan rezeki juga. Bisa dibilang, segala kebaikan adalah rezeki.
Sahabat, berikut saya kutip tips amalan dari Ustadz Yusuf Mansur yang bisa dilakukan agar rezeki kita melimpah.
Setiap orang tentu sangat sensitif terhadap frase ini "Rezeki Melimpah". Mungkin yang sedang ngantuk pun langsung meleng mendengar pertanyaan tadi.
Sahabat, mungkin saat ini diantara kita ada yang sedang terlilit utang, belum menemukan titik terang bagaimana melunasi utang tersebut. Saking besarnya utang itu, sampai-sampai jalan di depan tak terlihat. Astaghfirullah. Atau, diantara kita ada yang sedang menginginkan rezeki yang banyak untuk keluarganya, untuk menyekolahkan anak-anaknya, atau ingin umroh dan naik haji? Seringkali kita terjebak dalam kekuatan diri ini dan lupa bahwa ada kekuatan besar dari Allah yang Maha Kaya. Tapi sahabat, rezeki tidak hanya sebatas urusan materi seperti itu saja. Kesehatan, waktu yang produktif, kemudahan mengasuh dan mendidik anak, mendapat manfaat dari berkumpul dengan orang-orang baik, hati yang tenang dan lapang merupakan rezeki juga. Bisa dibilang, segala kebaikan adalah rezeki.
Sahabat, berikut saya kutip tips amalan dari Ustadz Yusuf Mansur yang bisa dilakukan agar rezeki kita melimpah.
- Membaca surah Al Waqiah minimal 2 kali sehari, bisa setelah shalat Subuh dan Ashar.
- Membaca surah Ar Rahman 1 kali sehari.
- Membaca surah Yaa Siin 1 kali sehari.
- Membaca surah Al Mulk sebelum tidur malam.
- Dzikir dengan nama Allah Yaa Fattah (Maha Pembuka) & Yaa Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Ini bisa diamalkan setiap selesai shalat fardhu minimal 11 kali maksimal sebanyak-banyaknya.
- Bershalawat untuk Rasul minimal 100 kali sehari.
"Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad kamaa shallaita 'alaa Ibrahim wa'alaa aali Ibrahim wa baarik 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad kamaa baarakta 'alaa Ibrahim wa'alaa aali Ibrahim fil 'aalamiina innaka hamiidummajiid." - Bersedekah setiap hari. Sedekah melipatgandakan rezeki.
- Melakukan Qiyamullail, shalat malam.
- Merutinkan shalat Dhuha.
- Beristighfar minimal 100 kali sehari.
- Berbuat baik kepada orang tua.
- Shalat fardhu tepat waktu dan berjama'ah di masjid. Ini pamungkas dan yang paling urgent. Ibaratnya, kata ustadz Yusuf, kita mau rezeki ambil di rumah Allah.
Nah, sahabat, Ustadz kita dan banyak jama'ahnya telah mempraktekkannya dan merasakan hasilnya. Sejatinya semua amalan itu ditujukan agar kita semakin mendekat kepada Allah SWT dan angka dalam setiap amalan itu hanyalah sebagai wasilah latihan diri kita dalam melakukan amal baik tersebut. Kita sepenuhnya berharap agar diri ini layak ditolong oleh Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hidup ini penuh masalah dan Allah adalah Yang Maha Mempunyai solusi.
Dan ingatlah firman Allah dalam surah At Thalaq ayat 2-3 yang artinya:
"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya."
Sahabat, mari kita sama-sama mendekat kepada Allah SWT dengan penuh harap dan takut. ๐
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Fitri Purbasari
Sumber:
- video Ustadz Yusuf Mansur
- berbagai sumber
Selasa, 07 Maret 2017
T10_Level2_Fitri Purbasari_Depok_Day#9
Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
ADEK, KAKAK, WOW!
Mulai dari cerita Kakak Rafifa (5 th) dulu aah... Hari Selasa ini, Kakak bikin sarapan sendiri loh, yaitu roti meses. Kakak juga bikin roti sekalian untuk bekal ke sekolah. Semoga semangatnya terus terpelihara ya, Kak. ๐
Pekan ini adalah pekan skill kedua bagi kakak, setelah fokus pada "Aku Senang Mandi Sore". Dalam melatih Kakak menyiapkan makannya sendiri, saya disarankan oleh suami agar bertahap, misal satu kali dulu sehari pas sarapan. It's good idea! Ide inipun mengingatkan saya juga agar tak sekedar fokus pada prakteknya tok, tapi menyertainya dengan memberikan motivasi baik secara langsung maupun tidak mengenai kenapa Kakak harus bisa menyiapkan makan sendiri. Strategi storytelling dari buku atau based on pengalaman dari sumber sekitar sangat ampuh bagi Kakak. Secermat mungkin saya harus bisa mengkaitkan peristiwa yang muncul di lingkungan agar dia mandiri dalam skill yang sedang dilatihkan maupun yang sudah. Ini akan menjadi motivasi sekaligus penguatan.
Sekarang tentang Dedek Fatimah (1,5 th). Wow! Dia sedang asyik dengan kakinya. Dia pengen tahu gimana kalau kakinya menginjak makanan di piring. hihihiii. Sayang saya gak bisa ambil fotonya karena harus riweuh mengatasinya. hehe.. Ya begitulah, ada saja tingkah anak ini yang sekilas tentu bisa menaikan tensi, tapi kalau dilihat dengan mata hati dan akal sehat ini adalah hal yang amazing. Dia hanya ingin tahu segala sesuatu. That's so natural! Kita yang harus mengakomodir dan mengarahkan rasa ingin tahunya itu dengan baik dan benar. Semoga Allah senantiasa membimbing saya agar sabar, ikhlas dan waras. ๐
Salam Ibu Profesional!
Langganan:
Postingan (Atom)
Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul
Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...
-
Tambah lagi aplikasi game bahasa Inggris untuk untuk bahan latihan anak-anak SMP-SMA yang ikut les di rumah. Namanya Ultimate English Spelli...
-
Aliran Rasa #1 Komunikasi Produktif Kuliah Bunda Sayang IIP KOMUNIKASI PRODUKTIF, IT'S A WOW WAY! Astaghfirullah, Subhanallah, M...
-
Alhamdulillah dengan tab yang diberikan suamiku ini saya bisa leluasa menggunakannya menjadi media pembelajaran khususnya bagi para murid le...


