Jumat, 31 Maret 2017

T10 Level 3 Day #8 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

Fatimah Learns Color

Qadarullah, hari ini saya masih diuji sakit dan suami masuk kantor. Jadi project yang kakak (5 th) plan kemarin, yaitu membuat kreasi kokoru untuk dekor kamar dilakukan sebentar banget deh. Kakak keburu cape dan memutuskan mencari inspirasi dulu di youtobu tentang kreasi bunga dan kupu-kupu origami.

Lalu project dadakannya adalah mengajarkan adik (1,5 th) tentang warna. Kali ini fokus pada warna oren, pink dan hijau. Realia yang digunakan adalah yang saat itu sedang dedek mainkan, yaitu botol. Lalu di mengambil buku botol dan saya ambil bola warna-warni. Lucu banget dia. Hahaha.. ni link videonya, klik disini.



Kamis, 30 Maret 2017

T10 Level 3 Day #7 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

Kakak Sayang Dedek

Hari ini masih dalam episode emak sakit. Qadarullah saya mering lagi sejak malam. Terbersit mau izin ke admin Kordi, tapi melihat si bungsu (1,5 th) diasuh dengan sangat baik oleh Kakak (5 th) dan abinya, saya sampaika ide agar Kakak bikin project ngasuh Dedek aja hari ini.

Saya bahagia pas saya dan Dedek bangun tidur siang, Kakak sudah membuatkan Dedek gambar binatang-binatang kesukaan Dedek, yaitu panda dan kucing dilengkapi kotak susu ultra mimi. Hehehe.. "Ini buat Dedek!", Seru Kakak menyambut sang adik bangun. 😍

Lalu Kakak dan abi membuat pesawat kertas. Sang Adik pun dengan antusias memainkannya meniru sang kakak. Sampe ditiup-tiup segala. 😂


Saya amati, empati Kakak cukup baik melihat uminya sedang sakit. Selain mengasuh adik, dia juga berberan sebagai dokter, menyiapkan obat, air minum dan mijitin. Dan sang adik adalah peniru ulung. Dia ngikutin aja apa yang kakaknya lakuin, terutama kalau kakaknya lompat-lompat di kasur. Aduuuhh, beberapa kali nada umi meninggi memperingatkan sang Kakak agar mainnya yang aman.

Beberapa hari ini suami pun tak masuk kerja karena matanya masih iritasi, dan hari ini plus menjaga anak-anak dan mengurus saya. Semoga Allah membalas kelelahannya dengan kebaikan melimpah.
Rabb, semoga besok saya sehat kembali agar bisa maksimal menjalankan peran. InsyaAllah besok projectnya adalah mendekor kamar.

Rabu, 29 Maret 2017

Cemilan Rabu Kuliah BunSay IIP

Cemilan Rabu
29 Maret 2017

🏵POTENSI KECERDASAN ANAK UNTUK MERAIH KESUKSESAN HIDUP.
(Bagian 1)🏵

Sebelum ditemukannya ragam kecerdasan (IQ, EI,SI, dan AI), seorang anak dikatakan cerdas jika memiliki IQ yang tinggi. Sebaliknya anak dikatakan bodoh jika ber-IQ rendah.

*Kecerdasan Intelektual (IQ)* adalah kecerdasan yang dimiliki oleh otak manusia untuk bisa melakukan beberapa kemampuan seperti, kemampuan menalar; merencanakan masalah; berpikir; memahami gagasan; dan belajar.

Menurut Conny Setiawan dalam buku “Perspektif Pendidikan Anak Berbakat” ada tiga komponen penting yang dianggap esensi intelegensi, yakni penilaian, pengertian, dan penalaran.

Berkat kecerdasan intelektualnya, manusia telah mampu menjelajah ke bulan dan luar angkasa; menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang sangat membantu dan lain sebagainya. Namun, ketika IQ saja yang menjadi dasar seseorang bergerak, maka di samping ada kemajuan pesat buah dari kecerdasannya itu, terdapat pula banyak kerusakan muncul akibat dari ulah manusia.

Charles Spearmen, Thurstone, dan Gardner mengembangkan teori *multiple intelligence (MI)*yang mengukur kecerdasan tidak hanya dari satu aspek kemampuan. Teori MI ini lebih manusiawi karena intelegensi manusia diukur dari tujuh dimensi yang semi otonom. Masing-masing adalah : 1) linguistik, 2) music, 3) Matematik Logis, 4) Visual-Spasial, 5) Kinestetik-Fisik, 6) Sosial Interpersonal dan 7) Intra-Personal.

Seperti diungkapkan Suharsono dalam buku “Mencerdaskan Anak”, ketujuh macam kecerdasan ini merupakan fungsi dari dua belahan otak kiri dan otak kanan. Otak kiri memiliki kemampuan dan potensi memecahkan problem matematik, logis dan fenomenal. Otak kanan memiliki kemampuan merespon hal-hal yang sifatnya kualitatif, artistic dan abstrak.


❓Apakah dengan mengoptimalkan ketujuh kecerdasan ini akan menjadikan anak-anak sukses mengarungi hidup? Jawabannya BELUM TENTU.

🖌Model kecerdasan intelektual benar-benar akan bergfungsi hanya dalam tahapan ketika anak harus menyelesaikan permasalahan. Bahkan sejauh yang dapat diamati, model kecerdasan ini belum mendorong anak menjadi kreatif bahkan inovatif.
Diperlukan upaya pendekatan yang berbeda agar anak menjadi lebih tertantang ide kreatif dan inovatifnya.

Daniel Goldman menawarkan pendekatan baru dalam memandang kecerdasan seseorang dengan mengenalkan *Kecerdasan Emosi* (emotional Intelligence) yakni kemampuan untuk mendeteksi dan mengenali emosi sendiri maupun orang lain.

Menurut Suharsono, Perbedaan nyata antara IQ dan EI terutama pada hal “apa” yang menjadi objek kecerdasan itu sendiri.  IQ lebih memandang objek-objek di luar diri manusia (out-ward klooking) sedangkan EI lebih memperhatikan fenomenal yang berada di dalam diri manusia (in-ward looking).

Khairul Ummah (2003) menyatakan bahwa kunci sukses yang sebenarnya tidak lain adalah kemampuan memahami emosi diri dan emosi orang lain serta memanfaatkan interaksi emosional ini semaksimal mungkin untuk tujuan positif yang hendak dicapai bersama.

Kecerdasan emosi penting untuk menangani situasi yang bermuatan emosi, suatu kondisi yang sering terjadi. Muatan dari emosi negatif serta dampak dari kepercayaan diri, keberanian dan kejujuran dapat diperoleh dengan baik melalui kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan faktor yang jelas mengatur pola kehidupan. Kecerdasan ini penting dalam pengelolaan emosi yang diperlukan hingga mampu membangun pola yang berhasil. Pengembangan kecerdasan emosi sangat penting bagi keberhasilan tingkah laku dan organisasi. Kecerdasan emosi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan hubungan di masyarakat. Kecerdasan ini juga dapat menghilangkan perasaan takut, cemas, dan marah yang bisa menghambat proses pengendalian emosi.

❓Pertanyaannya, apakah dengan berbekal IQ dan EI saja anak mampu meraih SUKSES??

📌Bersambung ke part 2 (cemilan minggu depan)

📚Referensi:
 Saifullah.A & Nine Adien MAulana, Melejitkan Potensi Kecerdasan Anak, 2005, Yogyakarta: Ar-Ruz Media

https://tisna2008.wordpress.com/2009/05/26/antara-iq-eq-dan-sq/amp/

💻Disusun oleh:
Tim Fasilitator Nasional Kelas Bunsay IIP

T10 L#3 Day#6 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

Manajer Baju

Hari ini saya merasa masih tidak enak badan, suami pun matanya masih sakit, jadi kami pergi ke Puskesmas setelah Kakak (5 th) berangkat sekolah. Kami menghabiskan waktu di Puskesmas sampai Kakak pulang sekolah, yaitu jam 11 siang. Sampai di rumah kami makan siang, lalu beristirahat.

Sampai sore hari, kami masih belum melakukan family project hari ini. Sampai muncul ide untuk merapihkan baju hasil cucian, menyortir mana yang harus disetrika mana yang tidak perlu. Ini bermanfaat untuk mengefektifkan waktu umi agar tak habis hanya dengan urusan setrika baju. Kan waktu yang dapat dihemat itu bisa dipakai untuk waktu bersama anak-anak. Hehee..


Dalam project ini semua terlibat termasuk si bungsu Fatimah (1,5 th). 😄 Kemudian, Kakak ingin menyetrika baju sekolah nya buat besok. Saya kabulkan, tentu dengan pengawasan.

Semoga besok kami sudah sehat kembali agar bisa melakukan project pengikat cinta dengan lebih seru dan berkesan. Aamiin.

Selasa, 28 Maret 2017

T10 Day #5 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

Dedek Punya Bis Mainan, Kakak Jadi Packing Manager

Hari ini kami masih dalam pemulihan sakit mata. Kepala saya dan suami masih pening. Jadi menawarkan projek sederhana saja ke anak-anak, "Ka, bikin bolu kukusnya nanti saja ya, soalnya umi masih pusing dan harus  bungkus paket buku pula buat besok. Gimana kalau bikin dekorasi kamar dari kokoru aja?", "Atau bungkus buku aja?", Timpal sang abi. Akhirnya kakak mau bantu umi mengemas paket buku pesanan. Jadilah dia the packing manager. Kali ini suami yang jadi timnya. Saya seksi dokumentasi. Sementara si Dedek (1,5 th) seperti biasa, jadi pengawas. 😁


Dedek Fatimah (1,5 th) dia sangat suka bis. Dan hari ini dia antusias banget buka buku bis, gak mau diganti buku lain. Mau nonton video lagu Wheels on the bus sambil joget. Terus diputar-putar lagunya. Dia minta bacain cerita bis, padahal buku yang dia bawa buku mewarnai hehehe. Ahasil umi abinya mengarang cerita deh. Akhirnya saya punya ide bikinin dia bis dari kotak madu. Saya tawarkan ke Kakak. Dan dia senang sekali. Ini project buat Adek. Tapi Kakak juga yang ngelakuin. Hehehe..

 

Nilai kasih sayang kelurga yang kami tekankan pada projek hari ini. Saling membantu dan menjaga, terutama saat keluarga ada yang sakit. Tak lupa saya memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kakak yang sudah banyak membantu orang tua hari ini. Kakak berhak mendapat reward pancake duren. Yeay!! 😍😅

Senin, 27 Maret 2017

T10 Level #3 Day #4 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

PISCOKJU by Chef Rafifa

Hari ini Kakak memilih membuat piscokju (pisang keju coklat) karena memang sudah lama tak bikin cemilan itu. Hehe. Tujuan dari kegiatan ini selain menghilangkan "ke-jijik-an"nya terhadap yang lengket-lengket, juga sebagai kegiatan mengisi waktu sekolahnya yang dia lewatkan karena masih dalam masa penyembuhan sakit mata. Yaah, sejak​ Sabtu dia terkena sakit mata lalu menular kepada kami semua. 😷 Semoga besok sudah pada sehat. Aamiin.

Kakak sebagai chef meminta bantuan saya menyiapkan alat dan bahannya. Abi dan adiknya adalah pelanggan utama. Hehe karena mata abinya masih cukup parah. Jadi dia harus rehat dan tak bisa membantu kami. Sementara itu sang Adik seperti biasa, sedang tidur. 😁

Saya mencontohkan cara mengupas lisang da memotongnya. Kakak mengikuti. Awalnya dia enggan mengupasnya, karena pisang kepoknya yang buruk rupa. 😂 Tapi saya support dia agar mencobanya. Berhasil, meski cuma 2 buah. Hahaha. Di bilang, "Umi aja yang ngupas, kakak yang motong ya." Baiklah... Itu yang terjadi selanjutnya. Setelah semua pisang dipotong, saya yang pergi ke dapur untuk memanggang pisang di atas tefon. Then, Kakak sangat antusias, karena bagian menghias pisaaang!! Yeay! 🙌 Saya inisiasi menyusun pisang dengan tema orang, lalu dia terinspirasi. Dia bikin pisang pelangi. Bentuknya saja.. hihii.. dikasih toling keju dan meses. Walaaa. This is it! Piscokju! 😍


So far, dari sekian projek yang kami lakukan, saya melihat, Kakak (5 th) itu orang yang detail, perfectionist, creative and confident. Dia selalu punya alasan dengN pilihannya. Kadang saya suka keceplosan membandingkannya dengan selera saya hehehe dan itu membuatnya kemudian tak pede. Ini..disini saya harus lebih bisa menahan diri. 😀

Eh, jujur saya lupa. Kenapa fokusnya ke Kakak saja yaa..hihiii. Bismillah besok mulai projek sama dedek Fatimah (1,5 th) juga deh. 😂

Salam Ibu Proesional

Minggu, 26 Maret 2017

T10 Level #3 Day #3 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Level 3

MAKING DONUTS!

Projek keluarga di hari ketiga ini sangat bersejarah. Hehee.. Kenapa? 1) tetap dilakukan dengan riang meski sedang terserang sakit mata, Kakak Sang Chef, Umi asisten chef, dan Dedek penyicip; 2) donat yang dibuat bisa dibilang sangat sukses menyerupai donat yang sesungguhnya. Hahaha karena biasanya donat yang saya bikin lebih tepat dibilang biskuit, kami menyebutnya donat crunchy. Hahaha..jangan dibilang gagal ya 😂. Karena ternyata masalanya hanya pada jenis tepung saja. 😋

Well, alat dan bahan terdiri dari baskom, sendok, 1/4 tepung segitiga, fermipan, gula pasir, garam, minyak sayur, setengah gelas air hangat, 1 btr telur ayam, margarin, meses, dan gula halus.

Kakak sangat antusias melakukan step by step pembuatan donat ini. Mulai memecah telur (meski masih ragu-ragu, gakpapa yah kak, makin sering makin mahir nanti, InsyaAllah 😘), mengaduk adonan, menguleninya, membantingnya, hingga mencetak adonannya. Yang paling saya garis bawahi adalah pada step menguleni adonan. Step itu sangat bermanfaat dalam hal AI nya dalam mengatasi rasa jijiknya terhadap yang lengket-lengket. 😂😋 Alhamdulillah. Yah step seperti ini sangat penting bagi keterampilan hidupnya. Lalu karena setelah lama dia uleni dan si adonan masih lengket, dia dapat menyimpukan sendiri "ini kebanyakan air nih, mi." 😍 Yes, di mampu mencari asal masalah. Alhamdulillah. Lalu saya kasih tahu "kalau begitu, tambah lagi tepungnya, ka."
Alhamdulillah pula, proses pembuatan donat ini disponsori oleh Dedek yang tidur. 😂 Dia bangun pas Umi mau menggoreng donatnya. Alhasil Sang Penyicip ikut menyicipi toping yang disiapkan Sang Chef.


Donat nya mengembang dengan memuaskan. Tak perlu lama-lama digorengnya. Waaah ini yang membuat saya amazed! 😍 Ini sejarah! Not only for Kakak, but also for her Umi! 😋

Setelah selesai menghias, lalu menikmatinya bersama Sang Dedek, Kakak mengirim beberapa buah donutnya ke tetangga disertai semangkuk kecil Dragon Jelly Ice yang dibuat di hari #1 projek. This is for her SI nya. Selalu saya tanamkan bahwa dalam rezeki yang kami terima pasti ada hak orang lain. Apalagi mengupload fotonya di medsos, hehee, tetangga kudu kebagian. 😊

In the last session, saya bertanya bagian mana yang paling dia senangi. Dia menjawab bagian menghiasnya. Karena dia paling suka mesesnya. Hehee. Tapi saya yakin, perasaan dia terhadap yang lengket-lengket semakin berubah baik. Hehee.. Dia mengajak saya membuat slime besok-besok. Dia pernah bikin itu di sekolah, jadi udah tau dan pengen nyoba bikin di rumah. Baiklah.. you are the captain! 😘

Sabtu, 25 Maret 2017

T10 Level 3 Day #2 Fitri Purbasari Depok

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Game Level 3 Kuliah Bunda Sayang IIP

Gelang Untuk Rumah Baru

Astaghfirullah, qadarullah saya  kelupaan menulis projek hari kedua, sehingga baru ingat pas tengah malam lewat ini.
Kakak melanjutkan projeknya yang sudah dimulai beberapa hari yang lalu, yaitu membuat gelang untuk dijual ke teman-teman dalam rangka membantu Abi mengumpulkan uang untuk membeli rumah (secara rumah kami masih ngontrak di depok ini hehe).

Dalam projek ini Kakak (5 th) adalah crafternya. Umi asisten crafter, Abi lagi-lagi sebagai penasehat free lance, dan adik (1,5 th) pembeli potensial yang hilir mudik. Hehee. Alat dan bahan yang diperlukan adalah manik-manik, benang gelang, meja dan gunting. Waktu pengerjaan projek diperkirakan dua hari ini, karena Kakak harus membuat 6 gelang dan akan dijual pada hari Senin.


Kakak meminta bantuan umi memotong benang dan mengikat ujungnya. Lalu di meronce manik-manik menjadi gelang yang cantik. Selanjutnya minta umi mengikat ujung-ujungnya. 1 gelang cantik berhasil dibuat. Sayangnya, karena Kakak sedang sakit mata sebelah dan dia merasa pusing, Kakak memutuskan melanjutkan projeknya besok (Ahad) setelah membuat donat (projek #3). Baiklah saya ikuti keputusannya.

Dalam projek yang dipilihnya kali ini, saya menangkap AI Kakak terhadap kondisi kami yang ingin segera punya rumah. Saya dan suami cukup terharu. Saya sudah mengklarifikasinya beberapa kali "mau dibagi atau dijual?" "Dijual." katanya. Bahkan dia minta kami menjual secara online juga kalau gelangnya sudah bikin banyak. Hehee..serius nih!

Dia sangat percaya diri menentukan model gelang yang dia buat. Susunan warnanya juga sudah Ok. Cuma karena benang tali nya berbahan licin, simpulnya mudah lepas. Nextime kami harus mencari tali yang lebih baik.

Jumat, 24 Maret 2017

Projek Keluarga Level #3

🍓🍇 Cemilan Rabu #1 🍇🍓

Materi 3 : Pentingnya meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup

*Kecerdasan Menghadapi Tantangan*

 Adversity Intelligence merupakan sebuah teori yang merumuskan tentang apa yang dibutuhkan untuk mencapai KESUKSESAN.


Kecerdasan ini dikembangkan oleh seorang konsultan bisnis yang dikenal secara internasional bernama Paul G. Stoltz, PhD. Menurut Stoltz, dengan AQ kita akan lebih produktif, kreatif, dan kompetitif.

Walaupun kita berada di tengah lingkungan yang terus bergolak. AI menggabungkan riset psikologis kognitif, psikoneuroimunologi, dan neurofisiologi untuk membentuk suatu gambaran lengkap tentang bagaimana cara manusia dalam mendekati kesulitan.


Sementara pada kenyataannya, kesulitan adalah suatu hal yang paling banyak dihindari. Namun dalam AI,  kesulitan justru sebuah TANTANGAN yang akan menjadikan hidup lebih hidup.

AI merupakan sebuah alat ukur yang akan menentukan beberapa kondisi kontradiktif dalam diri seseorang.

Kondisi kontradiktif tersebut adalah pilihan. Bagi mereka yang berharap sukses maka sikap-sikap positiflah yang pasti diambil. Sebaliknya, mereka yang tidak bertekad untuk berhasil, sangat wajar jika kemudian hanya berkutat pada kondisi statis, tidak mau bergerak, cepat merasa puas, dan hanya mampu berdiam diri ketika menghadapi kegagalan. Selanjutnya, kondisi kontradiktif tersebut bisa memberikan gambaran kepada kita tentang sikap-sikap yang bisa membangun AI berikut:

● Ketangguhan
● Keyakinan
● Kekuatan
● Kepercayaan Diri
● Berbesar Hati
● Daya Tahan
● Daya Juang
● Tak pernah bosan untuk mencoba
● Berani memulai
● Kreatif
● Optimisme
● Ketekunan
● Keuletan
● Vitalitas
● Orientasi masa depan
● Kaya akan berbagai kemungkinan

*Antara AI dan Pendakian*

Pendakian adalah sebuah analogi cukup tegas bagi Adversity Intelligence.

 Pendakian yang dimaksud adalah proses. Proses apa saja kira-kira?

1. Proses dari tidak ada menjadi ada
2. Proses dari tidak punya menjadi punya
3. Proses dari tidak bisa menjadi bisa
4. Proses dari sikap bergantung menuju kehidupan yang lebih mandiri
5. Proses dari sebuah harapan mewujud kenyataan
6. Proses dalam menggerakan tujuan hidup
7. Dan proses-proses lainnya.

Mendaki disini bukanlah mendaki sebuah gunung dalam arti denotatif, melainkan mendaki gunung kehidupan dengan segala hambatan dan rintangan. Mendaki gunung kehidupan yang kaya dengan liku-liku perjalanan. Mendaki gunung harapan dengan segala onak dan durinya. Mendaki gunung impian dengan segala bentuk upaya dan kesungguhan.

Stoltz menganalogikan tiga jenis kepribadian manusia yang bisa menggambarkan kemampuan AI, yaitu Quitters (berhenti), Campers (berkemah), dan Climbers (pendaki).


*1. Quitters (Berhenti)*
Mereka yang disebut quitters adalah orang yang berhenti melakukan pendakian jauh sebelum menuju puncak atau bahkan menolak terhadap pendakian dan memutuskan untuk berdiam diri.

● menolak untuk mendaki lebih tinggi
● gaya hidupnya datar dan tidak 'lengkap'
● bekerja sekedar cukup untuk hidup
● cenderung menghindari tantangan berat yang muncul dari komitmen yang sesungguhnya
● jarang sekali memiliki persahabatan yang sejati
● mereka cenderung melawan atau lari dalam menghadapi perubahan
● terampil menggunakan kata yang sifatnya membatasi, seperti 'tidakmau'
● kemampuannya kecil, tidak memiliki keyakinan akan masa depan, kontribusinya kecil

*2. Campers (Berkemah)*
Mereka yang disebut campers adalah orang yang menghentikan perjalanan (pendakian) dengan dalih ketidakmampuan atau sudah merasa cukup. Mereka beranggapan bahwa berhentinya pendakian adalah sebagai tanda telah dilakukannya berbagai upaya dan pengorbanan.

● mereka mau mendaki, meskipun akan 'berhenti' di pos tertentu dan merasa cukup sampai di situ
● mereka cukup puas telah mencapai suatu tahapan tertentu
● masih memiliki sejumlah inisiatif, sedikit semangat dan beberapa usaha
● mengorbankan kemampuan individunya untuk mendapatkan kepuasan
● menahan diri terhadap perubahan
● menggunakan bahasa dan kata-kata yang kompromistis, misalnya 'ini cukup bagus'; 'cukup sampai di sini saja'
● meski sudah melalui berbagai rintangan, namun mereka akan  erhenti juga pada suatu tempat dan 'berkemah' di situ

*3. Climbers (Pendaki)*
Mereka yang disebut climbers adalah orang yang terus bertahan melakukan pendakian sampai pendakian tersebut benar-benar menuju puncak. Mereka tidak menghiraukan lelah dan letih. Mereka juga tidak menghiraukan harta dan tenaga yang telah dikorbankan. Bagi mereka, totalitas dan komitmen adalah keniscayaan. Oleh karena itu, segala bentuk rintangan dan hambatan dinikmatinya sebagai tantangan yang akan mendongkrak dirinya untuk menjadi pahlawan yang sebenarnya.

● mereka membaktikan dirinya untuk terus 'mendaki', pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan
● hidupnya 'lengkap' karena telah melewati dan mengalami semua tahapan sebelumnya
● menyambut baik tantangan, memotivasi diri, memiliki semangat tinggi dan berjuang mendapatkan yang terbaik dalam hidup
● berani menjelajahi potensi-potensi tanpa batas
● menyambut baik setiap perubahan
● bahasa yang digunakan adalah bahasa dan kata yang penuh kemungkinan, berbicara tentang apa yang bisa dikerjakan dan caranya, berbicara tentang tindakan
● memberikan kontribusi besar karena bisa mewujudkan potensi yang ada pada dirinya
● tidak asing dengan situasi sulit


Kaitan AI dengan pendakian, salah satu tugas utama kita sebagai orangtua adalah meyakinkan buah hati kita untuk mampu bertahan melewati semua tahapan kehidupan dengan segala problema dan dilematikanya. Selain itu, kita juga mampu meyakinkan kepada mereka bahwa segala sesuatu tidak bisa didapat secara instan. Segala sesuatu tidak terjadi secara tiba-tiba karena semua ada proses yang mengiringinya.


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚 Sumber bacaan :

Yoga, Miarti. Adversity Quotient, agar anak tak gampang menyerah. Tinta Medina

http://personalityfajar.wordpress.com/tag/adversity-quotient/

Family Project of a friend, Omah Project

Garage Share Omah Project
"Selamat Datang Para Guru"
Minggu, 12 Maret 2017

Alhamdulillah project kami Garage Share "Selamat Datang Para Guru" berjalan lancar barokah, terimakasih atas do'a & support seluruh keluarga besar Perak .🙏🏻🙏🏻

Pagi hari kami mulai persiapan, semua bergerak. Menata tempat, memasang spanduk, menata barang2, menata minuman & snack. Hari ini di Pojok Cangkrukan
kami menyiapkan dua minuman spesial yaitu bajigur & teh manis panas ditemani rebusan singkong, ubi, talas + lemet dan gethuk.wiiih ....mantap kan 😁

Setelah siap semua waktunya kami sarapan & briefing. Mba Caca sempat meminta untuk membuka pagar jam 9 saja pas undangan dimulai karena dia merasa agak malu, sebenarnya dalam hati kecil kami pun ada rasa malu , ragu , nanti bagaimana ya ? ada tulisan gedhe di depan rumah , banyak barang di keluarkan, akan banyak yang melihat, dsb . Ini adalah yang pertama bagi kami mengadakan project seperti ini.
Kemudian kami mantapkan lagi & kami sampaikan kepada mba Caca & semuanya,  bahwa yang kita lakukan ini tidak keluar dari Qur'an dan Hadits,  sesuai juga dengan value keluarga kami yaitu Iman & kasih sayang dan juga sesuai dengan quote kita tahun ini yaitu Cerdas dan Meningkat, jadi yang kita lakukan ini adalah kebaikan , kenapa harus malu melakukan kebaikan ? kalimat ini yang kami dengung2kan dalam hati kami masing2...alhamdulillah akhirnya kami semua mantap.

Hari ini selain berbagi, project kami adalah "Menjadi Murid yang Baik, semua yang datang adalah guru kami . Bagaimana menjadi murid yang baik menjadi bahasan dalam briefing dan rapat2 kami sebelumnya. Briefing kami tutup dengan berdo'a dan toss : " Siap berbagiii ? Siaapp....Siap jadi murid yang baiiiik ? Siaap...Omah Project ...Yesss"🙌🏻🙌🏻

Undangan mulai hadir tepat pukul 09:00 wib. Kami sambut setiap guru dengan senyuman ramah, istilah Jawanya , "Gupuh, Lungguh, Suguh" ,bagi yang roaming akan kami jelaskan lain waktu hehehe

Subhanalloh..hari ini kami mendapat guru2 yang sangat luar biasa . Mulai dari  usaha kami menahan air mata yang menetes mendengar Mas Edi yang 2x seminggu rajin mengambil sampah , bercerita bahwa sejak usia 5 SD memutuskan keluar dari sekolah dan merantau  dari Karawang ke Bekasi menjadi pemulung,  karena saat itu kedua orang tuanya sakit keras dan masih ada 2 adiknya yang masih kecil.
Ketika dia pulang ke Karawang untuk pertama kali dengan membawa hasil kerjanya ternyata Bapaknya sudah meninggal dan dia tidak tahu karena saat itu belum ada HP 😢 dan ketika itu Mas Edi sampai ke rumahnya hari Kamis, hari Jum'atnya Ibunya pun meninggal 😭.
Mas Edipun sempat membawa adiknya ikut merantau ke Bekasi dan tinggal di bedeng. Dia mengatakan bahwa dia bisa kuat karena ingat adik2nya, mas Edi ingin adik2nya tetap bisa sekolah , alhamdulillah akhirnya dua adiknya bisa sekolah & sekarang dah menikah semua. Subhanalloh...

Kemudian bang Noe , asli Cakung, Jaktim, yang sering  kami sebut "Abang Roti" , selama ini kami mengenalnya sosok yang baik & humoris, selalu membuat pembeli tertawa dengan canda2annya, kami tak menyangka ternyata kurang lebih 9 tahun lalu dia adalah pemuda dengan rambut panjang , suka minum minuman keras  , narkoba , dll . Dia mengalami titik balik saat sang Nenek meninggal. Bang Noe sangat dekat dengan neneknya dan sesaat sebelum meninggal,  sang Nenek memanggilnya dan berpesan padanya untuk menjadi orang yang benar. Sejak itulah bang Noe langsung memotong gundul rambutnya &  bertekad meninggalkan semua kelakuan buruknya. MasyaAllah...

Ada juga bang Wahyu , asli Bekasi , security komplek yang pernah menjadi asisten artis Ali Zaenal selama 5th , kami tidak menyangka bahwa kalimat2 yang dia sampaikan begitu optimis dan bermakna , selama ini yang kami lakukan hanya saling menyapa saat keluar atau masuk gerbang komplek hehehe.

Kemudian bang Surono ,  asal Batang Pekalongan, abang sayur yang setiap hari harus berangkat jam 2 pagi ke pasar induk. Bu Painem asal Solo yang merantau jualan sayur mateng sejak kelas 4 SD.

Dan yang paling tidak kami sangka adalah bu Nani , ART asal Pacitan yang datang bersama suami & anak2nya ...pak Nendi, suami bu Nani ini 4 th yg lalu terkena struk karena diabetes dan sekarang seminggu 2x harus cuci darah. Beliau datang dengan memakai tongkat dan harus duduk di kursi .

 MasyaAllah...terharunya kami. Dan masih banyak cerita dari guru2 kami yang lain.
Kamipun memohon beliau2 untuk menuliskan pesan2 kepada kami pada selembar kain.

Bersyukurnya kami bertemu dengan mereka . Selama ini kami hanya tahu abang sayur, abang roti, pak security, dst ...😅.Sekarang kami mengenal nama2 beliau, asalnya, keluarganya, dll.

Terharunya kami melihat semua bersendau gurau sambil menikmati minuman & jajanan yang kami hidangkan. Indahnya saat semua saling mendengarkan cerita . Diantara mereka sendiripun ketika itu juga baru mengenal sedekat ini. Malunya kami saat terkadang merasa gampang menyerah , malas2an , dsb astaghfirullahaladzim😭.

Oiya...ada dua ide spontan yang kami tambahkan yaitu ada doorprise sembako untuk semua yang hadir dan ada hadiah kecil untuk putra putri mereka yang ikut. Alhamdulillah menambah meriah & kami merasa project ini sangat indah.

Keindahan tidak berhenti disitu. Ketika kami tea time malam harinya, air matapun kembali memenuhi mata kami saat bercerita tentang project tadi, terutama Anaf (5) , dia yang pertama tidak bisa menahan air mata. Kami kembali membaca tulisan2 para guru dan kami membacanya bergantian. Kemudian ternyata kami semua sama,  moment favorit kami adalah saat mendengarkan para guru bercerita.Kami merasa haru bahagia.
Dan ada lagi saat kami saling mengucapkan terimakasih....kami sempat berebut bahwa masing2 dari kami hanya bekerja sedikit dan yang lainlah yang banyak bekerja. Bapak merasa hanya membantu sedikit , Umi dan anak2lah yang bekerja banyak, begitu juga anak2 , anak2 merasa hanya membantu sedikit Bapak & Umilah yang bekerja banyak, sayapun merasa demikian. Indah ya.....😍 Mungkin beginilah hasil bekerja tim jadi merasa ringan semuanya, mungkin juga saat itu kami dibantu banyak malaikat hehehe.

Merasakan indahnya project ini membuat kami ingin membuat project lagi cangkrukan dengan beliau2 para guru. Sempat ada ide yang terinspirasi dari Padhang Mbulannya Padepokan Margosari, tapi karena di Bekasi tidak selalu terlihat bulan mungkin bisa dibuat project Padhang Mbekasi  , sepertinya seru ya...hihihi.

Mohon maaf kepanjangan dan belepotan , saya menulispun masih dengan mata berkaca2 😐
Mohon maaf juga foto2nya kurang maksimal karena kami semua terlena pada momentnya, termasuk sang seksi dokumentasi hehehe. Semoga membawa manfaat. Terimakasih 🙏🏻🙏🏻

Meningkatkan Kecerdasan Anak dengan Family Project Demi Kebahagiaan Hidup

*Institut Ibu Profesional*
*Materi Bunda Sayang sesi #3*

❤ PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤


Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu *SUKSES* dan *BAHAGIA*

☘ Makna SUKSES

Menurut D. Paul Reily dalam bukunya _Success is Simple_ mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga

Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya _Success_mengemukakan pendapatnya bahwa *sukses adalah*  _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri_

☘ Makna BAHAGIA

Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya _Authentic Happiness_ mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :

*A. Hidup yang penuh kesenangan* (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia

 Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.

*B. Hidup nyaman* ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental

*C. Hidup Bermakna* ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, _pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual_

Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA *kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup*.

☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.

📚MACAM-MACAM KECERDASAN

*A. Kecerdasan Intelektual* (Intellectual Quotient)

Adalah  kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)

*B. Kecerdasan Emosional* (Emotional Intelleigence)
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
*Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah* :
1.  Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).
2.  Kemampuan Mengelola Emosi.
3.  Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4.  Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5.  Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).


*C. Kecerdasan Spiritual* ( Spiritual Intelligence)
Kemampuan untuk mengenal Allah  dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.

Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif.  Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.

Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.

📌Ada Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan

*D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan*  (Adversity Intelligence)
Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.

📌Ada tiga tipe  menurut Stoltz yaitu :
1. Quitter , adalah orang-orang dengan Adversity Intelligence ( AI) yang rendah, bilamana bekerja dan ketemu masalah cenderung segera menghindar dan menyalahkan orang lain. Keluar (berhenti) dari apa yang sedang dikerjakannya dan membiarkan persoalannya berlarut2.

2. Campers itu orang dengan AI moderate, berusaha bekerja dengan baik. Meskipun demikian cenderung menghindari resiko, terutama berkaitan dengan resiko pribadi.

Jika bertemu halangan berusaha mengatasinya selama tidak beresiko. Jika tekanan terlalu besar, akan berhenti dan mencari aman. Kadang dengan mengulur2 menyelesaikannya.

3. Climbers , adalah orang2 dengan AI tinggi, yang berani menghadapi tantangan dan resiko, mengubah hambatan menjadi peluang, senantiasa fokus pada solusi.

Climbers percaya bahwa dirinya diciptakan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menaruh kepercayaan kepada orang lain bahwa mereka pada dasarnya baik dan dapat bekerja dengan baik

📌 Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.

📌 Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.

📌 Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).

📌 Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.

📚 LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN

Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek keluarga.

❤ *PROJEK KELUARGA* ❤

Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.

📌 APA ITU PROJEK KELUARGA

*Projek keluarga* adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.


📌 CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA

a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek

📌 KOMPONEN PROJEK KELUARGA

a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

📌 BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA

*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*

Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini  terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?

📌 CONTOH PROJEK KELUARGA

*Nama Projek*  : WARNAI DUNIA WARNAMU

*Gagasan* : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?

*Pelaksanaan* : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.

*Nama Projek* :  SUNDAY LIBRARY

*Gagasan* : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?

*Pelaksanaan* : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan

*AMATI, TERLIBAT, TULIS*

📌 AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)

📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.

Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,


Salam Ibu Profesional,



/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily ,  “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta

T10 Level #3 Day #1 FITRI PURBASARI DEPOK

Tantangan 10 Hari Projek Keluarga
Kuliah Bunda Sayang IIP Game Level #3

Have Fun With The Dragon!

Projek keluarga kami di hari pertama Game Level ketiga ini adalah membuat es krim dan es jeli Buah Naga. Ide awalnya muncul dengan keberadaan si buah naga yang cukup besar di kulkas, tapi Si Kakak (5 th) tidak mau memakannya dengan cara buah potong biasa. Maka pada saat forum keluarga kemarin malam, muncullah ide membuat es krim buah naga dengan cup es krim nenek yang dibawanya kemarin dari kampung. 

Target projek es buah naga ini adalah membuat kudapan anak yang sehat dan enak serta melatih kemandirian Kakak menyiapkan makanan sendiri. Sebelumnya Kakak agak kurang suka dengan buah naga. Tapi sejak kegiatan membuat sup buah di sekolahnya beberapa hari yang lalu, dia jadi suka. "Mi, kakak suka buah naga kalau dipotongnya kecil-kecil kaya bu guru tadi." begitu laporannya sepulang sekolah. Well, alhamdulillah. Projek ini pun seolah menjadi upaya penguatan perasaan barunya itu terhadap buah naga yang kaya manfaat. Adapun dalam projek ini kami membuat dua macam es: Dragon Smoothie Ice dan Dragon Jelly Ice.

SDM yang terlibat dalam projek ini tentu kami semua. Kebetulan juga ayahnya sedang tidak pergi ke kantor hari ini. Kakak jadi chef, Umi asisten chef, Dedek (1,5 th) pelanggan, dan Abi satpam yang menjaga pelanggan.. hehehehe..

Alat dan Bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
  • Blender
  • pisau
  • piring
  • cetakan es
  • panci
  • sendok
  • 1 buah naga merah
  • susu kental manis
  • air 
  • 1 sachet kecil nutrijell rasa leci
  • gula pasir
Pada tahap Pelaksanaan, Kakak sebagai chef mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dengan bantuan sekadarnya dari Umi. Lalu, setelah buah naga dipotong Umi, Kakak memulai eksperimennya: mengupas buah, memasukkannya ke blender, menuang air dan susu kental manis, dan menyalakan blender. Kakak tampang sangat percaya diri dan 😊. Kemudian setelah jus buah naga terwujud, Kakak dibantu umi melepaskan blender dari dudukannya. Lalu tanpa dibantu, Kakak menuang jus ke cetakan dengan sangat hati-hati. Dan taraaaaaa! Dragon Smoothie Ice siap dimasukkan ke dalam freezer. Selanjutnya es yang kedua. Kakak menuang bubuk jelly ke dalam wajan, lalu menambahkan gula dan air, dan Kakak meminta umi untuk memasak jellynya karena dia masih takut menghadapi api kompor. Itu mungkin karen letak kompornya yang setinggi wajahnya. Hehehe semoga segera punya dapur baru yang lebih friendy hihii.. aamiin. Tapi dengan antusias, Kakak meminta agar dia yang menuang jelly nya ke cetakan. OK! Setelah jellynya siap, saya membawanya ke tempat eksperimen. Kakak mulai menuang jelly nya ke cetakan lalu dicampur dengan jus buah naga. Ada yang lucu dan luput dari perhatian saya. Ternyata air yang digunakan untuk memasak jellynya kurang banyak jadi si jelly cepat mengental hehee. Alhasil, susah banget bercampur dengan jusnya. hihiii diluar bayangan. Tak apo. Yang penting enyak! hehee. Wokedeh! Dragon Jelly Ice pun siap meluncur ke freezer. hemmh.. es masuk freezer kurang lebih pukul 11.30.


Alhamdulillah, projek kali ini berjalan lancar. Kakak sangat senang melakukannya. Dia tak sabar menunggu es nya jadi. Kakak sudah terlihat mandiri dan percaya diri mengerjakan projek ini. Dan saya pun bisa menahan diri untuk intervensi. Perasaannya terhadap buah naga jadi semakin baik. Saat mengupas, awalnya dia jijik karena pada dasarnya dia gak suka yang lengket-lengket. Tapi setelah berulangkali kubilang "gak papa kotor juga, nanti tangannya dibersihkannya sekalian selesai" dengan nada bersahabat tentunya, dia semakin pede mengupas buah naga tanpa menjentikkan kelingkingnya. hehee.. Dia pun mau mencoba langsung buah naga yang masi nempel di kulitnya. "Emhh enak, Mi." katanya berbinar-binar. Sore harinya, dia tak sabar ingin mencoba es jellynya. Saya pun persilahkan. Sambil direcoki adik dan abi nya, berulang kali dia bilang "emmh enak, enak!" 😂 Eh si Dedek yang berperan sebangai pelanggan pun berucap "emmh enaaahh!" 😄 Biasanya kami berbagi ke tetangga setiap kami membuat camilan, tapi kali ini tetangganya belum pada pulang. Jadi insyaAllah besok saja berbagi es nya.

Namun sayang, setelah menikmati jus, Kakak ikut abinya survey ke lokasi pekerjaan yang kebetulan dekat sini, lalu pulang sore dan dilanjutkan dengan drama Kakak menangisi sang abi yang mau mudik dulu sendirian menghadiri kondangan pernikahan kerabat. Jadi belum sempat melakukan Master Mind nya sebagai upaya apresiasi. Kakak keburu tidur sambil menangis. Semoga besok suasana hatinya kembali segar dengan Dragon Smoothie Ice yang enak itu! 😋

Hemmh..note for me in the end of this day, this family project is aimed to make my family happier day by day, especially for my children. So, the most important key word is the happiness of my children. Whatever the condition, the priority is them. Be calm, be patient, be nice, be wise, be friendly, and be happy! Keep smiling, keep praying, keep learning, keep trying, keep appreciating, and keep writing! 

Salam Ibu Profesional!

Kamis, 16 Maret 2017

Rasa Latihan Kemandirian Anakku

Aliran Rasa T10 Kuliah Bunda Sayang Level #2
Melatih Kemandirian Anak

Kemandirian tak kan lepas dari konsistensi. Kemandirian berkaitan erat dengan Tanggung Jawab.
Konsistensi orang tua menjadi kunci disini. Astaghfirulloh ini yang masih miss dari diriku. Benar kata bu Septi, karena hasil dari proses latihan Kemandirian Anak ini akan terlihat bertahun-tahun berikutnya, orang tua seringkali hopeless dan cenderung menyerah pada kegagalan. So, let's enjoy this process because Allah will appreciate our effort! Kayanya slogan ini harus saya print besar dan tempel di dinding kamar! 😁

Sampai saat ini, dalm sebulan ini, saya masih berkutat dengan dua skill untuk anak sulung (5 th), yaitu mandi sore dan menyiapkan makan sendiri, dan satu skill untuk si bungsu (1,5 th), yakni seputar makan sendiri. Karena khususnya untuk skill makan ini mencakup banyak aspek juga ya.. Tapi mungkin karena inkonsistesi saya juga sih.

Alhamdulillah, syukur yang membuat terharu berada di komunitas ini. Ada Guru yang sangat hebat menginspirasi, selalu bikin saya malu jika tahu perjuangannya dulu yag sendirian, sementara saya sekarang diberi fasilitas IIP ini. Ada para sahabat seperjuangan yang secara langsung dan tidak langsung bahu membahu memotivasi dengan berbagai kisah dan pengalamannya. Fabiayyi alaai rabbikuma tukadzdziban! Nikmat, komunitas ini nikmat, rezeki yang besar!

Cemilan Rabu #4 Level #2 Kuliah Bunsay

🍎🍐🍌Cemilan Rabu #4🍌🍐🍎

Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak

*Mandiri dan Tanggung Jawab*

Kemandirian dan tanggung jawab adalah dua hal yang saling mengikat dan tidak dapat dipisahkan. Karena salah satu hasil dari kemandirian itu adalah bertanggung jawab.

Tanggung jawab berarti:
1. Melakukan hal-hal yang benar semata-mata karena prinsip bukan karena orang lain yang memaksa untuk melakukannya
2. Membuat pilihan dengan bijaksana, setelah menimbang semua pilihan
3. Membuat diri dapat dipercaya dan diandalkan atas tindakan-tindakan yang dilakukan sendiri

Mengapa tanggung jawab pada anak itu penting? Ingatlah, tujuan akhir dari keseluruhan upaya yang kita lakukan dalam mendidik anak adalah memungkinkan anak-anak kita hidup tanpa kita. Bagaimana pun sayangnya dan berkuasanya kita, kita tidak bisa menjamin bisa mendampingi anak-anak sepanjang hidupnya. Suatu saat kita harus rela melepaskan anak pergi “mengepakkan sayap” mereka dan terbang meraih dunianya sendiri.

Maka dengan melatih kemandirian kepada mereka, secara tidak langsung sebenarnya orang tua juga sedang mengajarkan tanggung jawab sedikit demi sedikit sesuai dengan berjalannya waktu perkembangan anak.  Keterampilan kemandirian yang dilakukan dengan konsisten, kontinyu, disertai dengan rasa ikhlas akan menumbuhkan tanggung jawab pada anak. Orang tua yang konsisten melatih kemandirian kepada anaknya sejak dini, akan mendapatkan sebuah perjalanan hidup yang menyenangkan pada diri anaknya dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Orang tua akan menikmati proses langkah benar dan salah langkah sepanjang kehidupan anaknya, karena setiap tahapan yang dilalui membawa anak ke tingkat kemandirian dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

Bila kita melihat kasus-kasus mengenai anak-anak yang "bermasalah", maka kita akan ditunjukkan bahwa sebenarnya anak-anak seperti itu kurang mempunyai akuntabilitas. Mereka tidak memahami apa artinya bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan mereka dan akibat-akibat yang harus ditanggung dari tindakan itu. Ketika seorang anak harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya, dia belajar lebih dari sekedar menyadari bahwa perilakunya  mempunyai konsekuensi bagi dirinya dan orang lain. Dia juga belajar bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, mereka saling membutuhkan satu sama lain, mereka saling memiliki ketergantungan. Bila kita bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang kita lakukan, sesungguhnya kita telah membuat sebuah perubahan dalam hidup ke arah yang lebih baik. Bukankah sebuah perubahan besar dimulai dari hal kecil? Maka mulailah melakukan hal kecil dalam kehidupan buah hati kita yaitu dengan membangun kemandiriannya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber Inspirasi:

William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

Marcus Rio Y., Cara Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Pada Anak (2-6). www.antonrio.wordpress.com, 2010

Tri Pujistutik, S.Pd., Perilaku Mandiri, www.4stoety.wordpress.com, 2014

REVIEW T10 LEVEL #2 BUNDA SAYANG MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

_Review Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang #1 Materi #2_

*MELATIH KEMANDIRIAN ANAK*

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang “MELATIH KEMANDIRIAN ANAK”.

Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.

 Yang pertama, kami akan mengapresiasi bunda semua  yang sudah komitmen melakukan tantangan 10 hari ini :

🎖 Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 11 Maret 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat,maupun dirapel dan minta dispensasi.

Bunda berhak  memperoleh badge *YES,  I CAN*💪💪

🎖🎁Bagi  Bunda  yang berhasil menyelesaikan tantangan di game level #2 ini sampai tgl 11 maret 2017 , praktek setiap hari dan baru bisa posting / dikumpulkan portofolionya dengan cara dirapel atau lompat-lompat,

 Bunda berhak mendapatkan tambahan badge

*You’re EXCELLENT*

Alfa Adistia Afandy
Andi Sri Astiana
Anugrah Fadreny Zab
Aprillia Rhamadhany
Arifatul Wahyu
Arrissa Fauzia Rachman
Ayrisni
Azwita Healthy
Betty Arianti
Citra Ray Sanky Augustin
Damayantie Arsan
Defi Sulistyana
Desy Kusuma Dewi
Dina Riandani
Dineu Maulani
Dwi Indah
Dyas Purnamasari
Efi Femiliyah
Eka Susanti
Endah Tri Hastuti
Enny Prima Putri
Ety Wahyuni
Evi Kumala Kusumastuti
Farida Ariyani
Fahrina Misbah
Fatkhiatur Rohmah
Febrin Nur Aisyah
Fiena Rifanty Arifin
Finny Hiraini Noor Azizah
Fitri Purbasari
Fitriana Utami Hatta
Fitriani Sri Winarsih
Friska ike pratama
Gina Hendraswati
Handayani Retno Hapsari
Hardianti Asri
Henny Wilda
Heryuni
Ida Rezeki B Butarbutar
Iis Rahmawati
Ilva Nur Indah Sari
Ingrid Maisaroh
Insania Zakiyah
Intan Dwiningtyastuti
Irma Puspitasari
Irma Suryani lubis
Ismi Fauziah
Ismiaty Fadliha
Izzatul Muafiroh
Karina Nastiya
Kartika
Kartika Rizki Dwijayanti
Kishartati
Lendy Kurnia Reny
Liya Wahyuni
Maharani Purnamasari
Maya O. Rismala
Mekarisma Fatmasari
Milfa Yeni
Mustika Amalia Wardaty
Nesri Baidani
niken Marettika Konrat
Nina Rokayah
Nourma Devita Pratiwi
Novy Novita Pandansari
Nur Hadijah Yunianti
Nur Hayati
Nur'aini
Nurhalita Diny
Prajwalita Cininta Nareswari
Prima Dona Dewi Yanuari
Puspaning Dyah FC
Putri Nur An Nissa
Ratna Palupi
Ratna Zahara
Ria Arianty
Ria Nurfitriani Dewi
Rifa Srihidayati
Rima Melanie Puspitasari
Rini Mardia
Risa Ferina Nita Budiarti
Rizki Senen
Sapta Handayani
Saroh Darojah
Savira Mega Putri
Shanty Irawati
Shofiyah Nashirotul Haq
Sinardi
Siti Aisah
Siti Khoiriyah
Siti Rohmahwati
Sri Prihatiningsih
Sri Wahyuningrum
Sri Wulandari
Srieheny Kania Dewi
Susi Firdausa
Tahiyatur Ratih
Tamia Dian Ayu Faniati
Tri Putri Yuniarti
Trian Sukma Ramdhani
Tsalits Najatul Baroroh
Ummi Haajiroh Mustajab
Uswatun Hasanah
Wahyu Lissetiarani
Wenny Wahyuningrum
Widitra Maulida
Windhy Pratiwi
Wiwik Wulansari
Yessy Liana Putri
Yulianti
Yusrika Syarif
Zaenab Dwi Ujiani
Zuhriyyah Hidayati


🎖🎁🎁 Daaan…inilah Bunda-Bunda yang berhasil konsisten menjalankan tantangan 10 hari secara berturut-turut sampai akhir, baik praktek maupun mempostingnya setiap hari tanpa jeda,

Bunda berhak menyematkan badge

*You’re OUTSTANDING PERFORMANCE*

Fadilla Febrina Hayatussalam
Fitrah Syawaliyah
Putri Kunanti
Shakina Daulika Prusdani
Sindu Atmalia
Tika Rosida Yuliati
Vivi Ermawati

Selamaat, selain dapat bagde tambahan,  tulisan anda juga berhak untuk diikutkan di seleksi tulisan bunda sayang tingkat nasional, daaan satu lagi dapat kesempatan menjadi narasumber untuk share kesuksesan di grup lain.


Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai  tercapai tujuan akhir.

Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.


KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada  seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.


Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.

Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa  life skill yang perlu dimiliki oleh anak.


Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka

*_Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah_*


Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.


Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.


Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. *Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri* Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku  tidak konsisten.

b. *Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya*


c. *Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip* Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.


Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak  sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.


Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.

☘Ciri khas kemandirian anak :
a. *Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran*

b. *Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat*

c. *Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan*

d. *Anak memiliki  kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya*


Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :

a. *MERDEKA*, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain

b. *PROGRESIF*, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.

c. *INISIATIF* , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif


d. *TERKENDALI DARI DALAM*,  individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .

e. *KEMANTAPAN DIRI*, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.


Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang  lebih untuk mencapainya.

_Sumber Bacaan :_
_Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016_

_Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009_

Rabu, 08 Maret 2017

T10_Level2_Fitri Purbasari_Day10

Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2

Bijaksana Dalam Mendampingi Proses

Ya, orang tua harus bijaksana dalam mendampingi proses melatih anak mandiri. Itulah refleksi dari pengalaman 10 hari ini dengan cemilan yang diberikan Bu Septi Rabu pagi. Kesabaran mengaplikasikan ilmu, mengapresiasi diri dan anak-anak atas pencapaian mereka, memotivasi mereka, dan berdamai dengan hasil yang belum sesuai harapan itulah wujud dari kebijaksanaan yang mutlak hadir dalam proses ini. Melatih kemandirian anak-anak adalah moment krusial, baik bagi kami sebagai orang tua maupun bagi anak-anak. Proses ini akan berdampak besar pada kemampuannya menjalani hidup ini. So, keseriusan dan kewarasan harus kami pelihara. Semoga Allah memudahkan proses ini.


Di hari kesepuluh ini, Fatimah (1,5 th) masih berkutat dengan keterampilan makan sendiri. Dia hari ini senang meremas-remas nasi dengan kedua tangannya. Saat nasi pada nempel di jari-jarinya, dikibaskanlah tangannya, maka berpencarlah tu nasi kemana-mana. Uwoow..itu sesuatu banget! hahaha.. tapi, sabar.. keep calm and talk wisely! 😃 Komunikasi produktif mengambil perannya. Aiih..KISS sambil di kiss juga tuh bocah. mmuach! "Dedek, makannya yang baik yaa sayang. Tidak begitu. Aaaam.. ayo Dedek pinter banget makannya." Satu hal yang perlu saya syukuri dalam episode ini adalah bahwa sumbu saya semakin panjang. hehehe.. alhamdulillah.

Move to Rafifa's side. Kakak (5 th) sedang agak malas makan. Mungkin karena bibirnya sedang sariawan. Dia maunya makan roti, makan kue, makan pisang, minum susu dan minum larutan penyegar. Alhamdulillah dia menyiapkan semuanya itu sendiri. Alhamdulillah, today i feel that everything run quite well. It was because I involved Allah through reciting much Al Quran and dhikr. When I "see" Allah clearly, the universe supports me. 😊

Salam Ibu Profesional!

Cemilan #3 Melatih Kemandirian Anak

🍮🍓🍵Cemilan Rabu #3🍵🍓🍮

Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak

*Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses*

Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.

Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap *ambivalen* dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas  kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari "tim" keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.

Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.

Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.

Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka, Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak  mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Bahan Inspirasi :

_Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003_

_William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004_

Amalan Agar Rezeki Melimpah

Mau dapat rezeki melimpah? Tentu semua jawabannya "YAAA!!!"
Setiap orang tentu sangat sensitif terhadap frase ini "Rezeki Melimpah". Mungkin yang sedang ngantuk pun langsung meleng mendengar pertanyaan tadi.



Sahabat, mungkin saat ini diantara kita ada yang sedang terlilit utang, belum menemukan titik terang bagaimana melunasi utang tersebut. Saking besarnya utang itu, sampai-sampai  jalan di depan tak terlihat. Astaghfirullah. Atau, diantara kita ada yang sedang menginginkan rezeki yang banyak untuk keluarganya, untuk menyekolahkan anak-anaknya, atau ingin umroh dan naik haji? Seringkali kita terjebak dalam kekuatan diri ini dan lupa bahwa ada kekuatan besar dari Allah yang Maha Kaya. Tapi sahabat, rezeki tidak hanya sebatas urusan materi seperti itu saja. Kesehatan, waktu yang produktif, kemudahan mengasuh dan mendidik anak, mendapat manfaat dari berkumpul dengan orang-orang baik, hati yang tenang dan lapang merupakan rezeki juga. Bisa dibilang, segala kebaikan adalah rezeki.

Sahabat, berikut saya kutip tips amalan dari Ustadz Yusuf Mansur yang bisa dilakukan agar rezeki kita melimpah.
  1. Membaca surah Al Waqiah minimal 2 kali sehari, bisa setelah shalat Subuh dan Ashar.
  2. Membaca surah Ar Rahman 1 kali sehari.
  3. Membaca surah Yaa Siin 1 kali sehari.
  4. Membaca surah Al Mulk sebelum tidur malam.
  5. Dzikir dengan nama Allah Yaa Fattah (Maha Pembuka) & Yaa Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Ini bisa diamalkan setiap selesai shalat fardhu minimal 11 kali maksimal sebanyak-banyaknya.
  6. Bershalawat untuk Rasul minimal 100 kali sehari.
    "Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad kamaa shallaita 'alaa Ibrahim wa'alaa aali Ibrahim wa baarik 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad kamaa baarakta 'alaa Ibrahim wa'alaa aali Ibrahim fil 'aalamiina innaka hamiidummajiid."
  7. Bersedekah setiap hari. Sedekah melipatgandakan rezeki.
  8. Melakukan Qiyamullail, shalat malam.
  9. Merutinkan shalat Dhuha.
  10. Beristighfar minimal 100 kali sehari. 
  11. Berbuat baik kepada orang tua.
  12. Shalat fardhu tepat waktu dan berjama'ah di masjid. Ini pamungkas dan yang paling urgent. Ibaratnya, kata ustadz Yusuf, kita mau rezeki ambil di rumah Allah.
Nah, sahabat, Ustadz kita dan banyak jama'ahnya telah mempraktekkannya dan merasakan hasilnya. Sejatinya semua amalan itu ditujukan agar kita semakin mendekat kepada Allah SWT dan angka dalam setiap amalan itu hanyalah sebagai wasilah latihan diri kita dalam melakukan amal baik tersebut. Kita sepenuhnya berharap agar diri ini layak ditolong oleh Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hidup ini penuh masalah dan Allah adalah Yang Maha Mempunyai solusi. 

Dan ingatlah firman Allah dalam surah At Thalaq ayat 2-3 yang artinya:

"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya."

Sahabat, mari kita sama-sama mendekat kepada Allah SWT dengan penuh harap dan takut. 😊

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Fitri Purbasari


Sumber: 



Selasa, 07 Maret 2017

T10_Level2_Fitri Purbasari_Depok_Day#9

Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2

ADEK, KAKAK, WOW!

Mulai dari cerita Kakak Rafifa (5 th) dulu aah... Hari Selasa ini, Kakak bikin sarapan sendiri loh, yaitu roti meses. Kakak juga bikin roti sekalian untuk bekal ke sekolah. Semoga semangatnya terus terpelihara ya, Kak. 😋


Pekan ini adalah pekan skill kedua bagi kakak, setelah fokus pada "Aku Senang Mandi Sore". Dalam melatih Kakak menyiapkan makannya sendiri, saya disarankan oleh suami agar bertahap, misal satu kali dulu sehari pas sarapan. It's good idea! Ide inipun mengingatkan saya juga agar tak sekedar fokus pada prakteknya tok, tapi menyertainya dengan memberikan motivasi baik secara langsung maupun tidak mengenai kenapa Kakak harus bisa menyiapkan makan sendiri. Strategi storytelling dari buku atau based on pengalaman dari sumber sekitar sangat ampuh bagi Kakak. Secermat mungkin saya harus bisa mengkaitkan peristiwa yang muncul di lingkungan agar dia mandiri dalam skill yang sedang dilatihkan maupun yang sudah. Ini akan menjadi motivasi sekaligus penguatan.

Sekarang tentang Dedek Fatimah (1,5 th). Wow! Dia sedang asyik dengan kakinya. Dia pengen tahu gimana kalau kakinya menginjak makanan di piring. hihihiii. Sayang saya gak bisa ambil fotonya karena harus riweuh mengatasinya. hehe.. Ya begitulah, ada saja tingkah anak ini yang sekilas tentu bisa menaikan tensi, tapi kalau dilihat dengan mata hati dan akal sehat ini adalah hal yang amazing. Dia hanya ingin tahu segala sesuatu. That's so natural! Kita yang harus mengakomodir dan mengarahkan rasa ingin tahunya itu dengan baik dan benar. Semoga Allah senantiasa membimbing saya agar sabar, ikhlas dan waras. 😂

Salam Ibu Profesional!

Senin, 06 Maret 2017

T10_Level2_Fitri Purbasari_Depok_Day8

Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2


Tak Berhenti Disini

Fatimah (1,5 th) di hari kedelapannya (Senin, 6 Maret 2017) belajar makan sendiri, tak disuapi, terlihat sudah terbiasa. Tapi tentu tidak boleh cukup sampai titik ini. Urusan keterampilan makan sendiri ini tidak boleh berhenti pada poin "sudah mau makan sendiri". Kata kuncinya "terampil". Jadi selain anak memiliki kesadaran bahwa makan itu tanggung jawabnya dalam arti harus dilakukan sendiri, dia juga harus terampil makan dengan baik. Anak diajarkan untuk membaca do'a sebelum dan sesudah makan, adab makan, tidak mengacak-acak atau membuang-buang makanannya, termasuk minumannya, dan apa yang harus dilakukan setelah selesai makan. Ini semua adalah tahapan tantangan saya dan Fatimah selanjutnya. 😊

Kakak Rafifa (5th) mulai belajar mengambil makan sendiri dan menyiapkan makanan yang sederhana. Kakak ini anak yang asyik melakukan apa-apa sendiri, cuma kuncinya mood nya harus selalu dijaga tetep good. And this is my job! hahahah. Membuat dia melakukan tugasnya sebelum energinya turun. Dan yang paling penting juga, menjaga agar emaknya ini is always in the good mood. 😃 



Minggu, 05 Maret 2017

T10_Level2_Fitri Purbasari_Depok_Day#7

Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2

Dedek Bosan Pake Sendok


Lihat, Moms! Fatimah (1,5 th) yang sedang belajar makan sendiri sedang bosan memakai sendok. Saya baru ngeuh selama ini saya sodorin dia makan pakai sendok atau garpu, mau itu makanan kering maupun kuah. 😁 Di hari ketujuh ini, dia rupanya penasaran menyendok nasi berkuah pakai tangannya. hihihiii..seru ya, Dek? 😃 Yah, again saya perkuat mental melihatnya. hahahaha.. Dia sedang bereksplorasi. Kalau dia tak mencoba, mana dia tahu, kan? 😋

Moms, dalam mengeksekusi tantangan "Makan Sendiri" buat Fatimah ini, ada konsekuensi yang harus ditanggung. Biasanya, Fatimah ganti baju maksimal 3 kali sehari, yakni 2x mandi & 1x bangun tidur siang kalau baju basah oleh keringat. Tapi selama training makan sendiri ini yah minimalnya jadi 6 kali sehari. 🙈 😂
But, that's OK, Moms! No problemo! Pengalaman yang didapatnya sungguh lebih berharga daripada baju-baju yang kotor itu. Bukan hanya pengalaman bagi Fatimah saja, tapi pelajaran berharga juga bagi saya. Ini adalah training konsistensi atas ilmu dan hidayah yang Allah berikan pada saya. Semoga Allah memudahkan saya mengemban amanahNya. Do'a yang sama juga buat Moms semua. 😊

Well, apa yang dilakukan Kakak Rafifa (5 th) hari ini? Yup, dia mulai melakukan latihan kemandirian untuk menyiapkan makannya sendiri. Bukan masak sendiri ya, Moms. Skill ini belum saya mulai, hehehe. "Menyiapkan Makan" yang saya maksudkan adalah setiap waktu makan, Kakak akan mengambil alat makan sendiri, lalu mengambil nasi dari magic com dan mengambil lauk yang sudah saya siapkan di dapur. Karena selama ini dia langsung menerima makanan "siap saji"nya dari saya. Inilah yang akan menjadi fokus saya pekan ini. Seolah-olah aktivitas ini begitu mudah ya Moms, sepele ya?? Padahal cukup sering juga ya anak-anak malas makan hanya karena malas mengambilnya sendiri. This is based on my childhood experience. hihiii 😝 Komitmen ini berlaku juga untuk camilan, bukan hanya makan berat saja. Jadi saya katakan padanya, "Kalau Kakak mau biskuit atau snack lainnya, ambil sendiri di box atau di kulkas ya." Hari ini baru hari perkenalan hehe.. But so far, Kakak sudah OK banget bikin susu sendiri, karena dia merasa kalau sama saya atau abinya suka kurang enak katanya. hehhe.. It's a good point! 😂

Salam Ibu Profesional.




Resume Diskusi: Desain Global Sekolah Unggul

 Bismillah.. alhamdulillah malam ini bisa bergabung di diskusi online Kelas 100 Guru PAUD berjudul Desain Global Sekolah Unggul. Pematerinya...