Kelas Bunda Sayang IIP
Mengendalikan EGO sebagai Orang Tua
Saya masih sering merasa jengkel kalau keinginan saya tidak dituruti anak. Seperti pada kasus kasur tadi malam. Sang Kaka (5 th) seperti biasa kalau menjelang malam, dia akan menggelar kasur di tengah rumah: kasur normal dan kasur kecilnya. Dia sedang suka tidur disana karena langsung kena AC. Berhubung beberapa hari ini hujan lebat terus, maka saya perlu memasukkan jemuran baju yang besar ke dalam rumah. Diletakkanlah si jemuran yang penuh baju tepat di dinding bawah AC di ruang tengah kami yang tidak besar. Posisi sang jemuran tentu mengambil space kasur kecil yang biasa digelar disitu. Saya arahkan anak agar kali ini mengubah posisi si kasur kecil, dari yang tadinya di sebelah kiri kasur besar menjadi di sebelah kanannya. Karena kalau tetap di sebelah kiri kasur besar, si kasur kecil akan berada di kolong jemuran yang penuh baju. Menurut saya itu tidak indah, tapi ternyata menurut si Kaka itu lebih seru, "Kan jadi kaya tenda, Mi.", gitu katanya. Naaah mulailah kami berargumen. Saya keukeuh ingin dia mengikuti arahan saya, dia sambil bercucuran air mata ingin tetap pada kebiasaaannya atas si kasur. Mana adiknya (1,5 th) lagi agak demam, makin geramlah hati saya. Tapi saya berusaha menahan amarah. Saya mencoba mengunyah situasi itu sambil menyusui si adik dan melirik sang Kaka yang sedang membereskan ulang kasur yang sudah saya set pada posisi yang saya inginkan sebelumnya. "hemmh..ini bukan hal yang prinsip, ngapain berdebat, mau kasur disini, disana, gak dosa, ndak bahaya juga, toh baju-baju di jemurannya ga basah, karena sudah dikeringkan di mesin cuci. It's totally safe!. OK deh, tak usah memaksakan kehendak." batin saya.
Selesai menyusui si adik, saya menghampiri sang Kaka, dia mengajak bercanda tapi saya masih ogah tersenyum. Astaghfirulloh, kemudian saya menyesal saat melihat ekspresinya yang menyiratkan sesuatu. Saya harus mengendalikan ego saya sebagai orang tua. Pada hal yang tak melawan prinsip Islam, be flexible. Laa taghdob walakal jannah.
Aaaah..besok harus lebih baik!! Tantangan ini sungguh besar, tapi insyaAlloh bisa dikuasai. Allohumma yassir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar