Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
Bijaksana Dalam Mendampingi Proses
Ya, orang tua harus bijaksana dalam mendampingi proses melatih anak mandiri. Itulah refleksi dari pengalaman 10 hari ini dengan cemilan yang diberikan Bu Septi Rabu pagi. Kesabaran mengaplikasikan ilmu, mengapresiasi diri dan anak-anak atas pencapaian mereka, memotivasi mereka, dan berdamai dengan hasil yang belum sesuai harapan itulah wujud dari kebijaksanaan yang mutlak hadir dalam proses ini. Melatih kemandirian anak-anak adalah moment krusial, baik bagi kami sebagai orang tua maupun bagi anak-anak. Proses ini akan berdampak besar pada kemampuannya menjalani hidup ini. So, keseriusan dan kewarasan harus kami pelihara. Semoga Allah memudahkan proses ini.
Di hari kesepuluh ini, Fatimah (1,5 th) masih berkutat dengan keterampilan makan sendiri. Dia hari ini senang meremas-remas nasi dengan kedua tangannya. Saat nasi pada nempel di jari-jarinya, dikibaskanlah tangannya, maka berpencarlah tu nasi kemana-mana. Uwoow..itu sesuatu banget! hahaha.. tapi, sabar.. keep calm and talk wisely! 😃 Komunikasi produktif mengambil perannya. Aiih..KISS sambil di kiss juga tuh bocah. mmuach! "Dedek, makannya yang baik yaa sayang. Tidak begitu. Aaaam.. ayo Dedek pinter banget makannya." Satu hal yang perlu saya syukuri dalam episode ini adalah bahwa sumbu saya semakin panjang. hehehe.. alhamdulillah.
Move to Rafifa's side. Kakak (5 th) sedang agak malas makan. Mungkin karena bibirnya sedang sariawan. Dia maunya makan roti, makan kue, makan pisang, minum susu dan minum larutan penyegar. Alhamdulillah dia menyiapkan semuanya itu sendiri. Alhamdulillah, today i feel that everything run quite well. It was because I involved Allah through reciting much Al Quran and dhikr. When I "see" Allah clearly, the universe supports me. 😊
Salam Ibu Profesional!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar