Minggu, 14 Januari 2018

Review: Pre Aqil Baligh Lintas Gender

Inilah persembahan kelompok 8 di kelas Bunda Sayang IIP Koordi.









Lagu ini yang jadi pembuka presentasi kelompok Eigh for Fight. Enjoy!


Justice Voice - AbeGe (Nasyid)

Kisah hidup seorang Anak Baru Gede?
cari identitas diri?.
Nempuh jalan tiada tujuan?
(kebingungan)?
Salah jalan ngikut kebarat-baratan?
Mode yang jadi pegangan?
Gaya ngetrend cari perhatian?
(orang-orang)?

Reff:
Pengen ngetop?pengen keren?
pengen ngefans?
segalanya dikorbanin ?(kasihan)
Pamer harta cari muka
?N ngegosip pilih-pilih teman?
(kelewatan)?

Oh..ABe Ge jangan mau terpedaya?
indahnya gemerlap dunia?
Sampe lupa siapa dirimu?
(kagak tau),
Hidup ini hanya sementara waktu ?
Eee jangan mau tertipu?
Sampe nafsu ngatur diri kamu?
(hilang citamu)?

Reff:
Bokap kamu nyokap kamu,
tante kamu?
Pasti ?kan bangga padamu..nih die!
Punya anak udah cakep (=cakap)
Juga sholeh? Prestasinya?OKE !!!
AbeGe..prestasinya Oke?ini die..!

Di sesi diskusi, muncul pertanyaan yang pasti ada disetiap benak orang tua:
Dr. Adis: Ketika si aqil ketinggalan sama si baligh (*emang lomba*?), kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mengejarnya?
Lalu admin merangkum dari jawaban yang muncul dari teman teman..
Bisa dibuat program Aqil & baligh...
Diantara program Aqil yang bisa dilakukan diantaranya:
1. Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu.
2. Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial.
3. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan "kotoran haidnya" sendiri.
4. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya..

Pesan penutup dari kelompok ini adalah:


Jumat, 12 Januari 2018

Review: Menjaga Fitrah Seksualitas Anak Usia 7-14 th dari dalam Keluarga

Persembahan dari kelompok 7 yang menamakan diri ChageAgent 007 dibuka dengan cerita yang bikin ngilu hati para emak khususnya. 
Check out my story on Steller: https://steller.co/s/7nMYUtarn4y


"Alikaaa...Alikaa..." Kutelusuri seluruh sudut rumah dan tak melihat sosoknya dimanapun. _Kemana anak itu?_ satu jam lalu ia minta izin main ke rumah Adit. Tapi tak lama kulihat mereka sama-sama main di halaman kami sampai akhirnya chat dari pelanggan mengalihkan perhatianku.

Kupakai hijabku dan melangkah ke rumah sebelah.

"Assalamualaikum...bibi, lihat Alika nggak ya? Tadi main sama Adit..."

"Ini saya jg lagi nyari bu...dicari mamanya mau ngobrol di telpon ktnya" wajah itu tampak sedikit gusar.

Berdua kami mencari keliling komplek. Menyisir setiap blok, melongok setiap sudut tak terlihat. Hampir satu jam pencarian, peluh mulai membanjiri tubuhku, dan rasa cemas menguasai perlahan seiring kenyataan yang kami hadapi: mereka tidak terlihat dimanapun!

_Bagaimana kalau mereka diculik?_
_Bagaimana kalau mereka jadi korban perdagangan anak, atau perdagangan organ tubuh?_

Naudzubillahumindzalik...kuenyahkan bayangan itu dari kepala dan memutuskan untuk pulang. Kurasa aku butuh segelas air untuk menjernihkan pikiran.

Baru saja kututup pintu pagar, mataku terpaku pada dua pasang sandal dalam radius 20 meter dari pandangan. Itu sandal mereka! _Kenapa mereka main di gudang?_

Bergegas kulangkahkan kaki kesana. _Kreeeeeek_ keriut suara pintu gudang merayap di pendengaran seiring  pemandangan yang membuat jantung seakan dicabut paksa dari tempatnya.

_Ya Rabb sedang apa mereka?_

Dua anak TK itu sedang berbaring. Tanpa busana! Pakaian mereka bertumpuk dekat kaki. Mendapatiku datang, mereka bangkit dan memamerkan gigi. 

Jantungku berdentam hebat. 

"Nak, lagi main apa? Kok bajunya dibuka?" Kuharap mereka tidak bisa mendeteksi suaraku yg gemetar.

"Nggak tahu, Adit yang nyuruh" Alika berkata polos.

Perlahan kupasang pakaian mereka dan kutanya Adit dengan suara setenang mungkin. 

"Adit, main apa ini? Kok pake dibuka bajunya?"

"Main kaya Mama dan Papa..."


_Ya Rabb!!_
Hatiku ngilu.

(By Esme *inspired by true story)

😦 Bayangkan jika itu terjadi pada anak-anak kita??? 
Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah situasi serupa? Atah bahkan yang lebih buruk? Diluar sana mungkin sudah banyak cerita seperti ini. Zaman sekarang fenomena anak usia 7-14 th jadi sangat mencemaskan.

“ adek  bayi keluar darimana? “

“ haid itu apa? “

“ kenapa ibu ga sholat? “

“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “

“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”

“ kenapa ga boleh pacaran? “

" kenapa titit ade beda sama bang L? "


Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti  diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah…. 


Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 -  6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak -  anak SD kelas 4 - 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti -  mohon maaf - “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah…. 


Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain : 

Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin 

Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin

Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan. 

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita. 


Sumber:

Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016

Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010

Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017
Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi,  potensi dasar, dan kesucian. 

Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt  sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah. 

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. 
Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.

Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas:
---- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya
Laki- laki atau perempuan
Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th
Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu
---- Anak mengerti peran seksualnya
Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa
Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”
--- Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup   
                  pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau
                  dokter.
Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education

2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1


Lumayan bikin sesak ya bunda... Tapi kita harus rileks dan sabar. Seperti yang diungkap para pakar, pendidikan seks ini membutuhkan proses. Tentu kita harus banyak bekal ilmu yang baik dan benar. Islam telah memberikan solusi sejak kemunculannya. Maka sebagai umat Islam, sudah sehausnya  kita total mengikuti ajaran agama ini agar selamat. Islam menawarkan komponen preventif hingga rehabilitatif dalam hal fitrah seksualitas.
Berikut adalah media edukasi yang bisa menjadi amunisi kita dalam rangka menjaga fitrah seksualitas anak-anak yang diramu oleh kelompok BunSay Koordi changeAgent 007.


Ini adalah gambar-gambar yang ada di video.

Ternyata yaa..pengaruh kita terhadap anak sangat dimulai dari praktek paling dasar.

Selanjutnya disambung tentang Tarbiyah jinsiyah oleh mba Mekar.


Infografis berikut merangkum materi kita.


Alhamdulillah, semoga ini bisa kita aplikasikan agar generasi Indonesia menjadi generasi yang lebih baik.

Penampilan kelompok 7 ini ditutup dengan lagu gubahan dari lagu Becak dengan lirik ditulis dr. Adis. Lagu ini dibawakan oleh saya feat anak sulung saya, Kakak Rafifa (6y). Hihii semoga Bermanfaat. Check this out!  😉 



Oia ini para agen yang berkontribusi dalam persembahan ini.

Rabu, 10 Januari 2018

Review: Peran Ibu Sebagai Teman Belajar Ayah Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Persembahan kelompok Empat-i dalam diskusi level 11 kuliah Bunda Sayang IIP kelas kordi diawali dengan video lagu Yang Terbaik Bagimu (Ayah). Lagu yang dinyanyikan Ada Band feat Gita Gutawa ini selalu membuat hati kangen ayah. Iya gak teman? Nih yang ini video nya. ,😭

Para bunda cantik di grup ini mengangkat issue urgensi "kehadiran" ayah dalam pengasuhan dan mengambil judul Peran Ibu Sebagai Teman Belajar Ayah Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas. 

Maraknya fenomena anak-anak yang BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxiety, Stressed, Tired) adalah akibat dari fenomna ayah ada ayah tiada yang berimbas pada tidak kokohnya fitrah seksualitas anak-anak mereka. Parahnya, ini bermuara pada penyimpangan seksual yang berjudul LGBT. 
Berikut materi yang Empat-i haturkan.


🌱 PERAN IBU SEBAGAI TEMAN BELAJAR AYAH DALAM MEMBANGKITKAN 
FITRAH SEKSUALITAS 🌱
HASIL DISKUSI KELOMPOK Empat-i
Tampaknya kita semua bersepakat bahwa membangkitkan fitrah seksualitas itu penting banget. Alasannya karena fitrah seksualitas yang tidak mewujud dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai gesekan sosial maupun psikologis. Kita bicara tentang LGBT, pedofilia, dan berbagai penyimpangan seksual lainnya. Begitu pula dengan kegamangan seorang ayah atau ibu saat menjalankan perannya dalam keluarga, semua karena fitrah seksualitas yang tidak terbangkitkan dengan baik dan benar. Hanya itukah?

Mari kita sejenak melihat kembali sejarah Nabi Adam AS, manusia pertama ciptaan Allah. Bagaimana Allah membangkitkan fitrah seksualitas beliau?
Nabi Adam dan Hawa memakan buah terlarang hingga mereka berdua bisa saling melihat. Mufassir menafsirkannya bahwa aurat mereka berdua terlihat. Diceritakan bahwa mereka kaget dan merasa malu. Mungkin inilah bentuk fitrah seksualitas kita pada tahap awal. Rasa malu saat aurat terekspos.
Yang menarik, Allah tidak murka sebagaimana Dia murka pada iblis yang menolak sujud. Allah hanya menyuruh mereka turun ke bumi. Itu saja.
Menurut kami, turun ke bumi bukan hukuman. Bukankah dari awal Allah memang menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi? Lalu bagaimana mungkin turun ke bumi adalah hukuman?
Adam AS turun ke bumi untuk mengemban tugas penciptaannya sebagai manusia.
Dan sebelum ia mengemban tugas itu, maka ia harus punya tools untuk menjalankan tugas ini terlebih dulu. Tentu mudah bagi Allah untuk menciptakan manusia lalu langsung saja diturunkan ke bumi. Tapi Allah melakukan coaching dulu di surga. Dan pelatihan terakhir adalah membangkitkan fitrah seksualitas. Inilah bagian penting.
terakhir yang membuat Adam AS dan Hawa siap mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi.
Jadi seberapa penting membangkitkan fitrah seksualitas? Menurut kami, sama pentingnya dengan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Sekarang bagaimana membangkitkannya?
peran ayah dan ibu sangat penting sebagai role model. Sebagaimana yang terjadi pada Adam AS dan Hawa, memaparkan pada fitrah seksualitas yang benar adalah jalan terbaik.
Untuk itu ayah dan ibu harus memiliki fitrah seksualitas yang benar terlebih dahulu.
Lalu seperti apa fitrah seksualitas sebagaimana yang diciptakan Allah?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Dalam bukunya Fitrah Based Education, Harry Santosa menjelaskan Fitrah Peran ayah VS Fitrah Peran ibu


dari kedua fitrah peran ini, kita bisa melihat fenomena sekarang, berbagai penyimpangan seksual marak terjadi karena fitrah seksualitas tidak terbangun sempurna di keluarga. Setelah mengulik berbagai tulisan dan berbagai kasus dari para ahli, sebagian besar fenomena masalah seksual terutama pada anak usia 10-14 tahun, adalah karena kurang hadirnya sosok ayah dalam keluarga.

Ayah Irwan Rinaldi, penggiat Fathering menjelaskan bahwa Indonesia sedangm mengalamisituasi ‘Father Hunger’ yaitu kerusakan psikologis pada anak-anak karena tidak mengenal ayahnya. “Itulah yang menyebabkan anak-anak kita rendah diri dan terlalu bergantung pada orang lain,” kata Ayah Irwan, di sesi kedua Kajian Tematik Sekolah MoMMee, di Jakarta, Minggu 25 September 2016.
Fenomena tersebut juga yang menyebabkan anak-anak kesulitan menetapkani identitas seksualnya, seperti anak lelaki yang menjadi feminim atau anak perempuan menjadi hipermaskulin. Bagi anak perempuan, kekurangan sosok ayah juga membuatnya sulit menentukan pasangan yang tepat ketika dewasa, karena tidak ada rolemodel dalam kehidupan semasa kecilnya.
Karena itu, peran ayah sangat besar dalam pengasuhan anak. Bahkan, menurut Ayah Irwan, dunia pengajaran di sekolah seharusnya didominasi oleh guru laki-laki. “Jadi selama ini ada paradigma masyarakat yang salah terhadap anak-anak. Guru justru 90% perempuan,” ujar Ayah Irwan.
Karena ayah sibuk bekerja, ayah menjadi ada tapi tiada, bisa disentuh fisiknya tapi tidak bisa disentuh jiwanya. Padahal anak adalah takdir dari Allah (QS 42;49), anak adalah amanah Allah (QS 27, 28), dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak (QS 13;21).

Idealnya, seorang ayah menjadi Roiyah atau Penggembala, memberikan makan dan minum yang halal yang berpengaruh pada karakter anak. Ayah menjadi Qudwah atau teladan yang lebih baik dari ribuan kata-kata. Ayah menjadi Muajjahan atau pengarah yangtahu potensi anak dan mengawasinya ke jalur yang baik. Ayah adalah Murabbiyah atau pendidik yang bisa memberikan yang terbaik di saat yang terbaiks sesuai tahap perkembangan anak. Ayah adalah Nasihah atau pemberi nasihat karenas semua anak memiliki fitrah baik, tugas Ayah mengembalikan fitrah tersebut. Terakhir Ayah adalah Maroji atau Rujukan yang berbicara agar anak mau mendengar dan mau mendengar agar anak mau berbicara.

Besarnya pengaruh ayah pada kehidupan keluarga, membuat kita sebagai ibu harus mampu menjadi teman belajar ayah dalam segala hal. Agar ayah yang sudah peduli, sedikit peduli, tidak pedli sama sekali terhadap perkembangan anak, bisa terpacu rasai ingin belajarnya untuk menjadi ayah yang sesuai dengan peran keayahan yang seharusnya
Maksud menjadi teman belajar ayah adalah menjadi teman seperti teman yang relasinya unik. Sangat unik, bersifat intimate dan harus serileks mungkin. Visi belajary yangdibawanya adalah visi belajar akhirat.
Ada 4 hal yang harus dipahami ibu untuk menjadi teman belajar ayah:
1. tugas besar ayah
2. kesempatan belajar
3. seni menjadi advisor
4. ruang privasi
dijlaskan sesuai isi blog : https://sofianaindraswari.com/teman-belajar-ayah-serial￾sosok-penting-bernama-ayah-bagian-3/
Mari menjadi teman belajar ayah dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak-anak kita.

Sumber Materi:
1. https://sofianaindraswari.com/teman-belajar-ayah-serial-sosok-penting-bernama￾ayah-bagian-3/
2 . https://www.mommee.org/kuliah-tematik-sesi-2-ayah-ada-ayah-tiada/
3. Fitrah Based Education, ver 3.0 Harry Santosa, penerbit Yayasan Cahaya Mutiara
Timur, cetakan ketiga 31 Maret 2017
4.https://ceritaleila.wordpress.com/2017/05/22/lagi-menyimak-bahasan-fitrah-anak￾bersama-ustadz-harry/
5. Fitrah Seksualitas & Fitrah Estetika Anak
Harry Santosa – Millenial Learning Center
6. Hasil Diskusi Kelompok Empat-i

Senin, 08 Januari 2018

Review: Media dan Perkembangan Gender pada Anak

Ini adalah review kedua saya dari  tantangan 10 hari di level 11 kuliah bunda sayang Institut Profesional kelas koordinator. Penampilan malam ini adalah dari kelompok #3 yang menamakan dirinya 3in1. Koordinator dan initiator IIP Depok ada di dalamnya 😍.  Topik yang diangkat kelompok ini adalah....


Kenapa kita sangat perlu mengurusi media? Apa hubungannya dengan perkembangan gender anak? Maaak, ternyata banyak fakta menyeramkan yang melatar belakangi urgensi diangkatnya topik ini. 😨
Zaman now, kita gak bisa lepas dari beragam media: Tv, internet, koran/majalah, buku bacaan. Ini seperti 2 sisi mata uang yang bisa memudahkan tapi jugaaaa bisa menyulitkaaan. Innalillahi...

Tv maaak tv?? Seberapa sering anak kita nonton tipiii?? Apa yang ditontonnya? Seringkah kita mengamati dan memfilter isi tontonan anak kita?? Allah, tolong jaga kami! Tv zaman nuw bukan lagi sekedar pencuri waktu, tapiii bisa jadi pencuri masa depan indah anak kita. Whuaaa.. maaak!! Hayang ceurik jejeritan! 😭 (Red.Bahasa sunda)

Internet gimana internet?? Miriiis sekarang, emak-emak zaman now tidak sedikit yang bangga anaknya pegang tab dan nonton Youtoube, dkk. Tapi emaak tahu gak bahaya yang bisa menerkam mereka??

Salah satu yang sedang populer menjadi monster bagi kita sekarang adalah LGBT, penyakit kaum terlaknat! Perilaku menyimpang Lesbian Gay Bisexual Transgender. Hayu akh belajar waspada tentang monster ini.

Check these out!









Jenis kelamin itu hanya ada lelaki atau perempuan!! Tidak ada zona abu-abu!! Syeremnya, mak, LGBT ini menular dengan interaksi yang kemudian si syetan akan menghiasi kondisi sehingga dianggap biasa. Banyak cerita pengalaman orang yang jadi pelaku lgbt itu karena berteman dengan para pelaku tanpa benteng agama yang kokoh ditambah fitrah seksualitas yang belum ajeg.

Lalu kenapa atuh sasaran utamanya anak-anak??? Maaak, karena anak-anak mah masih panjang lalakon, masih panjang jalan hidupnya dibandingkan orang dewasa. Disini kaum terlaknat itu ingin memperpanjang masa hidup mereka. Dan karena anak-anak itu mudah dipengaruhi. Astaghfirulloh maak yuk sadar yuuk! Pengaruhi anak kita dengan yang baik-baik sesuai fitrahnya, jangan sampai kita kecolongan aksi kaum dzolim yang terencana itu.







Alhamdulillah ada banyak hadiah dari grup ini sebagai amunisi menjaga kesucian fitrah seksualitas anak-anak kita. Printable journal ini diantaranya. Klik aja disini. Berikut adalah beberapa tampilan worksheet nya.




Hadiah lainnya adalah Coba jalan-jalan ke link berikut ya:

Cara Aktifkan restricted mode untuk memfilter youtube  di mobile apps dan browser agar kontennya ramah anak

https://attitude.web.id/2017/09/23/restricted-mode-youtube-filter-di-mobile-apps-untuk-konten-ramah-anak/

https://attitude.web.id/2017/08/07/cara-filter-konten-dewasa-youtube-di-komputerpc/

Alternatif film animasi edukasi ada di link berikut:

https://attitude.web.id/2017/08/15/film-animasi-edukasi-anak/


Alternatif media yang bagus bagi anak

Beberapa rekomendasi media untuk anak ada di link berikut:
https://www.commonsensemedia.org/

----

Sumber referensi

1. http://attitude.web.id
2. https://www.commonsensemedia.org/
3. https://digitalmama.id/2017/05/08/tips-youtube-aman/

Jazakumullah kelompok 3in1. Sungguh bergizi persembahannya. Semoga Alah selalu menjaga generasi Indonesia! Mari ibu, kita bergandengan tangan menjadi agen perubahan untuk dunia yang lebih baik. 💐

Jumat, 05 Januari 2018

Review 1: Konsep Diri Gender pada Anak Usia Pra Latih (0-7 th)

Malam ini MasyaAllah mendapatkan persembahan menarik pada diskusi #1 kuliah Bunda Sayang IIP kelas koordinator di level 11. Di level ini kami diajak untuk learning by teaching tentang Fitrah Seksualitas. It's really amazing! 😍

Well, yuk ah mulai ke review.
Kelompok malam ini yang tampil adalah kelompok One Eleven, mba Sukeng, dkk. Topik yang diangkan menekankan bahwa Jika konsep diri kuat, peran jelas, perilaku pun akan terarah.

Fitrah Seksualitas ini berkaitan dengan keharusan kita menumbuhkan fitrah bawaan anak sebagai perempuan atau laki-laki. Fitrah ini tak bisa diubah. Anak perempuan harus menjadi perempuan sejati, anak laki-laki menjadi laki-laki sejati.

Lalu kenapa menumbuhkan fitrah seksualitas ini penting? Untuk mengenalkan anak tentang alat vitalnya dan cara merawatnya, lalu menguatkan konsep gendernya, sehingga kemudian anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional yang kokoh sesuai gendernya.


Di zaman now ini banyak sekali tantangan berkaitan dengan issue gender. Salah satunya adalah maraknya orang yang bergaya tidak sesuai gendernya. Kebanyakan dari mereka adalah selebgram atau YouTubers yang diikuti oleh anak-anak dan para remaja. Gawatnya lagi banyak orang dewasa yang tak mempermasalahkan hal ini. Innalillahi. Buahaya padahal!

Alhamdulillah kita dapat beberapa solusi yang ditawarkan tim One Eleven yang cantik-cantik. 😄


Selain 9 poin diatas, kehadiran sosok ayah dan ibu adalah hal utama dalam membersamai anak-anak. Kalaupun anak sudah tak memiliki orang tua lengkap, harus tetap ada sosok penggantinya, bisa paman, kakek, atau ustadz untuk mengisi sosok ayah dan bibi, nenek, ustadzah sebagai sosok ibu. Dan hal penting lainnya di zaman internet ini adalah edukasi internet sehat dari orang tua. Orang tua tak boleh lepas pengawasan saat anak berselancar di dunia maya.

Subhanallah, kerasa berat yaa tantangan di zaman now? Tapi ini sudah suratan bahwa zaman yang akan datang akan selalu lebih berat daripada sebelumnya.

Oia, masih ada oleh-oleh asyik untuk mengenalkan konsep diri pada anak usia 0-7 th..  Check this out yaa.. 😉

Sampai jumpa di review kedua besok. InsyaAllah. 😊

Senin, 27 November 2017

Si Tetes Air

SiaNg ini, umi berkisah tentang Mekkah sampai suku Badui (Mute 1) jelang dedek Fatimah boci, Kakak juga nyimak lagi. Dulu Kakak memulai kisah Mute juga setelah usia 2 th, karena dulu baru punya hehee. Kali ini Kakak mulai banyak bertanya, alhamdulillah, lebih interaktif. Setelah Dede tidur, lanjut bercerita kepada Kakak Rafifa tentang air hujan. Lalu nyambung ke kualitas air yang berubah karena sampah, tentang pentingnya mengolah sampah dan menjaga lingkungan, tentang banjir, lalu ke soal kerennya kalo kita punya hotel syariah (bisa membantu banyak orang & mengolah sampah sendiri).
Ini kisah hujannya:


Hallo, Aku si Tetes Air.
Sekarang aku ada di gayungmu.
Tapi Kamu tau tidak aku asalnya darimana?
Begini ceritanya...
Aku tadinya ada di laut, di air laut.
Bersama temanku aku naik menguap dibantu sinar matahari.
Lalu berkerumun bersama teman-temanku menjadi awan.
Kami tertiup angin sampai ke arah gunung.
Semakin lama kami semakin berat.
Atas izin Allah kami mencair menjadi hujan.
Aku dan teman-teman jatuh ke tanah dan meresap.
Lalu menjadi air tanah.
Kami mengalir ke sungai.
Aku terus mengalir masuk ke sumurmu.
Eh tiba-tiba ada yang menyedotku.
Ooh ternyata itu pompa airmu.
Akupun naik melalui pipa ke toren air.
Lalu ketika kamu membuka keran, cuus aku meluncur lagi menuju ember.
Taraaaa.. aku sekarang ada di gayungmu. 😊

Jumat, 24 November 2017

Bapak Yang Berbisik


Frekuensi suara seorang ayah dikatakan lebih rendah daripada seorang ibu, maka dirasa lebih nyaman bagi anak. Percaya?
Kalimat lembut seorang ayah mampu membangkitkan jiwa. Pernah mengalaminya?
Ya, saya pernah mengalaminya.

Waktu kecil, sekitar usia SD, kalau ada apa-apa atau ada yang diinginkan, saya selalu curhat sama Bapak di rumah. Seringkali saya bicara sama Bapak berdua saja saat Mamah tidur. Hehehe ini karena sifat Bapak yang lebih sabar mendengarkan apa yang saya sampaikan. Suatu kali, saya curhat sama Bapak tentang teman saya yang sangat pintar di kelas, dia juara kelas. Saat itu saya baru pindah sekolah, saya naik kelas 4 kalau gak salah. Saya merasa takut tidak bisa meraih peringkat pertama seperti di sekolah sebelumnya. Setelah menyimak kegalauan saya, Bapak dengan lembut namun penuh penekanan bilang, “Dia makan nasi, kita makan nasi, kalau dia bisa, kita juga bisa. Jangan takut! Kalau teteh mau sesuatu, minta sama Allah. Tahajud! Bangun tengah malem, sholat minta sama Allah. InsyaAllah Allah akan kabulkan. Mun keyeng tangtu pareng.” Mun keyeng tangtu pareng adalah pribahasa Basa Sunda yang artinya there is a will, there is a way. Sejak saat itu, kalau saya punya keinginan, sekalipun itu sekedar ingin rambut panjang, jurus utama saya adalah bangun tengah malam dan tahajud. Ketika saya takut mengambil wudhu atau malas untuk shalat, saya akan tetap bangun tengah malam, berdo’a dan tidur lagi. Hehehe. Jurus keduanya tentu berusaha dengan cara-cara yang lebih keras guna menggapai apa yang saya inginkan itu.

Bisikan Bapak yang lembut yang merasuk kalbu kecil saya waktu itu terbawa hingga kini. Jurus itu telah mengiringi saya menggapai prestasi akademik hingga lulus S1 dengan hasil memuaskan. Selanjutnya mengiringi setiap langkah saya dalam menjalani kehidupan yang penuh liku ini, wess hehe tapi bener loh. Ketika saya ingin sesuatu, atau merasa down melihat kehebatan orang lain, atau saat akan melakukan tugas spesial untuk pertama kalinya, kalimat motivasi dari Bapak itu selalu terngiang dan menjadi motor penggerak sekaligus penghilang rasa gugup. Meskipun kalimat motivasi itu sudah umum dikenal orang, tapi karena Bapak sendiri yang membisikkannya menjadi terasa lebih istimewa bagi jiwa.

Frekuensi suara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan adalah karunia dari Allah yang pasti memiliki fungsi istimewa masing-masing. Berbekal pengalaman ini, saya mengajak para ayah agar menyediakan waktu khusus untuk ngobrol dengan anak-anak. Bisikkanlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna untuk mengokohkan jiwa-jiwa mereka. InsyaAllah, anak-anak akan selalu melihatmu saat jiwa mereka mencari kalimat kekuatan. Bisikanmu akan menjadi amal jariyah buatmu.😍

These words are dedicated to my lovely father, Bapak Toto Toyib.
Semoga Bapak selalu sehat wal ‘afiat, sejahtera lahir batin, dan sukses dunia akhirat.
I love you ❤

Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...