Berpikir Sebelum Berucap
Praktek komunikasi produktif saya hari ini seputar seni pemakaian diksi yang positif. Sesadar mungkin menghindari kalimat dan pikiran negatif. Saya kemudian mentransfernya saat berkomunikasi dengan adik tercinta. Alhamdulillah semoga menjadi contoh yang baik.
Well, dengan anak, seni komprod yang terus dilatih masih seputar KISS (tentu bersinergi dengan seni diksi), intonasi dan bahasa tubuh yang ramah. Subhanalloh, setiap hari ada saja scene yang menjadi medan tempur saya dengan senjata komprod itu. hehehe.. Ya tentu saja itu semua di setting Allah sebagai fasilitas meraih keterampilan berkomunikasi produktif. hihiii.. so, senyumin saja. 😊
Pada forum keluarga, saya menceritakan episode siang tadi. Saya sampaikan betapa membanggakannya Sang Kaka saat tanggap terhadap adik yang kesulitan membuka kalung saat umi sedang sholat. Juga betapa kerennya kaka menemani adik bermain di kamar, saat umi sedang ngeles di ruang tengah. Saya curhat kepada suami bahwa saya memang harus kerja keras merecall materi komprod sebelum mengeluarkan kata-kata. Menggunakan kaidah 7-38-55. Friendly body language works better than words. Mikiiir dulu, baru ngomong. 😄
Hemmh..mencoba menganalisis suasana harian kami di rumah: Suasana nyaman berkomunikasi dengan anak didapat jika Ibu sudah selesai dengan urusan dapur lebih dini.. hihiii.. So, saya harus disiplin melakukan jadwal yang sudah dibuat sejak matrikulasi.
Bismillah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar