Kuliah Bunda Sayang IIP Level 2
Makan Sendiri Itu Asik!
Ini hari ketiga fokus melatih diri membuat anak mandiri. Hari Rabu ini seperti biasa, Bu Septi menyuguhkan cemilan enak, judulnya Kemandirian Anak dan Adversity Quotient. Pernah dengar tentang Adversity quotient? hemmh.. Saya rasa saya pernah mendengar istilah ini atau mungkin baca yaa..tapi baru kali ini saya memahaminya. Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam menghadapi segala kesulitan dan tantangan dalam hidup. So, ini merupakan kecerdasan yang wajib dimiliki manusia agar bisa bertahan hidup dengan sukses, karena hidup kan penuh tantangan. Berdasarkan materi ini, orang tua harus melatih anak agar memiliki kecerdasan yang satu ini dengan level tertinggi, yaitu level dimana anak akan memandang setiap kesulitan itu bersifat sementara dan mereka mampu mengendalikan setiap kesulitan yang dihadapi agar tidak meluas pada aspek yang lain. Anak harus memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi dan menaklukan tantangan apapun. Anak akan menjadi pembelajar seumur hidup dan memiliki jiwa pendaki yang visioner.
Dalam hal mendampingi Fatimah (1.5 th) yang sedang belajar makan sendiri, saya harus menahan diri untuk tak cepat-cepat membantunya jika dia sulit menyendok makanannya ataupun saat makanan itu jatuh berkali-kali dari sendoknya saat menuju mulutnya. Gemes yaa?? Hihihi.. tapi tahaan.. anak akan tetep semangat dengan sabar ko mengambil makanannya berulang kali. Ingat, anak sedang menaklukan tantangan! So far, alhamdulillah Fatimah sudah bisa makan sendiri makanan keringnya dalam arti tak berkuah. Besok, nampaknya saya harus membiarkannya menikmati makanan berkuah. Are you ready, Miss Fitri? hehe karena tantangannya sepertinya lebih condong ke saya. 😄
Hahahaha..tau gak pemirsa? barusan kan saya pause menulis ini karena Fatimah bangun dan pas abinya pulang. Saya siapin dulu makan keduanya dengan menu sop baso. Pas saya mau suapin Fatimah, eeeh dia minta makan sendiri, mangkoknya ditarik-tarik. Sontak ketarik juga perasaan saya pada kalimat yang saya tulis diatas. hehee.. Ya sudah deh, rencana besok jadi dimulai malam ini. Saya persilahkan dia makan sop sendiri. Sambil memperhatikan keasyikan dia makan sop dengan kostum siap tidur, saya menghujani diri dengan kalimat-kalimat penguatan:
"Tenang, baju basah bisa diganti."
"Kalem, belepotan lengket kemana-mana bisa dilap, dibersihkan!"
"Yang paling penting dia bisa mandiri makan sendiri."
"Ingat, ini demi kemampuannya mengatasi tantangan hidup!" 😂
Alhamdulillah, cara Allah memang unik. Niat melatih anak agar bisa makan sendiri, eeeh dikasih terus jalannya. Hehehe.. Juga jalan menjadi emak konsisten dan penyabar tentunya. 😉
Salam Ibu Profesional!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar