Kuliah Bunda Sayang IIP Level #2
"Tak Usah Dibantu, Ummi!"
Mungkin itu kalimat yang bisa saya terjemahkan dari gerakan tangan Fatimah (1,5 th) yang menghalau tangan saya saat saya megangin mangkoknya agar tak geser-geser. Alhamdulillah di hari kelima ini dia sudah semakin enjoy makan sendiri. Setiap kali waktunya makan dan saya sudah siap menyajikan piringnya, dia antusias meraih piring makannya itu. Seolah dia sudah faham bahwa makan sendiri adalah tanggung jawabnya. 😊
Sebenarnya anak-anak batita itu memang senang bereksplorasi ya. Apa-apa maunya sendiri. Cuma..emaknya saja yang seringkali tak tega. Lebih tepatnya mungkin tak tega kalau saya harus kembali membersihkan lantai dan mengganti baju anak yang berantakan oleh makanannya. 😀
Jadi sesungguhnya, melatih batita makan sendiri itu adalah melatih kesungguhan dan kesabaran Sang Emak dalam menyiapkan anaknya untuk mandiri, terampil dengan urusan pribadinya. Anak sangat cepat belajar dalam hal ini, sedangkan sang Emak seringkali masih tergantung mood yang berhembus. Hadeuuh!! Ini indikator emak yang labil. hahahaha. Aahh..ini tak boleh berlaku lagi kalau ingin menjadi Ibu Profesional. Ibu harus cerdas mengendalikan mood agar selalu berada dalam kondisi HAPPY, BAHAGIA. Mom's Happy, Kid's Happy, Dad's Happy! 💖
Kakak Rafifa (5 th) pun sudah OK dengan aktivitas mandi sorenya. InsyaAllah besok akan mulai dengan list selanjutnya: Menyiapkan makan sendiri. 💃
Salam Ibu Profesional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar